"Yuu..maaf.." ujar seorang perempuan dengan mata tertutup penuh darah dan mengulurkan tangannya yang terikatan rantai .
Air mata mengalir di pipi Ao yang tengah tertidur di meja belajarnya , Ao tengah bermimpi melihat seorang wanita yang tengah dikorbannya di altar persembahan saat dia akan menggapai tangan wanita itu Ao tiba-tiba saja terbangun karena guncangan dari teman sebangkunya yang berusaha membangunkannya .
"Oi , oi , oi Ao bangun sudah waktunya pulang . Mau sampai kapan kau tidur disitu , aku duluan ya " ujar Rio teman Ao yang hendak pergi untuk pulang .
Rio pun mengambil tasnya dan langsung bergegas meninggalkan Ao yang baru saja terbangun dari tidurnya , terlihat Rio sangat terburu-buru saat itu sehingga tak menunggu Ao seperti biasanya .
"Lagi , ini mimpi yang sama lagi . Sebenarnya siapa wanita itu? ,kenapa dia terus muncul di mimpiku " ujar Ao sembari menyeka air matanya .
Ao mulai merasa terganggu dengan mimpinya , ia pun mulai mencari tau tentang mimpi tersebut . Ao tidak terlalu percaya dengan hal-hal yang berbau gaib atau hantu . Namun dia merasa bahwa mimpinya itu bukanlah mimpi biasa .
Ao pun menceritakan mimpinya pada teman perempuannya yang memang tertarik dengan hal-hal yang sedikit janggal seperti itu ,namanya Trias .Trias pun menyarankan agar dia pergi ke klinik pengobatan keluarganya .
Tanpa berpikir panjang Ao mengikuti perkataan Trias dan pergi ke klinik pamannya yang bernama Kio, dan Ao pun mulai di berikan beberapa pertanyan seputar mimpinya .
"Apa yang kau lihat disana ?"tanya paman Kio .
"Ini bermula ketika aku berusia 10 tahun , aku bermimpi bertemu dengan seorang perempuan yang sangat cantik dengan usia lebih muda dariku , anehnya mimpiku mengikuti umurku dan aku bisa melihat perubahan juga pada wanita itu yang semakin dewasa . Kami banyak menghabiskan waktu bersama , bermain ,belajar . Tapi akhir-akhir ini aku bermimpi sedikit aneh , aku melihat wanita itu berlutut di altar dan tangan serta kakinya dirantai seperti akan siap dijadikan persembahan . Dan mimpiku hanya berulang-ulang disitu saja " ujar Ao yang bercerita dengan raut wajah yang bingung .
"Apa kau percaya renkarnasi ?" Ujar paman Kio .
"Aku kurang percaya dengan hal yang tidak logis." Balas Ao
"Apa kau mau mencobanya? , melihat masa lalu mu ?, kurasa kau bisa melihatnya , karena tidak semua orang bisa melakukannya . Kurasa kau memiliki penyesalan yang mendalam di kehidupan lamamu sehingga membuatmu bisa melihat beberapa kejadian di masa lalumu ." Ujar paman Kio .
Ao sempat ragu sejenak dengan pernyataan paman Kio namun rasa penasaran yang kuat tak mampu lagi ditahan oleh Ao , karena dia ingin tau siapa sebenarnya wanita yang selalu hadir dalam mimpinya .
"Baiklah , aku setuju paman" ujar Ao .
Paman Kio pun menyuruh Ao untuk berbaring di kursi khusus pasien , tak lama paman Kio menyuruh Ao untuk berkonsentrasi dengan memejamkan matanya , kemudian dimulailah intruksi sugesti hipnotis dari paman Kio yang membuat Ao masuk kedalam dunia bawah sadarnya .
Ao yang membuka matanya perlahan dibuat kaget karen dia bukan lagi ada di klinik paman Kio melainkan di tempat asing baginya namun sering dia lihat dalam ingatan mimpinya .
"Ini bukan hanya sekedar mimpi , aku dapat bergerak bebas dan bisa menyentuh benda disekitarku " ujar Ao sembari memegang baju yang ia pakai .
Baju yang ia pakai ini seperti baju jepang di masa lampau , mereka biasa menyebutnya yukata untuk pakaian laki-laki sementara pakaian perempuan adalah kimono .
"Yuu kau disini" teriak seorang perempuan dengan nada yang sangat ceria yang mengenakan kimono putih cantik .
" namaku Ao bukan yuu" ujar Ao .
"Eh, sejak kapan kau mengganti nama Yuu , ah apakah kau ingin bermain permainan peran hari ini? Hehe " tanya perempuan itu dengan nada bercanda .
"Siapa namamu?" Tanya Ao yang sangat yakin bahwa wanita yang ada di mimpinya selama ini adalah dia .
