Dina mematikan televisi yang dia tonton. Film yang disajikan di layar berkisah tentang office romance. Memang hobi Dina menonton drama romantis dari jaman sekolah tidak pernah hilang, bahkan sampai dia sudah menikah dan menjadi seorang ibu.
Dina mau tidak mau terkenang kembali percintaan yang dia alami di kantor tempat dia bekerja dulu.
"Ah, percintaan ku di kantor tidak seindah cerita di film, tapi setidak nya aku sudah menemukan pendamping hidup yang baik untuk ku karena kejadian itu", ujar Dina bersyukur dalam hati sambil memandang suami nya yang sudah tertidur lelap duluan, mungkin karena kelelahan akibat pekerjaan nya yang menumpuk akhir-akhir ini.
********
Dina bekerja sebagai staf marketing di PT. Selaras Jaya yang menjual alat-alat Elektrik sebelum menikah dengan Erick suami nya yang sekarang.
Di tempat mereka bekerja , manager mereka selalu menjadi perhatian.
Penampilan Robby, manager perusahaan mereka yang rapi, tampan dan bertubuh atletis tentu menarik perhatian semua karyawati single yang bekerja di sana.
Apalagi dengan jabatan nya yang tinggi.
Bahkan yang sudah berstatus ibu-ibu pun mengagumi Robby.
"Gak pa pa toh, cuman buat cuci mata, setelah seharian melihat layar komputer terus, mumpung ada yang segar-segar!", canda Bu Ita yang sudah beranak dua itu.
Kami semua tertawa mendengar perkataan Bu Ita yang suka bercanda itu, pokok nya di mana ada Bu Ita, gosip nya pasti seru.
********
Dina tentu termasuk salah satu yang mengagumi pak Robby. Kebetulan Dina memiliki wajah yang manis dan muka yang baby face. Walaupun saat itu Dina sudah berusia 26 tahun, tapi banyak orang yang pertama mengenalnya berpikir dia adalah pegawai magang, dan berpikir kalau Dina baru lulus SMA.
Dina hanya berani mengagumi pak Robby saja, walaupun kadang sesudah menonton drama yang bercerita tentang gadis miskin menikah dengan seorang CEO, Dina juga bermimpi memiliki seorang kekasih seperti pak Robby, tampan, memiliki jabatan tinggi dan sudah pasti mapan.
Sedang melamun Dina dikejutkan seseorang.
"Hayo mikirin aku ya?, jangan dipikirin, kalau mau nanti malam Minggu aku ajak kamu nonton. biar kita bermalam mingguan", goda Erick, pegawai magang yang baru lulus D3 itu.
Erick memang sering berkata menyukai Dina, tapi Dina tidak pernah menanggapi.
"Dasar! kalau cari mangsa yang benar, waktu aku sudah mulai sekolah, kamu saja masih di perut ibu mu!", omel Dina kesal, Dina memang berusia 5 tahun lebih tua dari Erick.
Dina selalu bermimpi mempunyai pasangan yang lebih dewasa dari dia, jadi Dina sama sekali tidak tertarik dengan Erick walaupun Erick berwajah lumayan tampan juga.
********
Dina tidak pernah menyangka, suatu hari saat dia sedang menunggu kendaraan sesudah pulang lembur kerja, Robby menghentikan mobil nya dan mengajak Dina untuk pulang bersama nya.
Sejak saat itu setiap Dina lembur, Robby selalu mengantar nya pulang. Bahkan kadang mereka berdua janjian bertemu di restoran hanya sekedar untuk makan bersama.
Dina saat itu merasakan seperti berada di awan-awan, karena pria yang di idolakan banyak perempuan malah menyukai nya.
Robby bahkan berterus terang berkata menyukai Dina, dan sejak saat itu sering berkunjung ke tempat kos Dina, sekedar mengajak pergi menonton atau pun makan bersama.
Dina memang tinggal di kos, karena orang tua Dina tinggal di desa, sedangkan Dina yang berpikiran ingin maju, akhirnya merantau ke kota untuk bekerja.
********
Dina begitu kaget, ketika suatu hari saat dia sedang nonton bioskop berdua dengan Robby bertemu dengan Erick. Erick memandang tajam pada nya tapi tidak menyapa dan tidak berkata apa-apa
Saat itu Dina begitu khawatir, karena mereka selalu merahasiakan hubungan mereka di perusahaan. Karena ada peraturan perusahaan mereka, kalau ada pegawai yang menjalin kasih, salah satu harus resign dari perusahaan.
