*Jika kamu sudah pernah berbohong akan hal yang sangat besar bahkan hal sekecil apapun itu akan membuat orang tidak mempercayai mu lagi dan akan ada saatnya kamu kehilangan kepercayaan orang lain di saat kamu sangat membutuhkan pertolongan di kemudian hari karena orang lain yang merasa selalu dibohongi atau dikecewakan berkali kali*
Aku Rahel, aku merasa sangat tertekan dengan masalah yang ku hadapi saat ini, tapi aku tetap menyemangati diri dengan berkata
"Ada banyak orang di luar sana yang lebih tertekan atau lebih parah dari keadaanku saat ini"
Jadi dengan kata kata itulah aku bisa menutupi rasa tertekanku akan hal yang ku hadapi saat ini.
Mungkin orang yang hanya mendengar sedikit cerita hanya akan menganggap ini hal sepele, tetapi aku yang melalui masalah tersebut merasa menjadi sosok teman yang sangat buruk, aku tahu Sharon juga sangat tertekan karena dia di jauhi banyak orang, tetapi ada alasan mengapa dia di hindari banyak orang.
Aku dulu pernah menjauhi dia dan lama lama aku tersadar dan merasa aku sangat buruk karena menjauhi dia entah dengan alasan apa dan juga karna aku sudah melupakan alasan aku menjauhinya dulu, lalu aku mencoba menerimanya kembali.
Setelah beriringnya waktu, aku bertanya tanya mengapa dulu aku menjauhinya, namun aku sadar mengapa dulu aku menjauhinya aku tahu ini hal yang salah , tetapi aku bukan orang yang kuat, punya perasaan yang tangguh, selalu ada untuknya di saat dia butuh, selalu ada setiap hari untuknya.
Aku sangat menginginkan hari yang tenang, tanpa memikirkan masalah orang lain dan fokus pada sekolah ku.
Tapi semenjak aku menerimanya kembali aku mulai merasa hari untuk aku beristirahat sudah berkurang, hari untuk diriku sendiri mulai singkat, karena dia selalu membutuhkan ku untuk mendengar ceritanya, aku lebih senang mendengar dari pada berbicara karena aku tidak ingin menambah beban untuknya karena dia sudah mempunyai banyak bebannya sendiri.
Aku juga bukan tidak senang menerima tamu yang ingin datang ke rumahku, tetapi dengan caranya yang hampir setiap hari selalu ingin kerumahku untuk bercerita, entah itu masalah keluarga nya atau masalah hidupnya.
Aku tidak menyalahkannya untuk bercerita kepadaku, justru aku sangat senang karena dia menganggapku teman yang sangat dia percayai, itu pemikiranku.
Aku sangat ingin berkata jujur padanya bahwa aku tidak bisa selalu ada disaat dia membutuhkan, tetapi aku takut membuat hatinya terluka jika aku mengatakan yang sebenarnya dan ada kata kata yang tidak seharusnya kukatakan dan menyakiti perasaannya.
Aku mengerti Sharon sangat butuh perhatian dari orang orang, tetapi dengan caranya yang seperti ini aku merasa ini justru akan membuatnya semakin banyak kehilangan teman.
Lalu suatu malam Sharon berkunjung ke rumahku, dia bercerita sesuatu yang sangat mengejutkanku dan membuat buat seperti hal itu benar benar terjadi padanya.
"Hell, gua beberapa hari ini selalu sakit di sekitar perut ku. Jadi gua coba pergi ke rumah sakit terus nanya sama dokternya ada masalah apa"(Sharon)
"Terus lo tau gak apa kata dokternya.." (Sharon)
"Dokternya bilang apa?" (Aku)
"Dokternya bilang gua.. gagal ginjal!"(Sharon)
"Hahaha, lo becanda kan ronn?(sambil tertawa karena tidak percaya dan takut untuk percaya) (Aku)
"Gua serius hell(dengan mimik muka yg serius)" (Sharon)
"Sejak kapan? Gimana bisa gitu? Lo pasti kurang minum kan? Terus lo kurang istirahat? (Banyak pertanyaan yang kutanyakan kepada Sharon)
"Aaa, itu.. yang lo tanyain bener semua dan gua juga gatau kapan awal nih penyakit ada(sambil menundukkan kepala)" (Sharon)
" Kalo gitu sekarang lo udh makan malam atau belum!!???"(Aku)
".... Belum hell, heheee"(Sharon)
"Aishhh, kalo lo tau sakit kenapa malah ga jaga diri baik baik sihh, udh tau penyakit gitu harus di lawan dengan banyak gizi, minum air dll, tapi malah gak lo peduliin!(sambil marah)" (Aku)
"Buruan kita turun ,lo makan di rumah gua aja dulu, terus banyakin minum air putih jangan minum es mulu!"(Aku)
Lalu kami turun dan aku memberi Sharon makan dan minum. Sharon bukan orang dari keluarga yg tidak mampu, orang tuanya juga bekerja dan juga cukup untuk kehidupan mereka makan mandi dan keperluan lainnya tapi Sharon selalu tidak makan entah apa alasan dia seperti itu, dan juga jarang meminum air putih.
