Zayn Smith adalah pengusaha properti no.1 di kota J. Wajahnya yang tampan dan menjadi pengusaha muda sukses membuatnya disegani di kalangan pengusaha. Sayangnya kesuksesannya berbanding terbalik dengan kehidupan asmaranya. Di usianya yang sudah 35 tahun, Zayn belum pernah sekalipun terlihat mempunyai kekasih. Hingga membuat gosip beredar di sekitar perusahaan bahwa Zayn menyukai sesama jenis, apalagi selama hampir 24 jam sang sekretaris, William berada di dekatnya.
Kedua orang tua Zayn akan menjodohkannya dengan wanita anak dari sahabat ayahnya, namun Zayn menolaknya dengan alasan sudah punya pilihan. Namun kebohongan Zayn jadi bomerang baginya, karena kedua orang tuanya ingin bertemu dengan calon istri Zayn. Hal ini membuat Zayn putar otak bagaimana cara mendapatkan perempuan yang mau di ajak pura-pura jadi kekasihnya.
"Kenapa pusing? Lo kan ganteng. Tinggal pilih mau model yang mana. Nanti biar aku yang telepon. Banyak lagi wanita yang mau sama Lo, artis yang baru melejit itu udah DM gue berkali-kali minta ketemu sama Lo," ucap William
Sang sekretaris sekaligus sahabat Zayn, meskipun bekerja Will tak pernah sungkan pada Zayn. Mereka akan lebih rileks jika berbicara berdua tapi jika ada orang mereka akan profesional.
"Aku gak mau Will. Kamu kan tahu tipeku kayak apa, lagian artis itu cuma mau duit dan popularitas aja. Aku mau yang sederhana," jawab Zayn.
"Tok ... tok ... tok,"
Tiara masuk dengan segelas kopi di atas nampan. Gadis 21 tahun ini baru 3 bulan bekerja sebagai office girl di perusahaan Zayn. Tiara meletakkan kopi beserta kudapan di meja Zayn.
"Maaf, Pak. Ini kopinya, silahkan di minum."
"Terima kasih," ucap datar Zayn.
Tiara berjalan ingin meninggalkan ruangan tapi tiba-tiba suara Zayn menghentikannya.
"Tunggu! Siapa namamu?" tanya Zayn.
"Tiara, Pak!"
"Berapa gajimu?" tanya Zayn lagi.
"Dua juta, Pak."
"Aku akan menaikan gajimu sepuluh kali lipat, tapi kau harus membantuku."
Tiara memasang wajah bingung, bantuan apa yang bisa diberikan sedangkan pak Zayn adalah bos besar di tempatnya bekerja, mana mungkin monta tolong pada office girl.
Hal yang sama juga tampak pada Will, biasanya bosnya meminta apapun padanya, mengapa sekarang meminta pada gadis ini.
"Jadilah pacarku!"
"Apa!!!" ucap Tiara dan Will bersamaan.
"Hei, kenapa kalian melotot. Siapa bosnya?" sontak membuat Tiara menurunkan pandangannya.
"Ta-tapi ... ba-bagaimana mungkin," tanya Tiara.
"Hei, Zayn. M-maksudku Pak Zayn," Will terasa formal karena ada Tiara. "Apakah anda salah bicara!" lanjutnya.
"Tidak! Tiara, jadilah kekasih pura-puraku. Aku tidak ingin dijodohkan, jika aku memiliki kekasih pasti orangtuaku tak akan menuntutku lagi. Gajimu kunaikkan sepuluh kali lipat, tunggu berapa bulan sampai orang tuaku percaya setelah itu kita bisa berpisah dengan alasan putus," tegas Zayn.
Tiara tampak berpikir tapi dengan gaji dua puluh juta tentu sangat menggiurkan, apalagi dia butuh banyak uang sekarang.
"Baik. Tapi aku tak mau ada kontak fisik," pinta Tiara.
"Deal! Will buat surat perjanjian."
"Ok, Bos!"
"kemarikan ponselmu!" pinta Zayn pada Tiara, dengan terpaksa Tiara memberikan ponsel jadulnya pada Zayn, tapi Zayn malah membuangnya di tong sampah.
"Pak! kenapa ponsel saya dibuang?"
"Kamu tahu sekarang kamu siapa? Mana mungkin pacar saya pakai ponsel butut seperti itu. Will belikan dia Iphone keluaran terbaru," tunjuk Zayn pada Tiara dan membuatnya sangat kesal.
"Kalo bukan karena dia bos, udah aku maki nih orang. Seenaknya aja maen buang," batin Tiara.
Akhirnya mereka sepakat berpura-pura menjadi sepasang kekasih hanya di depan orang tua Zayn.
****
kring ... kring ...
"Halo, gawat bos. Tuan dan Nyonya Smith datanv ke kantor," suara Will memekakkan telinga Zayn.
"Apa! suruh Tiara ke ruanganku, sekarang!!!"
Masuklah dua orang penguasa perusahaan. Mereka adala orang yang membesarkan Zayn dengan kasih sayang dan disiplin. Tampak aura tegas mendominasi.
