"Kring....kring..."
"Apaan sih ini, berisik amat sambil mengambil hpku yang aku letakkan di sampingku dengan setengah tersadar".
"Hah...."
"Astaga...."
"Jam berapa ini?' teriakku sambil melihat ke arah hp
Sambil mengumpulkan setengah nyawa yang belum terkumpul karena baru tersadar bangun kesiangan untuk kesekian kalinya lagi akibat dari begadang semalam.
"Handuk mana?" teriakku kembali sambil mengambil handuk dan setengah berlari menuju kamar mandi.
"Hmmm...."
"Pasti kesiangan lagi udah ga aneh ini anak no time for late,kapan berubahnya?" ungkap sang bunda sambil menggelengkan kepalanya melihat aku yang setengah berlari menuju arah kamar mandi.
"Setelah ritual mandi aku selesai,tak lupa dengan ritual merias wajah tak perlu waktu lama dengan alasan kesiangan".
"Nah selesai ucapku sedikit bergumam"
"Aduh, pasti ketinggalan jemputan dan harus mengejar bis gumam aku kembali".
"Hei Sarah, sarapan dulu!" teriak bunda ke arahku
"Maaf Bun,"ucapku sambil Salim dan mengecup pipi bunda.
"Yang penting do'anya bunda loh,"ucapku sambil tersenyum dan berlalu dari hadapan bunda.
Kembali tertinggal dan mengejar bus sudah menjadi bagian rutinitas keseharian aku.
______
"Akhirnya sampai juga,"ucapku pada diriku sendiri
"Kesiangan lagi pasti? iya,kan? kapan kamu tuh ga telatnya,sarah?" ucapnya kembali.
"Ah,berisik lu!" apanya yang telat pas nih,ucapku pada rekan kerjaku.
"Herman gue ma lu deh,dah tau telat masih ngeles aja," jawab temanku
"Sista,noh pak Herman mau ke ruangan meeting," tunjuk aku sambil melirik ke arah teman aku.
"Sialan lu umpatnya"
Dan kami berdua pun tertawa.
"Mulai,"ucapku pelan
"Aku pun menyalakan komputer dan aku pun membuka laci meja kerja aku,dan betapa kagetnya aku melihat sebuah kotak hadiah kembali"
"Aku pun mengambil dan membukanya ternyata sebuah parfume"
"Sista lihat," teriakku
"Apa? "jawabnya
"Lihat ini, sambil menunjukkan bungkus kado kearah temanku"
"Again?" ucapnya
"Hooh" jawabku
"Berarti sudah ketiga kalinya ini," selorohnya
"iya,dan ketiganya tidak ada pengirimnya,"ucapku kesal
"Yang pertama sebuah coklat dengan pita warna pink, kemarin setangkai bunga mawar dan sekarang parfume besok apalagi?",ucapku kembali
"Besok dia kirim gaun Sarah,nah selanjutnya dia ngajakin lu dinner jawab," temanku sambil tertawa
"Lu pikir ini lagi d Ar (audio room) gue di kasih gift itu,dasar dudul lu ucapku," sambil tersenyum
"Anggap saja seperti itu,lagian bikin teka teki bikin penasaran aja ungkap sahabatku sista"
"Iya dia pikir teka teki silang?" orang tuh kasih petunjuk yang jelas gitu,nih gue si tampan!",kan jelas petunjuknya ucapku
"Emang dasar lu paok!"ucap sista
"Jadi dari kemaren belom lu selidiki tuh penggemar rahasianya?" tanya sista
"Belom,"jawabku sambil menggelengkan kepalaku
"Menurut lu siapa?" tanyaku kepada sista
"Feeling gue sih si Roy secara dia penggemar lu,"ucap sista
"Heleh dia sih gue ga minat, sorry not so good," jawabku
"Good looking dia Luh,pea dasar," ucapnya
"Terus menurut lu good looking yang kaya gimana lagi?" tanya sista kembali
"Good wajahnya,good dompetnya dan good kendaraannya," jawabku
"Dasar lu,pea," teriaknya kepadaku
"Ssst,berisik lu,"ucapku
Nanti akan kucari tau ucapku kepada sista
_____
Jam makan siang pun tiba akhirnya...
"Sis,bentar temani aku mencari pak Iwan," pintaku pada sista
"Ngapain lu nyariin pak Iwan cleaning servis?," jangan bilang lu naksir dia,seloroh temanku
"Jangan ngadi deh lu,"jawabku
"Tuh pak Iwan," tunjuk sista
"Pak Iwan," panggilku ke arah pak Iwan
Dan pak Iwan menghampiri kami berdua
"Ada Apa?" tanyanya ke arahku
"Pak Iwan tau siapa orang yang pertama masuk ke ruangan ini?" tanyaku pada pak Iwan
"Oh,tadi sih bapak lihat kalau tidak salah Bapak Andi,"ucapnya pak Iwan
"Pak Andi assisten manajer Q.C yang itu yang bapak maksud?" setengah syok aku bertanya
"Betul,Pak Andi itu,"jawab pak Iwan
"Ya sudah, makasih ya pak Iwan atas informasinya".
Yah,siapa juga yang tidak kaget karena aku secara diam-diam mengidolakannya selain tampan dia ramah dan pembawaannya yang cool itu yang membuat dia di idolakan kaum hawa di office ini dan termasuk aku salah satunya.
"Serius pak Andi,jangan salah tebak ntar kalau bukan malu Luh nasehat sista kepadaku".
"Aku pun terdiam".
"Yuk makan dulu isi amunisi biar bisa mikir mecahin nih teka teki"
"Boleh aku duduk di sini pinta seseorang kepadaku."
"Weoy,pak Andi noh bisik sista sambil menyikut lenganku".
"Hah apa?" tanyaku kaget
"Itu ...pak Andi minta duduk di situ boleh g sama lu?"
mengurai kembali sista permintaan pak Andi
"Owh,boleh pak."
"Makasih,"ucap pak Andi sambil tersenyum dan duduk dihadapan aku.
"Wow... senyumnya itu bikin meleleh"
"Sepertinya aku harus undur diri nih,ungkap sista ke arah kami berdua".
"Mau kemana sih lu sista," tanyaku sambil melotot ke arah sista
"Bentar,sakit perut," ucapnya sambil memegang perutnya kemudian sista pun berdiri dan meninggalkan kami berdua
Jujur bukan burcangijo, gugup ternyata dihadapkan dengan babang tamvan idola kaum hawa di tempat aku bekerja.
"Kamu sudah menerima semuany dan bagaimana menurutmu?" tanyanya ke arahku
"Menerima apa,nih?" tanyaku kembali
"Aku yakin kamu tau maksud pertanyaan aku?" jawab pak Andi dengan tegas
"Owh itu,tiga rangkaian itu,"ucapku
Gimana jawabanmu
"Jawaban apa tanya ku bingung,"
"Kamu menyukainya dan maukah kamu jadi kekasih aku?" tanyanya kembali
"Gila nih cowok kaga salah nembak di kantin tempat kerja,kaga ada tempat yang lebih romantis gitu,ngakak,"
Dan jawabanku pasti kalian tahu lah
iya dia aku terima jadi kekasih dan menemani hari hariku penuh dengan keromantisan.
"Tiada hari tanpa falling in love dengannya."
Sekian
selamat membaca