" aku ingin kembali padamu "
" menjilat ludah sendiri eh
Flashback
"Kumohon jangan tinggalkan aku. Kau tahu aku sangat mencintaimu kita sudah pacaran sampai 9 tahun bahkan sudah sampai tahap ini ku mohon" Chika berucap sendu sambil memohon kepada Vino.
"Cih mau berapa tahun pun aku akan tetap meninggalkan mu" ucap Vino sambil membentak Chika.
"Apa kau rela meninggalkan ku karna jalang murahan itu hah" ucapku sambil membentak. " PLAKKK. JAGA UCAPAN MU ITU JALANG. SEHARUSNYA KAU SADAR BAHWA KAU JUGA JALANG " ucap Vino.
"Hahahaha kau menamparku eh hanya demi seorang jalang. Vino bodoh apa kau tahu sesuatu rahasia si jalang itu" ujarku sambil menatap jijik si jalang itu.
" Apa maksud mu? " Tanya vino bingung.
" Ah ternyata kau belum tau coba kau tanyakan pada si jalang itu. Oh iya kau tadi minta kita putus bukan baiklah kalau begitu kita sudah tidak ada apa apa lagi dan jangan menyesal jika kau sudah tau, aku pergi" aku meninggalkannya berharap itu hanya mimpi tapi ternyata bukan. Itu adalah kenyataan, kenyataan pahit yang sudah ku telan 2 kali dengan orang yang sama. Menyedihkan bukan.
********
Vino pov'
" Vera aku ingin minta penjelasan tentang yang di katakan Chika! " Kataku sambil membawanya ke dalam rumah.
' ck apa yang di maksud Chika tadi apa ada hubungannya dengan 9 tahun yang lalu apa jangan jangan si Chika itu si perempuan itu' ucap Vera dalam hati.
"VERA!!" Aku membentak Vera walaupun tidak tega tapi itu demi sebuah penjelasan. "Ka.. kau percaya dengan ucapan Chika?, Kau tau aku tidak tau apapun apa kau percaya padaku saat itu kau bilang akan selamanya percaya pada ku bukan" ucap Vera sambil menangis.
"Sekarang bukan saatnya tentang itu yang aku tanya tentang apa yang di katakan Chika"
" SUDAH KU BILANG AKU TIDAK TAU BUKAN KAH KAU MENGERTI, APA KAU SUDAH TIDAK PERCAYA DENGANKU LAGI HAH!! "
"Ck sudahlah aku ingin pulang saja" aku memutuskan untuk pulang aku benar benar lelah dengan semua ini. Aku masih belum mengerti apa maksud yang di katakan Chika tadi sebenarnya aku tidak ingin mencari tahunya tapi entah kenapaada dorongan untuk mencari tahunya.
Vino POV end
*************
Setelah aku putus dengan vino aku putus kontak dengannya bahkan setelah itu aku tidak pernah menampakkan batang hidungku di lingkungan kehidupannya. Entahlah apa yang pernah ku buat dulu sehingga aku di khianati oleh orng yang sama bahkan dengan perempuan yang sama. Seandainya dia tau bahwa aku masih orang yang sama setelah 12 tahun yang lalu, seandainya dia tau mencintainya membutuhkan pengorbanan besar.
Aku rela saat itu di kurung oleh perempuan itu selama 2 tahun lalu aku mempunyai banyak luka bakar di sekujur tubuh ku bahkan saat itu aku hampir lumpuh karna dia. Perempuan itu hanya memberiku sedikit nasi selama 1 Minggu sekali untunglah saat itu penjaga yang menjagaku baik sehingga aku tidak pernah kelaparan selama 1 setengah tahun tapi pada hari itu perempuan itu mengetahuinya sehingga penjaga itu di bunuh olehnya.
Sebagai hukumannya aku setiap hari di cambuk selama 50 kali olehnya di tambah dengan luka luka bakar ku. Di situ aku sudah sangat putus asa aku mencoba keluar dari neraka itu tapi tidak pernah bisa sampai pada saat itu aku di jual olehnya dan untunglah yang memberiku itu orang baik dia membayar semua pengobatanku mulai dari luka bakar, luka cambuk, trauma ku, bahkan dia menyuruhku untuk operasi plastik agar bisa menjadi cantik. Aku saat itu hanya mengiyakan nya karna aku tidak tau harus apa.
