Menceritakan tengan seorang gadis yang hidup dalam kesederhanaan.
Dia tinggal bersama ibunya yang sudah tua dan sakit sakitan akibat penyakit yang di derita oleh ibunya.
Gadis itu gendis,Gendis sudah lama hidup bersama ibunya,sedangkan ayahnya sudah lama meninggal sejak ia berusia 12 tahun,Dia anak tunggal jadi tidak memiliki saudara.
Sedangkan kerabat ayah ataupun ibunya tidak ada yang mau dengan mereka entah apa alasanya yang pasti Gendis tidak mau terlalu mempusingkan akan sikap kerabatnya.dia tidak peduli dengan semua itu, yang Gendis pikirkan hanya bagaimana caranya agar penyakit yang di derita ibunya cepat di sembuhkan agar ibunya kembali sehat seperti sediakala.
Pagi itu Gendis sedang berjalan keluar rumah untuk mencari pekerjaan lagi,sebab tempat kerjaanya yang dulu sudah memecatnya alasanya karena Gendis kurang berpengalaman dalam bekerja.
Dan sekarang ini gendis sedang berada di sebuah bangunan yang berlantai tujuh itu.Gendis berharap akan di terima bekerja di sana,tidak masalah dia menjadi OB asalkan gajinya lumayan untuk membeli obat ibunya dan makanan tiap harinya itu sudah cukup baginya.
Gendis mulai melangkah menasuki bangunan berlantai tujuh itu untuk mencari pekerjaan.
"Mba...maaf bolehkah saya bertanya?..apakah ada lowongan pekerjaan di sini,walaupun menjadi OB saya tidak papa mba asal saya di terima bekerja di sini".Gendis berucap sambil menangkupkan tanganya ke depan dada berharap orang di depanya berbelas kasih kepadanya.
"Jika lowongan untuk OB ada mba,tapi apakah mba lulusan menenggah atas?..."Ucap resepsioner tersebut kepada Gendis.
"Iya mba saya lulusan menenggah atas,apakah saya di terima bekerja di sini mba?...".Tanya gendis.
Sang resepsioner mengangkuk dan berkata kepada Gendis untuk kembali lagi besok.Sebab mulai bekerjanya besok pagi.
🌷🌷🌷
Gendis pulang dengan hati yang berbunga bunga,ia tak sabar menyampaikan berita baik ini kepada ibunya bahwa ia di terima di tempak kerja yang gajinya lumayan untuk mencukupi kebutuhan mereka.
Sesampainya Gendis di depan rumah,langsung saja Gendis membuka pintu dan bergegas masuk ke dalam kamar sang ibu.
"Ibu Gendis mempunyai kabar yang bagus untuk ibu".Ucap gendis bersemangat.
"Kabar apa itu nak".Tanya ibu Gendis dengan suara lemah.
Gendis pun memberi tahu bahwa ia di terima bekerja di sebuah perusahaan yang bagus dan meniliki gaji yang lumayan untuk kelangsungan hidup mereka nantinya.Dan Gendis juga memberi tahu bahwa pekerjaanya di sana sebagai OB walaupun hanya sebagai OB tetapi Gendis sudah sangag bahagia bisa di terima bekerja di sana.
Ibu Gendis yang mendengar anaknya bercerita hanya menagis dan memeluk Gendis karena sangat bahagia melihat anak yang mendapat pekerjaan yang sangat bagus bagi mereka,begitu pula dengan gendis yang membalas pekukan ibunya.
"Selamat untukmu nak ibu sangat senang mendengarnya".Ucap ibu gendis setelah melepaskan pekukan mereka dan menghapus air mata yang menetes di pipi.
"Terimakasih bu,karena doa doamu lah aku bisa mendapat pekeejaanya yang bagus ".ucap Gendis tersenyum
❤❤❤❤❤
Hari hari Gendis lalui dengan penuh kesabaran dan kebahagiaan.Dia sudah bekerja di perusahaan walaupun hanya sebagai OB tetapi dia bahagia,setidaknya penghasilanya perbulan sudah mencukipi kebutuhannya dan obat ibunya.
Sudah satu bulan Gendis bekerja disana tetapi dia tidak pernah bertemu dengan Direktur tempatnya bekerha,Walaupun itu bukan masalah bagi Gendis mau bertemu atau tidak dia tidak peduli.
Tetapi sering kali teman temanya mengosipi Direktur,banyak yang berkata bahwa Direktur adalah sosok pria yang tampan,dia kerurunan blasteran dan masih banyak lagi.
Gendis yang saat ini sedang berada di party beristirahat karena pekerjaanya baru saja selesai.
"Gen bisakah kau mengantikanku untuk mengantarkan kopi pesanan Direktur kita,aku sedang ingin ke kamar mandi".Salah satu teman Gendis meminta tolong kepadanya.
"Kenapa harus aku,aku takut".Gendis berucap kepada temanya,sejujurnya memang takut karena untuk pertama kalinya dia mengantarkan kopi Direktur.
