Seorang gadis berambut pendek berwarna cokelat keputihan dengan poni yang imut membuat laki-laki melihat nya terlihat lucu, matanya berwarna biru laut membuat laki-laki terpesona, bibirnya yang anggun membuat laki-laki nafsu going to kiss, hidungnya yang pesek tapi tidak terlalu pesek, badannya yang ideal membuat para perempuan iri melihatnya, parasnya yang cantik menarik laki-laki untuk berhubungan dengannya, dan sikapnya yang baik hati, tegas, dan juga penyayang. Gadis itu bernama Vivian.
Sayangnya dia mempunyai hati yang sangat rapuh. Tapi, dia pintar menyembunyikan perasaan.
Disaat dia sedang kesusahan dan melihat orang lain lebih susah dari nya dia selalu berusaha membantu semaksimal mungkin tanpa memikirkan balas budi. Walau dia tahu tidak ada orang yang membantu dia di saat dia sedang kesusahan nanti.
Dikala dia sedang banyak masalah tapi dia selalu memikirkan masalah orang lain dan melupakan masalah nya sendiri. Dia tahu bahwa orang lain tidak akan memikirkan dia tapi dia melakukan nya dengan ikhlas.
Disaat dia sakit hati dia selalu berusaha tertawa lebih keras dari pada yang lain agar orang lain tidak tahu bahwa sebenarnya dibalik tertawanya tersimpan kesedihan yang tidak bisa diutarakan.
Ada orang bilang, "Hidup itu harus saling memanfaatkan". Tapi, jalan hidup orang itu berbeda-beda. Ada yang dimanfaatkan, ada yang memanfaatkan dan ada yang benar-benar saling memanfaatkan.
Jalan hidup Vivian adalah jalan hidup orang yang dimanfaatkan, dia selalu dimanfaatkan oleh orang-orang disekitarnya.
"Vivian lu tuh pegawai magang disini, nah tradisi di kantor ini setiap pegawai magang baru harus traktir kita semua yang ada disini!". Ucap dari salah satu pegawai
Vivian tahu bahwa dimanapun dia menampakkan jejaknya dia pasti akan dimanfaatkan oleh orang lain. Dia tidak peduli dengan itu semua yang dia pedulikan mendapatkan teman dan bahagia.
Tapi, yang dia ekspetasi kan berbeda dengan realita. Banyak orang yang berniat jahat padanya, ada yang menindasnya.
Gadis yang salah paham dengan Vivian berkata: "Lu jangan sombong yah! Jangan lu pikir lu cantik terus lu bisa seenak nya!". Dia menampar wajah Vivian dengan sangat keras.
"Aku tidak salah pacar mu yang menggoda ku! Aku hanya berusaha melawan! Salah kan pacar mu!". Ucap Vivian
"Dasar jalang!!".
Dia menampar Vivian tiga kali, membuat pipi Vivian berwarna biru keunguan. Lalu, Seorang laki-laki menghampiri nya dan bertanya kepadanya.
"Kenapa kamu tidak melawannya?". Ucapnya
"Tidak apa, aku tidak ingin mereka putus." Jawab Vivian
"Ayo lah! Kau terlalu baik untuk orang-orang kejam didunia ini! Sampai bengkak pipi mu!".
"Tidak apa kak, aku tidak papa." Jawab Vivian dengan senyuman yang polos.
Di saat tidak ada orang, Vivian selalu menangis dan menangis. Vivian tidak ingin ada orang yang melihat kelemahan nya, walau memang dia bisa berkelahi tapi dia mempunyai hati yang sangat lembut. Dia tidak bisa menyakiti hati orang lain.
Dihari itu, kakaknya tidak bisa bersama Vivian karena ada urusan yang mendadak. Ada orang yang ingin mencelakai dia karena parasnya yang cantik.
"Hai gadis cantik, sini ikut Abang." Kata dari lelaki hidung belang sambil ingin memegang tangan nya.
