Tidak ada angin tidak ada hujan dipagi hari tepatnya pukul 7 pagi waktu aku bersiap mau memulai kerja tiba-tiba dapat panggilan video dari pacar.
Tumben banget telfon disaat aku mepet waktu kerja (aku kerja ditoko besi) aku fikir mungkin ada hal yang penting dan mendesak, aku khawatir terjadi hal buruk dengannya, akhirnya aku angkat panggilannya dannnnnnnnnnnn....
huhhhhh!!!!!
Hallo? (dari sebrang sana dia say hello)
Iya hallo, ada apa hmmm, tumben telfon dijam aku mulai kerja.
Emmm yank ada yang ingin aku bicarakan, penting.
Iya ngomong aja, aku dengerin kamu kok , itu kataku.
emmm gini, kita kan menjalin hubungan sudah 1 tahun, dan tidak dapat restu dari ibuku sampai sekarang, dan saat ini ibu opname dan semua orang nyalahin aku.
mereka bilang ibu sakit gara-gara mikirin hubungan kita.
Jdarrrrrrr...
lalu kita harus gimana? "aku disitu sudah merasa sedih dan gak bisa ngomong banyak, karna dari awal hubungan memang ditentang orang tua terutama ibu dia yang sangat" tidak suka dengan hubunganku sama pacarku dengan alasan karna arah.
Makhlum orang jawa beserta aturan adat istiadatnya yang katanya tidak boleh menikah jika arah rumahnya Utara-Barat atau istilahnya orang jawa menyebut NGALOR NGULON".
Kita sendiri-sendiri dulu ya yank, maafin aku yang gak bisa nepatin janjiku untuk bisa terus menggenggam tanganmu, maaf karna gak bisa perjuangin hubungan kita lagi, aku juga gak mau seperti ini.
ini bukan mauku.
maaf aku yang sebelumnya menyepelekan dan menganggap semua akan baik-baik saja, dan kenyataannya semua serumit ini.
Tapi kenapa harus nyerah, aku gak bisa, aku gak bisa bayangin hidup tanpamu. dalam mimpipun tak pernah kubayangkan.
bukankah semalam kita masih baik-baik saja bercanda, tertawa bersama lewat telfon, lalu ini apa?
Aku lagi mimpi kan, iyakan!!!
"Aku menangis meraung dengan perasaan hancur berkeping-keping."
Jangan nangis aku gak bisa liat kamu kayak gini yank. .
Lalu aku harus gimana, apa tidak ada cara lain untuk mempertahankan hubungan kita hiks hiks hiks...
maafin aku, aku udah gak bisa lagi, tolong berhenti menangis, tolong pahami keadaanku, kalau kamu gak berhenti nangis aku matiin telfonnya.
Lalu aku harus gimana haa!!
klikkkk. "bunyi sambungan telfon yang dimatiin secara sepihak".
Aku puasin tangisanku lalu aku kerja dengan mata sembab, dan perasaan yang gak karuan.
teman-teman pada heboh nanya ada apa aku hanya menjawab "Gak papa hanya ada sedikit masalah".
Akhirnya sorepun tiba, waktunya pulang kerja dan aku langsung menuju kasir dimana bosku duduk disana, aku berpamitan keluar dari kerjaan.
Akhirnya di interogasilah sama bosku apa alasannya aku minta keluar kerja secara mendadak.
akhirnya aku berbohong dengan alasan disuruh orang tua menjaga adik dirumah "tidak mungkin kan aku bilang karna patah hati habis diputusin mendadak sama pacar".
Akhirnya pada saat itu juga aku dapat izin berhenti dari kerja dan aku pulang dengan naik sepeda motor perjalanan dari toko kerumah sekitar 1 jam an.
Dan disepanjang perjalanan air mataku terus menetes tidak mau berhenti, dan mengendarai motorpun rasanya seperti mengambang, entahlah bagaimana menjabarkannya, sampai pada akhirnya aku tanpa sadar tancap gas dan saking kencangnya bawa motor, ada truk yang berhenti mendadak didepanku hampir benar benar hampir aku tabrak, untung belokin setir buat nyalip kesisi kanan, dan tuhan benar benar masih menyayangiku, andaikan ada kendaraan lain yang lewat dan berpapasan disaat itu mungkin saja terjadilah hal yang sangat tidak di inginkan.
pada saat mendekati truk sebelumnya saja aku sudah pasrah misalnya aku bakal nabrak gerbongnya truk.
