" Awan akan selalu berada di atas tak akan mungkin turun ke tanah , bulan akan selalu menemani malam tak akan mungkin bersanding dengan mentari di tengah terik nya siang . Begitu pula dengan waktu tak akan mungkin bisa terulang ....
yang ada hanyalah sebuah penyesalan "
.......
....
...
Mata sebening embun itu menatap lelaki yang tak jauh dari tempat iya berdiri . Lelaki yang selama ini selalu ia puja dan selalu ia dambakan kehangatan nya namun kehangatan yang dulu ia dapatkan dari laki laki itu kini berubah menjadi dingin sedingin salju di tengah musim dingin.
Dengan ragu mata gadis itu menatap lekat kotak makanan di tangan nya , setelah beberapa lama meyakinkan dirinya sendiri akhirnya gadis berambut panjang yang memiliki mata sebening embun itu pun menghampiri lelaki yang saat ini tengah bercanda gurau dengan teman teman nya .
Setelah sampai di hadapan lelaki itu dengan agak ragu gadis itu menyodorkan kotak makanan yang sedari tadi ia pegang ke hadapan lelaki itu.
Lelaki yang sedari tadi tertawa itu pun seketika menghentikan tawanya . menatap kotak makanan yang membuat nya seketika terdiam .
" Apa ini " ucap nya dingin tak ada kelembutan sama sekali dari nada bicaranya.
" Hari ini aku masak nasi goreng yang begitu banyak . Jadi aku bawakan sedikit untuk mu " ucap gadis itu dengan riang nya .
" Kau kira aku anak kecil masih makan bekal murahan seperti itu . aku tak butuh makanan busuk mu itu lebih baik kau berikan saja pada kucing di jalanan yang lebih membutuhkan . " ucap lelaki itu berbalik meninggalkan gadis itu sendiri .
Gadis cantik itu terdiam mendengar kata kata yang begitu menyakitkan . Kata kata yang tak pernah ia dengar sebelum nya dari mulut lelaki itu .Ia jadi teringat 1 tahun yang lalu ...
" Wah sepertinya sangat menggoda ...." ucap lelaki yang kini tengah berada di samping nya .
" Kau mau ...?" tanya gadis itu pada lelaki di samping nya itu .
" Boleh jika kau tak keberatan . "ucap lelaki itu tersenyum lembut . Lalu gadis itu segera menyodorkan kotak makanan yang sedari tadi ia pegang ke hadapan lelaki di sampingnya itu .
" Bagaimana ?" tanya gadis itu penasaran menatap raut muka lelaki di sampingnya .
" Ini makanan terlezat yang pernah aku makan . " ucap lelaki itu tersenyum wajah nya nampak bahagia .
" Syukurlah kalau kau suka . Kalau begitu aku akan bawakan makanan untuk mu setiap hari . " ucap gadis itu
" Apapun yang kamu bawa pasti akan aku makan ...apapun itu ..." ucap lelaki itu membuat pipi gadis di samping nya bersemu merah .
Mengingat masa itu membuat air mata gadis itu menetes dengan sendirinya . pandangan iba yang ia dapatkan dari teman teman lelaki yang ia sukai dan cinta i semakin membuat nya tak dapat menahan tangis .
" Sabar ya Kiara mungkin banyu lagi gak nafsu makan jadi dia bilang seperti itu . " ucap salah satu dari teman teman lelaki yang bernama banyu itu.
" Gpp kok kak Rangga mungkin aku aja yang terlalu kepedean . Mana mungkin sih kak banyu mau makan makanan murahan kayak gini ..." ucap Kiara menatap makanan di tangan nya dengan sendu tak ada raut bahagia sama sekali di wajah nya .
" Em .... bagaimana kalau makanan itu untuk ku saja ... kebetulan aku belum sarapan tadi ..." ucap Rangga tersenyum berusaha menghibur gadis di depan nya itu .
" Kakak mau ?" tanya gadis itu
" kalau boleh sih " ucap Rangga tersenyum .
Kiara tersenyum bahagia seketika tangis di mata nya pun berhenti dengan antusias gadis itu menyerah kan kotak makanan di tangan nya ke arah Rangga .
" Bagaimana ?" tanya Kiara saat Rangga mulai memakan masakan gadis itu.
