Selama Nina berada di Kosan, kita bertiga suka makan bareng dan kadang juga suka jalan bersama dengan Wahyu dan juga Mas Adam. Dikala Nina sedang sakit, aku yang selalu menjaga dan juga membelikannya obat untuknya. Entah mengapa setiap Nina sakit, aku merasa sangat khawatir kepadanya. Sama hal nya aku memperlakukan Hendrik, dikala Hendrik sedang sakit.
Setelah satu bulan, Nina sudah ngekos sendiri dan Nina mengambil kamar yang berada di sebelah Hendrik, yaitu kamar yang berada di ujung tembok deretan kamarnya Hendrik.
Sekitar sebulan lebih, Nina juga memasukkan salah satu anak Beauty Advisor tetangga Outlet yang dijaganya, masuk kos di Kosan Omah. Hari itu aku baru pulang kerja event di salah satu kampus Multimedia yang berada ditanggerang. Sekitar jam delapan malam lewat, aku baru sampai di Kosan Omah.
Dikala aku yang sedang menaiki tangga, terdengar suara seorang perempuan dan laki-laki sedang bersenda gurau. Sumber suara tersebut berada dari kamar utama setelah menaiki tangga, yaitu kamar yang pernah ada suara benda terjatuh.
"Kayak ada suara orang?" Ucapku sambil menaiki tangga.
"Pintu kamar itu juga terbuka?" Ucapku yang merasa heran melihat kamar yang berada didepan tangga.
Aku merasa heran saja kalau ada yang menempati kamar tersebut, karena kamarnya tidak memiliki jendela dan juga tidak memiliki pentilasi udara. Secara diam-diam akupun memelankan jalanku dan mengintip kamar tersebut.
"Maaf?" Ucapku sambil membalikkan badanku kearah tangga.
Gadis dan Pria tersebut bergegas berdiri dan menemuiku yang sedang berdiri didepan pintu kamarnya.
"Temennya Nina ya Kak?" Ucap Gadis tersebut.
Akupun membalikkan badan dan menatap kearah mereka berdua yang sedang berdiri dipintu kamar.
"Betul." Ucapku.
"Kenalin Kak? Memey." Memey menyodorkan tangannya.
"Azam." Ucapku.
"Eko." Ucap Eko memperkenalkan dirinya.
"Ok salam kenal ya? Sorry gw udah ganggu? Gw kekamar gw dulu ya?" Ucapku.
"Iya Kak." Ucap Memey.
Setelah itu aku masuk kedalam kamarku. Usai memasukkan barang, akupun mandi. Selepas mandi aku merokok didalam kamar sambil menyetel musik diHapeku dengan pintu yang terbuka. Dikala aku yang sedang merokok tersebut, Memey dan Eko keluar dari kamarnya. Eko duduk dikursi makan, sementara Memey menyapaku dari pintu kamar.
"Kak." Ucap Memey sambil berdiri dipintu kamarku.
"Iya Mey?" Ucapku.
"Sini deh." Ucap Memey mengajakku untuk keluar.
Aku pun berdiri lalu duduk dikursi besi.
Memey lalu duduk bersebelahan dengan Eko, Memey duduk sambil merokok Sampoerna Mildnya dan sambil sesekali mengibas rambut pendeknya kebelakang.
"Ngerokok lagi Kak?" Ucap Memey sambil menyodorkan Rokok Mildnya di Meja Makan kedepanku.
"Masih ada koq rokok Gw Mey." Ucapku.
"Oh iya sorry ya gw tadi udah mengganggu?" Ucapku.
"Gak papa Kak. Santai aja." Ucap Eko.
"Kalian berdua ngekos bareng?" Ucapku.
"Gak Kak. Gw sendiri. Eko nanti pulang kerumahnya." Ucap Memey.
"Kak, disini kalo mau cari makanan dimana?" Ucap Eko.
"Kalo didaerah sini sih palingan nasi padang yang deket Portal itu Ko." Ucapku kepada Eko.
"Kalo Lo sendiri suka cari makannya dimana Kak?" Ucap Memey.
"Di Pasar malem Mey. Tapi tempatnya lumayan jauh." Ucapku.
"Cari makan yuk Kak?" Ucap Memey.
"Mau pada makan apaan emang?" Ucapku.
"Seafood Kak kalo adamah." Ucap Memey.
"Ya udah Gw orderin kalian Grab dulu ya?" Ucapku.
"Gak usah Kak? Gw sama Eko bawa mobil koq." Ucap Memey.
"Nih alamatnya Ko?" Ucapku ke Eko sambil menunjukkan alamat salah satu Restoran Seafood kepadanya.
"Lo juga harus ikut Kak?" Ucap Memey.
"Gak ah Gak? Kalian aja jalan berdua." Ucapku.
"Hayo Kak? Kita gak tau jalannya soalnya." Ucap Eko.
"Ya udah bentar gw ganti baju dulu?" Ucapku.
Lantas kita bertiga berjalan menuju mobilnya mereka berdua yang diparkirin didepan gedung sekolahan. Sambil berjalan kita bertiga sambil berbincang.
