Pagi itu kantor tidak begitu ramai karena pegawai masuk pada jam delapan pagi. Caca seorang admin di perusahaan itu sudah tiba jam setengah delapan. Caca bukan orang yang suka dengan kata kata terlambat, lebih baik dia tiba lebih pagi dari pada dia harus terlambat.
Pagi itu Caca sudah siap dengan segala dokumen yang harus dikerjakannya ditemani secangkir kopi favoritnya yang membuat harinya makin bersemangat.
" Pagi semua" sapa menejer kantor itu.
Caca seperti mengetahui maksud terselubung dari senyuman menejernya itu. Caca melihat ke arah Ferry di sebelah mejanya sambil memutar matanya.
"Lihat itu, pasti ada maunya makhluk satu itu"
Ferry melihat kearah Caca dan mengangguk sambil menyeruput teh di mejanya.
Pagi itu orang orang semua sibuk dengan pekerjaan masing masing dan tak sempat beranjak dari kursi masing masing. Tepat pukul sembilan pagi. Seorang Pria bertubuh tinggi dengan pakaian sangat rapi datang kekantor. Wajahnya sangat datar dan tegas.
Setiap gadi dikantor melihatnya dengan tatapan kagum, pria itu memang cukup tampan. Disaat mereka terpana dengan ketampanan pria itu, Caca melihatnya dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan menggelengkan kepalanya.
Manajer memberi tepuk tangan sebagai sambutan atas kedatangan pria itu di kantor.
"Selamat datang Pak Bejo"
Orang orang yang awalnya kagum melihat pria itu. Setelah mendengarnya suasana sedikt canggung.
Ferry sebelah Caca kelepasan tertawa mendengar menejer memanggil pria tampan itu dengan nama Pak Bejo. Caca berusaha menahan tawanya saat itu.
" Ini adalah Pak Bejo. Dia akan menggantikan saya sebagai menejer di kantor ini, dan saya akan naik jabatan ke kantor pusat."
Pak Bejo melihat ke arah orang orang kantor sambil tersenyum dan menyapa dengan lembut. Namun Caca mengetahui kalau senyuman itu sepertinya tidak tulus.
Dan ternyata firasat Caca benar adanya. Pekerjaannya semakin hari semakin menumpuk. Menejer baru ini memanglah pekerjaannya sangat baik dan segalanya selesai tepat waktu yang membuat kantor lebih diperhatikan oleh kantor pusat.
Namun untuk sampai ke titik itu, Dia harus memaksa bawahannya bekerja lebih keras, kalau perlu lembur setiap hari.
"AAAAARRRRGGHHHH"
Caca berteriak dengan kencang di rumah bersama beberapa teman teman kantor di rumahnya.
"Kalian tau? Menejer itu, dia pikir dia siapa? kita bukan kuda yang bisa dimanfaatkan tenaganya untuk terus bekerja tanpa berhenti"
teman teman Caca hanya melihat tingkah Caca, karena ini bukan kali pertama melihat Caca seperti ini.
Hari terus berlalu. Sudah hampir satu tahun menejer itu bekerja bersama kami.
Saat itu Caca masuk ke ruangan menejer untuk meletakkan dokumen yang harus ditanda tangani Pak Bejo.
tok tok tok
"Permisi pak"
Caca melihat ke ruangan namun Pak Bejo tak ada di ruangannya. Caca masuk dan meletakkan dokunen di mejanya. Tanpa disengaja Caca melihat dokumen yang terjatuh itu dan membukanya. Saat itu Caca terkejut. Alasan Pak Bejo terus memaksa mereka untuk bekerja lebih keras adalah karena kantor cabang sudah tak bisa dipertahankan
Caca menyadari satu hal saat itu. Pak Bejo sangat oerhatian dengan mereka dengan caranya sendiri.