" Enak ....Enak sekali Banyu pasti menyesal karena tidak bisa menikmati makanan se enak ini " ucap Rangga membuat Kiara sedih merasa tak enak hati karena telah membuat Kiara teringat akan sikap Banyu Rangga pun memutuskan untuk meninggalkan gadis itu sendiri .
" Em kalau begitu makanan ini aku bawa ya nanti saat jam istirahat akan aku kembalikan lagi ." ucap Rangga tersenyum ramah dan Kiara pun hanya bisa mengangguk dan membiarkan Rangga pergi bersama teman teman nya .
Dan kini hanya tinggal lah Kiara sendiri menatap langit menerawang jauh tentang apa yang ia alami , Tanpa gadis cantik itu sadari seseorang tengah memperhatikan nya dari kejauhan . Ingin rasanya orang itu merengkuh gadis cantik yang ia perhatikan sedari tadi ke pelukan nya . Namun apa daya ia tak kuasa melakukan nya . Takdir telah mempermainkan mereka .
....
...
...
...
Seperti yang di katakan oleh Rangga setelah bel istirahat berbunyi Rangga hendak menemui Kiara untuk mengembalikan kotak makanan milik gadis itu , namun baru saja ia berdiri dari duduknya Banyu sudah lebih dulu mencegah lelaki itu .
" Maksud mu apa ?" tanya Banyu yang membuat Rangga mengerutkan dahi nya bingung .
" Maksud ku ...gimana maksudnya ?" tanya Rangga balik merasa tak paham apa yang di bicarakan oleh sahabat nya itu .
" kenapa loe terima barang yang sudah gue tolak ?" tanya Bayu dengan nada tinggi. Mata lelaki itu menatap Rangga tajam seolah olah ingin memangsa lawan nya .
" Em... jadi maksud loe nasi goreng yang loe tolak tadi, memang nya kenapa kalau gue mau nasi goreng itu toh nasi goreng itu tak ada yang punya ?" ucap Rangga sedikit mengejek Banyu .
" Loe sahabat gue kan kalau loe sahabat gue seharusnya loe gak terima barang pemberian dari mantan pacar gue ... Paham loe ." bentak Banyu yang nampak kesal wajah lelaki itu tampak merah menahan amarah ...
" Banyu ..banyu... bilang aja loe cemburu dan gak terima karena nasi goreng itu yang seharusnya milik loe gue makan ya kan...dan dari mana loe tau gue terima nasi itu bukankah loe udah pergi tadi atau jangan jangan loe diem diem memperhatikan gue dari jauh ya kan " ucap Rangga membuat banyu terdiam .
" Gue tau kok loe masih suka sama Kiara terlihat dari cara loe memandang dia . meskipun sikap loe berubah kasar tapi tak akan bisa menutupi perasaan loe terhadapnya . Sebenarnya gue penasaran apa sih yang bikin loe berubah seperti itu terhadap nya ?" tanya Rangga penasaran .
Banyu tak bisa mengelak sekarang memang ia masih mencintai Kiara namun ia juga ragu untuk bercerita pada sahabatnya itu . setelah berfikir cukup lama akhirnya banyu memutuskan untuk bercerita pada sahabatnya itu .
" Gue emang gak bisa bohong sama loe dan gue mau loe jangan cerita ini pada siapapun . " ucap banyu di angguki oleh Rangga . Mereka pun memilih untuk duduk di bangku milik Rangga .
" Gue bingung sebenarnya harus bersikap bagaimana terhadap gadis itu . " ucap banyu disertai helaan nafas panjang . Rangga tak menanggapi ia hanya menunggu kata kata banyu selanjutnya yang membuat ia penasaran .
" Gue cinta dia sayang dia tapi gue juga benci ..Sudah 3 tahun sejak gue menginjak bangku SMP hingga SMA mengenal gadis itu tapi ... ada hal yang belum gue ketahui juga tentang gadis itu "
" hal apa ?" tanya Rangga penasaran .
" Loe tau kan sejak lama gue mencari orang tua yang udah buang gue waktu gue bayi ?"
" Ya gue tau kan loe udah pernah cerita sama gue ." ucap Rangga membenarkan .
" Orang tua yang tega itu adalah orang tua yang telah membesarkan Kiara ." ucap Banyu membuat Rangga melotot kan mata nya .