Malam nya Dina sampai kesulitan tidur karena begitu khawatir, kalau Erick akan membocorkan rahasia mereka. Dina merasa dia sudah menolak Erick, Dina takut Erick akan dendam pada nya.
Untung nya kekhawatiran Dina tidak beralasan, ternyata Erick sama sekali tidak pernah berkata apa-apa. Bahkan saat Dina mendekati Erick dan mengucapkan terima kasih, karena tidak membocorkan rahasia nya, Erick hanya berkata tak acuh,
"Rahasia apa? Aku tidak melihat apa-apa!".
Bahkan sejak saat itu Erick juga sudah jarang menggoda Dina lagi,
********
Dina merasa hidup nya begitu bahagia, tenyata seperti mimpi nya, Robby begitu memanjakan nya.
Sering membawa nya jalan-jalan, membelikan nya baju, makan di restoran-restoran terkenal.
Tentu hal itu untuk seorang Robby tidak ada artinya.
Tetapi itulah kebodohan Dina, Robby tidak pernah mengucapkan komitmen apa pun pada nya, tapi hati Dina yang sedang berbunga-bunga karena cinta, tidak pernah memikirkan masalah itu.
Dina tidak pernah menyangka, kalau Robby ternyata muncul dalam hidupnya, hanya bagaikan fatamorgana bagi nya saja.
Sampai akhirnya suatu hari kejadian memalukan terjadi.
Perusahaan mereka kedatangan tamu seorang wanita dengan dandanan menor dan penampilan mewah.
"Di sini adakah yang bernama Dina?", tanya perempuan itu, yang langsung menerobos ke ruangan marketing.
Dina tentu kaget, karena dia sama sekali tidak mengenal wanita itu.
"Ada, saya yang bernama Dina. Maaf, ini dengan siapa ya..?", sahut Dina agak bingung.
"Oh, ternyata kamu perempuan kegatalan itu ya! Berani-beraninya mendekati suami saya! Dasar perempuan jaman sekarang! maunya hidup enak, tidak boleh lihat pria mapan, tidak perduli pria sudah beristri, masih saja diembat!", omel perempuan itu.
Mendengar perkataan itu, Dina tentu kaget seketika.
Hati nya mulai bisa menebak apa yang terjadi. Dia baru sadar betapa bodoh nya dia, selama ini tidak pernah menanyakan keluarga Robby.
Dia terlalu terlena dengan kebahagiaan, karena memiliki kekasih seperti impian nya, sampai melupakan semua nya.
Beruntung dia selalu menjaga kesucian nya, dan tidak pernah melewati batas.
Sedang Dina termenung, tiba-tiba perempuan itu menarik Dina keluar dari tempat duduk nya.
"Ke sini kamu! aku mau buat perhitungan dengan mu!", ujar perempuan itu.
"Saya tidak tahu apa-apa", ujar Dina berusaha membela diri.
Sedangkan teman sekantor nya semua hanya diam dan menyaksikan kejadian itu dengan bingung, karena mereka tidak pernah tahu kalau Dina menjalin kasih dengan Robby.
Saat itu lah Erick muncul dan membela Dina.
"Lepaskan nyonya! jangan asal bicara! Dina itu kekasih saya, bagaimana bisa dia mendekati suami nyonya?", ujar Erick langsung menarik lepas tangan perempuan itu.
Perempuan itu langsung terdiam dan menjadi bingung melihat ucapan Erick yang meyakinkan itu.
"Lha terus yg sering chatingan sama Robby di WA, Dina yang mana ya? Apakah Dina yang lain?", pikir perempuan itu dalam hati.
Dina memandang tak percaya pada Erick yang sudah menolong nya keluar dari masalah itu.
Sedangkan semua yang ikut menyaksikan kejadian itu juga kaget, dan memandang tak percaya pada Dina dan Erick.
Tapi mereka juga mengira kalau istri Robby sudah salah orang, karena selama ini tidak pernah ada satupun yang mengetahui hubungan Robby dan Dina.
Dan yang membuat mereka lebih kaget adalah selama ini mereka tidak tahu kalau Robby sudah mempunyai istri, karena dalam acara perusahaan Robby tidak pernah sekalipun mengajak istrinya, yang akhirnya membuat mereka mengambil kesimpulan kalau Robby adalah pria single.
********
Setelah kejadian itu Dina akhirnya memutuskan resign dari perusahaan, walaupun tidak pernah ada yang tahu hubungan nya dan Robby, Dina tidak ingin bertemu Robby lagi.
