“Setelah ditinggalkan oleh pacarku(pria), aku(wanita) menjadi bosnya ..."
Hari ini Jane Alexa. Wanita berusia 26 Tahun ini pergi ke kantor Ayahnya seperti biasanya. Saat melewati pekerja lain dia melihat seseorang yang tak asing dikantor itu.
“Ken”. Ucap nya
Pria itu menggunakan pakaian OB. Dia tampak sedang menyapu sebuah ruangan dimana pintu ruangan itu terbuka.
Dia yang tampak kesal dengan pria itu pergi meninggalkannya tanpa mendatanginya.
Dia pun tiba diruangan nya. Seorang pria gemulai datang dengan beberapa berkas yang dibawanya.
“Jane, ini berkas yang harus Kamu tanda tangani”. Ucap pria itu.
“OB baru kita”. Ucapku padanya
“Oh, Mas kane. Kenapa?. Dia sangat tampan”. Ucap pria gemulai itu sambil menghentakkan kakinya kecil.
“Bukan itu maksud ku. Maksud ku siapa yang mengijinkan dia bekerja disini?”. Bentaknya
“Maaf Jane. Aku pikir kamu tidak mementingkan pekerja di bidang OB”. Ucapnya tampak takut
“Maaf Jav, membentak mu”. Ucapku padanya.
“Bawa kan data-data OB Baru itu”. Menyuruhnya dan dia langsung melakukan tugas yang diberi oleh bos wanitanya itu.
Sekarang Jane sudah mendapatkan data tentang ken. Dimana ken ternyata pernah bekerja di perusahaan tambang. “Jadi kenapa kane bekerja sebagai OB disini”. Pikirannya pun sedang bekerja. Tak lama matanya terarah pada sebuah tulisan di dokumen pribadi kane yang menyatakan dia sudah menikah dan memiliki seorang anak. Betapa terkejutnya Jane saat itu. Dia teringat masa masa manis mereka saat pertama kali bertemu.
Mereka bertemu pertama kali saat masa orientasi kampus. Dimana kane membantunya saat kakak senior Jane berusa melecehkan nya.
“Saat itu kau datang sebagai penolong ku kane. Aku berpikir mulai saat itu, seterusnya kau akan selalu melindungi aku”. Ucap nya.
Sebuah ketukan pintu membangun kan khayalan nya.
“Masuk”. Ucap nya dan kemudian membereskan berkas-berkas yang baru di lihatnya.
Seorang pria datang membawa nampan berisi teh.
“Buk, saya bawa teh kesukaan kamu”. Ucap pria itu.
Aku yang tanda dengan suara itu langsung memalingkan pandangan kearah suara.
“Kane”.
Pria tersebut tersenyum. Dia meletakkan secangkir teh yang dibawanya.
“Apa kabar Jane?. Kuharap kau baik-baik saja”.
“Kenapa datang ke kantor ku dan bekerja sebagai OB?”. Teriakku
“Aku sudah 10 hari disini. Tapi ini hari pertama ku mengantar teh keruangan mu. Aku baru berani”.
“Apa maksud semua ini Kane. Kau gila ya. Kau dipecat dan sesegera mungkin pergi dari sini”.
“Keras kepala mu masih tidak hilang juga”. Ucap pria itu sambil tersenyum
“Jangan senyum-senyum, aku serius”. Bentaknya kembali
“Aku juga serius. Tadi aku menanyakan kabar mu”.
“Kau sudah menikah. Punya anak. Kenapa masih menganguku. Aku sudah liat dokumen kamu. Kamu punya pengalaman pekerjaan yang baik. Kenapa mau bekerja sebagai OB disini”. Ucapku dengan tegas.
Kane pun menghela nafas “Kenapa masih belum menjawab ku. Apa kabar mu?”.
“Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja”. Mengangkat kedua pundaknya dimana posisi tangan menyilang.
“Aku hanya ingin memastikan kalau kau baik-baik saja. Aku permisi dulu buk”.
“Jangan bertingkah seperti ini kane. Pikir kan istri dan anak-anak mu”.
“Kau masih seperti Jane yang kukenal”. Dia tersenyum dan pergi.
“Dasar pria gila menyebalkan”. Umpat Jane setelah kepergian Kane.
