Aku bisa melihat masa depan, memang tak masuk akal. dengan memegang bagian kepala lalu menutup mata, masa depan terlihat. Tapi kali ini, saat hendak mengambil bulu mata yang jatuh pada ibuku, aku melihat sekitarnya menangis di kuburan dengan menyebut nama ibuku. Aku tak kuat melihat kelanjutannya lalu membuka mataku, aku memasang raut takut di depan ibuku yang sehat. Ibuku yang tak tahu aku bisa melihat masa depan menanyakan aku yang mendadak memasang raut itu, kakiku terlangkahkan menuju kamar tanpa menjawab. Di Kamar aku menangis, firasatku mengatakan ibuku yang berada di bawah tanah. ini pertama kalinya untukku melihat yang seperti itu, benakku mengatakan untuk mencoba mengubah masa depan. Esoknya kucoba menjaga ibuku dari bermacam kecelakaan, seperti dilarang memegang benda tajam, keluar harus memakai sopir dan sebagainya. Sebulan dilalui, ibuku dalam keadaan sehat. Sejak aku memutuskan menjaga ibuku, aku sering mengajak keluargaku untuk jogging, jogging kali ini ibuku lebih bersemangat, entah apa maksudnya. Jogging berjalan lancar, Aku masuk ke kamar membersihkan diri, orangtuaku naik ke atas juga ingin mengganti baju. saat aku mau membuka baju, ayahku berteriak, aku keluar dengan tergesa-gesa, kumelihat ibuku jatuh dari tangga dan kesakitan karena kepalanya yang lecet. Kami langsung membawa ibuku ke rumah sakit. saat ibuku diperiksa, tubuhku mulai bergetar ketakutan, ayahku menenangkanku agar tak terlalu panik. tapi bukan itu yang kutakutkan, aku takut tak bisa mengubah masa depan dan yang kulihat akan menjadi nyata. Dokter keluar mengatakan ibuku luka lecet karena terbentur. Sedikit rasa lega, tapi masih banyak rasa khawatir. aku masuk, lalu menangis sambil memeluk ibuku "bukan kali ini masa depan itu terjadi" batinku berkata. Aku memang hampir gagal, tapi aku tak berniat menyerah menyelamatkan ibuku. Setengah tahun terlewatkan, keadaan ibuku masih sehat. Esoknya ibuku diajak ke undangan, firasatku aneh. aku melarang ibuku datang, tetapi dia teta mau datang. terpaksa aku pun ikut untuk memastikan tak ada bahaya. Saat mau mengambil makanan, aku terlebih dahulu mencium baunya kemudian kutaruh di piring ibuku, ibuku malu tetapi aku tak peduli. Semuanya berjalan lancar. Sampai, saat jiwaku terpisah dari tubuhku, kumelihat diriku yang terlindas truk, dengan ibuku yang menangisiku. Sebelumnya, kami hendak menyebrang membeli keperluan di mini market yang berada tepat di sebrang pernikahannya. Tapi ibuku hampir menabrak truk saat mengambil barangnya yang jatuh. Aku secara refleks maju, mendorong ibuku, dan sekarang Aku sudah mati. Semua orang mendekati jasadku, aku hanya berdiri melihat keadaan itu dan bingung akankah ini hasil pantang menyerahku atau takdirku. Sampai kutemui jawabannya saat pemakaman diriku, aku melihat ibuku yang berdiri dari kejauhan memandangi kuburanku, teman-teman ibuku memanggil namanya sambil menenangkannya karena ibuku yang merasa bersalah atas kematianku. Yah memang takdir tuhan mungkin tak bisa diubah, tapi takdir tuhan sudah ditentukan dari awal. Aku mengambil hikmahku sebelum pergi yaitu Kerja kerasku berhasil dan ibuku masih sehat.
-SELESAI-
note:maaf bnyk kkurangan dlm penulisan cerita kdua gw. ohya ini cerita mini jadi dikit gess. tinggalin like ygy biar mamak gw bangga😁