"Yuu apa kepalamu terbentur sesuatu?, ini aku Misa " ujar misa sembari menyentuh kepala Ao untuk memastikan dia baik-baik saja .
Akhirnya Ao tau siapa nama gadis itu , mereka mulai menghabiskan banyak waktu bersama . Rasanya Ao sudah sangat lama berada di dunia mimpi itu namun dia sadar waktu dunia nyata dengan alam mimpi sangat berbeda . Dia alam mimpi seakan waktu berjalan normal namun pada kenyataannya berjalan sangat lambat di dunia nyata .
Banyak kejadian yang dialami bersama dengan misa , misa adalah anak pertama dari sebuah keluarga ternama seorang pendeta begitupun sama halnya dengan Yuu atau Ao yang merupakan anak pendeta didesa itu . Sepertinya para penduduk desa masih sangat mempercayai tahayul tentang memuja para dewa dengan memberikan persembahan untuk para dewa , namun Ao masih tidak mengerti dengan arti mimpinya selama ini .
Didalam mimpinya Ao selalu menghabiskan waktu bersama Misa hingga mereka tumbuh dewasa , dan itu membuat Ao berlahan mulai memiliki perasaan kepada Misa . Ao sadar ini semua adalah mimpi namun perasaan Ao pada misa benar-benar nyata .
Hingga suatu hari para penduduk desa tiba-tiba saja diserang penyakit yang misterius yakni kehilangan penglihatannya secara mendadak kemudian meninggal dengan demam tinggi , dan para penduduk segera datang pada ayah Yuu yang merupakan pendeta tingkat tinggi kala itu untuk membicaran masalah tersebut . Dilain tempat Ao dan Misa tengah mengabiskan waktu di atas bukit untuk melihat pemandangan yang indah di desa tersebut dengan sebuah gubuk kecil yang terawat rapi.
"Hei Yuu seandainya aku menghilang apakah kau akan sedih?" Ujar Misa kepada Ao .
"Tak akan pernah ku biarkan itu terjadi padamu" balas Ao .
"Yuu apa kau tau kau adalah teman terbaik yang aku miliki , mungkin karena kita tumbuh dilingkungan yang sama dan karena kita anak seorang pendeta kita tak memiliki banyak teman selama hidup di kuil , hei Yuu aku bersyukur kau lahir ke dunia ini "ujar Misa .
"Misa perasaanku bukan hanya sebatas teman untukmu , kau istimewa bagiku" ujar Ao .
"Yuu pun sangat istimewa bagiku" ujar Misa dengan malu .
"Kita akan bersama selamanya " ucap Ao sembari menautkan jari manisnya ke jari manis Misa .
" hmm..janji" ujar Misa dengan bahagia .
Ao pun mendekatkan wajahnya kepada Misa dan mulai menciumi dengan penuh cinta , namun mereka berdua melakukan kesalahan yang seharusanya tidak mereka lakukan yakni menghabiskan waktu bersama seperti sepasang suami istri .
Setelah kejadian itu hubungan Ao dan misa semakin dekat dan bisa dikatakan mereka adalah sepasang kekasih yang tengah dimabuk asmara , hingga suatu hari ayah Misa mendapat perintah untuk membuat doa persembahan dengan melibatkan Misa sebagai perantaranya namun sang ayah tak memberitahukan bahwa jika doa persembahan tersebut haruslah dilakukan oleh seorang anak gadis yang belum menikah dan masih suci .
Merasa sang anak adalah gadis yang tepat sang ayah langsung membuat acara tersebut untuk mengusir penyakit yang dieluhkan oleh para penduduk , karena sudah terbiasa mengikuti acara semacam itu Misa melakukannya dengan sempurna , pada tahap terakhir Misa harus berada disebuah danau dan berendam di danau tersebut , jika air di danau itu jernih maka doa sang gadis akan diterima namun jika berubah keruh dan kehitaman maka sang gadis sudah tidak suci dan yang melakukan doa persembahan tidak akan mendapatkan berkat dari dewa melaikan akan mendapat kemalangan dari dewa . Kegiatan itu diikuti oleh seluruh penduduk desa .
Dan benar saja air tersebut berubah menjadi kehitaman , sang ayah yang terkejut tak dapat berkata apapun . Misa yang tak mengerti tentang semua itu mulai bingung dan ketakutan . Para penduduk yang merasa telah dibohongi kecewa dan mengikat Misa serta menyeret Misa dengan paksa .
Setelah itu pada penduduk desa dengan emosi membuat keputusan untuk menjadikan Misa persembahan bagi iblis sumur kebencian , karena dianggap telah membawa kesialan bagi seluruh desa . Misa diikat dengan rantai dan di tempatkan di altar segel iblis , konon sang iblis di belenggu oleh dewa . Dan tempat itu menjadi tempat hukuman bagi para pendosa , tahayul yang para penduduk desa percayai adalah jika memberikan persembahan darah manusia kepada sang iblis maka dia akan membantu mewujudkan keinginan yang kita inginkan .