Caca mulai memoerhatikan menejernya itu, setiap apapun yang dilakukannya Caca selalu membantunya, tak butuh waktu lama. Caca sudah jatuh hati padanya.
Percayalah, ketika ada orang yang mengatakan jangan terlalu membenci suatu saat kamu akan mencintainya.
Itulah yang dirasakan Caca. Segala yang dilakukan Caca dirasakan oleh menejernya. Waktu yang mereka habiskan bersama membuat mereka berdua semakin dekat satu sama lain.
Satu hari di di kantor menejer, Bejo mengatakan nama aslinya pada Caca.
"Ca, sebenarnya Bejo hanya singkatan yang diberikan orang tuaku. Dan tidak ada satu orangpun ayang mengetahui nama asli ku. Namaku sebenarnya Ben Josua"
Caca melihatnya, mengapa dia menyembunyikan nama aslinya? Hanya karena nama Pak Bejo menyembunyikan sampai seperti ini.
Caca hanya tersenyum. Hanya hal kecil yang diceritakan oleh menejernya membuat Caca merasa spesial. Karena hal kecil itu tidak diketahui banyak orang. Hanya Caca yang tahu.
Hari berganti hari. Caca dan Pak Bejo menyatakan kalau mereka sudah berpacaran. Mulai saat itu Pak Bejo bukan lagi alasan Caca malas untuk bekerja. Kebahagiaan selalu dirasakan Caca .
Satu ketika Caca melihat beberapa orang keluar dari kantor menejer dengan memakai baju serba putih, namun anehnya Caca ketika Caca menanyakan oada kawan kawannya tentang mereka, mereka tak melihat siaoaoun dengan memakai baju serba putih. Caca masuk ke ruangan pacarnya. Namun wajah pacarnya itu terlihat seperti banyak pikiran.
Pak bejo hanya tersenyum pada Caca, membuat Caca tidak terlalu khawatir dengan keadaannya.
"Kamu jangan khawatir yaa.. mereka bukan siapa siapa. Oh iyaa Caa.. Kamu masih ingat semua kenangan kita disini kan?"
Caca melihat ke arah pacarnya dengan wajah bingung. Sebenarnya apa yang terjadi pada pacarnya, kata katanya seperti akan meninggalkan Caca.
"Duduk sini dong, aku mau dengar semuanya. Aku kangen masa masa itu Ca"
Aku menuruti kata katanya dan menceritakan segalanya. Pak Bejo mendengarnya sambil tersenyum.
Namun hal itu sangat aneh. Caca tiba tiba terbangun dari tidurnya. Caca tiba tiba lupa apa yang terjadi pada dirinya. Dan kepalanya terasa sakit.
"Aduh.. kenapa kepalaku sakit? Semalam aku bermimpi apa" katanya.
Seperti biasa Caca sudah sampai di kantor pukul setengah delapan dan mengerjakan semua dokumen yang menumpuk ditemani secangkir kopi favoritnya.
Pagi semua" sapa menejer kantor itu.
Caca seperti mengetahui maksud terselubung dari senyuman menejernya itu. Caca melihat ke arah Ferry di sebelah mejanya sambil memutar matanya.
"Lihat itu, pasti ada maunya makhluk satu itu"
Ferry melihat kearah Caca dan mengangguk sambil menyeruput teh di mejanya.
Caca sedikit heran. Sepertinya percakapan ini pernah terjadi.
Caca mulai teringat mimpi semalam dan membesarkan matanya.
"Kalau tidak salah, hari ini pak menejer akan resign dan digantikan oleh orang baru. Dan dia adalah" katanya dalam hati.
Caca melihat ke arah jam dan menantikan jam sembilan.
Dan saat jam menunjukkan jam sembilan pagi. sesosok pria datang ke kantornya. Mereka salings menatap dan terkejut bersama sama. Caca dan pria itu saling menunjuk dan mengatakan hal yang sama dengan wajah terkejut.
"KAMU"
~TAMAT~