" Maksudnya ?" tanya Rangga membuat Banyu tersenyum pahit menghadapi kenyataan yang begitu menyakitkan bagi pria itu .
" Kiara adek kandung gue ." ucap Banyu mengusap rambut nya gusar . Rangga tak bisa berkomentar sekarang .
" Gue bersikap kasar pada Kiara bukan karena gue sudah tak mencintai nya lagi namun gue lakuin itu semua karena dia adek kandung gue dan gue gak bisa mengelak akan kenyataan itu . Gue benci Kiara karena dia adek kandung gue , gue benci kenyataan itu ... tapi gue juga gak bisa mengelak akan kenyataan itu . Gue bingung harus bagaimana agar Kiara mau menjauhi gue agar dia tak merasakan sakit karena mengetahui hal ini seperti rasa sakit yang gue rasain sekarang . " Ucap banyu membuat Rangga terdiam sekaligus kasian akan nasip yang menimpa sahabatnya itu .
" Maaf gue salah sangka Sama loe , gue gak tau kalau masalah yang loe hadapi begitu besar . gue paham ujian yang loe hadapi begitu berat karena harus berpisah dengan orang yang loe sayang tapi sikap loe juga salah nyu ... tanpa loe sadari loe udah lukain perasaan Kiara .. Sebaiknya loe jujur sama Kiara tentang hal ini .gue yakin Kiara belum tau soal hal ini kan ?" ucap Rangga menasehati banyu .
" Gue gak sanggup beri tahu hal itu ke dia dan gue gak sanggup buat ketemu sama orang tua kandung gue karena gue membenci mereka . Tega tega nya mereka buang gue begitu saja ..." ucap Banyu berteriak melampiaskan emosi yang sudah ia tahan beberapa Minggu ini .
" Lebih baik gue gak jujur sama Kiara gue gak mau dia sakit hati dan lebih baik orang tua kandung gue gak mengetahui kalau anak nya masih hidup itu akan jauh lebih baik dari pada mereka mengetahui semuanya . " ucap Banyu pergi meninggalkan Rangga yang terdiam melihat kekecewaan yang di ungkapkan oleh sahabatnya itu .
Tanpa mereka sadari sedari tadi Kiara mendengar semua yang mereka omongkan. Awal nya Kiara ingin meminta kotak makanan yang dia berikan pada Rangga agar lelaki itu tidak repot repot mengantar kan kotak makanan itu ke kelas nya . Namun belum sempat ia memasuki pintu ruang kelas Rangga ia melihat Rangga tengah berbincang hal yang sangat serius dengan banyu dan itu membuat Kiara penasaran apa yang mereka omongkan .
Dan sungguh Kiara tak menyangka bahwa yang mereka omongkan adalah hal yang begitu menyakitkan baginya . Telinga nya seakan tuli nafas nya seakan terhenti mendengar kenyataan pahit yang ia terima .
Ia tak pernah menyangka orang tua nya menyembunyikan hal sebesar ini dari nya . Tak kuasa menahan rasa sakit akhirnya Kiara berlari pergi meninggalkan kelas Banyu dan Rangga .
Gadis itu memilih taman sekolah untuk merenung dengan air mata yang masih mengalir membasahi pipinya. Ia begitu tak menyangka jika ia memiliki kakak kandung dan itu adalah banyu ...orang yang paling ia cintai dan sayangi di dunia ini.
Kiara tak pernah membayangkan jika orang tua yang selama ini di cari oleh banyu adalah orang tua nya . Memang Kiara mengetahui jika banyu sedang mencari orang tua kandungnya .
Ia juga ingin membatu lelaki itu . Saat itu ia masih berstatus sebagai ke kasih dari lelaki itu , Kiara tau bagaimana Banyu ingin sekali menemukan orang tua nya . Banyu ingin menemukan kebahagiaan bersama orang tua nya meski orang tua nya telah membuang
lelaki itu .
Meski banyu tak berbicara namun Kiara tau jika lelaki itu mengharapkan keluarga nya kembali utuh . Dan kini kebahagiaan yang di cari banyu adalah kebahagiaan yang merenggut kebahagiaan nya .
" Semua akan ku lakukan untukmu , bahkan kebahagiaan ku pun rela ku beri kan hanya untuk kebahagiaan mu . " ucap Kiara dalam batin nya .