"Lo udah lama Kak tinggal di Kosan itu?" Ucap Eko.
"Lumayan Ko. Mau setahunan gw di Kosan itu." Ucapku.
"Kalian sendiri tadinya tinggal dimana?" Ucapku.
"Di Depok Kak. Ini gw baru kerja disini." Ucap Memey.
"Di Rumah?" Ucapku.
"Bukan Kak. Nanti kita lanjut disana ya Kak ceritanya?" Ucap Memey.
"Ok."
Di Restoran Seafood
"Kak Lo kerja dimana?" Ucap Memey.
"Ge BC brandnya Nina Mey." Ucapku.
"Kalo kalian berdua dimana?" Ucapku kembali.
"Kalo gw BA di BrandeX, kalo Eko dikantor Kak." Ucap Memey.
"Terus Eko nanti pulangnya kemana?" Ucapku.
"Ke rumah Kak. Rumah gw di Bekasi." Ucap Eko.
"Oh masih deket juga ternyata." Ucapku.
"Oh Iya, kenapa Lo ngambil kamar yang diujung Mey? Bukannya disitu panas ya?" Ucapku.
"Emang selain disitu ada kamar lagi yang kosong Kak? Gw ditunjukkin sama Nina dikamar itu Kak." Ucap Memey.
"Disebelah gw kosong Mey. Yang kamar tengah." Ucapku.
"Masih bisa gak Kak kalo gw pindah kesitu?" Ucap Memey.
"Bisa. Tenang aja nanti gw bantuin ngomong ke Omahnya." Ucapku.
"Kalo disitu Gw boleh nginep gak Kak?" Ucap Eko.
"Boleh Ko. Kalian kan udah beneran bertunangan bukan?" Ucapku.
"Iya Kak." Ucap Eko.
"Iya kalo beneran udah tunangan, berarti kalo ada apa-apa, orang tua Lo sudah siap buat mengawini Memey?" Ucapku bercanda.
"Hahaha. Bisa aja Lo Kak." Ucap Eko.
"Hahhh.. Enak ya kalo punya pacar mesra kayak kalian." Ucapku.
"Cari donk kak?" Ucap Memey.
"Gw masih trauma Mey." Ucapku karena mereka berdua juga mungkin mengetahui kalo aku memang menyukai pria atau perempuan.
"Ini ya Mas, Mba pesanannya?" Ucap pelayan sambil menaruh makanan di Meja.
"Wiiih gede loh Yank ini?" Ucap Memey melihat cumi bakar.
"Gede atau gede?" Ucap Eko.
"Dasar Lo Yank?" Ucap Memey yang mengetahui maksud dari si Eko.
"Hahaha." Akupun menertawakan melihat tingkah mereka berdua.
Selesai makan, kita sempat berputar-putar terlebih dahulu untuk mencari angin. Setelah berputar-putar, sekitar jam sebelas malam kita bertiga baru kembali ke Kosan. Hendrik sudah pulang dan tertidur. Sementara Nina masih terbangun.
"Habis darimana Lu Mey?" Ucap Nina sambil berdiri didepan pintu kamarnya menyapa Memey yang baru naik ditangga atas.
"Habis cari makan Nin." Ucap Memey.
Eko dan Memey lalu duduk dikursi makan. Sementara aku duduk dikursi besi. Nina berjalan kekamar mandi, lalu setelahnya Ia masuk kembali kedalam kamarnya.
"Lo udah makan Nin?" Ucapku.
"Udah Kak." Ucap Nina dari dalam kamarnya.
"Kak Rokok Lo masih ada?" Ucap Memey sambil melihat bungkus rokoknya yang telah kosong.
"Masih.." Ucapku sambil menyodorkan rokok Djarum Superku.
"Yakin kamu Yank mau ngerokok itu?" Ucap Eko ke Memey.
"Gak papa ayank endut. Sekali-kali mau nyoba." Ucap Nina ke Eko.
"Gw juga boleh ya Yank ngerokok itu?" Ucap Eko.
"Iya boleh." Ucap Memey.
"Gw mau ya Kak?" Ucap Eko.
"Embaat Ko." Ucapku.
"Kita berdua baru kali ini loh Kak ngerokok Djarum Super." Ucap Eko.
"Iya gw tau. Kalian pasti malu kan? Temen lama gw juga gak suka ngerokok Djarum Super. Soalnya rokok kuli katanya." Ucapku.
"Hahaha. Tapi enak loh. Fyuuuuh." Ucap Memey.
"Lumayan kalo Mild gw habis bisa minta ke Lo kak?" Ucap Memey.
"Yank!" Ucap Eko menegur Memey yang agak jaim sama aku.
"Boleh kan Kak?" Ucap Memey.
"Boleh Meeey.." Ucapku.
Selepas merokok kita bertiga masuk kekamar masing-masing. Sementara Eko menginap dikamarku. Esok harinya, Memey pindah kamar yang berada disebelahku.
Terima kasih untuk teman-teman kakak pembaca dan author yang telah mendukung novelku yang pertama. Alhamdulillah masuk dalam rekomendasi juga😊😊😊🙏🙏🙏