Semilir angin sejuk berhembus membuai para pejalan kaki yang lewat dibawahnya.
Calvin dan Michael masih berjoging santai di area lapangan bola di jalur lintasan pelari.
" Masih mau lanjut Vin ?" tanya Michael .
" Ya tanggung nih tambah 5x putaran lagi ya" ucap Calvin.
" Halah bilang aja mangsa lu belum ketemu kan ?" ledek Michael .
" Tau aja sih gue lagi tunggu Cantika " sahut Calvin.
" Ya tau lah mata lu jelalatan dari tadi " ucap Michael lagi.
" Bidadari masa depan harus diperjuangkan kan bro " kata Calvin semangat.
" Halah semua cewek incaran lu juga ngomong gitu , dasar playboy cap cecak lihat cewek cakep aja langsung nempel " ledek Michael lagi.
" Woi wajar dong gue kan cowok normal , wajar kan nempel sama cewek cantik masa sama cowok cantik ? sakit lo! " ledek Calvin balik.
" Demi cintaku padamu ke gurun ku ikut denganmu walaupun harus berkorban jiwa dan raga " senandung Michael.
" Ha ha ha ke sambet apa lu El " tawa Calvin.
" Setan lo Vin !" ledek Michael lagi.
" Wuih cewek cantik gue datang " ucap Calvin antusias.
" Cantika sini !" teriak Michael .
" Cantika !" teriak Calvin.
Cantika dan Yenni berbalik dan berjalan santai menunggu Calvin dan Michael mendekat.
" Selamat sore Cantika , ntar malam kita jalan yuk ?" ajak Calvin
" Sore Calvin mau jalan kemana?" tanya Cantika .
" Kamu mau makan apa ?" tanya Calvin lagi.
" Cari yang praktis saja " ucap Cantika.
" Aku nggak diajak nih " goda Michael.
" Kamu ajak Yenni sana " ucap Calvin ngusir.
" Ayo Yen , kita pergi jauhan jangan ganggu yang lagi pedekate " ledek Michael lagi.
" Apaan sih , disini aja Yen dasar kadal playboy " ledek Cantika .
" Ha ha ha tau aja lu Tika kalau El itu emang kadal " tawa Calvin geli.
' Ya tau lah satunya playboy cap kadal yang satu playboy cap cecak ' ledek Cantika.
" Ha ha ha " mereka berempat tertawa barengan.
" Jadi nggak ntar malam ?" tanya Calvin.
" Gimana Yen pergi nggak ?" tanya Cantika.
' Lho kok tanya aku Tika yang diajak kan elu ?" tanya Yenni balik.
" Hadeh malam kan serem di sekitaran sini Yen " cicit Tika serem.
" Halah lu mah gosip tetangga didengerin" sahut Yenni.
" Ada abang yang bakalan temenin kamu Tika sayang " bujuk Calvin.
" Nggak ah gue takut " ucap Cantika ciut.
" Gini aja ntar kakak jemput di rumah ya " ajak Calvin.
" Iya boleh deh , tapi cepat baliknya ya jangan kemalaman " jawab Cantika .
" Gitu dong " jawab Calvin kegirangan.
" Haish ntar lihat aja gue kerjain lu , enak aja gebetan gue diembat juga dasar buaya " ucap Michael dalam hati.
" Kamu juga mau jalan ntar malam Yen ?" ajak Michael.
" Nggak ah males " jawab Yenni cuek.
" Ayolah kita kerjain si Calvin" bisik Michael.
" Iya gimana? " bisik Yenni balik.
*****
Pada malam harinya sekitar 18.30
Tok tok tok
" Ya siapa ?" tanya Tika.
" Aku Calvin Ka " sahut Calvin dari balik pintu rumah Cantika.
Ceklek
Cantika membuka pintu.
" Selamat malam tante " sapa Calvin kepada Amelia mama Cantika.
" Ma aku keluar dulu ya sama kak Calvin " pamit Cantika pada mamanya Amelia.
" Jangan kemalaman nak , mending kalian setelah makan malam langsung pulang ke rumah ya , pacarannya di rumah aja ntar mama siapin kopi sama kue bolu ya " pesan Amelia.
" Iya ma " sahut Cantika.
" Permisi tante " pamit Calvin lalu menggandeng tangan Cantika.
Calvin membonceng Cantika dengan motor kesayangan nya ke arah sebuah cafe di pinggir pantai.