Saat hendak pulang Jane baru membuka ponselnya dilihatnya kabar bahwa supirnya sedang mengalami kecelakaan dan dia tidak dapat menjemput Jane. Dia keluar kantor cukup larut karna menyelesaikan pekerjaannya.
“Pak satpam. Carikan saya taksi . Pinta nya pada satpam kantor itu.
“Baik buk”. Yang langsung pergi mencarikan
Tak lama kane pun lewat dari hadapannya.
“Kenapa baru pulang jam segini?”. Protesnya pada Jane
“Siapa yang menyuruhmu memarahi ku. Kau ini hanya OB dikantor milik ku”. Teriaknya
“Apa setelah ku tinggal kau jadi sering marah-marah begini”. Ucap Kane
“Iya, setelah melihat mu dikantor ku. Aku merasa kantor ku sendiri seperti neraka”. Umpatnya. “ Dimana sih Jono mencari taksi. Apa dia beli taksi”.
“Ayo, pulang Bersama ku. Aku akan mengantar mu”.
“Tidak perlu. Pulang lah. Anak istrimu pasti menunggu mu”. Ucap ku dengan suara pelan.
“Aku akan menemui mereka setelah mengantar kamu pulang”.
Ntah mengapa saat dia mengatakan itu hati ku terasa sakit ya”. Batin Jane.
Wanita itu melirik kanan kiri dan belum juga menemukan Satpam kantor.
“Baik lah”.
Mereka pun pulang bersama menggunakan motor energica ego.
Saat sedang diperjalanan. Kami masih terus berdiaman. Tak lama dia memberhentikan motornya di sebuah cafe.
“Ngapain kesini?. Aku mau pulang”. Bentaknya.
“Makan dulu. Aku lapar”. Ucap kane yang langsung masuk ke cafe itu.
Aku pun mengikutinya. Ini adalah cafe yang sering kami datangi saat masih kuliah.
“Seperti nya kau tidak kekurangan uang. Kenapa bekerja sebagai OB”.
“Hanya ingin melihat mu”. Ucapnya
“Kau gila kane”.
“Iya memang. Aku sudah gila karna meninggalkan mu”.
“Ayo lah kane. Kita sudah hidup dan menemukan kebahagian kita masing-masing”. Aku pun berusaha tersenyum
“Apa kau bahagia saat ini. Apakah kau bahagia tanpa ku”.
“Seperti yang kau lihat. Aku bekerja sebagai Bos diperusahaan ku sendiri. Bagaimana aku tidak bahagi”. Ucap ku.
Padahal kenyataan yang berbalik yang sedang ku alami.
“Tapi bukankah orang tua mu baru saja mengalami kecelakaan dan meninggal dunia?. Dan kau tidak memiliki pasangan atau orang yang bisa menghibur mu?”.
“Aku sudah biasa ditinggalkan kane. Seiring berjalan nya waktu luka di hidupku akan sembuh. Aku hanya butuh waktu. Seperti saat kehilanganmu”. Mata ku sudah berkaca-kaca. Aku tak sanggup untuk menahannya dan pergi meninggalkan nya di cafe itu. Aku berlari dan menyetop sebuah taksi.
Untunglah ada taksi yang lewat. Aku pun sekarang didalam taksi sedang menangis sejadi-jadinya.
“Kenap selalu aku ditinggalkan orang-orang yang Kusayang”. Ucapku.
“Maaf kak. Kita mau ke alamat mana”.
“Maaf melihat ku seperti ini. Aku mau ke residence X”. Ucapku
“Ada masalah?”. Tanya supir taksi itu pada ku.
Aku hanya menggeleng.
Dilain tempat kane pulang kesebuah manaionhouse dengan wajah yang murung.
“Kane”. Ucap seorang wanita yang datang menghampirinya.
Kane tidak menyahut ucapan wanita itu dan berjalan menuju kamarnya.
Tak lama seorang wanita datang membawa makanan di nampan.
“Ada apa dengan mu kane?. Papa juga marah kenapa kau belum juga pergi kekantor ?”.
“Kenapa aku meninggalkannya waktu itu”Ucapnya melihat wanita itu.
