Setelah di tinggalkan pacarku, aku menjadi bosnya. Kurasa itu yang terlintas dipikirannya saat ini.
Ah, dia masih tidak percaya bahwa mantan pacarnya yang dikenalnya itu bekerja di perusahaan miliknya itu. Bagaimana dia bisa tidak terkejut, bukannya identitas pacarnya adalah seorang pewaris generasi kedua yang kaya.
Apa dia sudah bangkrut??
Linda menggelengkan kepalanya mencoba mengabaikan pikirannya. Toh, untuk apa memikirkannya, sekarang dia sudah tidak ada hubungan dengannya.
Omong - omong, bukannya aku bisa membalas dendam? Tanpa sadar senyum Linda menjadi mengerikan.
Meli, asistennya hanya bisa menganga melihat bosnya itu bersikap aneh. Diam - diam dia bergidik melihat senyum aneh yang mengerikan itu.
Intuisinya mengatakan bahwa kemalangan akan melanda seseorang. Yang pasti seseorang itu bernasib sial. Semoga saja bukan aku, Meli berdoa dalam hatinya. Jika saja tidak berada dalam ruangan Linda, dia pasti sudah berlutut.
Linda, adalah pewaris tunggal keluarga kuno. Kebetulan keluarga itu memiliki perusahaan yang membutuhkan pemimpin. Secara otomatis Linda menjadi bos perusahaan itu.
Sebelumnya, dia hanyalah pewaris tanpa kekuatan apapun. Sebenarnya identitas pewaris itu tidak diketahui olehnya. Tetapi karena suatu kecelakaan membuatnya mengetahui rahasia itu.
Linda telah memimpin perusahaan itu cukup lama. Tetapi sebelum ditinggalkan oleh pacarnya, dia hanya Linda yang tidak bersemangat dengan pekerjaannya. Setelah ditinggalkan dia berubah, dia mencoba untuk menghapus kenangan bersama mantan pacarnya dengan memprioritaskan karirnya.
Selain itu, Linda dapat mendapatkan uang dari pekerjaannya. Hehe, Linda tersenyum lebar saat memikirkan uang yang mengalir setiap harinya di akun miliknya. Tentu saja itu kerja kerasku! Pikir Linda.
Tentu saja Linda bersemangat tentang pembalasan untuk pacar hang meninggalkanya.
. . . . .
Pagi hari itu sangat cerah, tetapi bagi orang tertentu sangat mendung. Dia tidak menyangka bosnya adalah pacar yang dia tinggalkan! Hanya Tuhan yang tahu betapa dia canggung dan malu saat meihatnya!
Sial! Dia mengumpat, "Jika saja bukan karena orang sialan itu aku pasti telah mewarisi perusahaan papa yang besar!" Dia hanya bisa berteriak frustasi di rumah kontrakanya.
Tring.. Tring.. Tringg..
Suara dering telepon mengalihkan pikirannya sesaat. Dia melihat nomor itu, nomor yang sangat dia harapkan tidak meneleponnya lagi.
Pada akhirnya dia mengangkat panggilan itu.
"Halo Reno, setelah wawancara kemarin anda juga telah menyetahui hasilnya" Suara yang di dengarnya tampak mengerikan.
"Jangan lupakan, pekerjaan anda telah menumpuk di sini. Peringatan karena terlambat ke kantor, menunda pekerjaan baik pekerjaanmu maupun pekerjaan orang lain, belum datang pada hari pertama bekerja, dan masih banyak lagi" Pemilik suara mengerikan itu berkata.
"Tentunya, kamu mendapat hukuman. Tetapi tenang saja, mau sebanyak apapun. Kamu tidak akan dikeluarkan, Haha! Dan yang pasti kamu tidak akan bisa meninggalkan pekerjaan kamu sekarang" Lanjutnya. Suara di seberang adalah suara Linda, dia dengan kejam mengatakannya pada mantan pacarnya itu, Reno.
Dan sialnya Reno tidak bisa membantah satu kalimatpun dia bahkan tidak memiliki nyali menolak. Jika tidak, pekerjaan yang susah payah dia dapatkan melayang begitu saja. Sial! Tapi Linda juga mengatakan bahwa dia tidak bisa meninggalkan pekerjaan itu. Reno kembali frustasi.
Panggilan telah selesai, Reno yang melihat jam di dinding menjadi terburu - buru. Ayo siap - siap! Atau semakin banyak tugas menumpuk nanti! Kadang - kadang mengetahui kebenaran adalah hal menyedihkan, dan sialnya dia tahu kebenaran itu. Kebenaran bahwa dia memiliki banyak sekali masalah di hari pertamanya kerja. Termasuk kebenaran identitas bosnya itu.
. . . .
Linda duduk termenung di kursi ruangannya. Keheningan menyelimuti ruangan itu, Meli yang berada disana mencoba meminimalkan suara sebisa mungkin.
