“Kak, lebih baik kamu bunuh pacarmu sekarang supaya kita bisa menguasai hartanya” Suara seseorang dalam telepon
“Tunggu aku akan membuat kematiannya seperti sebuah kecelakaan agar kita mendapatkan asuransinya, jadi kita bisa mendapatkan lebih banyak” Jawab laki laki itu.
Megi tak sengaja mendengar percakapan kekasihnya dengan seseorang di telepon yang membuatnya benar benar terkejut, tubuhnya kaku dan air matanya mengalir. Megi berusaha melarikan diri dari tempat itu namun dia tak sengaja membuat suara kecil yang membuat pacarnya melihat Megi di ujung ruangan.
“Wah wah.. sepertinya rencana awalku tak kan terjadi. Kamu sudah mengetahui segalanya kan? maka bersiaplah untuk mati sayangku”
Megi berteriak ketakutan dan mencoba melarikan diri, namun langkahnya cukup berat karena badannya benar benar merinding, Ken berjalan menuju Megi dengan perlahan dengan senyum menyeramkan di wajahnya yang membuat Megi makin ketakutan. Saat itu, ketika megi berlari menuruni tangga tiba tiba Megi terpeleset dan jatuh menggelinding dari lantai satu 4 ke lantai 5 yang membuat darah keluar dari kepalanya, jari tangan dan kakinya patah.
“Hhhahh hhahh” Suara napas Megi yang terengah engah
“too..llo..ng aa..kku”
Pandangan Megi mulai kabur dan perlahan tak dapat melihat apapun lagi napasnya mulai berat dirasakan, pendengarannya juga mulai hilang.
Saat itu Megi melihat sebuah cahaya kecil, dia berlari dan berlari menuju cahaya itu namun tak kunjung sampai selama apapun Megi berlari dia tak mengeluarkan keringat ataupun merasa lelah, Megi terus berlari sampai akhirnya dia menemukan satu pintu yang sangat besar dan bertuliskan 2010.
“hhaahh.. haaahh.. hhaaahh” Suara napas Megi.
“Apa ini? 2010? apa maksudnya? Megi melihat ke kanan dan kekiri namun seperti ruang kosong yang tak ada apapun didalamnya. Tiba tiba pintu itu terbuka dengan sendirinya. Megi melihat seperti lubang hitam dan perlahan lahan Megi mulai terseret masuk dalam lubang itu.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”
Kali ini Megi tiba dengan penampilannya yang berbeda. Megi melihat sekeliling, dia kebingungan, tempat yang dia lihat saat ini, seperti pernah dilewatinya.
“Tempat ini, aku mengenal tempat ini.”
Megi terus berjalan dan tak sengaja melihat penampilannya dalam pantulan kaca. Betapa terkejutnya dia. Itu adalah penampilannya 10 tahun yang lalu.
“Apa apaan ini? Aku? kembali ke 10 tahun yang lalu?”
Megi tak mengerti yang terjadi pada dirinya, dia mulai panik saat itu, wajah ketakutan terlihat diwajahnya, pikirannya tak bisa mencerna apapun saat itu.
“Sayang..” Megi menoleh dengan terkejut.
Pria yang datang itu adalah Alex, kekasih Megi. Megi mulai mengerti segalanya. Melihat Alex yang sangat ceria hari itu membuatnya muak.
“Laki laki ini. Karena dia aku meninggal. kali ini aku takkan tinggal diam, aku akan menghancurkanmu karena telah membunuhku laki laki sialan” Serunya dalam hati.
Hari terus berlalu dan Megi membuat rencana untuk menghancurkan kekasihnya itu sehancur hancurnya. Satu tahun berlalu, Megi mulai menjalankan aksinya.
“Aku tidak akan langsung menghancurkanmu kekasihku, akan ku buat kau menderita dahulu dan akan ku ambil segala yang kau miliki sampai kau merasa tak berdaya dan mengakhiri hidupmu sendiri.” Serunya.
Hari itu dikantor Megi membuat Alex melakukan kesalahan fatal. hasil presentasi Alex dan hasil kerja keras Alex selama beberapa bulan dia lenyapkan begitu saja tanpa meninggalkan bukti apapun.
“Alex, kamu siap presentasi hari ini didepan investor? semua data sudah kamu siapkan?” Seru direktur perusahaan itu.
“Iya pak saya sudah siap.” Serunya dengan sangat yakin.
Saat presentasi di hadapan investor pun tiba. Sesuai dengan rencana Megi, Alex melakukan kesalahan fatal, seluruh datanya hilang, hasil kerja kerasnya selama beberapa bulan lenyap.
“Alex, mulai hari ini kamu keluar dari perusahaan ini, bikin malu!!!” Teriak direktur itu.
Alex tak mengerti dengan semua ini, dia mencari cara untuk membela diri namun gagal, tak ada satupun yang percaya. Megi mulai menjalankan rencana keduanya yaitu menghancurkan segala yang dimilikinya, rumah, uang, mobil segala yang mengatas namakan Alex, Megi mengancurkan segalanya.
Tak lama setelah kasus di kantor terjadi Alex kehilangan segalanya, dia ditipu habis habisan, seluruh aset yang dimilikinya habis. Dan tak ada satu orangpun yang berada di sisinya.
Megi datang ke rumah Alex yang sudah mulai kosong. Alex duduk di halaman depan sambil membawa kope berisikan baju miliknya.
“Alex, astaga, kamu kenapa? ini apa apaan?” Megi mencoba untuk bersikap panik di hadapan Alex.
Alex datang pada Megi dan memeluknya sambil menangis, dia tak tahu lagi harus melakukan apa, segalanya telah lenyap. Dia tak memiliki apapun sekarang.
“Megi, apa salahku? Mengapa hidupku seprti ini?”
Megi sangat bahagia melihat Alex hancur. dan Sudah saatnya meluncurkan aksi terakhirnya, yaitu membuat Alex mengakhiri hidupnya sendiri.
“Alex, sepertinya aku tak bisa lagi terus bersamamu, lihat ini, kau tidak punya apa apa lagi, kita akhiri saja hubungan ini.”
Alex terkejut mendengarnya dan memeluk Megi dengan erat sambil menangis.
“Megi.. jangan tinggalkan aku. Jangan, aku.. aku bisa membahagiakanmu meskipun aku tak punya apa apa lagi, aku akan bekerja levih keras, asal jangan tinggalkan aku. Ku mohon.”
Semakin bersemangat aku melihat Alex yang seperti ini.
“Rasakan ini, kau sudah menghancurkan hidupku, kini saatnya aku mengancurkanmu Alex” Seru Megi dalam hati.
Megi melepaskan pelukan Alex dan meninggalkannya untuk selamanya.
Alex mencoba untuk bertahan hidup sekuat mungin, namun segala usahanya sia sia. Megi selalu berhasil menghalangi Alex dengan caranya.
Alex pulang ke rumahnya yang kumuh itu. Dia menangis dan menangis.
“Mengapa sulit sekali untuk aku bertahan hidup? Mengapa segala hal buruk terjadi padaku?.. Aku tak sangup lagi menjalani hidup yang kejam ini.”
Hari itu Alex memilih untuk mengakhiri hidupnya. Alex gantung diri dirumahnya. Megi mengetahui segalanya, dia sangat bahagia. Dendamnya telah terbalaskan. Dan Megi pun perlahan menghilang seperti debu.
~TAMAT~