“Maaf kan aku kane. Karna kepergian James. Kau harus melakukan ini semua”. Ucap wanita itu memegang wajah kane.
Dia mendekatkan wajahnya agar bisa mencium kane namun kane memalingkan wajahnya.
“Aku tidak bisa seperti ini. Keluar lah”. Ucap kane pada wanita itu.
Dua insan ditempat berbeda sedang menangisi hidup nya masing-masing. Malam yang sunyi menjadi saksi bisu perjalanan kisah cinta mereka.
Keesokan paginya, Jane yang menangis semalaman memutuskan tidak pergi kekantor karna matanya sangat sembab. Dia memutuskan untuk pergi ke sebuah salon di mall.
Saat selesai melakukan perawatan kecantikan dia makan di sebuah resto Jepang.
Saat duduk ternyata dia bersebelahan meja dengan kane dan keluarganya. Karna tempat yang ramai. Tidak membuatnya teliti memilih bangku. Di lihatnya bangku yang kosong dia langsung mendudukinya.
Sesat suasana terasa hening.
“Papa”. Ucap perempuan berusia tiga tahun itu pada kane sembari menyenderkan kepalanya di tubuh kane.
Jane pun melemparkan senyuman.
“Kemari lah Jane. Duduk disini saja”. Ucap kane pada nya.
“Kau mengenalnya”. Ucap April pada pria didepannya yang mengajak seorang wanita diseberang meja mereka
“Dia Jane”. Ucap Kane
Dimana tampak perubahan raut wajah dari wanita itu.
“Tidak usah. Saya bisa makan di meja ini”. Tolaknya
“Tapi banyak tamu. Dan mereka kekurangan meja”.
“Bergabunglah”. Ucap April
Karna melihat memang banyak tamu yang menunggu. Akhirnya aku pun mengiyakan ajakan itu.
“Dimana kalian kenal?”. Tanya April
“Dia bekerja di kantor ku”. Ucap Jane
“Kenapa datang sendiri kemari”. Tanya kane
“Aku tadi menemui teman”.
Aku sengaja mengatakan itu agar dia tau aku banyak teman. Yang dapat mengisi hari-hariku”. Batin Jane
“Ya ampun. Kamu muda, cantik dan punya perusahaan sendiri?”. Ucap April
“Sebenarnya itu perusahaan peninggalan orang tua. Aku hanya menjalankannya saja”.
“Sangat keren”.
Tampak pemandangan kane sedang menyuapi batita perempuan itu makan.
Aprilia yang melihat Jane memandangi pemandangan itu.
“Apakah sudah menikah?”.
Aku menggeleng
“Menikah lah, biarkan tidak terpukau dengan pemandangan ayah dengan anak perempuannya.
“Kurasa kau sudah banyak bicara untuk hari ini April”. Ucap Kane.
Aku pun merasa canggung di tengah-tengah perdebatan rumah tangga.
“Maaf tapi aku masih banyak kerjaan di kantor jadi aku permisi dulu”. Ucapku yang mengambil tas dan langsung pergi kekantor
“Apa itu Jane kamu?”. Ucap April pada Kane
“Sekali lagi ku dengar kau berkata yang tidak-tidak pada Jane ku. Aku tidak segan-segan bertindak kasar pada mu”. Dia pun hendak pergi meninggalkan namun sebelumnya dia mencium batita kecil disebelahnya yang sedang duduk di baby chair.
*****
Jane yang kesal pun kembali memutuskan pergi kekantor. Dia berusaha mengerjakan pekerjaannya namun pikirannya masih tertuju pada kane dan keluarganya.
“Kepala ku pusing”. Teriaknya.
Kane masuk kedalam ruangannya.
“Apa yang kau lakukan. Kenapa masuk sembarangan”. Bentak Jane pada kane
“Aku mencintai mu dan masih mencintai mu Jane”.
“Keluar dari ruangan ku. Dan kau dipecat”. Teriak Jane
“Ku mohon maaf kan kesalahan ku yang dulu”.
“Maaf kane, aku tidak sebaik itu untuk memaafkan mu. Apalagi menerima mu kembali”.