Setelah makan,kami kembali ke atas dan bercerita banyak hal, kemudian waktu pun berlalu dan sudah cukup larut, Sharon pun pulang ke rumahnya.
Keesokan harinya aku bercerita pada temanku tentang penyakit Sharon, temanku berkata jangan telalu percaya dengan kata katanya karena Sharon selalu berbohong kepada orang orang, termasuk kamu juga sering dibohongi dia.
Lalu aku mencoba tidak terlalu memikirkan perkataan Sharon, meskipun sulit untuk tidak ku pedulikan, tetapi beberapa hari kemudia saat Sharon datang ke rumahku lagi dia sudah tidak pernah bercerita sedikitpun tentang penyakitnya atau mengungkit masalah penyakitnya itu.
Aku ingin bertanya bagaimana dengan kondisinya sekarang, tapi aku juga berpikir jika dia berbohong tentang penyakitnya dan hanya butuh perhatian dari orang dia pastinya akan malu jika kutanyakan. lalu aku putuskan untuk tidak pernah mengungkit masalah tersebut, dan membiarkan masalah itu berlalu.
Dan setelah berlalu masalah penyakitnya, muncul satu masalah lagi, saat itu aku duduk di kelas 9,setelah selesai menjalani tryout dan menerima hasilnya tenyata nilaiku sangat buruk, jadi aku kecewa pada diriku sendiri, pasrah, sedih, marah bercampur aduk.
Lalu Sharon Mengirim pesan padaku karena dia ingin bermain kerumah, dan itu pertama kalinya aku menolak permintaannya, setelah dia melihat pesan yang kukirim padanya dia langsung marah aku tidak tahu apa salahku jika menolak. Dia maksa dan di saat itu juga aku marah padanya untuk pertama kali
"hel, gua main ke rumah lo yaa" (Sharon)
"Umm, jangan dulu yahh ronn, soalnya mood gua hari ini lagi ga baik, td habis terima hasil tryout(dengan emoji senyum) "(aku)
"Bentar doank kok, yahh plisss"(Sharon)
"Jangan duluu dehh yaa, mood gua lagi buruk, lagi down banget, trs gua lagi pengen sendiri ronn"(Aku)
"Arghhh! gitu amat sihh lo hel!, Masa temenin bentar doank juga ga bisa!!"(Sharon)
"Gua bener bener ga bisa ron, Tolong ngertiin gua sekali ajaa, gua lagi pengen sendiri, gua lagi down. Entar malah lo jadi bad mood juga gara gara gua gini."(Aku)
"Bentar doank kokk yahh"(Sharon)
"AKU BILANG JANGAN DULU HARI INII NGERTI GAKKKK SIHH RONNN, AKU CAPEK HARUS NGALAH MULU!"(aku mulai tidak tertahan dengan emosiku di saat itu lalu aku marah padanya) (Aku)
"GAK USAH NGEGAS JUGA NAPA! KALO GAK MAU BILANG AJA!! SUSAH AMAT BILANG GA MAU TEMENIN!"(Sharon)
"Terserah lo aja mau anggep gua gimana!! Gua gak ngurus lagi, yg penting gua udah bilang yg sebenernya kalo gua gak bisa temenin lo buat hari ini."(Aku)
"Okee!! okeee kalo lo gitu mulai sekarang kita gak usah ketemu lagi, dan jangan pernah bicara lagi sama gua!!"(Sharon)
Aku sudah tidak membaca pesannya lagi setelah terakhir aku mengiriminya pesan saat itu, dan tiba tiba Sharon langsung menghampiriku di rumah.