"M-maaf aku harus pergi." Jawab Vivian
"Hey mau kemana? Temenin Abang dulu dong ayok ah!" Memaksa sambil memegang megang Vivian.
Vivian tidak bisa berkutik dia lebih memilih pasrah dari pada melawan. Beruntung takdir baik memihak dia, seorang laki-laki menyelamatkan dia.
Dia berkata: "Lepaskan gadis itu!". Dengan nada yang dingin
Laki-laki itu mempunyai aura negatif yang kuat, dipenuhi aura misterius dan membunuh begitu dingin dan kejam. Sampai membuat dua orang laki-laki hidung belang itu ketakutan tapi mereka tetep melawan dan berkelahi dengan laki-laki misterius itu.
2 vs 1, Laki-laki itu mengalahkan dua orang laki-laki hidung belang dengan satu serangan. Vivian kagum tapi merasa takut.
Setelah selesai bertarung laki-laki itu menghampiri Vivian.
"Kamu tidak papa?". Dengan nada yang dingin
"T-tidak papa." Jawab Vivian sambil memandang kebawah.
"Apa kau takut?". Tanya nya
"T-tidak!". Jawab Vivian
"Lihat mataku." Ucap laki-laki itu
Vivian perlahan demi perlahan dia melihat ke matanya, tapi setelah melihat matanya Vivian merasa berbeda. Dia merasakan kehangatan dan dia merasa bahwa laki-laki itu memandang nya beda dari yang lain.
Setelah kejadian itu, Vivian dan laki-laki itu selalu bersama-sama latihan fisik. Tepatnya, laki-laki itu membimbing Vivian agar dia tidak mudah ditindas.
Hasilnya sudah bagus Vivian sudah makin mahir dalam olahraga fisik dia makin mahir bertarung. Sayangnya hati nya terlalu lembut dan rapuh.
Dihari itu, Vivian ditindas lagi tapi Vivian tetap tidak membalasnya hingga laki-laki itu pun kesal dan berkata:
"Mengapa kau tidak melawannya juga?!". Tanya nya dengan suara keras.
"A-aku a-aku.."
"Lemah! Kau terlalu mudah ditindas! Apa kau harus ku ajari bagaimana bersikap tegas terhadap orang yang menindas mu?!!".
Vivian hanya diam dan bingung dengan tindakan yang harus ia lakukan.
"Baik jika itu mau mu!!".
Laki-laki itu bernama Viko, Viko sengaja membuat sebuah skrip drama yang khusus untuk Vivian jika berhasil Vivian akan menjadi wanita yang kuat.
Vivian sedang duduk di bangku taman sambil menunggu teman perempuan nya yang bernama Koko. Beberapa saat kemudian, Koko datang dan memanggil Vivian dari kejauhan.
"Vivian!!". Teriak Koko
Vivian senang melihat temannya sudah datang, tapi dari kejauhan Vivian melihat ada dua orang memakai topeng wajah ada di belakang Koko.
Vivian pun terkejut dan curiga, dan saat Vivian ingin menghampiri Koko karena khawatir. Mulut Koko di dekap dari belakang dengan menggunakan kain yang sudah diberi obat bius.
Koko pun pingsan dan kedua orang itu kabur sambil membawa Koko, Vivian pun mengejar mereka sambil berkata:
"Koko!!!!". Teriak Vivian
Penculik Koko menggunakan mobil dan Vivian hanya berlari. Sebuah kebetulan Viko tak sengaja melihat Vivian terengah-engah karena mengejar Koko sambil berlari.
Viko berkata: "Ayo naik!".
"Ya! Cepat kejar mobil itu!!".
Vivian sangat khawatir. Di dalam mobil Viko berkata kepada Vivian,
"Apa kau mau menyelamatkan teman mu?". Tanya nya
"Tentu saja!!". Jawab Vivian bersungguh sungguh
"Bagaimana bisa? Kau terlalu lemah kau bahkan tidak tega menyakiti orang!". Ucapnya
Vivian hanya terdiam dalam kebimbangan. Mereka berhasil mengejar dan menemukan markas penculik itu. Vivian langsung masuk dan mencari Koko tanpa ada rencana satu pun. Viko hanya mengikuti Vivian.