“Aku nggak bisa hidup tanpa mu Jane”. Pinta nya dengan wajah sedih
“Maka dari itu mati lah”. Bentak Jane
Dia pun menghubungi satpam untuk mengusir Kane dari kantornya.
2 Satpam kantor segera datang dan menarik kane keluar dari gedung itu.
“Aku mencintai mu Jane. Aku tidak bisa hidup tanpa mu”. Teriaknya di saat 2 satpam itu berusaha menariknya keluar. Kejadian itu pun sontak menjadi tontonan semua orang.
Javier langsung datang keruangan bisnya itu
“Ada apa dengan mas kane”. Ucapnya
“Aku memecatnya”.
“Maksud ku. Kenapa dia mengatakan cinta pada mu”.
Dia mantan pacar yang aku ceritakan dulu.
“Ya ampun jadi dia orangnya”. Ucap Javier terkejut.
“Pantas kau tergila-gila dan tidak dapat melupakannya Jane. Dia sangat tampan dan pasti perkasa ya”. Ucap Javier menggoda sahabatnya itu.
“Sudah lah kembali bekerja”. Ucap Jane. Dia pun segera melihat dari jendela kane sudah keluar dari kantornya
“Mungkin ini yang terbaik kane”. Ucap Jane
Kane yang merasa kesal pun pergi dengan mengebut motornya. Tak lama sebuah truk lewat dengan kecepatan laju yang mengakibatkan sebuah mobil tertanam dan penetapan mobil itu menabrak ken dan pengendara motor lainnya.
“Hari ini hujan”. Ucap Jane yang sedang berdiri didepan kantornya hendak pulang.
Tak lama Javier menghampirinya.
“Jane, lihat berita ini”. Menunjukan berita di Aipet.
“Kane”. Ucapnya dengan mata berkaca kaca. Karna tak kunjung melihat supirnya dia pun segera berlari mencari taksi.
“Jane, apa yang kau lakukan. Berlari ditengah hujan”. Ucap Javier yang melihat Jane lari menjauhi kantor
“Kalau cinta tak memandang hujan halilintar hujan badai”. Ucap Javier tersenyum menggelengkan kepalanya
Tak jauh dia menemukan sebuah taksi dan masuk kedalam taksi.
“Kemana kak”.
“Rumah sakit X”.
Jane kembali menangis sejadi -jadinya. Dia sangat takut kehilangan pria yang membuatnya takut untuk berhubungan lagi dengan pria lain.
“Kak kak, selalu saja nangis di dalam taksi”. Ucap pria itu yang melihat Jane menangis sejadi-jadinya. Ya, dia adalah supir taksi yang pernah mengantar Jane pulang dalam keadaan menangis. Dia masih mengingat Jane dengan jelas.
Jane pun berlari ke resepsionis mencari kamar kane. Dia tau rumah sakit ini. Karna paman kane adalah pemilik rumah sakit ini.
Dia pun menuju ruangan kane dirawat.
Dia bertemu dengan Aprildi depan pintu ruangan saat April hendak keluar rungan.
“Bagai mana keadaan Kane”. Ucap ku memulai pembicaraan.
“Tidak terlalu baik”. Ucap April
“Apakah aku boleh melihatnya?”. Tanya ku padanya
Dia mengangguk. Aku pun mulai masuk namun tangannya menghentikan ku.
“Ada yang ingin kukatakan?”.
“Apa tidak bisa nanti”. Ucap ku
“Aku ingin memberitahu mu sebelum aku pergi dengan anak ku. Agar kau bisa memberitahu Kane”.
“Kenapa pergi?”. Ucapku terkejut. “Apa karna aku”.
Kami pun pergi kekantin rumah sakit untuk mengobrol
Disana April memberitahu ku bahwa kane menikahinya karna ingin bayi itu diakui keluarganya dan tidak diremehkan oleh orang-orang. Saat itu April sudah hamil anak James. Saudara laki-laki Kane. Namun kane tidak mau bertanggung jawab dan pergi meninggalkan mereka tanpa alasan.
