Molly adalah seorang gadis yang manis, periang, dan lucu. Semua orang sangat menyukai gadis tersebut, namun sebanyak apapun orang yang dekat dengannya, Molly tetap saja merasa kesepian.
Hingga suatu hari hidupnya berubah saat bertemu dengan seorang pria yang sanggup mengisi kekosongan hatinya. Seseorang yang mampu membuatnya tersenyum, dan tertawa.
Molly sengaja bermain dunia virtual untuk mengisi kehidupannnya yang terasa hampa, dan takdir mempertemukannya dengan seorang pria yang bernama Nathan.
" Welcome " Sapa Molly ketika melihat ada user yang masuk ke dalam roomnya, meski room tampak sepi namun Ia tetap merasakan kesenangan di dalam hatinya.
" Sepi banget roomnya " Seru Pria tersebut.
" Hehehe....ya begitulah ! namanya juga room goib " Jawab Molly dengan tersenyum yang tersungging dari bibirnya.
" Hmmmm....emang biasanya kalau siaran selalu sendirian ? " Serunya lagi sambil memasang emot tertawa.
" Gak juga, biasanya ada kak Xia, kak Via, dan Chemy yang selalu nemenin " Sahut Molly sambil melirik pria tersebut dengan emot.
" Putar musiklah biar gak sepi " Teriaknya kepada Molly.
" Mau di jadiin admint ? biar bisa puter musik. " Tanya Molly.
" Emangnya boleh ? " Kata Pria itu malah balik bertanya.
" Boleh donk, kan aku hostnya " Sahut Molly sambil tertawa.
Hari terus berganti hari tanpa terasa Nathan terus masuk kedalam room Molly. Setiap kali Molly membuka room, Nathan langsumg duduk di kursi nomer tujuh.
Meski Molly jarang bicara, dan selalu mengandalkan typingan namun Nathan tidak pernah berhenti mengajak gadis itu ngobrol.
Keduanya pun semakin dekat, dan entah kenapa Molly tampak senang jika ada Nathan yang menemaninya.
" Woi " Kata Nathan memanggil gadis itu.
" Kenapa ? " Sahut Molly dengan typingannya.
" Mau nomer gue, gak ? " Nathan mempromosikan nomernya kepada Molly.
" Hah ? Buat apaan ? " Jawab Molly dengan wajah yang tampak bingung.
" Ya simpen aja, kali lo butuh temen cerita. " Kata Nathan sambil mengetik nomer ponselnya via pesan pribadi.
Namun gadis itu tidak langsung mengirim pesan kepada Nathan, butuh waktu tiga hari untuk mengkontaknya.
Gadis itu mengirim pesan singkat kepada Nathan," Save Molly "
Bukannya balasan yang Molly dapat, tapi Pria itu justru mengirimkannya sebuah soal matematika dengan caption," Kerjain dulu "
" What ? " Seru Molly dari dalam hatinya.
" Wait " Molly membalas pesan tersebut dengan singkat, padat, dan jelas.
" Cepetan, di tunggu jawabannya. "
Molly mengangkat kedua alisnya, sambil bergumam," dasar cowok ngeselin, udah minta tolong, gak sabaran."
Molly mengerjakan soal tersebut dalam waktu sepuluh menit, dan saat Ia mengirim jawabannya, bukannya jawaban terima kasih yang Ia dapat, justru Nathan semakin membuatnya kesal.
" Udah selesai "
" Dasar paok " Kata Molly menggerutu sambil menatap layar ponselnya.
Sejak hari itu mereka saling berkomunikasi tidak hanya lewat room, tapi juga lewat pesan singkat. tiada hari tanpa pesan dari Nathan, begitu pula dengan Molly yang tidak berhenti tersenyum saat membaca pesan tersebut.
Dan setiap hari, Nathan selalu menemani Molly baik di room maupun menemaninya membuat tugas.
