“Dunia ini memiliki banyak elemen yang saling menyeimbangkan dunia, jika salah satu dari elemen itu tidak seimbang maka dunia inipun juga akan kacau, apa kamu setuju Lee?”. “emmm aku rasa kamu benar, coba kita lihat orang tua kita sebagai contoh kecilnya, Ayah dan Ibu, mereka saling melindungi, merawat dan memperhatikan satu sama lain, dulu aku pikir itu adalah hal yang aneh dan kenapa mereka harus berpasangan?” Sahut lee yang sedang berbaring di atas rumput hijau sambil memandang langit yang biru. “angin disini terasa sejuk, mereka bergerak perlahan membelai setiap benda yang disentuhnya, termasuk kita. Aku tidak heran jika kamu dulu berpikir seperti itu waktu kamu kecil, ibaratkan sebuah air yang mengalir dari pegunungan, mereka terus mengalir dan melalui banyak rintangan, tetapi semakin mereka mengalir kebawah dan meski terus mendapat rintangan tetapi mereka semakin tahu untuk menemukan celah dan terus mengalir sampai ke samudera. Sama halnya dengan kita, semakin lama kita mengalir dalam dunia ini, maka kita akan semakin tahu tentang arti kehidupan sampai tiba saatnya kita di samudera dan berhenti mengalir.” Papar Yue panjang lebar. Lee melihat kearah yue yang sedang duduk disampingnya dengan mata yang takjub. “Aku tahu, ini semua tentang bagaimana kita menghadapi setiap masalah dan pengetahuan yang datang mewarnai kehidupan kita, Ayah dan Ibu seperti Yin dan Yang yang selalu menari bersama diatas dunia yang penuh dengan gejolak ini.” “Bolehkah aku berbaring didekatmu?” Tanya yue. “tentu” jawab lee dengan senyuman manis. “Kurasa ini lebih baik, menikmati alam seperti ini terasa berada disurga, Aku suka anginnya, aku suka sejuknya, aku suka bau harumnya alam, bau rumput ini dan berada didekatmu sekarang ini membuatku merasa lengkap.” “Perasaan cinta juga salah satu elemen yang dimiliki manusia menurutku. Dengan cinta mereka kuat, mereka pintar, mereka sabar, mereka mengerti, mereka sayang, dan mereka peduli, tetapi cinta juga dapat membuat mereka linglung, mereka mabuk, mereka gila, mereka marah, dan membuat mereka anarki, cinta juga adalah yin yang, tergantung bagaimana kita menyeimbangkannya, mereka akan lengkap dan seimbang jika mereka telah menemukan pasangan kekasih yang dapat saling menjaga, tidak perduli kekurangan dan kelebihan mereka yang menjadi tolak ukurnya” sahut lee dengan nada bicaranya yang bijaksana. “iya kamu benar, ingatkah dulu waktu kita masih pacaran?” tegas yue dengan senyuman. ***FLASH BACK*** “Lee kamu ini membosankan, aku tidak suka caramu mengacuhkanku seperti itu, aku disini untuk menemuimu tapi apa yang aku dapat sekarang?” dengan nada bicara yang tinggi yue mengungkapkan kekesalannya pada lee. “Api itu panas, api tidak akan padam jika disuguhkan benda yang akan membakarnya.” Jawab lee dengan santai. “apa yang kamu bicarakan? Kamu pikir aku seperti api? Sungguh aku benci denganmu lee, aku susah payah datang kemari.” Gertakan yue menyurutkan kesabaran lee, sambil mendebrak meja belajar yue berkata “lee perhatikan aku sekarang, apa kamu masih cinta denganku? Kamu tidak mengerti perasaanku sekarang ini, aku butuh kamu lee, ibuku sakit dan aku sendirian dirumah, aku butuh seseorang untuk menenangkan aku, dan aku harap orang itu adalah kamu….! Jawab lee” muka merah membara yue terpampang jelas. “aku tahu, kamu sekarang lagi mendapat masalah tapi coba sedikit mengertilah apa yang sedang aku lakukan saat ini, aku belajar, aku akan menempuh ujian ulang besok, kamu lulus ujian dengan