Siang itu sangat panas.. membuat nandi terus mengelap peluh keringat yang membahasi wajahnya. Terik matahari sangat tidak bersahabat dengan ibu kota, namun tetap tidak membuat hiruk pikuk penghuni ibu kota berkurang, kepadatan ibu kota tak mengenal musim tetap saja ramai.
Nandi menunggu kedatangan busway tujuan Jakarta Barat. Sesekali nandi membasahi kerongkongannya dengan air mineral yang dibelinya di sebuah minimarket.
"Hari ini sangat panas ya mba?"
"iya"
Nandi menjawab pertanyaan dari seorang lelaki tanpa mengalihkan pandangannya, karena dia sedang fokus melihat ke arah busway yang hampir sampai, jika sedikit saja dia lengah maka akan keduluan oleh penumpang yang lain, maka dia tidak akan kebagian tempat duduk, biasanya busway di jam segini sering penuh, lebih tepatnya selalu penuh.
"ah jangan dorong aku"
Tiba tiba ada yang menari tangan nandi ke dalam busway.
"bruggg..aduh sakit"
"maaf kalo tarikanku terlalu kuat"
"tidak apa-apa hanya sedikit sakit..., sepatutnya saya berterimakasi karena anda menarik saya, kalo tidak pasti saya tidak bisa masuk ke bus"
"apa kamu terbiasa berbicara tanpa melihat lawan bicara?"
Mendengar pertanyaan itu buat nandi yang sibuk mengambil bukanya yang terjatuh kelantai bus mengalihkan pandang pada sosok yang membantunya.
Kini nandi melihat sesosok lelaki tampan, bermata elang berwarna coklat kekuningan, alis yang berbaris rapi coklat kehitam-hitaman, hidungnya yang mancung menambah ketampanan, bibir tipis terlihat sedikit kemerahan, bulu- bulu halus menghiasi wajah si lelaki, rambut coklatnya menyentuh bahu. Nandi seakan terhipnotis oleh si pria, memandang ciptaan tuhan yang sempurna jika dibandingkan dengan lelaki yang lain.
"Hei kenapa diam..ternyata selain tidak menatap lawan bicara, kamu juga bukan penjawab yang baik"
"maaf.. saya sedang merapikan bukuku yang terjatuh"
"kamu tadi juga tidak melihat aku saat berbicara"
"kapan..bukannya kita baru bertemu?"
"saat di halte tadi"
"oh...iya saya ingat, ituuuu anda juga?"
"hmmm"
"Sekali lagi maaf..saya tidak sengaja..sebenarnya tadi..."
"Sudah tidak usah dijelaskan, aku tau kamu takut tidak kebagian busway bukan?"
"Ya begitu... aku menunggu dari tadi, di luar juga sangat panas, tapi terimakasih kalo bukan karena anda menarik saya..pasti sekarang saya masih menikmati panasnya terik matahari ibu kota"
"sepertinya kita boleh berkenalan.. nama saya ifkar"
"Nandi"
Pertemuan dan perkenalan ditutupi dengan penukaran no whatsap
Dari perkenalan itu nandi tau kalo ifkar seorang pelukis, nandi yang juga mengambil jurusan seni rupa..membuat kedua cepat akrab, ifkar berjanji akan mengajari nandi melukis dengan baik. Bahkan saat di dalam busway ifkar sempat membuat sketsa wajah nandi.
"kenapa anda malah menyimpan sketsa wajah saya, bukannya memberikan pada saya"
"Pertama karena kamu masih kegunakan kata anda dan saya, aku tidak suka itu ( aku dan kamu ) lebih asik"
"Baiklah berikan sketsa wajahku.."
"tidak"
"kenapa tidak"
"karena yang ke dua aku suka dengan semua yang ada dalam sketsa ini"
"ini seperti pujian yang membuatku merinding"
"hahaha...tenang tidak akan aku apa-apa kan, paling akan menghiasi dinding kamarku saja"
"pasti kamu menyimpan banyak sketsa wajah perempuan yang kamu buat di dinding kamar, aku bisa membayang hiasa dinding kamar kamu"
"hmm sebenarnya tidak terlalu banyak, hanya ada 1,2,3 hmmmm iya hanya, sketsa wajah mamaku, kakakku dan ini, sketsa kamu"
Sejenak nandi terpaku dengan pengakuan ifkar, degup jantungnya sangat cepat membuat nandi tidak bisa berpikir jernih, nandi membisu entah kenapa hatinya menghangat mendengar ifkar akan menyanding sketsa wajahnya bersama mama dan kakak perempuan ifkar.
"nandi sadar..kamu jangan mudah terbuai dengan kata m-kata dari lelaki yang baru kamu temui satu jam yang lalu" batin nandi.
"kamu turun dimana nandi"
"hmm oh..aku turun di SPBU meruya ilir, kamu?"
"Aku di pasar meruya ilir,"
"kamu tinggal di situ?"
"gak...ada yang ingin aku beli, aku tinggal di blok f dekat Mesjid Al-Taqwa"
"kamu gak bercandakan"
"memangnya kenapa"
"Aku tinggal di belakang puskesmas"
"kamu serius"
"iya..."
"kebetulan yang menarik"
"aku sudah mau sampai.."
"oke..sampai ketemu lagi nandi"
Kini nandi sudah turun dari busway untuk masuk kedalam perumahan meruya ilir nandi menggunakan angkot, setelah itu nandi akan sedikit berjalan kaki menuju rumahnya.