Meski mereka tahu memiliki banyak perbedaan, namun semua itu tidak membuat keduanya untuk saling menyukai satu sama lain.
Perbedaan keyakinan, jarak yang sangat jauh untuk di jangkau, dan mereka hanya sebatas dunia virtual.
Rasa itu semakin lama semakin kuat, dan tak terbendung lagi. Nathan memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada Molly.
Gayungpun bersambut, Molly menerima perasaan Nathan karena Ia juga merasakan hal yang dengan Pria itu.
detik berganti detik, dan berganti dengan menit, lalu berlalu dengan hari, tak terasa keduanya telah menjalani hubungan selama satu bula, dua belas hari.
Perjalanan cinta mereka tidak tampak lurus banyak suka, duka, dan pertengkaran kecil yang kerap kali membumbui hubungan mereka, namun semua itu dapat mereka atasi dengan saling berbicara dari hati ke hati.
Terkadang Molly kerap kali merasa cemburu, dan ada rasa takut kehilangan jika suatu hari, Nathan pergi meninggalkan dirinya.
Ada banyak hal yang membuat Molly merasa cemburu terhadap pria yang sangat dia cintai, sikapnya yang cuek, dan perubahan sifatnya yang berubah-ubah.
Hari itu, hujan turun dengan begitu derasnya, langitpun tampak sangat mendung. hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidup Molly berubah menjadi gelap gulita.
" Sayang " Kata Molly.
" Iya, sayang " Seru Nathan membalas pesan dari kekasihnya.
" Kamu jadikan bantuin aku ? " Tanya Molly merajuk.
" Iya, sayang. " Jawab Nathan sambil tersenyum.
" Makasih, Sayang." Wajah Molly tampak senang saat membaca pesan dari Nathan. hal kecil yang di lakukan oleh pria itu selalu bisa membuatnya bahagia, rasa nyaman yang di berikannya, dan meski terkadang sikap Nathan sering membuatnya menangis, namun Ia tetap menyayangi pria itu dengan setulus hatinya.
" Mending kita bahasnya sambil nelpun deh, biar enak ngerjainnya. " Nathan mengajak gadis itu untuk berbicara lewat saluran telepon.
" Wait, Sayang " Balas Molly dan saat itu juga Ia pergi meninggalkan Nathan yang menanti telepon dari gadis tersebut.
Lumayan lama Nathan menunggu sampai Ia merasa lelah, dan sampai batrei handphonenya habis, namun Molly tidak kunjung menghubunginya. dan Ia bahkan tidak tahu apa yang sedang di kerjakan oleh gadis itu, yang Ia tahu hanya sebuah kata " Wait "
Siang pun berganti dengan malam, dan Molly baru memberinya kabar," Sayang, aku udah selesai mandi, dan makan, yuk telpon "
" Lain kali aja nelpunnya " Balas Nathan dengan agak ketus dan tajam.
" Oh....oke " Jawab Molly dengan singkat.
" Iya, soalnya lagi ngchas. " Kata Nathan dalam pesannya.
" Kamu marah,ya ? " Molly merasa tidak enak karena sudah membuat pria itu menunggu.
" Gak " Balas Nathan sangat singkat.
" Yakin " Hatinya bisa merasakan luapan emosi yang terpancar dari pria yang Ia cintai.
" Sayang, aku boleh nanya sesuatu sama kamu ? " Kata Nathan dengan nada yang serius.
" Boleh " Molly menatap wajah Nathan dari layar ponselnya.
" Seharian, kamu ngapain aja ? " Dengan rahang yang sedikit mengeras.
" Cuma bersih- bersih rumah, makan, mandi, dan bikin susunan acara untuk event. " Jawab Molly.
" Masa ? tapi kok kamu lama banget balas pesan aku ? kalau di telpon juga sama aja, aku capek cuma untuk nungguin kamu. " Nathan mengutarakan seluruh perasaannya yang terpendam di dalam hatinya.
"