nilai yang memuaskan, sedangkan aku mendapat nilai merah aku harap kamu juga mengerti keadaanku” lee mulai kehilangan kesabarannya. “kamu tidak perlu memikirkan hal itu, aku jamin kamu akan mendapat nilai yang bagus, sekarang tolong fokuslah pada perasaanku” gerutu yue. “apa kamu pikir hubungan ini lebih penting dari ujian ulangku? Aku ingin menata masa depanku, karena aku cinta kamu aku lakukan ini, seharusnya kamu mengerti itu.” *** “Ya pertengkaran kita waktu dulu, itu adalah sebuah pelajaran bagi kita untuk saling mengerti satu sama lain” jawab lee. “ya kamu benar lee, dulu aku terlalu egois, hanya memikirkan perasaanku, tapi sekarang kita sudah dewasa dan memiliki hubungan resmi, aku harap hari ini sampai hari esok sebelum tubuh kita menjadi tanah kembali kita tetap dalam satu jalinan kasih.” Yue tampak senang dan bahagia. Leepun mendekat dan mengecup kening yue sambil berkata “aku janji” kemudian mereka membentuk tangan mereka di udara melambangkan LOVE. “There is no light if there is no dark, itu gambaran cintaku untukmu, jika tidak ada kamu maka tidak akan ada aku” rayu lee. “Rayuan gombalmu itu terdengar aneh, tapi aku suka lee, Love You” “yaa Love you too honey”. Kemesraan mereka mendapat persetujuan dari alam. Alam mengiringi mereka dengan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan, pergerakan pepohonan yang kalem dan santai seperti penari yang menghibur mereka, suara gesekan daun dan ranting yang tertiup angin menambah suasana mesra. *** “ibu, kenapa ibu belum tidur? Ini sudah larut malam.” Kata seorang perempuan yang tiba-tiba masuk kamar yue. “Ibu masih ingin mengingat kenangan manis bersama ayahmu dulu” jawab yue. “tapi bu ini sudah larut malam, ibu harus tidur, ayah akan disisi ibu selamanya, biarkan ayah istirahat juga di alam sana” sahut perempuan itu dengan kata-katanya yang lembut dan penuh kasih sayang. “lihatlah ini, foto ibu waktu dengan ayahmu masih muda, kita berbaring diatas rumput yang hijau dan kita berbagi kemesraan waktu itu pula, ibu mengingat itu semua, kita berbagi cerita dan cinta, sungguh ibu sangat senang.” Kata-kata yue waktu mengingat kembali masa mudanya dengan lee membuat perempuan itu tersentuh. “ibu… ayah adalah orang yang hebat, ayah sering berkata bahwa Yin dan Yang adalah satu kesatuan, mereka tidak akan pernah berpisah, begitu juga dengan ibu dan ayah, ayah tidak akan meninggalkan ibu sendirian, ayah akan selalu ada dihati ibu.” Perempuan itu memasangkan selimut pada yue dan duduk disampingnya. “Ibu sudah tua, kapan ibu akan menyusul ayahmu…? Ibu ingin selalu bersama dengan ayahmu.” “Ibu tutuplah mata ibu, dan rasakan kehadiran ayah, maka ayah akan selalu dekat dengan ibu.” Perempuan itu tampak menyembunyikan kesedihannya di depan yue, dia berusaha untuk menahan air matanya agar tidak mengalir di pipinya. “Baiklah bu, ibu istirahat dulu, aku juga harus istirahat, selamat malam bu” setelah mencium kening ibunya, perempuan itu berbalik dan mengusap air matanya yang tak terbendung kemudian keluar dari kamar yue. Yue tampak masih sibuk dengan album kenangannya dengan lee, dia melihat beberapa fotonya dulu, kemudian dia membalik albumnya dan melihat sebuah tulisan tangan lee “There is no light if there is no dark” dengan gambar sebuah simbol Yin dan Yang. Yue meneteskan air matanya seketika itu juga, memeluk erat buku albumnya dan kemudian mematikan lampu tidurnya. “I Love you”sambil memjamkan matanya, yue mendengar bisikan “I Love you too” Yue tersenyum.