Karna orang yang membeliku selalu melihatku murung dia menanyakan "hei kenapa kau selalu murung" lalu aku menceritakan semua tentang masa laluku mungkin dengan ini bebanku akan lebih ringan aku juga meminta tolong dengannya agar bisa bertemu dengan vino kukira dia akan melarang ku ternyata tidak bahkan dia bilang " apa kau ingin menemuinya? Jika iya kembalilah tapi kau harus berhati-hati aku akan memberikanmu uang, jika kau kekurangan kau bisa menelpon ku kau juga harus mengabariku jika kau butuh bantuan telfon aku, aku adalah rumahmu" katanya seperti itu, saat itu rasanya aku benar benar bersyukur dengan Tuhan karna bisa bertemu dengan orang sebaik dia.
Rasanya ingin sekali mempunyai pasangan seperti dia, ingin sekali aku mencintai dia dan melupakan masa lalu tapi tidak bisa. Kau tau itu sangat menyedihkan.
"Chikaaaaa" aku terkejut dengan bisikan ini tapi suara itu mengingatkanku dengan seseorang dia adalah...
"Eh Reza udah dari tadi ya maaf ya aku malah ke asyikan duduk di sini" ucapku.
ya dia adalah Reza orang yang menyelamatkan ku dari kegelapan saat itu rasanya ingin sekali membalaskan Budinya tapi dia selalu bilang " ah tidak apa apa kok aku ikhlas " rasanya aku ingin menangis saat mengingat tentang kebaikannya sampai tidak terasa aku telah menangis.
" Eh Chika kenapa nangis aku baru Dateng kok nyari kamu juga gak lama ga usah nangis" ujar Reza sambil mengelap air mataku. Ku sudah tidak tahan akhirnya aku memeluknya.
" Reza aku kangen banget sama kamu 9 tahun gak ketemu kamu. aku kira di sini bakal bahagia ternyata salah aku di khianati lagi sama dia " aku menangis aku mengeluarkan kata kata yang ingin ku ucapkan pada seseorang agar bebanku sedikit berkurang.
"Hei ada aku di sini tidak usah menagis everything Will be alright okey" Reza mencoba untuk menenangkanku. Aku mencoba untuk tenang lalu saat aku sudah tenang aku mengajak dia untuk ke rumah ku.
********
" Hallo tyan tolong cari informasi tentang Chika dan Sara "
"....."
"Kalau sudah kau taruh berkasnya di kantor dan jangan sampai vino mengatahuinya"
PRANKKK
"Vi...vi...vino apa yang sedang kau lakukan di sini? Ah bagaimana kalau kau duduk dulu aku akan membereskan pecahan itu" ujarnya panik.
" Vera apayang kau maksud dengan menyelidiki Chika dan Sara apa kau tau sesuatu" kata vino tidak percaya.
"A..ah i..itu aku bi..bisa menjelaskannya" kata Vera panik
" JELASKAN APA YANG KAU TAU TENTANG MEREKA APA KAU TAU TENTAMG SESUATAU HAH!!" Vino membentaknya karna sudah habis kesabarannya.
"A..apa maksudmu tentang mereka aku tidak sedang berbicara tentang mereka"
" KAU BOHONG JELAS JELAS TADI AKU MENDENGAR TENTANG MEREKA AOA MAKSUD MU ITU"
"A..Apa aku tidak tahu apa apa"
"KASIH TAU ATAU KITA PUTUS SEKARANG"
"A..a..apa putus? Kalau begitu baiklah aku akan memberitahumu tapi kau harus berjanji.."
"CEPAT KATAKAN SEKARANG"
" BAIKLAH AKU AKAN MENGATAKANNYA. 12 TAHUN YANG LALU TENTANG HILANGNYA SARA, AKU YANG MENYEMBUNYIKAN NYA LALU SELAMA 2 SETANGAH TAHUN DIA AKU SIKSA KARNA SUDAH BERPACARAN DENGAN MU!!!"
