Aku Oliv, aku bekerja di perusahaan yang lumayan terkenal di perbisnis-an. Aku memang karyawan bisa, tetapi apa aku tidak boleh memiliki perasaan pada atasanku? Aku tau, aku bukan tipe wanita idamannya.
Aku selalu mencoba biasa saja di depan bosku, tapi rasa gugup dan jantung berdebar tidak kuasa aku tahan. Aku sama sekali tidak berani menatap matanya terlebih lagi dengan aku dan bos berbicara empat mata seperti saat ini.
Saat ini aku dan bosku tengah berada di cafe, kami sedang menunggu klien dari kota sebelah yang berkerja sama dengan perusahaan kami. Aku dan bos sedang menyiapkan laporan yang akan di sampaikan aku sampaikan dengan klien itu.
Setelah beberapa menit klien datang dengan sekertarisnya. Ngomong-ngomong soal sekertaris, aku memang bukan sekertaris, bosku tidak memiliki dan tidak ingin memiliki sekertaris katanya ia bisa mengerjakan pekerjaannya dengan sendiri tanpa bantuan sekertaris, tapi itu hanya omongan buktinya saat ini pria yang bersetatus bos itu meminta bantuan ku saat ini.
"Kami tidak menyesal telah bekerja sama dengan perusahaan anda. Ini adalah proyek yang sangat bagus dan untik, saya saja tidak ada berpikiran seperti itu." ucapnya dengan senyuman yang lebar. Aku sangat bersyukur dengan klien yang menerima kerjasama perusahaan, dan aku bahagia karena proyek yang aku pikirkan sedari malam hingga aku tidak bisa tidur, tidak mengecewakan-ku dan bosku.
Setelah klien pergi dari cafe, aku dan bos masih berada disana. Bosku ingin meneraktiku kali ini, ahh ini adalah keberuntunganku kapan lagi bisa di traktir bos ya kan?
"Pekerjaanmu sangat bagus, saya tidak salah minta bantuan dengan mu. Mulai hari ini jabatanmu akan menjadi sekertaris saya, kali ini tidak ada penolakan." ujarnya salut kepadaku, aku tersenyum hanya hal sekecil ini jabatanmu naik? Mimpi apa aku semalam? Ehh aku kan tidak tidur semalam.
"Wahh bapak bercanda sama saya?" tanyaku tidak mempercayai ucapannya.
"Saya serius, kamu lihat wajah saya berbohong?" balasnya membuat aku semakin tersenyum senang.
"Terimakasih pak!" ucapku dengan antusias, pria itu tersenyum kepadaku ini adalah pertama kalinya pria itu tersenyum biasanya pria itu selalu datar seperti tembok.
"Astaga Tuhan, senyumnya manis sekali." gumamku tanpa sadar aku terhanyut dalam senyuman pria di depanku. "Bapak besok-besok kalau senyum jangan sungkan ya."
"Kamu sangat lucu sekali," pria itu mengacak rambutku dengan lembut membuatku tertegun dengan sikapnya yang begitu tiba-tiba.
Ahh, tolong akuu!! Saat ini perutku sedang di terbang'i dengan ribuan kupu-kupu. Jantungku!! Jantungku rasanya ingin copot, akhhh ini pertama kalinya ada pria yang seperti ini kepadaku.
"Sudah jangan baperan kamu! Ayo di makan keburu dingin." ucapnya menyadarkan aku dari pikiranku.
Aku mencebikkan bibirku kesal, "Bapak tidak baik membuat orang seperti itu, terlebih lagi perempuan ya kalau sama cowok sih gak papa." celetukku seraya mengambil sendok lalu melahap makananku.
"Uhuk, uhuk." pria itu meminum jusnya, ia menatapku dengan tatapn tidak terbaca. "Saya tidak gay." jawabnya dengan penuh penekanan.
"Iya siapa tau gitu kan pak, soalnya saya lihat bapak tidak memiliki kekasih."
"Saya ingin fokus kerja dam membahagiakan kedua ornag tua saya."
"Lah bapak kan sudah mempunyai perusahaan sendiri sekarang, jadi bapak engga ada niat cari pasangan gitu?" tanyaku penasaran sambil menaik turunkan alisku.
"Kenapa, emangnya kamu mau jadi pasangan saya?"
"Uhuk, uhuk" aku tersedak mendengar perkataannya. "Mauu banget lahh pak!! Ehh.."
"Baiklah mulai saat ini kamu adalah kekasih saya dan minggu depan kita akan menikah."
~Tamat~
Ciee-ciee~ yang jadian sama bos!! Prikitiww!!
Jangan lupa like dan komen ya!! Lop buat kalian💘