setelah ditinggalkan pacarku, aku yang jadi bosnya.....
.
"se istimewa apa pacarmu itu? bukankah dia sangat jelek dan kurang menarik, ditambah lagi miskin juga.... "
"Yura, sepertinya kamu memikirkan sesuatu yang bagus, sepertinya pikiran kita sama! "
Lala sangat terpukul mendengar ucapan dari kedua pasangan tersebut, salah satunya pria tersebut adalah pacarnya, Adit.
"kamu! "
"kebetulan nongol, bagus, tadi kedengaran gak? "
Yura, ia sengaja memanas manasi Lala, Lala tak terima dan melawannya.
"kau lemah! kau cuma berani mengambil pasangan orang! enyah! enyah! "
buk! secara tiba-tiba Lala didorong, ia tersungkur dan terjatuh, ia melihat siapa dalang yang mendorongnya.
"sudah cukup! hubungan kita berakhir disini saja! aku bosan dengan kamu! sudah jelek, miskin lagi! enyah kau! " teriak Adit.
deg! seketika Lala terasa terhina, lelaki yang ia cintai dan dikenal baik ternyata sudah membuka topengnya.
tanpa air mata, Lala berdiri dengan perasaan kecewa, ia menunjuk ke langit.
"langit akan bersaksi, jika aku diatasmu, Yura pacarmu itu akan ku buat dia menderita! "
Lala meninggalkan kedua pasangan sialan tersebut, ia kemudian memutuskan untuk memikirkan cara agar bisa membalaskan Adit dan Yura.
.
.
.
tak lama setelah itu, Adit dan Yura menikah, diambang ambang kebahagiaan mereka merasa dunia hanya milik mereka berdua.
sifat boros keduanya membuat mereka lupa, bahwa yang dipertaruhkan adalah harta yang telah dikumpulkan oleh Lala dan Adit semenjak mereka pacaran dulu.
"aku ingin makan, ayo cari tempat makan yang mewah! aku butuh foto baru untuk ku unggah ke sosial media ku! " ucap Yura dengan semangat.
"oke, kita makan disana dulu"
Adit dan Yura mendatangi tempat makan, terlihat sangat sederhana, tetapi terkenal karena tempat yang bagus dan selalu direview oleh influencer sosial media.
"baik, mau pesan apa? "
"saya pesan.... "
Adit melihat siapa yang melayaninya, itu adalah Lala.
"oh kamu, lagi jadi pelayan ya? kapan mau diatasku? " sombong Adit.
"aku pemiliknya, bukan pelayan"
"hah! pemiliknya?! cih, tempat makan sekecil ini, pantas saja, sekarang sepi ya? makanya seperti Adit, jadi karyawan di perusahaan elit, kamu jadi pemilik tempat makan sekecil ini, hahahaha" ejek Yura.
"sekecil apapun usahaku, akulah bosnya, sedangkan kau, kau hanya karyawan, KARYAWAN! "
"bos tempat makan beginian, mana sepi, kecil lagi, yakin bisa bertahan karena gak viral lagi? " ejek Yura.
"setidaknya aku bisa membungkam mulutmu itu suatu hari nanti" ucap Lala dengan nada datar.
"silahkan, aku akan menjilat sepatumu jika kau bisa diatas kami" ucap Adit dengan sombong.
Yura mengeluarkan segepok uang, ia kemudian menebarkannya ke arah Lala.
"nih ambil, gua takut lo tambah miskin nanti, simpan untuk cadangan kalau kabarnya udah bangkrut! "
Adit dan Yura pergi dari tempat makan milik Lala, Lala hanya menatap dari kejauhan dan tetap fokus terhadap kepemilikan tempat makannya.
.
.
.
beberapa bulan setelahnya negara dilanda penyakit, sebagian usaha mulai kekurangan pendapatan, semakin banyak saja karyawan yang sudah diberhentikan karena terbatasnya pendapatan.
"maaf, kamu saya pecat"
"kenapa?! saya sudah melakukan yang terbaik untuk saat ini! " teriak Adit.
"terbaik? selama ini? bukannya kamu yang selalu menyuruh karyawan baru untuk mengerjakan semua pekerjaan yang jadi tanggungjawab mu? sudah, pergi saja sebelum nanti diseret"
Adit tidak terima, ia melawan bosnya, kemudian datanglah petugas keamanan untuk mengusir Adit dari kantor.
.
.
.
diambang kesusahan karena belum mendapatkan pekerjaan, Adit di tambah stress, ditambah lagi ia memiliki 3 anak yang membutuhkan susu dan memiliki hutang yang banyak, hingga akhirnya ia menjual rumahnya dan pindah ke tempat kecil untuk kabur.
"kenapa kamu belum kerja juga hah?! kau mau makan batu?! "
"kau jual saja tas tas mahalmu itu! agar kita bisa punya uang! "
"enak saja kau! "
Yura bergegas ke dapur, ia mengambil pisau dan mengancam Adit untuk keluar dari rumah.
"pergi cari kerja sana! jangan pulang sebelum kau dapat pekerjaan! "
Adit terdiam, ia membawa dokumen dokumen yang ia miliki untuk melamar pekerjaan.
sayang sekali belum dapat, karena Adit orang nya sangat pemilih dan ingin gaji yang besar seperti saat ia bekerja di perusahaan elit dulu.
"pergilah! kau kira kau bos ingin minta gaji banyak?! dokumenmu saja tak ada gunanya untuk sekarang, banyakan tak berguna dan akan sia sia aku menerima karyawan seperti mu! "
.
.
.
diambang kesuksesan, nama tempat makan milik Lala menjadi terkenal dan bertambah banyak cabangnya, ia bangga karena bisa memiliki banyak cabang untuk usaha yang telah ia rintis.
Adit lewat dari tempat makan milik Lala, ia tau tempat makan itu sedang mencari karyawan baru.
"permisi, apa disini ada lowongan kerja? "
"ya, be.... "
Lala melihat di sebelah nya, ia melihat Adit yang sudah berubah tampilannya, tidak seperti dulu yang terlihat mewah.
"ooh, cari kerjaan ya? kantor elit kemarin dimana? "
"Lala.... "
Adit memegang tangan Lala, dengan lancang nya ia mencium tangan Lala.
"maafin aku la, tolong kita balikan seperti dulu lagi.... "
Lala mendorong Adit, ia kemudian menatap remeh pada Adit.
"pengemis, kenapa datang kesini? sudah miskin sekarang? ternyata sekarang senjata makan tuan ya? "
Adit hanya terdiam, Lala kemudian tertawa.
"oh ya, katanya dulu kalau aku sukses bakal jilatin kakiku, mana ya orangnya? apa sudah mati? "
Adit merasa malu, Lala kemudian menatap Adit dengan sinis.
"tepati janji ya.... "
Adit kemudian berjongkok, ia berlutut dan dengan perasaan jijik ia terpaksa memenuhi janjinya dulu.
sebelum menjilat, Lala menarik rambut Adit.
"ternyata langit mendengar do'aku! akhirnya aku bisa membalasmu! bagaimana? enak jadi miskin?! itulah yang namanya Balas! "
Lala menghempaskan rambut Adit, ia kemudian menyuruh penjaga keamanan untuk mengusir Adit dari tempat makannya.
.
.
.
kesombongan akan mendapatkan balasannya, apalagi jika menyakiti hati seseorang dengan merendahkan nya.......