Tiba - tiba Linda memukul mejanya, "Benar!" Dia berteriak. Dia tiba -tiba tertawa dan tersenyum aneh lagi, sikap kemarin muncul lagi membuat Meli kembali bergidik.
Oohh, semoga yang menerima kekejaman bos akan tenang dan damai. Meli berkomat kamit tanpa sadar.
Linda sendiri sedang memikirkan hal apa yang akan dilakukan untuk Reno. Tentunya harus membuat Reno bekerja keras untuk keuntungannya dan di sisi lain membuat Reno tanpa membantah mengerjakan hal itu dengan benar.
Hehe, Linda kembali tertawa aneh.
Apakah aku harus mengundurkan diri? Meli berfikir, Tapi gaji disini sudah membuatku tidak bisa melepaskannya! Oh tidak, semoga aku tidak akan memiliki trauma saat bekerja disini! Meli hanya bisa berteriak dalam hatinya, hanya bisa menghela nafas pasrah.
Oh uang! Aku tidak bisa hidup tanpa dirimu yang banyak!
. . . . .
Disinilah Reno, menatap kosong pekerjaan menumpuk didepannya. Dia hanya menatap tanpa bergerak membuat rekan - rekan kerjanya mendengus tidak senang dan jengkel.
"Hei karyawan baru! Jika kamu hanya memandang dengan tatapan kosong pekerjaan itu, apakah bisa selesai sendiri?!" Salah satu pekerja senior menyindirnya dengan ejekan.
Reno terkejut dan kembali ke akalnya. Dia buru - buru mengerjakan tugasnya. Siapa yang pernah mengatakan hal itu padanya? Sebelumnya hanya dia yang mengatakan hal seperti itu pada orang lain. Sepertinya Reno baru pertama kalinya di perlakukan begitu.
Reno mengerjakan tugas itu sampai larut malam. Bahkan tugas itu hanya berkurang setengahnya. Dapat dibayangkan seberapa banyak yang harus dikerjakannya.
Huh! Dia hanya bisa mentolelirnya, yah setidaknya saat ini.
Tetapi, sepertinya dia hanya bisa mentolerirnya seumur hidup. Karena Linda tidak akan dengan mudah memaafkannya begitu saja.
Tunggu saja pembalasanku! Linda hanya memiliki pikiran seperti itu dibenaknya, bahkan selalu dipikirkannya. Seakan - akan motivasinya hanya itu. Tentu kalian tahu siapa yang target pembalasannya.
Yang tentunya membuat Reno menarik kata - katanya jika mengetahuinya.
. . . . .
Hari - hari Reno tersiksa di tempat bekerjanya membuatnya hampir menjadi gila. Jika bukan karena mencari pekerjaan itu susah takutnya dia sudah keluar dan bekerja di tempat lain.
Kasih sayang seorang kekasih untuk Linda telah lama hilang tergantikan kebencian.
Reno sangat benci hingga ingin membunuh dan menguliti Linda sekejam - kejamnya!
Sayangnya Linda tidak mengetahui pikiran itu. Bahkan jika dia tahu pun, Linda hanya akan tersenyum dan mengabaikannya. Sekarang nasib hidupmu kukendalikan, jadi terserah apa yang akan kamu pikirkan. Mungkin itu yang akan dikatakan Linda jika mengetahui pikiran Reno.
Hari - hari berlalu begitu saja, minggu - minggu berlalu bahkan bulan pun ikut berlalu. Kini sudah setahun genap Reno bekerja di perusahaan milik Linda.
Tubuh Reno yang sebelumnya terlihat bugar dan memikat banyak gadis. Telah kurus dan wajahnya memiliki kantung mata yang tebal. Ketampanannya telah menghilang dalam sekejap di tahun itu.
Uh, jika gadis -gadis yang terpikat oleh ketampanan dan tubuh atletis Reno mengetahuinya mereka mungkin akan mendengus jijik dan berfikir betapa bodohnya mereka menyukai 'Dia'?
Berbanding dengan Reno yang sial itu. Linda terlihat sangat cantik dan selalu memiliki senyum ramah dan manis di mulutnya. Menarik banyak kupu -kupu dan lebah tampan mendekatinya. Linda sekarang telah merasa bahagia dia juga sudah tidak memiliki kesedihan ditinggalkan pacar.
Tentu saja, siksaan untuk mantan pacarnya tidak akan berhenti di situ saja.
Kebahagian miliknya hanya berlalu sebentar dan siksaan untuk Reno harus dilakukan sampai dia bosan.
[TAMAT]
Hai, ini pertama kalinya aku menulis cerpen! Cerpen ini mungkin sedikit membingungkan (mungkin?)
Jika ada kesalahan ketik, mohon dimaafkan. Semoga suka dan terhibur yaa!