Mendengar hal yang terjadi kepada Misa , Ao sangat terkejut dan tak percaya dengan itu semua . Dengan cepat Ao menuju ke tempat Misa dengan tergesa-gesaa , dan benar saja dia melihat gambaran mimpinya selama ini . Misa yang berada di altar persembahan sama dengan mimpi Ao .
"MIIIISAAAAA" teriak Ao memanggil Misa dengan sekuat tenaga .
"Yuu, kau dimana ?" Sembari mengulurkan tangannya mencari arah suara Ao berada .
Saat Misa berbalik kearahnya dia bisa melihat pakaian Misa yang lusuh dan kotor , tubuh Misa yang penuh luka seperti orang yang di seret paksa . Yang sangat membuat Ao terkejut adalah ketika melihat kedua mata Misa yang telah terluka , darah segar masih mengalir dipipinya . Luka di mata Misa hanya dibalut oleh kain berwana putih .
"APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA MISA? " tanya Ao penuh emosi kepada para penduduk desa .
"Kami menusuk matanya agar dia tak bisa melarikan diri!" Ujar salah satu penduduk .
"Apa!."ujar Ao terkejut setelah mendengar perkataan itu .
"Sepertinya Yuu adalah kekasih si wanita sialan itu , kita bunuh saja mereka berdua " ujar penduduk desa itu .
Mendengar ucapan para penduduk Misa teringat akan nasib ayahnya yang ditenggelamkan di danau tempat ritual yang dilakukan oleh Misa , Misa mulai takut hal itu akan menimpa Yuu juga , dia pun memohon agar melepaskan Yuu.
"Kumohon jangan sakiti Yuu , lepaskan Yuu . Dia tak bersalah " ujar Misa yang memohon kepada salah satu penduduk desa berharap mereka mau mendengarkannya .
"MENYINGKIR DARIKU SIALAN!!" Bentak seorang penduduk desa sembari menendang Misa yang sudah tak berdaya .
"HENTIKAAAN!!!" Teriak Ao dari jauh yang masih berusaha melawan dan ingin menuju tempat Misa .
Ao tau kekuatannya tak akan cukup untuk melawan para penduduk , ketidak mampuannya itu membuatnya sangat frustasi dia tak dapat menyelamatkan Misa .
Para penduduk mulaui menyeret Misa dan membawanya ke sumur kebencian , mereka mengikat badan Misa dengan sangat kuat sehingga dia tak akan bisa berusaha untuk melarikan diri dari sumur itu .
"Setelah kita lempar wanita ini , aku akan membunuh kekasihnya juga dengan pedangku " ujar salah satu penduduk desa .
Mendengar hal itu Misa berusaha berulang kali memohon untuk membebaskan Ao namun setiap kata yang keluar dari mulutnya tidak di hiraukan oleh para penduduk . Misa yang hatinya hancur pun akhirnya menaruh dendam pada penduduk desa .
"JIKA KALIAN MENYAKITI YUU AKU AKAN MENGUTUK DAN MEMBUNUH KALIAN SEMUA !!!" ujar Misa dengan penuh emosi .
"DIAM KAU WANITA SIALAN" ujar seorang penduduk kepada Misa lalu mendorongnya hingga terjatuh ke dalam sumur itu.
"HENTIIIIKAAANN!!!, tidaak...Misaa" ujar Ao yang sudah kehilangan harapan untuk menyelamatkan kekasihnya .
Tak puas hanya membunuh Misa para penduduk pun meneruskan aksinya ingin melenyapkan Ao juga , Ao yang masih terkejut dengan hal yang menimpa Misa tak melawan melainkan hanya pasrah karena dia mengira sudah tak punya alasan untuk hidup di dunia ini .
Tiba-tiba saja suara keras seperti petir keluar dari dalam sumur kebencian , asap hitam pekat pun keluar dari sana . Seketika suasan disekitar sumur berubah menjadi suram dan membuat siapapun yang ada disana merinding .
Tidak lama kejadian itu diikuti dengan keluarnya seorang perempuan yang terlihat sangat menakutkan , saat Ao menatapnya dia pun sadar itu adalah Misa , namun Misa yang ada dihadapannya sekarang sudah tak sama lagi . Misa telah berubah menjadi roh yang sangat menakutkan .sepertinya jiwa Misa memendam kebencian yang sangat kuat sehingga dia berubah menjadi seperti itu .
"MISAAA" ujar Ao terbata dan masih tak percaya .
Misa yang sekarang menjadi roh jahat pun mulai mengeluarkan kekuatannya dan berusaha membantai para penduduk dengan membabi buta , jeritan para penduduk membuat Ao bergidik namun dia tak bergerak dari tempatnya , dia melihat banyak mayat manusia yang berjatuhan serta ceceran darah dimana-mana .