Tanpa menunggu bel pulang , Kiara bergegas pulang ke rumah nya . Orang tua Kiara yang tadi nya tengah asik menonton serial di tv pun terkejut ketika Kiara tiba tiba pulang dan berdiri di hadapan mereka dengan berlinang air mata .
" Ada apa nak kenapa kamu menangis " ucap sang ibu yang begitu kawatir akan keadaan Kiara .
" Apa benar Kiara punya kakak ...?" tanya gadis itu di sela sela tangis nya . Sejenak orang tua gadis cantik itu tak menjawab . Mereka hanya bertatapan satu sama lain , kemudian keduanya pun mengangguk setuju untuk menceritakan semuanya kepada Kiara .
" Maafkan kami karena tak memberi tahu kamu tentang kebenaran ini nak . Memang sebenarnya kamu memiliki kakak kandung tapi ayah dan ibu tak mengetahui keberadaan nya . " ucap Ayah Kiara dengan pandangan sendu mengingat anak laki laki nya.
" Kalian tak mengetahui keberadaan nya karena kalian membuang nya kan ?" ucap gadis itu dengan pandangan kecewa ia tak menyangka jika sang ayah dan ibunya tega menelantarkan anak sendiri .
" Dari mana kamu bisa berpendapat seperti itu nak .... Kami tak pernah membuang darah daging kami sendiri. Kami kehilangan nya , saat itu ia baru saja lahir dan umur nya baru satu bulan . Karena kewalahan ibu dan ayah memutuskan untuk memperkerjakan Beby sister untuk menjaga anak kami namun kami tak menyangka jiga orang yang kami pekerjaan justru malah menculik anak kami hanya karena gaji yang ibu dan ayah berikan kurang memuaskan keinginan dari orang itu . " cerita ibu Kiara yang mulai menetes kan air mata . Rasa kehilangan kembali ia rasakan saat mengingat masa lalu yang begitu menyakitkan bagi nya .
" Sejak saat itu ayah dan ibu selalu mencari keberadaan kakak kandung kamu tapi kami tak menemukannya sampai sekarang . Ayah dan ibu tak tau bagaimana rupa anak itu sekarang apakah dia tumbuh dengan baik atau tidak . apakah hidup nya bahagia atau justru malah sebaliknya . Kami sangat menantikan dia ...kami sangat berharap bisa menemukan dia tapi kami rasa itu mustahil . " ucap ayah Kiara dengan nada sendu .
" Tidak ada yang mustahil di dunia ini . Kalian masih bisa bertemu anak kalian ." ucap Kiara berusaha menahan sakit di hatinya . Gadis itu ingin menyatukan banyu dengan ayah ibunya namun artinya ia juga harus siap menerima kenyataan bahwa banyu adalah kakak nya dan ia harus melupakan cinta nya untuk pria itu selama nya .
" Maksud mu apa nak ?" tanya ibu Kiara dengan wajah penuh harap .
"Besok malam pergilah ke taman romansa di sana kalian akan bertemu dengan anak kalian yang tak lain kakak kandung ku . "ucap Kiara dengan wajah datar kemudian gadis itu memasuki kamarnya tanpa berkata apapun .
....
...
..
Lampu lampu taman yang begitu indah menyambut kedatangan banyu . Lelaki itu tersenyum pahit mengingat tempat bersejarah itu . tempat di mana ia menyatakan cinta nya pada Kiara pertama kali . Dan kini ia menginjakkan kakinya lagi di tempat ini dengan setatus sebagai mantan dari gadis itu . Awalnya Banyu ragu untuk datang ke tempat ini . namun ia tak kuasa menerima permintaan Kiara . Ya... kemarin malam gadis itu menghubungi nya .
" Kak apakah besok malam kau ada waktu ?" tanya gadis itu lewat pesan yang ia terima kemarin malam .
" kenapa ." balas banyu cuex .
" Aku ingin bertemu dengan mu ." Banyu sedikit senang menerima balasan itu namun ia juga sedih karena ia tak mau memberikan harapan palsu pada gadis itu .
" Aku tak punya waktu." bls nya dengan sendu . Ia sedih karena membohongi gadis itu .