"Oohh..ayolah Gen yang lainya sedang bekerja ,hanya kau yang baru selesai bekerja,tolong lahh aku sudah tidak tahan".Seru teman Gendis.
Karena tidak tega,Gendis pun menyanggupinya.
Gendis berjalan menuju lift yang akan mengantarnya menuju ruangan tempat sang Direktur.
Ketika lift terbuka,Gendis menihat kesana kemari untuk mencari ruangan Direktur,Gendis menatap satu ruangan yang berada di depanya,hanya ada ruangan itu di sini.
Gendis dengan perlahan berjalan menuju ruangan itu dan mengetuk pintu.
Tok
Tok
Yok
Ada sahutan dari dalam yang menyuruhnya masuk.Gendis pun masuk dan hal yang pertama di lihatnya adalah ruangan yang bernuasan dengan cat dinding yang berwarna hitam dan gold,menabahkan kemewahan ruangan itu.
Gendis sempat terpukau dengan ruangan itu,tetapi dia cepat cepat mengalihkan pandanganya dengan menunduk.
Ini tuan saya ingin mengantarkan kopi pesana anda".Setelah menetlarkan rasa terpukaunya ,Gendis pun membuka suaranya.
Seseorang yang sedang duduk di kursi kebesaranya memungungi Gendis pun membalikkan kursi tersebut dan melihat Gendis dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Apakah kau hanya berdiri di sana dan tidak menaruh kopi pesananku di atas meja".Ucap pria itu.
Gendis pun dengan cepat berjalan kearah meja dan meletakkan kopi tersebut di depan pria yang mengamatinya.
"Ini tuan,jika sudah tidak ada lagi yang tuan inginkan saya pamit undur diri untuk bekerja kembali".Ucap Gendis dengan tetap menunduk
"Hhmm".Hanya deheman pria itu yang menjawab pertanyaan Gendis.
Si pria itu memperhatikan Gendis yang hilang dari pandanganya.
*Menarik".batin pria itu.
❤❤❤❤❤
Setelah kejadian tempo lalu Gendis sudah tidak pernah lagi di suruh untuk memberikan kopi pesanan Direktur.
Hari ini Gendis sedang mengepel lantai dan tidak sengaja seorang wanita yang berjalan cepat menubruk Gendis.
Brukk
"Heyyy Jika mengepel itu lihat lihat terlebih dahulu,lihatkah saya jadi terjatuh gara gara kamu".Wanita itu memarahi Gendis dan mencaci makinya.
Gendis yang di caci maki pun hanya menundukkan kepalanya dan meminta maaf,tetapi wanita itu tidak menghiraukan permintaan maaf Gendis dan terus mencaci maki Gendis.
Gendis hanya menagis dalam diam dan menunduk.
Seseorang yang melihat kejadian itupun melangkah ke sana dan berdiri didepan Gendis yang menagis menunduk.
"Angkat kepalamu jangan lemah di tindas oleh orang lain".Ucap seseorang itu.
Gendis yang mendengar ada suara seorang pria pun megangakat kepalanya dan melihat siapa di depanya.Betapa terkejutnya Gendis ternyata itu adalah Direktur.
Begitupula dengan wanita tadi,sejak Direktur di depanya dia terdiam dan menundukkan kepalanya,dia takut jika dia memaki Gendis itu akan mempengaruhi pekerjaan.
"Di Direktur".Ucap wanita itu gagap.
"Kenapa kau memarahinya,apakah dia memiliki salah kepadamu".Ucap Luis.
"Eemm anu ituu...saya berjalan tapi di menghalangi jalan saya dengan mengepel di tenggah jalan".Seru wanita itu.
"Dia mengepel karena pekerjaanya.Dan jika kau marah karena dia menghalangi jalanmi dengan mengepel itu berarti dia sedang bekerja,itu salahmu Bukan salahnya".Luis berkata dengan tatapan tajam dan suara dingin itu.
Sungguh wanita itu takut akan ucapan Luis sang Ceo di perusahaan tempatnya bekerja.
"Dan kau ikut keruanganku,tinggalkan saja pekerjaanmu di sini,nanti akan ada orang yang melanjutkanya.
❤❤❤❤❤
Di sini Gendis berada,di ruangan Direktur yang pernah Gendis masuki walau hanya sekali, bersama dengan Luis di dalam ruangan itu Gendis terus menundukkan kepalanya.
Angkat kepalamu,apakah kau tidak lelah menundukkan kepalamu".Ucap Luis.
Gendis pun mengangkat kepalanya dan bertatapan dengan mata Luis.
Luis yang melihat Gendis pun berjalan kearah dimana Gendis berdiri.
"Maafkan saya Tuan,saya memang salah tolong jangan pecat saya tuan".Gendis memohon menangkupkan tanganya di depan dada.
Luis yang melihat Gendis seperti itupun tidak tega dan berkata"Heyy...siapa yang ingin memecatmu,aku tidak akan memecatmu".
