Setelah di tinggal pacar ku, aku menjadi detektif di sebuah kantor kepolisian mengabdi kepada Negara..
Mungkin cukup berat untuk ku, di tambah aku masih memiliki perasaan dengan nya dimana perasaan itu muncul secara tiba tiba bahkan tidak bisa hilang seolah menempel di dalam pikiran dan hati ku.
Bagaimana aku bisa menjelaskan keluh kesah ku? Perasaan marah ketika dia dengan se enak nya meninggalkan ku? Dia pikir aku akan terus mengejar nya? Ayolah jangan bermimpi, mengejar dan mencari nya lagi akan membuang buang waktu yang berharga ini. Aku memilih untuk menyibukkan diri sendiri dengan segala tugas ku, sepanjang hari. Agar aku bisa dengan mudah melupakan nya, menjaga masyarakat dengan baik dan menjaga Negara. Itu jauh lebih berguna dari pada harus memikirkan nya dan menangis bombay di dalam kamar.
Di sini lah aku sekarang, dan memang seharusnya seperti ini...
" Hey, kau di panggil oleh Direktur untuk datang ke ruangan nya " Aku mendengar perkataan nya.
" Aku akan ke sana " Ucap ku dengan dingin dan segera pergi ke kantor utama Direktur.
Seperti ini lah sikap ku setiap hari, untuk berhenti memberikan kepercayaan kepada semua orang membuat ku merasa kesepian. Namun itu jalan satu satu nya, percaya dengan seseorang dan kembali di kecewakan sudah seperti Deja-vu.
Aku sampai di ruangan nya dan membungkuk menghormati nya, kemudian kembali berdiri tegak menatap ke arah nya. Pria itu, memberikan penjelasan akan tugas selanjutnya. Sepertinya akan kembali bertugas, menghabiskan banyak tenaga. Setidaknya untuk hal yang berguna bukan?
" Kau ku pilih untuk memimpin, beberapa laporan akan sebuah rumah yang di katakan kosong. Orang yang terakhir masuk ke dalam rumah tidak pernah keluar, aku meminta mu memeriksa nya. Warga curiga ada pembunuhan di dalam sana. Kau periksa sekarang juga " Ucap nya seraya membuka lembaran keras di depan nya. Aku hanya menurut saja, toh aku anak buah nya sekaligus bawahan nya.
" Akan saya laksanakan, Pak. Saya permisi " Keluar dari ruangan dan langsung bergegas menjalani tugas yang di berikan oleh nya. Aku bersiap dengan beberapa senjata untuk berjaga jaga saja sebenarnya.
Tidak begitu lama, aku bersama yang lain anak buah mu berangkat ke lokasi dimana lokasi itu tidak asing untuk ku sendiri. Aku mencoba tetap fokus, menjalani tugas dengan baik. Sampai tidak beberapa lama kemudian kami sampai di tempat kejadian dan benar rumah itu, rumah kekasih ku.
" Tidak ada yang keluar dari rumah. Terakhir di lihat seorang pria sekitar umur 20 tahun dengan tinggi 185 masuk ke dalam rumah, dia pemilik rumah nya dan tidak pernah keluar selama hampir 3 minggu " Aku hanya mengangguk, tangan ku mendadak gemetaran di tambah keringat dingin membuat ku merasa aneh. Aku memang mencoba melupakan nya, tetapi belum pasti jika perasaan itu akan hilang dengan cepat.
Kami berusaha masuk, aku berada di tengah dengan empat polisi maju ke depan membuka pintu yang terkunci. Mereka membuka, mendobrak paksa pintu sampai pintu roboh. Isi yang kosong, tidak ada orang dan hanya ada perabotan rumah. Aku bersama yang lain masuk. Aku berjalan di belakang, melihat bingkai foto masih terpasang di sana. Ku lihat foto ku bersama nya masih berada di sana, namun aku berusaha mengalihkan pikiran ku sampai.
" AKU MENEMUKAN NYA!! " Aku langsung berlari, menaiki anak tangga dengan tergesa-gesa sampai seketika badan ku membeku.
Anak buah ku menangani mayat itu, segera menghubungi pihak rumah sakit untuk mengirim ambulans. Sedangkan aku yang masih berdiri membeku.
" Aku pasti salah lihat, tidak mungkin " Tetapi jelas di depan aku melihat nya. Aku berusaha membendung air mata ku sendiri, menahan sesak di dada.
" Aku menemukan kertas di dekat mayat nya, Detektif? Bisa kau baca siapa tau menjadi petunjuk " Aku menerima kertas itu dan yang membuat tangisan ku tidak bisa di bendung kembali ketika membaca isi surat nya.
' Siapa saja yang menemukan kertas ini, tolong berikan kepada gadis ku. Jika sudah aku akan berterima kepada mu..
Bagaimana aku harus memulai nya, aku minta maaf kepada mu. Aku terpaksa memutuskan hubungan kita di tengah kita tengah bahagia, melihat mu tersenyum adalah sebuah obat penenang untuk ku namun. Seseorang mengancam akan membunuh mu jika aku tidak segera meninggalkan mu. Aku tidak mau kehilangan mu, aku tidak masalah akan itu setidaknya kamu tetap hidup.
Kamu pengen jadi detektif sejak dulu kan? Kamu bisa teruskan cita cita mu. Aku sangat senang ketika kamu akan mendapatkan jabatan itu, yang kau inginkan. Aku minta maaf, dan sampai jumpa lagi. Aku akan menunggu mu, tapi jangan terlalu cepat '
Aku menangis kencang di sana, memeluk jasad nya yang tidak terlalu berbentuk. Bingkai yang dia masih simpan berlumuran darah, membuat ku pilu. Tetapi semua sudah terlambat. Tidak ada lagi harapan memperbaiki semua nya.
Itu lah saat dimana aku percaya kalau kesetiaan itu ada, dia berkorban untuk ku. Menemukan pelaku nya, dan sudah menemukan semua kenyataan pahit yang seharusnya aku harus mengetahui itu sejak lama. Dia mencintai ku, tapi dia rela mati demi aku. Menyakiti hati nya sendiri demi diri ku, dan bodoh nya aku membenci nya? Aku mencintai nya, dan akan selalu seperti itu.
Aku mencintai mu, Haruto...
Semoga senang dan terhibur ya guys ☺🙃 agak sad tapi gak apa apa...