Lalu, tiba-tiba ada seorang wanita yang terikat ditengah ruangan besar dengan keadaan lemas dan tidak sadar kan diri.
"Koko!!!". Teriak Vivian
Tiba-tiba beberapa orang muncul dan mengepung Vivian dan juga Viko.
Mereka berdua pun berkelahi dengan beberapa orang, Vivian pun hanya menghindar tanpa memukul. Dan dia terkena pukulan di perutnya.
Vivian pun memukul orang-orang tersebut hingga beberapa orang pingsan dibuatnya.
Tapi ditengah-tengah keributan, seorang wanita misterius muncul dan wanita itu ada di dibelakang Koko dan dia adalah dalang dari penculikan ini.
"Vivian, apa kau ingat aku?". Kata dari wanita misterius
"Siapa kau?! kenapa kau menculik sahabat ku!".
"Kau tidak mengingat suara ku Vivian?".
"Raisa!!!". Jawab Vivian dengan tegas
Wanita itu pun menampakkan dirinya, dan benar saja wanita itu ternyata teman lama Vivian yang bernama Raisa.
"Benar aku Raisa! Kau lihat bekas luka di wajah ku ini?!". Ucap Raisa.
"T-tidak mungkin aku.. aku.."
"Kau yang melakukan nya Vivian!! Teman mu harus menanggung perbuatan yang telah kau lakukan kepada ku!".
Viko sibuk bertarung sambil melindungi Vivian, dan Vivian mengingat kejadian masa lalu yang membuat dia tidak berani menyakiti orang. Kisah itu dimulai saat Vivian berumur 10 tahun, Vivian dan Raisa adalah sahabat yang pandai bertarung sejak kecil tapi Vivian lebih hebat dari Raisa. Membuat Raisa iri kepada nya disaat mereka umur 13 tahun Raisa menantang Vivian untuk bertarung menggunakan pedang, Vivian adalah ahlinya bertarung menggunakan pedang tapi Raisa merasa bahwa dirinya lah yang akan menang.
Vivian menolaknya Raisa tetap bersikeras bertarung dengannya, Raisa pun mengancam Vivian.
"Jika kau tidak mau bertarung dengan ku, kau akan ku bunuh langsung sekarang!".
Vivian tetap tidak memperdulikan nya Vivian tetap menolak dan Raisa merasa geram. Raisa benar-benar menyerang Vivian dari belakang menggunakan pedang. Vivian tidak menyangka itu, dan dia menangkis pedang Raisa menggunakan pedang yang lain.
"Hentikan! Aku tidak ingin kau celaka Raisa!". Ucap Vivian sambil berteriak
Raisa merasa bahwa Vivian itu sombong, dia melanjutkan serangannya dan membuat Vivian kehilangan kendali. Vivian tidak sengaja menyerang ke arah mata Raisa dan membuat mata Raisa tergores oleh pedang nya. Raisa pun pingsan karena kehilangan banyak darah, dan Vivian menjadi trauma dan tidak ingin menyakiti orang lain lagi.
Vivian yang sedang mengingat masa lalunya membuat ia lengah bahwa masih banyak lawan yang mencoba melawannya, seseorang mencoba memukul Vivian dengan kayu dari belakang.
Tapi, Viko menyelamatkan nya dan dia menggunakan tubuhnya untuk melindungi Vivian. Viko pun terjatuh dan pingsan. Vivian pun bingung dia harus apa. Tiba-tiba beberapa orang pun membawa Viko ke depan Raisa, dan beberapa orang membawa pisau lalumengarahkan ke leher Viko.