"Hai, sayang. Apa kabarmu" Nyonya Rosa, ibu Zayn masuk dan langsung memeluk putra semata wayangnya.
"Bagaimana kabar perusahaan Zayn," tanya tuan Adam Smith namun mendapat pukulan kecil dari istrinya.
"Pa, kita kemari bukan membahas pekerjaan," Rose melotot pada suaminya dan lanjut berkata, "Zayn, bagaimana keputusanmu. Mama sudah melihat-lihat anak teman Mama banyak loh yang cantik."
"Ma, aku sudah punya kekasih." jawab Zayn.
"Apa! Mana mungkin. Mama tak pernah melihatmu bersama wanita. Kau jangan membohongi Mama, Zayn," Rose duduk di sofa tamu bersama suaminya.
"Serius Ma. Sebentar lagi dia kemari."
tok ... tok ... tok
Zayn berdiri dari kursi kepemimpinannya dan berjalan ke arah pintu. Dia tahu itu pasti Tiara karena baru saja dia menyuruh Will untuk memanggilnya. Saat pintu dibuka, nampak seorang wanita cantik dengan setelan kantor yang sangat elegan. Parasnya ayu dengan sentuhan make-up tipis membuatnya berbeda. Zayn melongo melihat wanita yang kini ada dihadapannya.
"Pak!!! Pak Zayn!" suara Tiara membuat Zayn tersadar dari lamunannya.
Zayn menarik tangan Tiara masum ke ruangan untuk bertemu dengan kedua orang tuanya.
"Ma! Pa! Kenalin ini Tiara. Asisten pribadiku sekaligus pacarku," Zayn memperkenalkan Tiara,
Tiara mengulurkan tangannya dan mencium punggung tangan orang tua Zayn.
"Cantik dan juga sangat sopan. Aku tidak pernah melihatmu Tiara, sejak kapan menjadi asisten Zayn?" tanya nyonya Rose.
Baru aja Ma! gantiin William. Soalnya William katanya lagi sakit cacar jadi daripada aku susah nyari pengganti, lebih baik 'kan sama pacar sendiri," ucap Zayn dan merangkul pinggang Tiara sambil tersenyum mengharapkan Tiara menyetujui perkataannya.
Di ruangan lain tampak William bersin-bersin, "Kenapa gue bersin-bersin ya perasaan ruangan ini baru dibersihkan," pikir Will.
Tiara yang mengerti situasi nampak santai meskipun jantungnya sudah terasa mau copot.
"Benar Tante. Saya juga ingin belajar bekerja dan juga lebih dekat dengan Zayn," balas Tiara tersenyum.
"Ah ... kalian manis sekali, mengingatkanku pada masa kita pacaran dulu, ya kan Pa!" tanya Rose pada suaminya dan dibalas anggukan kecil.
Mereka lalu berbincang-bincang. Tiara mudah bergaul membuat mereka tertawa lepas. Sifat Tiara yang sopan dan lembut juga membuat mama Rosa menyukainya.
"Baiklah, sebenarnya aku tak ingin menjodohkanmu dengan wanita lain tapi aku agak ragu. Apa kalian...?"
Tiba-tiba Zayn mencium pipi Tiara, membuat Tiara kaget tapi di depan orang tuan Zayn tak mungkin dia marah, akhirnya dia hanya tersenyum.
"Zayn ... kau sepertinya tak sabar. Baiklah Mama percaya. Mama ada urusan lain, jadi Mama dan Papa akan pergi dulu."
Rosa dan Adam pamit pada Tiara dan Zayn, bahkan mama Rosa mencium Tiara dengan sangat lembut. Sebelum mereka keluar dari ruangan, mama Rosa berkata, "Zayn, Mama sangat menyukainya."
Setelah keduanya pergi tinggalah Tiara dan Zayn. Raut muka Tiara yang jutek membuat Zayn mengerti karena tadi dia bertindak melanggar kontrak perjanjian.
"Maafkan aku Tiara, tapi tadi aku tidak berpura-pura," ucap Zayn.
"Maksudnya?" tanya Tiara.
"Jujur, aku menyukaimu. Dari awal kau masuk ke kantor ini. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama."
Pernyataan Zayn membuat Tiara tak percaya, secara refleks dia menutup mulutnya. Seperti mimpi bagaimana mungkin bos tempatnya bekerja menyukainya yang hanya seorang Office girl.
Dengan bersimpuh, Zayn menyatakan perasaannya.
"Tiara, maukah Kau menjadi kekasihku. Aku tahu kau pasti tak percaya, tapi aku benar-benar suka padamu. Kontrak itu sebenarnya hanya pura-pura agar kau mau bersamaku," lanjutnya.
Tiara bingung harus menjawab apa, tapi sebenarnya dia juga menyukai Zayn Smith. Siapa yang tidak mengaguminya, dulu dia berpikir perasaannya hanya mimpi. Bagaimana mungkin mimpi ini begitu nyata! Tiara mencubit pipinya," Aww" ternyata bukan mimpi.
Tiara tersenyum dan tak terasa air matanya mengalir, diara mengangguk kecil. Zayn langsung memeluk Tiara, sejenak kemudian menggendongnya dan berputar-putar. Mereka sangat bahagia.