Setelah ditinggalkan pacarku aku menjadi bossnya...
"loe itu cuma cewek miskin dan cacat kaga lebih?! loe pikir gue yang sempurna ini masih suka sama loe?! Heh... jangan mimpi!!!" kata-kata itu terus berputar di kepalaku seperti radio rusak, ya begitulah cara seorang Calvin La Morta memutuskan hubungan kami secara sepihak.
Ya kebanyakan orang kaya kan emang gitu, jjess sebagai rakyat miskin ini sadar diri lah masa iya ada cerita 'upik abu' di dunia nyata kalo pun ada itu pasti bukan jjess orangnya.
Ouh hampir lupa, perkenalkan namaku Jessy Agatha Arabella biasa dipanggil Jjess umurku baru genap 21 tahun, ucapkan selamat datang kepada status jombloku yang sekarang dan ucapkan selamat tinggal kepada si mantan.
Tak terasa air mataku kembali menetes, "ah masa bodohlah ayo move on kalo bisa move up" semangatku pada diri sendiri.
"Ms. Jessy Agatha Arabella... silahkan masuk." teriak seorang perawat rumah sakit ke arahku.
Akupun masuk ke ruangan yang didominasi warna putih itu, dengan seorang pria yang sudah duduk memeriksa berkas yang kuyakini itu adalah perkembangan kesehatan milikku.
"Jadi gimana dok?" tanyaku pada dokter dengan nama Arnold Michael F di nametagnya.
"Bagus bibit paru-paru basahnya sudah hilang...tapi ini bisa kembali berulang perhatikan aktivitas anda nona Jessy... paham? jangan terlalu sering mandi malam" peringatnya.
"Hehehe... okie dokie dokter makasih dok kalo gitu saya pulang dulu ya." balas jjess karena jjess kaga suka bau obat Weh.
"Hmmm...ya, oh ya nona Jessy apa anda butuh loker? saya ingin merekomendasikan pekerjaan ini kalo mau? kalo nggak juga gakpapa."
"kerja apa? gajinya berapa?" tanyaku penasaran siapa tau kan ini rejekinya jjess, biar ekonomi jjess lebih maju. Apalagikan, yang nawarin dokter langganan jjess, jadi pasti dah dipertimbangin dulu donk.
"Ehmmm gimana ya, gajinya gede sehari 40 juta."
"What the?! Jan bilang kerjanya itu... " omonganku terpotong oleh jawaban dr. Arnold
"Jangan negatif thinking dulu Jes itu, Jesy cuma harus jagain kakak tiri saya yang lagi masa vegetatif... tapi dengan status sebagai 'istrinya' dan kalo dia udah sembuh ya keputusan di tangan kalian berdua... Hufttt jadi gimana mau?"
"Hah??? vegetatif tuh koma kan dok? terus jjess harus jalanin kerja jjess kayak gimana?"
"Ehmm kamu tinggal support dia biar mau bangun dan jjess pasti bertanya-tanya 'kenapa harus istri pengasuh atau perawat kan bisa?' masalahnya kakak tiri saya itu koma gara-gara pernikahannya batal dan saat itu dia terlanjur emosi dan kecelakaan mobil."
Aku terdiam mendengar penjelasan tadi 'kasihan' itu adalah hal yang pertama keluar dari hati nuraniku. 'Ternyata punya jjess kaga lebih parah dari dia' setelah sedikit pertimbangan akupun menerima pekerjaan itu Mayan kan 40 juta per hari gakpapalah... jjess juga lagi butuh duit.
💍💍💍
Pernikahan diadakan sederhana, hanya foto-foto dan upacara pasang cicin itupun dilaksanakan di rumah sakit... untuk surat pernikahan menggunakan sidik jari kedua mempelai.
"Nona Jesy Agatha Arabella saya mewakili anak laki-laki saya Robert Blue Smith Morta mengambil anda sebagai menantu saya... menaminya di kala susah senang dalam keadaan sakit maupun sehat sampai maut memisahkan. Apakah anda bersedia?"
"Ya saya bersedia" jawabku walaupun itu hanya kebohongan putih.
Setelah aku selesai mengucapkan sumpahku di depan pendeta dan semua saksi kami berdua pun sah menjadi suami istri.
🌹🌹🌹
Author POV
"Hei pak suami, apakah kau akan menyukaiku ketika kau terbangun karena kuakui kau sangattt tampan." setelah berselang beberapa waktu ruangan itu kembali sunyi dan Jesy hanya bisa tertidur pulas di ranjang kosong yang sudah disediakan di kamar VIP itu.
Tanpa gadis itu tau, tubuh itu sudah terbangun dari hibernasinya, Robert turun melihat gadis itu dari dekat "Tentu... anak ayam kecilku, long time no see my first love, pasti berat ya, tapi tenang sekarang aku ada disini."
Robert mengambil ponselnya di atas nakas di samping tempat tidur. "Halo ini aku, Varo apa yang terjadi selama aku tidak ada ditempat?!"
"Saat tuan Robert koma, keponakan anda Calvin La Morta mempermalukan nona Jesy di depan banyak kolega bisnis, dan sepertinya tuan Calvin berpikir Anda tidak akan bangun lagi dan semua warisan akan jatuh padanya."
"Keponakan gak punya otak?! lengserkan posisi Calvin di perusahaan dan pindahkan semua aset 'La Morta" menjadi milik istriku, paham!!!"
"Ya baiklah tuan." balas Varo dari seberang.
🍃🍃🍃
Jessy POV
"Hoamm... mimpiku indah sekali." Gumamku saat kesadaranku masih 50:50.
"Hmmm... memangnya kau bermimpi tentang apa?" suara itu tepat di depanku. Mataku mengerjap beberapa kali "WHAT THE?! Akhhhh Roberttt. Dokter... dokter"
"Hei... tenang mereka baru saja memeriksaku tadi jjess aja yang tidur terlalu nyenyak kayak orang mati :")"
"What the....iyakah?"
"iyaaa...kalo kayak gini caranya, gue jadi mudah gemesss... napa sih tuhan nyiptain lu my little chicken."
'Deg' my little chicken?! itu kan panggilan dari tetangga jjess waktu kecil jangan bilang kalo Robert itu temen jjess karena seinget jjess namanya bukan Robert.
"Siapa anda?" tanyaku bingung
"Hmmm, masih belum kenal ya ternyata love." katanya lagi.
"Jangan bilang Robert itu temen kecilnya jjess."
"CK... Gue itu temen masa kecil lu tapi karena lu cadel jadi lu suka panggil gue Lowbet bukan Robert maemunah." jawabnya sedikit kesal.
"Bah astaga... ini beneran lu si curut yang selalu ngintilin emaknya kemana-mana itu?"
"jjess untung gue sayang sama lu kalo orang lain dah gue gampar."
🐣🐣🐣
Sejak saat itu jjess tetep jadi istrinya seorang Robert Blue Smith dan ketika jjess mutusin buat ngelupain pengkhianatan seorang Calvin La Morta.
Eits tapi Robert malah jadiin Calvin bawahannya jjess, mungkin ini yang dibilang siapa yang tau masa depan akan seperti apa?
Tapi jjess mau say thank you buat Calvin kalo Calvin kaga putusin jjess waktu itu mungkin jjess kaga bakal dapetin Robert yang merupakan pilihan terbaik dari tuhan buat jjess.
note:
Thanks udah baca sampe akhir🌹
Jjess bikin cerita ini cuma untuk bersenang-senang
Hope u like it🐥
Jan panjang-panjang kan cuma cerpen 😅😅😅