"Haha! Kau lemah Vivian! Kau menjadi lemah sekarang! Orang-orang disekitar mu selalu memanfaatkan mu tapi kau tidak bisa melawan mereka karena kau lemah! Dan sekarang kau harus kehilangan orang tersayang mu karena kelemahan mu ini! Haha!". Kata-kata dari Raisa membuat hati Vivian membara
"Tidak masalah jika kau memanfaatkan ku, prinsip hidupku adalah dimanfaatkan oleh orang lain tidak masalah selagi mereka bahagia." Mendekat ke Raisa sambil membawa samurai yang tergeletak di tanah.
"Lemah! Kau akan kehilangan orang tersayang mu! Hahaha!". Teriak Raisa sambil mengarahkan pisau ke muka Koko
"Kau boleh menyakitiku Raisa." Perlahan demi perlahan mendekat
"Jangan mendekat atau kau akan kehilangan pacarmu dan sahabatmu ini!!".
"Sudah ku bilang kau boleh menyakitiku Raisa aku tidak akan melawan.. Tapi jika kau menyakiti orang-orang tersayang ku! Kau akan mendapatkan akibatnya!!".
Vivian pun berlari mendekat ke arah Koko dan bertarung dengan Raisa. Mereka bertarung sampai Raisa kelelahan, tapi Vivian tidak karena dia sudah terlalu emosi. Di saat Raisa lengah dia berhasil menyelamatkan Koko tapi rintangan paling susah saat Raisa menyandera Viko.
Semua orang-orang yang membantu Raisa sudah pingsan semua tersisa Raisa seorang, Raisa pun merasa lelah sebab itu dia sengaja menyandera Viko.
"Vivian!! Kau belum menang! Jika kau berani mendekat! Aku akan menebas leher pacarmu!".
"Jika kau berani cobalah tebas." Ucap Vivian
"Kau menguji ku baiklah!".
Tanpa di duga, itu hanya jebakan Vivian. Vivian sengaja membuat Raisa lengah dan di saat Raisa lengah Vivian menarik tubuh Viko dan menyerang Raisa. Sampai Raisa terjatuh.
Vivian pun berkata: "Hati ku adalah kelemahan ku, tapi jika kau berani menyakiti pacar ku atau sahabatku. Maka, kau akan mendapatkan akibatnya!".
Aura membunuh Vivian pun keluar, dan membuat Raisa terkejut sekaligus kagum. Lalu semua orang terbangun, dan bertepuk tangan.
"Apa yang terjadi?". Vivian bingung sambil bertanya-tanya
"Bagus, Kau wanita yang patut aku kagumi. Bagus bagus drama yang bagus!" Ucap Viko
Semua kejadian itu hanya rencana drama dari Viko dan membuat Vivian kesal.
"Hehe, Vivian maaf kan aku yah" Ucap Koko
"Aku juga atas kejadian di masa lalu dan sekarang yah." Ucap Raisa
"Tunggu, Jadi kalian semua hanya berpura-pura?! Viko kau hanya pura-pura pingsan? Koko kau mengikuti Viko berpura-pura menjadi korban penculikan? Dan Raisa kau hanya berpura-pura menjadi dalang dibalik kisah ini?" Tanya Vivian
"Hehe maafkan kami." Ucap mereka
"Ini ide pacarmu Viko, Vivian." Ucap Raisa
"Pacar?!!!" Ucap Vivian dengan nada kesal.
"Vivian kamu mau jadi pacar ku?". Tiba tiba Viko nembak Vivian.
Jawab Vivian: "Tentu saja! Hehe! Karena sudah jadi pacarmu! Kau akan mendapatkan balasannya!!! Jitak 100 kali!!"
Viko pun kabur dan Vivian mengejar. Mereka semua pun berhasil membuat trauma Vivian hilang walau harus drama kejam seperti ini dulu.
-Tamat-
Hikmah dari cerpen ku kali ini ialah :
Kita jangan mudah ditindas, belajarlah untuk melawan jika memang dibutuhkan. Jangan takut untuk menyakiti orang jika kamu tidak salah!.
Thank you udah baca!! Hati buat kalian!