Nama ku Aida, aku terlahir dari keluarga yang berkecukupan.Aku sangat menyayangi kedua orang tua ku. Ayahku adalah seorang pengusaha yang sukses dan ibu ku seorang desainer terkenal. Aku adalah anak yang sangat penurut. Semua larangan yang di ucapkan oleh orang tua ku pasti akan ku turuti. Orang tua ku sangat memanjakan ku karena aku adakah anak satu-satu nya.
Suatu hari ayah dan ibu ku berbicara serius dengan ku. "Aida, mama sama papa mau bicara sama kamu" ucap ayahku yang duduk di kursi santai.
Aku yang tadinya duduk sambil membaca buku ku pun langsung menghampiri kedua orang tua. "ada apa? " tanya ku.
"papa sama mama mau menikah kan kamu sama teman bisnis ayahmu" ucap mama ku. Aku sedikit kesal namun tetap ku tahan. Padahal aku sudah memiliki seorang kekasih yang sangat aku cintai tetapi belum pernah aku perkenalkan dengan orang tua ku.
"maaf pa, ma, aku tidak bisa menikah dengan pilihan kalian. aku sudah memiliki kekasih" Tolak ku halus.
Mendengar hal itu papa dan mama ku melotot pada ku. "mau tidak mau, suka tidak suka, kamu harus mematuhinya" jawab ayahku dengan tegas.
"aku gak mau! " ketus ku dengan kekesalan.
"papa tidak mau tau, besok hari pernikahan mu! " ucap ayahku membuat keputusan dengan cepat.
"tapi aku cinta nya sama pacar ku Bayu" kesal ku
"apa pekerjaan pacar mu itu? " tanya ayahku dengan mata yang melotot. Ayahku ini memang inginan aku menikah dengan keluarga yang terpandang sama seperti kami. Namun berbanding terbalik dengan pacar ku . Pacar ku bekerja di sebuah restoran sebagai seorang pelayan.
Aku langsung pergi ke kamar tanpa menjawab pertanyaan ayahku dengan berlinang air mata. Saat itu pacar ku menelpon ku dan ternyata ia juga akan di nikah kan. Kami pun memutuskan untuk kabur dari rumah. Tepat tengah malam aku di jemput oleh pacar ku yaitu Bayu. Aku melarikan diri lewat jendela kamar ku.
Kami pergi sejauh mungkin dari rumah kami. Ayah dan ibu ku selalu saja menghubungi ku tapi tidak aku angkat. Dan aku memutuskan untuk mengganti kartu nomorku agar tidak ada yang menggangguku.
Aku dan Bayu tinggal di sebuah kontrakan, kami layaknya suami dan istri. Meskipun kami tinggal dalam satu atap, kami tidak pernah melalukan zina.
pada saat kami melarikan diri, Bayu beralih profesi menjadi montir. Meskipun gaji nya tidak terlalu banyak, itu bisa mencukupi kebutuhan hidup kami berdua.
Pada suatu hari Bayu memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami yang telah di bina telah lama. Aku tak terima dengan segampang nya itu ia memutuskan ku.
"aku tidak mau! " bentak ku dengan air mata yang menetes.
"aku tidak bisa lagi melanjutkan hubungan ini, ibu ku sakit parah ia sudah sekarat! aku harus pulang" bentak Bayu lagi.
"tidak! ini tidak akan terjadi! " kesal ku tak bisa menerima.
" Kita ini telah durhaka pada orang tua, cinta kita tidak akan di restui. pulang lah " jawab Bayu yang berusaha memberi pengertian pada ku.
"kalau gitu kita kawin aja, dengan status kita yang telah menikah, pasti kedua orang tua kita akan pasrah menerima nya" paksa ku pada Bayu.
"Sudah lah kau jangan berharap banyak pada ku" ucap Bayu dan langsung pergi meninggalkan ku.
Aku menangis tersedu-sedu. Orang yang ku cintai ternyata pergi meninggalkan ku. "apakah ada yang mau menerima ku nanti saat aku pulang, atau aku akan di usir" pikir ku.
Aku pun pulang ke rumah. Saat aku membuka pintu rumah yang tak di kunci aku melihat kesunyian yang ada. Aku tidak melihat orang tua ku, atau pun para pembantu.
Aku menaiki tangga menuju kamar, saat aku melalui kamar orang tua ku, aku melihat ayahku terbaring lemah di atas kasur.
"papa! " seru ku yang membuat semuanya terkejut dengan kedatangan ku. Aku langsung memeluk kedua orang tua.
"kamu dari mana saja nak? " tanya ayahku dengan suara agak serak.
"maaf kan aku pa, ma, aku memang anak durhaka. aku pantas mendapat hukuman yang setimpal" sesal ku tertangis-tangis.
"sudah lah nak, ini juga salah kami karena terlalu memaksakan mu" ucap ibu meelus bahu ku.
Aku mengira kedua orang tua ku akan mengusirku dan ternyata mereka menerimaku dan sangat khawatir padaku. Aku sungguh menyesal karena telah kabur dari rumah demi lelaki yang aku cintai itu.
Untuk menebus kesalahan ku itu aku menyuruh kedua orang tua ku untuk menikahkan aku dengan orang pilihan mereka.
Beberapa hari kemudian pernikahan pun dilaksanakan, aku sangat penasaran bagaimana orang yang akan menikahi ku itu. saat Ijabkabul akan dilaksanakan, aku duduk di samping mempelai pria. Aku menoleh ke arah calon suami ku.
Aku kaget , mata ku terbelalak melihat calon suami ku adalah pacar ku sendiri yaitu Bayu. Seperti nya Bayu pun kaget saat melihat aku bersanding dengan nya.
Sebelum ijabkabul dimulai, Bayu menjelaskan pada ku kalau ia adalah anak dari pengusaha sukses. Tapi ia memilih hidup mandiri tanpa bergantung pada orang tuanya.
Aku dan Bayu juga menjelaskan kalau kami melarikan diri saat ingin di nikahkan. Aku tak menyangka kalau calon suami ku adalah pacar.
Saat semuanya telah di jelaskan aku dan Bayu merasa tidak terbebani lagi. Kami pun langsung melaksanakan ijabkabul dan sah menjadi sepasang suami istri.
"kalau tahu kamu yang akan jadi suami ku, gak bakalan deh lari dari rumah" ucap ku berbisik di pelaminan.
Bayu tersenyum memandangi ku, kami bagaikan pasangan yang paling bahagia. Kini kami telah di karunia dua orang anak yang sangat lucu, dengan kehadiran anak kembar membuat keluarga kecil kami menjadi lengkap.