Dan setelah melewati masa menegangkan itu aku menghentikan motor dipinggir jalan dan menangis tanpa suara sampai dadaku sesak, dengan tangan dan jantung yang gemetar hebat.
aku istigfar beberapa kali, mencoba meyakinkan diri kalau aku masih hidupkan, dan kebetulan jalan yang aku lewati sepi jadi tidak ada yang memperhatikan kondisiku yang sangat menyedihkan.
Dan akhirnya aku melanjutkan perjalanan pulang, aku tidak berani pulang kerumah orang tua, aku pulang kerumah kakek nenek yang hanya beda desa sama rumah orang tuaku.
karna aku fikir kakek nenekku bukan tipe orang yang peka tentang hal sekitarnya, dan bukan orang yang kepo pula ini makanya aku memutuskan pulang kerumah mereka dengan harapan bisa meredakan sakit hatiku.
Sampai akhirnya 2 minggu berlalu aku jatuh sakit tanpa bisa bangun dari tempat tidur, hanya bisa makan tidur dan minum obat resep dari dokter yang katanya aku kekurangan vitamin, dehidrasi, banyak pikiran dan tipes.
yahhh karna gak selera makan, gak bisa tidur, banyak pikiran akhirnya sakit.
dan disisi lain nomerku diblokir sama mantan, fb, ig semua yang berhubungan denganku di Unfriend menambah sesak dadaku.
bahkan aku sempat mencoba melakukan bunuh diri dengan nyeburin diri ke pantai, tapi disaat itu aku sedang duduk termenung dengan pandangan kosong menatap ombak bergulung memecah karang, sambil air mata terus mengalir membasahi pipi angin semilir seakan menyadarkanku dari kegilaanku.
aku ingat bahaimana hukum diagamaku jika dengan sengaja melakukan bunuh diri.
Tuhanku akan sangat mmbenciku untuk itu, dan tidak ada pngampunan atas dosaku jika aku berbuat nekat.
akhirnya aku pulang masih dengan kesedihan yang mendalam.
hari haripun berlalu dan aku jotah jatuh sakit selama setahun, kurang tidur pula dan akhirnya setelah waktu setahun itu aku mulai membuka diri dan membagi kesedihanku terhadap teman terdekatku mungkin memang tidak akan membantu menyelesaikan masalah tapi setidaknya bisa sedikit melegakanku.
Dan sampai saat dimana aku mulai nyaman ngobrol dengan teman kerjaku direstaurant setahun yang lalu, dia yang memang tau masalahku dari kakak keponakanku akhirnya selalu menemani hari hariku dan sampai pada akhirnya dia mengajakku menjalin komitmen bersama jika cocok lanjut ke jenjang serius, kalau tidak bisa break ditengah jalan.
karna memang sama-sama tidak memiliki perasaan cinta sampai akhirnya terjalinlah hubungan itu hingga saat ini.
Dan akhirnya aku menyetujuinya karna aku merasa itu tidak membebaniku, kan kalau gak cocok gak ada paksaan harus lanjut.
Pada akhirnya dialah yang menemaniku disaat jatuh bangunku, menarikku bangkit dan merangkak.
mengajariku banyak hal dengan sabar, meski ditengah jalan banyak kerikil yang menjadi batu sandungan.
mantanku yang tiba-tiba menghubungiku meminta untuk menjalin hubungan dibelakang pasanganku dan pasangannya hahaha.
lucu sekali bukan!!!!
tentu aku menolaknya dengan tegas.
belum lagi mantannya pacarku yang saat ini yang selalu ganti wa dan chat pacarku setelah diblokir sama pacarku ganti wa baru chat lagi pacarku dan diblokir lagi dan ganti wa lagi ohhhhh rasanya aku benar-benar ingin mencakar cakarnya bila tidak sengaja bertemu. hhhhhh
oke sabar.
Dan saat ini akhirnya aku bisa semakin kuat, semakin tegar setelah badai berlalu, aku bangkit dengan diriku yang baru dan tak mudah rapuh.
Dan sekarang aku masih menjalani komitmen dengan kekasihku itu, alasan kenapa belum nikah sampai sekarang karena kita sedang berjuang ldr hongkong-taiwan karena mengumpulkan uang untuk masa depan, dan untuk berapa lamanya hubunganku saat ini, alhamdulillah sudah hampir mencapai 4 tahun.
semoga langgeng sampai pelaminan dan jadi jodoh dunia akhirat. Amiin.....