Setelah selesai makan malam , Cantika mengajak Calvin balik ke rumahnya.
" Kak kita langsung pulang yuk " ajak Cantika.
" Ntar deh Tika masih kangen pingin berdua aja sama kamu " rayu Calvin manja.
" Aduh kak ntar lanjut di rumah aja , mama juga bakalan di ruang tamu nggak di depan " jawab Cantika.
" Ya sudah ayo kita pulang " jawab Calvin pasrah.
"Sabar sabar Vin harus memberi image yang baik " ucap Calvin dalam hati.
Setelah membayar pesanan di cafe , Calvin mengantar Cantika pulang lagi ke rumah .
Sesampainya di rumah Cantika.
Tok tok tok
Calvin mengetuk pintu rumah Cantika.
" Ma ini Cantika ma " panggil Cantika dari balik pintu.
" Iya sebentar " sahut papa Cantika , Iwan.
Ceklek
Iwan membuka pintu.
" Selamat malam pa " sapa Cantika lalu saljm mencium punggung tangan papanya.
" Selamat malam om " sapa Calvin lalu memberikan sebuah plastik berisi gorengan kepada Iwan.
" Silakan masuk " ajak Iwan kepada Calvin .
" Iya om " sahut Calvin.
" Selamat malam tante " sapa Calvin kepada Amelia mama Cantika.
" Iya malam Vin terima kasih ya gorengannya " sahut Amelia.
" Kak duduk dulu ya aku buatkan kopi dulu " sahut Amelia lalu mengikuti mamanya ke dapur.
" Duduk Vin " ajak Iwan papa Amelia
" Iya om " sahut Calvin lalu duduk di sofa sebelah Iwan.
" Habis makan dimana?" tanya Iwan.
" Habis dari cafe xx " sahut Calvin santai.
" Oh iya cafe xx tempat nongkrong anak sekomplek " sahut Iwan.
" Kamu masih kerja ?" tanya Iwan.
" Iya om masih kerja di kantor om Nawir " sahut Calvin kalem.
Setelah berbincang sebentar dengan Iwan , Calvin diajak Cantika ke teras depan rumah duduk di tembok depan rumah.
" Sejuk kan kak duduk disini " kata Cantika setelah meletakkan secangkir teh di samping Calvin.
" Iya sejuk sih segar lagi banyak bunga - bunga " ucap Calvin setuju.
" Dimakan bolu kukus nya kak buatan mama " ajak Cantika.
"Iya terima kasih Ka " sahut Calvin sambil mencomot sepotong bolu kukus.
Selagi mereka berdua ngobrol di teras depan rumah Cantika.
" Ka apaan tuh putih - putih di depan " sahut Calvin horor menunjuk ke arah pohon depan.
" Mana kak , nggak ada apa apa kok " sahut Cantika sambil celangak - celinguk melihat arah yang ditunjuk Calvin.
" Aku cabut dulu ya " pamit Calvin segera menaiki dan mengjalan kan motornya kabur.
" Ada apa sih ?" tanya Cantika bingung.
" Ha ha ha syukurin lu gue kerjain " ucap Michael girang.
" Yuk kita pulang Yen " ajak Michael berjalan segera balik pulang ke rumahnya.
" Iya bang " jawab Yenni perlahan.
" Seru ya bisa ngerjain si Calvin buaya darat " ledek Michael .
" Iya bang " jawab Yenni lagi.
" Sudah cepetan dihapus tuh make up nya Yen ntar dilihat sama anak - anak pada dikira beneran loh , ada setan " sahut Michael.
" Iya bang nggak apa apa" jawab Yenni.
" Ya sudah terserah lu deh " jawab Michael cuek.
Calvin dan Yenni berjalan barengan ke arah rumah Michael melewati pohon beringin di samping lapangan Yenni pamit.
" Bang aku pulang dulu ya " sahut Yenni lalu duduk di bawah pohon beringin.
" Lah rumah kamu kan belum sampai Yen " sahut Michael.
" Sudah bang ini rumah gue " lalu wajah Yenni berubah dan sekonyong-konyong badannya melayang naik ke atas dahan sulur sulur pohon beringin lalu duduk di atas salah satu dahan.
" Ha.. ha ..hantu " teriak Michael lalu kabur lari terbirit-birit ke arah rumahnya.
" Hihihihihi ..." tawa si hantu geli.
Tamat