“Kane datang pada ku untuk meminta melakukan test DNA kalau benar itu adalah anak adiknya dia akan bertanggung jawab atas anak itu. Dan DNA menunjukan bahwa bayi itu milik James. Dia pun menikahi ku hanya sebagai status dan berencana langsung menceraikan aku. Namun saat lahir Syasya dinyatakan dokter jantung bocor dan kane pun yang sudah sangat sayang pada syasa. Memutuskan membawa kami untuk berobat di Amerika. Selama 3 Tahun ini kami berobat disana. Setelah pulih baru kami kembali ke tanah air. Kane sangat menyukai mu. Semua layar ponsel, laptop dan aipetnya semuanya foto kamu. Sebenarnya aku sudah tau kamu sejak kita bertemu diresto. Bahkan kane tidak pernah menyentuh ku padahal kami berstatus suami istri. Aku sudah menandatangani surat cerai yang selalu disuruh kane untuk ku menandatangani nya. Kami sudah resmi berpisah”.
Jane yang mendengar kan pernyataan dari April langsung berlari menemui kane.
Sepanjang perjalanan menuju ruangan kane, air matanya terus mengalir dan pecah saat tiba diruangan kane.
“Maafkan aku. Aku nggak pernah bertanya kabar mu. Aku nggak menanyakan kenapa kamu pergi ken”.
“Jane”. Ucap kane berusaha melepas oksigennya
“Kane. Jangan dilepas”.
“Aku mencintai mu”.
“Ak..u tau”. Ucapnya memeluk kane.
Tak lama dokter memeriksa kane dan setelah itu.oksigen ken sudah dilepas namun infus masih terpasang.
“Aku mencintai mu”. Ucap kane
“Hmm”. Ucap Jane
“Aku ingin kau juga mengatakan cinta pada ku”.
“Aku sangat mencintai mantan pacar ku”.
“Kenapa mantan pacar”.
“Aku sangat mencintai OB kantor ku”.
“Kenapa mengatakan OB lagi?”.
“Karna kau belum menyatakan kalau kau mau aku menjadi pacar mu”.
“Soal itu aku akan mengurus perceraianku terlebih dahulu”.
“Aku sudah mendengar semua yang dikatakan oleh April. Kenapa saat itu kau tidak menjelaskannya pada ku”. Teriak Jane
“Aku sedang sakit. Berhentilah berteriak saat bicara”.
“Soalnya kamu menyebalkan. April sudah menandatangani surat perceraian kalian”.
“Apa?”. Ucap kane tampak bahagia.
“Kenapa kau bahagia. April membawa Syasya ke luar negri”.
“Aku bisa membuat Syasya milik ku sendiri dengan mu setelah aku pulih”. Ucap nya
“Tapi..-“
“Tenang saja. Aku sudah menemukan James. Aku sudah memaksa anak buah ku untuk membawa James bertemu putrinya”.
“Aku mau anak laki-laki”. Ucap kane menggodanya.
“Apaan sih kane. Kau masih sakit. Istirahat lah”.
“Tapi dia tidak sakit”. Goda kane
“Kane, Aku tidak mau seperti April setelah tanam benih langsung hilang. Kau harus membuatnya setelah kau menikahi ibunya”.
“Baik”. Senyum Kane
Sebulan kemudian setelah kane pulih mereka pun langsung mengelar pernikahan yang dihadiri banyak tamu undangan. Setelahnya mereka pergi honeymoon.
Sebulan setelah pergi honeymoon Jane mengalami mual.
“Sayang, sepertinya kau hamil”.
Jane langsung memberikan testpeck
“Garis dua”.
“Kenapa baru memberitahu. Bukanya kemarin. Kita baru bertempur. Bagaimana anak kita”. Ucap kane
Mereka pun mendatangi rumah sakit untuk mengecek kandungan Jane
Dokter mengatakan bahwa bayi yang dikandung Jane berjumlah 3 kantung bayi yang menyatakan bahwa Jane sedang mengandung 3 bayi kembar. Saat ini usianya 4 minggu.
“Aku sangat senang”. Ucap kane.
4 bulan berlalu saatnya mereka kembali memeriksa kandungan.
Dokter mengatakan dan memprediksi bahwa 3 bayi itu semua berjenis kelamin laki-laki.
“Kau senang kan 3 bayi kita laki-laki. Bukannya kau bilang kemarin ingin bayi laki-laki”.
Huftt. Ken menarik nafas panjang.