" Aku mohon jangan menolak nya karena ini permintaan terakhir ku setelah ini aku tak akan mengganggu mu lagi bahkan aku tak akan menemui mu lagi . Itu yang kamu ingin kan kan ?" Banyu sedikit mengerutkan dahinya bingung akan kata kata gadis itu namun ia juga berfikir mungkin itu jalan yang terbaik bagi mereka akhirnya banyu pun menyetujui permintaan gadis itu.
Dan kini disinilah ia di taman seorang diri ia tak menemukan siapapun disini . taman itu nampak sepi , cukup lama Banyu menunggu hingga akhirnya sebuah suara dari arah belakang membuat nya menoleh .
" Banyu ..." suara itu bukanlah suara Kiara melainkan suara seorang wanita paruh baya yang wajah nya sedikit mirip dengan Kiara.
" Kalian siapa ?" tanya Banyu dengan wajah datar .
" Ini surat dari Kiara ." ucap lelaki di samping wanita dihadapan nya itu .Dengan bingung banyu meraih sebuah kertas di tangan lelaki itu .
" Sayang ....mungkin ini terakhir kalinya aku memanggilmu begitu , jujur aku merindukan masa masa itu . masa dimana kita saling mencintai menyayangi satu sama lain bukan seperti masa yang sekarang di mana kita saling berjauhan , mengacuhkan dan saling berkata kasar .
Mungkin kamu akan bingung menerima surat ini karena bukan aku yang memberikan nya secara langsung melainkan kedua orang yang telah membesarkan ku . " untuk sejenak Banyu berhenti membaca surat itu dan memandang kedua orang di depan nya yang tengah tersedu sedu dengan berlinang air mata yang membuat Banyu semakin heran , Karena penasaran banyu pun kembali membaca surat itu .
Banyu sayang , aku tak menyangka bahwa kau adalah kakak kandung ku dan aku pun tersadar bahwa kau menjauhi ku karena hal itu .
Sakit....sakit sekali rasanya mengetahui hal ini .
Hal yang tak pernah kubayangkan sebelumnya , aku ingin melawan takdir ini namun aku tak kuasa .
Banyu ...Aku tau kamu sangat ingin berkumpul dengan keluarga asli mu meski kau berkata tidak meski kau berkata kau membencinya tapi kau tak bisa berbohong karena matamu berkata lain .
Hilangkan lah rasa bencimu terhadap mereka karena mereka tak membuang mu . melainkan kamu diculik dan penculik itu lah yang membuang mu . Mereka tak bersalah karena nyatanya mereka juga mencari keberadaan mu .
Aku sangat berharap kamu mau menggantikan ku hidup bersama mereka karena aku tak mampu melakukan nya lagi aku tak mampu tinggal bersama orang yang kucintai dengan setatus sebagai kakak dan adik jadi biarkanlah aku yang pergi mungkin itu akan lebih baik .
Jangan tangisi kepergian ku dan jangan menyalahkan siapapun atas kepergian ku karena ini jalan yang aku pilih sendiri. Aku persembahkan senyum terakhir ku untuk mu seperti senyuman yang kupersembahkan saat pertama kali kita bertemu . Aku sangat bahagia jika kau bisa menemukan kebahagiaan mu . Aku mencintaimu sampai nafas terakhir ku ...
untuk mu kekasih terakhir ku Banyu
Dari Kiara ...
Banyu menatap sendu ke arah kedua orangtuanya , seakan bertanya kemana perginya Kiara .
" Tadi malam setelah menghubungi mu Kiara pamit pergi ke kamar nya dan kami tak menyangka jika Kiara akan mengambil jalan itu . Ia mengakhiri hidupnya dengan mengiris nadi tangan nya . Kami baru saja menguburkan nya tadi pagi dan kami menemukan surat itu tergeletak di atas meja belajarnya . Kami tak menyangka ini semua akan terjadi . kami baru saja menemukan anak kami yang hilang dan kini kami harus kehilangan anak yang lain nya . " ucap ayah Kiara membuat Kaki banyu terasa lemas lelaki itu tak mampu berkata apapun . ia menyesal memperlakukan Kiara dengan kasar di saat saat Terakhir baginya . Lelaki itu hanya bisa menangis karena penyesalan pun sudah tak ada artinya lagi . Kini ia hanya mampu menerima kedua orang tuanya kembali mengganti kan posisi gadis yang ia cintai di kedua sisi orang yang telah membesarkan gadis yang ia cintai itu .