Dengan tekad bulat Dina keluar dari perusahaan itu, padahal Dina belum menemukan pekerjaan pengganti. "Aku harus nekad, kalau pun sampai tidak menemukan pekerjaan lain, paling aku pulang kembali ke desa", tekad Dina.
Dina tidak menyangka kalau Erick yang bekerja pada bagian sales itu mempunyai banyak koneksi, akhir nya malah membantu nya kembali, menemukan pekerjaan untuk Dina.
Sejak itu Dina menjadi semakin kagum dengan Erick, yang berkali-kali menolong nya keluar dari kesulitan.
Kekaguman Dina perlahan berubah menjadi rasa suka. Ketika hubungan mereka yang semakin membaik, Erick menyatakan rasa cinta nya kembali. Kali ini Dina tidak menolak lagi. Dina sudah lupa dengan persyaratan nya dalam memilih kekasih, Dina sudah tidak perduli dengan usia nya yang lebih tua 5 tahun, dengan tersipu Dina mengangguk setuju menjadi kekasih Erick.
Erick yang mendapat lampu hijau dari Dina merasa sangat senang, langsung menggendong Dina yang bertubuh mungil dan berputar-putar kegirangan.
"Sudah! turun kan aku, nanti kelihatan orang lain", ujar Dina khawatir, karena saat itu mereka sedang berada di sebuah taman.
Akhirnya Erick menurut dan menurunkan Dina kembali. Erick melihat ke kanan dan ke kiri, begitu melihat tidak ada orang di sekitar nya, Erick menggunakan kesempatan itu menarik tubuh Dina ke dalam pelukan nya dan mengecup bibir Dina dengan lembut.
"Ini cap nya, kalau kamu sudah jadi kekasihku", ujar Erick bahagia, sedangkan Dina hanya tersipu malu.
********
Setelah menjalin kasih selama 2 tahun, Erick pun melamar Dina.
Dina yang semakin mengenal Erick tentu menerima lamaran itu karena saat itu dia sudah berusia 29 tahun.
Ternyata Erick anak tunggal yang sudah sejak kecil kehilangan ibu nya. Akhirnya Erick hanya dibesarkan oleh ayah nya saja.
Erick begitu membanggakan ayah nya yang tidak menikah lagi, dan membesarkan nya seorang diri karena hanya mencintai ibu nya saja.
"Aku juga ingin seperti ayah ku, hanya mencintai seorang wanita saja di hidup nya", ujar Erick sambil menggenggam kedua tangan Dina dan menatap Dina dengan intens.
Dina tentu bahagia mendengar perkataan Erick yang tulus.
********
"Sayang, aku tidak bisa bertemu dengan pria yang begitu hebat", ujar Dina dalam hati, saat Erick membawa Dina ke kuburan Ayah dan ibu nya.
Ayah Erick menyusul ibu nya setelah Erick tamat SMA.
Akhirnya Dina mengerti, mengapa Erick sangat mandiri dan terlihat dewasa, padahal masih muda.
Dina dan Erick menikah dengan sederhana, karena saat itu Erick masih berjuang dengan karier nya Setelah menikah Dina tidak bekerja lagi, Dina hanya berjualan online saja, karena Erick sudah tidak mengijinkan Dina untuk bekerja lagi..
Beruntung setelah menikah dengan Erick, karier Erick meningkat terus, Erick bahkan naik jabatan sampai menjadi menjadi seorang supervisor.
Dina benar-benar merasa beruntung.
********
Bunyi dentang jam di ruang tamu yang menunjukkan pukul 11.00 malam, akhir nya menyadarkan Dina dari lamunan nya.
Dina menatap ke Erick yang masih terlelap dengan penuh kasih.
"Untung setelah fatamorgana yang ku alami, engkau datang dalam hidup ku", desah Dina dalam hati bersyukur.
Dina tidak pernah menyangka kalau romance office nya akan berakhir seperti itu, bahkan dia akhir nya menikah dengan pria yang awal nya tidak masuk dalam kriteria nya sama sekali.
Berpikir ke situ, akhirnya Dina menatap kembali ke Erick yang masih terlelap.
Dina mengecup dahi suaminya dengan penuh kasih, dan membetulkan selimut nya.
Sesudah itu Dina mematikan lampu di samping tempat tidur nya, agar cepat terlelap juga.
**** TAMAT*****
Buat yang suka cerpen nya jangan lupa tekan❤️ buat dukung author ya🙏🙏🙏. Ditunggu komentar nya juga🤗
Terimakasih sudah mampir ke karya ku😘😘😘