Gendis yang mendengar penuturan bahwa Luis tidak memecatnya pun senang.
"Terima kasih tuan karena tidak memecat saya".Ucap Gendis.
"Ya,tapi aku ingin kau menjadi istriku,apakah kau mau".Ucapan Luis tentu saja mengejutkan Gendis.
"Tuan apakah bercanda".Seru Gendis.
"Tidak aku tidak bercanda Gendis,aku serius,maukah kau menjadi istriku".Ulang Luis.
"Tuan,derajat kita berbeda,Tuan orang terpandang sedangkan aku hanya orang yang biasa saja dan tidak sesempurna tuan,sangat tidak cocok dengan tuan".Jawab Gendis sambil menundukkan kepalanya.
Luis yang mendengar itupun geram."Heyy aku tidak peduli kau itu bukan orang teepandang atau apalah,aku mencintaimu benar benar mencintaimu".Ucap Lius.
Ya sejak Gendis mengantarkan kopi untuknya,Luis mulai tertarik dengan sosok wanita itu,dia mencari segala tentang Gendis,dia tau Gendis memiliki ibu yang sakit dan butuh biaya untuk berobat dan yang lainya,dia tau semua tentang wanita itu.
Sejak saat itulah Luis menaruh hati kepada Gendis.
"Tapi tuan ak..."Ucapan Gendis terpotong oleh ucapan Luis.
"Aku tidak menerima penolakan Gendis."Ucap Luis.
Gendis yang mendengarnya pun terdiam untuk sesaat dan menatap manik mata Luis untuk mencari kebohongan,tetapi tidak ada hanya ada kesungguhan didalam manik matanya yang menandakan bahwa ucapanya benar benar dari hatinya.
Gendis pun mengangkukkan kepalanya pertanda dia menerima Luis..
➖➖➖➖➖➖
Dipantai Gendis menatap hamparam laut yang menenangkan sambil duduk di bawah pohon yang rimbun.
Gendis mempeehatikan seorang anak laki laki yang berusia lima tahun dan laki laki yang dewasa sedang bermain berdua.
Mengulas senyum melihat pemandangan seperti itu.Sampai pada anak laki laki itu berlari ke arahnya dan mengadu.
"Mom lihatlah apa yang Daddy lakukan kepadaku"Adu anak itu sambil memperlihat bajunya yang basah kepada Gendis.
"Uuhhh sayangnya mommy,nanti akan memarahi Daddymu ok".Ucap Gendis sambil mengelus kepala anak itu yang sedang duduk dipangkuanya dengan kepala di dadanya.
Laki laki yang di maksud oleh anak itupun berjalan mendekati Gendis dan duduk di samping Gendis dengan kepalanya yang berada di bahu Gendis.
"Kau mengadu lagi Boyy".Ucap laki laki itu,tak lain adalah Luis.
"Yess,karena Daddy bajuku jadi basah".Ucap anak itu.
"Heyy ayolah Etnan itu ,Daddy hanya bermain main tadi".Ucal Luis kepada Etnan.
Sedangkan Etnan kembali membenamkan wajahnya kedada Mommynya.
Gendis yang melihat itu hanya tersenyum.
Ya sejak saat di mana Luis mengatakan kepada Gendis bahwa ingin menjadikan Gendis istrinya,Gendis menerima dan Luis pun langsung mwnikahi Gendis seminggi kemudian,dan Ibu Gendis merestui keduanya.
"Sayang lihatlah anakmu ini,aku hanya bermain sayang tapi dia menanggapi dengan serius".Luis berucap kepada Gendis sambil ingin memeluk Gendis dari samping tapi tidak bisa karena Etnan terlalu erat memeluk Gendis.
"Heyy Boyy,bisakah kau minggir sedikit,Daddy juga ingin memeluk Mommy."Ucap Luis kepada Etnan.
"Tidak mau".Jawab Etnan dan semakin mempererat pelukannya ke Gendis.
Luis yang melihat itu hanya berdecak.
"Sudahlah,kalian selalu saja ribut,Bisakah kalian tidak ribut sehari saja".Ucap Gendis sambil geleng geleng kepala melihat kelakuan suami dan anaknya yang memperebutkan dirinya.
"Aku ingin memelukmu sayang tapi dia menghalangiku".Seru Luis.
Gendis yang mendengar itupu hanya menghelan nafas saja.
"Baiklahh sini Mommy peluk kalian berdua".merentangkan tangannya supaya Luis masuk juga,Luis pun masuk kedalam pelukan istrinya dan membenamkan wajahnya di cetuk leher Gendis lagi.
Lengkap sudah kebahagian Gendis,dicintai oleh suami yang tidak memandang derajatnya dulu dan diberikan anak oleh tuhan bukti cinta mereka.
TAMATT.
Terima kasih yang sudah membaca cerita otor yang tidak seberapa ini jangan lupa di kasih❤ ya.
Jangan lupa mampir di novel otor yang judulnya"CINTA NABILA".
Bayyy,sampai bertemu di novel otor😘😘😘