"APA, APA MAKSUDMU"
" Masih belum mengerti?, Aku yang menyembunyikannya, lalu aku menyiksanya selama 2 setengah tahun lalu aku menjual dia dan dia sekarang sudah di beli oleh seseorang. Puas!!!, Sekarang kau tidak boleh meninggalkan ku karna aku sudah memberi tahu semuanya" ucap Vera di selimuti amarah.
Kring kring
" Hallo tyan ada apa "
" Saya sudah menemukannya tadi saat saya ingin menaruh berkasnya di kantor ruangan nona di ke kunci jadi saya akan memberitahu Anda langsung bahwa SARA DAN CHIKA ADALAH IRANG YAMG SAMA"
"A.. apa di..dia orang yang sama" Shock itulah yang di alami vino saat mendengar bahwa Chika dan Sara adalah orang yang sama.
Menyesal, itu yang sedang vino rasakan dia sudah menghianati orang yang sama dengan selingkuhan yang sama padahal saat itu dia sudah berjanji jika Sara kembali dia akan memperlakukannya dengan baik tapi dia malah melakukan hal yang sama.
Flashback end
Perasaanku saat ini bercampur aduk setelah mengetahui kebenarannya aku segera menuju ke rumah Vera. Setelah sampai rumahnya aku langsung masuk tanpa mengetuk pintu dan mencari vera ternyata dia sedang di kamar
" Sara maaf kan aku aku benar benar minta maaf aku benar benar minta maaf, aku menyesal " aku mengucapkan kata kata terdalam yang ada di dalam hati ku.
Vino POV end
"Apa kau sudah mengetahui kebenarannya?" Kata ku sambil berdiri menghadapnya.
" Ya aku sudah tau kebenarannya " kata dia sambil memegang tanganku tapi langsung ku hempas.
" Aku sudah memaafkan mu apakah kamu sudah bisa kembali ke rumah? Aku masih sibuk " lalu aku melanjutkan melipat pakaian.
'pakaian cowo siapa itu' batin vino, dia berharap agar itu baju saudaranya atau keluarganya.
" Kenapa kau masih ada di sini, kanapa tidak kembali?"
" Aku ingin kembali padamu "
" Menjilat ludah sendiri eh " aku kaget saat dia mengatakan itu 8ngin rasanya kembali tapi sudah trauma dengan kejadian kemarin.
" A..a..aku...."
" Vera mengapa di sini sangat berisik " ujar Reza sehabis dari kamar mandi.
" Ah kau mantannya ya kalian selesaikan lah dulu aku akan keluar, oh iya Vera ikuti apa kata hatimu sendiri jangan sampai kau menyesal " lalu Reza keluar kamar.
" Aku tidak akan kembali ke padamu " ucap ku malas
" Ke..kenapa bukan kah kau menyukaiku? "
" Itu dulu bukan sekarang jangan samakan dulu dengan sekarang "
" Ta...tapi... "
" KELUAR SEKARANG....."
"Sara"
"KELUAR.... DAN JANGAN PERNAH MENAMPAKAN BATANG HIDUNGMU DI DEPAN KU"
Aku tidak tau bahwa setelah aku mengatakan itu dia tidak pernah menampakkan batang hidungnya sama sekali setelah itu aku bahkan putus kontak dengannya, lagi.
Vino POV on
Aku keluar dengan penyesalan yang sangat besar, aku benar benar putus asa aku tidak tau kalau dia adalah sara seandainya waktu bisa di ulang aku tidak akan menyia-nyiakan Vera.
Aku benar benar menyesal. Aku berjalan tidak tentu arah sampai tiba tiba....
CKITTTTTT BRAKK
Aku tertabrak oleh truk dengan bagian tubuh yang hancur berkeping-keping. Aku meninggal dunia dengan membawa penyesalan yang amat amat besar. Aku hanya ingin bilang ke Sara " semoga kau bahagia dengan pria lain aku mendoakan mu "
TAMAT
hai guys ini cerpen pertama aku oh iya kalian kalo bisa mampir ya ke chat story aku judul nya
- A plan
- Musuh Rasa Pacar
Arigatou 😊😊