Ao melihat Misa yang sekarang sangat mengerikan dan dia ingin menyelamatkan Misa sebelum ia sepenuhnya dikuasai iblis . Ao berulang kali berusaha mendekati Misa namun perbedaan kekuatan membuatnya selalu dipukul untuk mundur . Walaupun Misa berubah menjadi roh terkutuk dia bahkan tidak ada niat membunuh Ao , Misa hanya berusaha membunuh penduduk desa saja .
Dengan sisa tenaga yang Ao miliki dia terus berusaha mendekati Misa yang tengah mengamuk . Tak lama Ao menemukan celah dan berhasil memeluk Misa dengan sangat erat .
"Misa , maaf , maafkan aku yang tidak bisa melindungimu" ujar Ao .
"Misa hentikan semua ini , kembalilah jangan menjadi roh terkutuk . Jadilah Misa yang dulu walaupun kita tak bisa bersama sekarang mari berengkarnasi bersama untuk hidup dimasa depan . Aku mencintaimu Misa " ujar Ao kembali .
Kata-kata Ao berhasil membuat Misa kembali menjadi Seperti semula , mereka pun saling berpelukan . Ao terus berkata tentang janji akan bersama hidup maupun mati , tanpa mereka sadari ada salah satu penduduk yang masih hidup setelah mendapat serangan dari Misa , ia menarik pedang katananya lalu menusuk Ao dan Misa secara bersamaan .
" jika di kehidupan ini aku tak bisa bersamamu , aku akan melindungimu dikehidupan selanjutnya misa " batin Ao .
Ao dan Misa pun tumbang dan jatuh ke tanah, mereka saling berpelukan kemudian meninggal bersama menuju alam ketenangan bersama .
"Aaaaaggggrrrhhhhh" teriak Ao yang tersadar dari hipnotisnya dengan air mata yang terus mengalir dipipinya .
"Apa yang terjadi Ao ?" Tanya paman Kio .
" aku tak bisa melindunginya , aku gagal menjaganya " ujar Ao yang masih terkejut dengan masa lalunya .
Ao memiliki penyesalan dimasa hidupnya yang lampau , akankah dia bisa kembali lagi bertemu dengan Misa dikehidupan ini untuk menebus semua kesalahannya .
Ao pun meninggalkan klinik paman Kio dan bergegas untuk kembali kerumahnya , dengan wajah yang masih sedih dia masih memikirkan tentang Misa . Seandainya dia bisa kembali bertemu dengannya dia akan menebus semua kemalangan yang pernah Misa alami .
Seperti biasa Ao kembali pergi kesekolah dan memulai aktivitas belajarnya sekarang dia telah menginjak kelas 3 SMA , setelah menerima pengobatan dari paman Kio sekarang Ao tidak pernah lagi bermimpi tentang Misa . Dia hanya bisa mengingat wajah Misa dalam ingatan .
"Kau ada dimana Misa" ujar Ao yang tengah melihat ke luar jendela .
"Baiklah anak-anak bapak akan memperkenalkan anak baru , dia adalah anak pindahan dari kota sebelah . Bapak harap kalian bisa akrab dengannya " ujar guru yang tiba-tiba saja datang memperkenalkan anak baru .
Perkataan guru tersebut membuat buyar lamunan Ao , ia pun mengalihkan pandangan dari jendela menuju kedepan kelas . Betapa terkejutnya Ao karena dia melihat sosok yang sudah lama ia rindukan , bahkan wajahnya tak mampu ia lupakan itu adalah Misa . Ao tak dapat berkata apapun matanya tak bisa berhenti memandang ke arah anak baru tersebut .
"Salam kenal semuanya , namaku Mio . Mohon bimbingannya ya " ujar Mio penuh semangat dengan aura sangat cerianya .
"Kamu akan duduk disebelah ... , ah kau akan duduk disebelah Ao kareha disana ada kursi kosong " ujar guru .
"Ah baiklah pak , terima kasih " ujar Mio dengan senyum .
Mio berjalan menuju Ao dan duduk disampinga , membuat Ao masih tak percaya dengan ini semua . Mio pun mengulurkan tangannya kepada Ao .
"Aku Mio , siapa namamu?"ujar Mio dengan senyum manisnya .
"Aku Ao salam kenal" balas Ao sembari meraih tangan Mio dan berfikir tak akan pernah melepaskannya lagi .
"Aku punya cerita apakah kau ingin mendengarkannya ?,ini tentang kau dan aku...." ujar Ao dengan wajah yang serius .
Mereka pun dipertemukan oleh takdir cinta mereka kembali dan kali ini mereka akan memulai kisah baru untuk saling melindungi . Mereka berdua akan saling mencintai dalam suka maupun duka .
…END…