Aku tidak tahu harus memasang ekspresi seperti apa, apa aku harus tersenyum dan seperti tidak terjadi apapun, atau marah.
Lalu setelah aku melihatnya aku tanpa sadar memasang ekspresi senyum tetapi perasaan ku sangat kacau, seperti seseorang yang sedang emosi tetapi memaksa dirinya untuk tetap tersenyum.
Sharon menghampiriku karena dia ingin meminta maaf karena ke egoisannya itu, dan aku terima maafnya dan kami berbicara seolah tidak terjadi masalah sama sekali sebelumnya.
Saat itu aku pikir dia pasti akan berubah, tapi hal hal yang dia lakukan terhadap ku selalu membuatku merasa sangat lelah dengan dirinya, aku sempat berpemikiran untuk ingin menjauh darinya lagi, tapi jika aku menjauh darinya, dia tidak memiliki teman untuk mendengar ceritanya.
Karena aku membayangkan jika aku di posisinya, dijauhi banyak teman akan sangat menyakitkan jadi aku membuang pemikiran ku untuk menjauhinya.
Tetapi beberapa bulan kemudian hal lain terjadi lagi yang sangat membuatku kecewa sekaligus marah padanya.
Dia mengirim pesan padaku
"hel gua minta maaf yaa" (Sharon)
"Kenapaa?? Kenapa tiba tiba minta maaf ronn?" (Aku)
"Enggak kok. Gua mungkin bakalan buat kalian kecewa bentar lagi "(Sharon)
"Apaan sihh ronn??, kasih tau donk jangan kek gini, gua jadi gatau apa apa, pliss jangan bicara kek gitu"(Aku)
"Maaf kalo kalo gua tiba tiba pergi tanpa ngucapin perpisahan"(Sharon)
"Jangan bicara kek gitu, aku serius! aku jadi takut kalo kamu sampe bicara kek gitu pliss jangan kayak gini"(Aku)
"Biarin gua akhirin hal seperti ini"(Sharon)
"Semua orang pada a suka aku, semua orang benci aku, kenapa semua harus ngatain buruk buruk ke aku, aku salah apa, ganggu hidup mereka aja enggak"(Sharon)
Di saat itu aku merasa aku sangat buruk, di saat dia butuh aku selalu tidak ada untuknya, tetapi alasan aku tidak ada untuknya karena aku lebih suka ketenangan, lebih suka sendiri, sibuk dengan tugas, dan butuh waktu untuk aku istirahat setelah beraktivitas seharian, dan menginginkan malam yang tenang, tanpa memikirkan maslaah orang lain.
Tetapi setelah aku mendapat pesan darinya aku sangat khawatir, cemas, takut, kecewa pada diri sendiri, marah pada diri sendiri, dan aku tidak berani membalas pesannya.
Lalu keesokan harinya aku berjumpa dengannya di pasar dan melihatnya, akugemetaran, ada perasaan bahagia karena dia baik baik saja tetapi lebih banyak perasaan kecewa di permainkan, kecewa di jadiin tempat pelampiasan, marah, aku sangat sangat kecewa terhadapnya.
Tetapi tetap ingin berteman dengannya karena dia membutuhkanku dan aku akan berusaha menjadi teman yang baik untuknya tanpa tahu apa yang ku alami.
Aku memang sudah terlalu sering kecewa karenanya, tapi aku akan tetap berteman dengannya meskipun sikapku berubah terhadapnya. Aku akan tetap berteman dengannya tetapi tanpa selalu bertemu atau aku akan lebih memberi jarak karena aku juga punya banyak masalah yg ku pikirkan selain dirinya.
*Siapa sihh yang ga marah kalo temen nya udah bohong berkali kali, udh kecewain berkali kali, udh bikin khawatir berulang ulang. Dan masih aja gada rasa bersalah sama sekali dan masih di ulangin. Tapi ga bisa ninggalin dia sendirian.*
- hargailah teman yang masih sabar dengan sikap kita yang buruk, belum tentu ia akan bertahan selamanya. Akan ada saatnya ia pergi meninggalkan dan akan sulit untuk kamu mendapatkan teman kembali, karena jika seseorang telah kecewa berkali kali ia akan lelah denganmu dan merasa dimanfaatkan lalu pergi -
-TAMAT-