Hari masih saja terik.. rimbunnya pepohonan memberi sedikit kesejukan, kicauan burung yang bersarang di tiap dahan pohon menemani perjalanan nandi, daun yang menari terlihat sangat senada dengan nyanyian burung
Rambut nandi yang terurai indah sampai pinggul pun ikut menari, saat nandi tiba di Mesjid Al-taqwa dia teringat ifkar, nandi menulusuri sepanjang perumahan meruya ilir semua rumah berlantai dua..seketika itu nandi merasa dia dan ifkar memiliki jenjang sosial yang berbeda.
Nandi hanya anak tukang sayur.. yang sudah berjualan lama di perumahan meruya ilir, tapi sudah setahun ini ayahnya tidak berjualan karena sakit, sekarang ibu yang berjualan sayur di depan rumah itupun kecil kecilan, hanya cukup untuk modal jualan lagi, berobat ayahnya dan keperluan sehari hari. Untuk membantu perekonomian keluarga nandi harus bekerja untuk biaya kuliahnya, dan sedikit untuk uang jajannya sendiri. Menjadi anak terakhir membuat gadis bisa bernafas lega., kalo tidak pasti akan ada pengeluaran uang untuk jajan adiknya lagi.
Untuk kerumah nandi..harus lewati gang sempit yang hanya bisa dilewati satu motor saja, jika ada motor yang berpaspasan terpaksa satu motor harus mundur atau masuk ke gang sempit lainnya.
ping pong notifikasi whatsap nandi berbunyi
"Assalamualaikum nandi"
"Waalaikumsalam ifkar"
Banyak yang mereka bicarakan mulai dari hal yang tidak jelas sampai ke kehidupan nyata, ifkar bisa menjadi pendengar yang baik bagi nandi, selama ini nandi mencari sosok yang bisa mendengar setiap ceritanya.
Seandainya saja kakak dan abang nandi masih tinggal satu rumah dengannya mungkin nandi tidak membutuhkan orang lain untuk dijadikan tempat berbagi cerita.
Keras kehidupan sekarang membuat nandi sangat hati-hati untuk mempercayai seseorang bahkan untuk memilih seorang teman saja nandi butuh waktu lama.
Kenyaman yang ifkar berikan buat nandi bisa nyaman hingga dia bisa bercerita tentang kehidupan masa kecilnya di desa bersama neneknya, sedangkan orang tuanya berkerja jualan sayur di perumah tempat tinggal ifkar, ternyata ifkar kenal dengan ayahnya nandi..ifkar sering diminta tolong mamanya untuk belanja kebutuhan dapur.
Dari nandi ifkar jadi tau..kenapa tukang sayur yang sudah berjualan dari ifkar kecil berganti dengan orang lain.
Hari berganti hari minggu dan bulan serta tahun..kedekatan nandi dan ifkar melewati banyak cerita, hati keduanya saling bertaut, sebagai sang kekasih ifkar sangat baik dan perhatian memberikan pengaruh positif buat nandi, keahlihan nandi dalam melukis mengalami perubahan yang pesat.. menjadi makin baik.
Orang tua mereka saling mendukung hubungan nandi dan ifkar, secara financial ifkar pun semakin baik kini ifkar memilik galeri pribadi, yang tiap 3 bulan sekali mengadakan pameran.
Walau begitu ifkar tetap saja menjadi pelukis jalanan bersama nandi. Tidak ada kata gengsi bagi seorang seniman..dunia luar adalah objek gratis yang Tuhan sediakan.
Dari sekian banyak lukisan ifkar wajah wanita cantik lebih mendomisi, ifkar memang suka mendekati wanita cantik itu semua agar dia bisa menjadikan wanita-wanita itu objek lukisannya, tidak pernah lebih dari itu.
Bisa jadi karena ifkar belum menemukan wanita spesial yang bukan hanya memiliki wajah cantik namun juga kepribadian yang baik.
Seperti biasa tiap minggu mereka akan ke taman untuk menjual jasa lukisan mau sketsa, target mereka kalangan remaja yang ingin mengabadikan wajah kekasih. Bahkan ifkar juga banyak membuat sketsa nandi..itu menjadi hobi baru baginya.
Mencari pundi-pundi rezeki bersama membuat kedua selalu terlihat bahagia...
"Ini lukisannya selesai dek"
Hasil lukisan nandi sangat cantik sekali..membuat customernya sangat puas, nandi mendapat bayar lebih dari harga normal.
Customer nandi seorang remaja belia yang kira-kira baru berusian 15 tahun, sketsa yang nandi ukir seorang anggota BTS yang lagi digandrumi remaja belia sekarang-sekarang ini.
Remaja itu sampai menyimpan no phonsel nandi untuk janjian agar minggu depan bisa bertemu kembali.
"kak.. aku dapat bayaran lebih,, bagaimana kalo kita makan baso"
Ifkar mengambil uang yang ada ditangan nandi lalu memasukan ke dalam tas nandi.
"simpan..biar kakak yang traktir"
Nandi langsung melingkarkan tangannya dilengan ifkar sambil mendorong ifkar dengan bahu agar seger jalan menuju tukang baso, nandi sudah sangat lapar setelah hampir seharian bekerja..
"pak baso dua, antar dibawah pohon bisa oke"
"oke non"
Bapak baso sudah kenal baik dengan nandi dan ifkar, biar pun begitu nandi tetap harus mengantri tiap makan baso disini, walau hanya baso gerobak tapi rasanya sangat enak..membuat si bapak baso tidak sepi pelanggan, nandi menuju ke tempat ifkar yang sedang menunggunya dibawah pohon, tapi ada seorang wanita cantik yang sedang berbicara dengan ifkar, melihat itu membuat nandi cemburu.
Ifkar yang melihat nandi berjalan ke arahnya melambaikan tangannya sebagai tanda memanggil nandi untuk mendatanginya, setiba nandi di bawah pohon ifkar meraih tangan nandi dan menggenggamnya.
"dek kenalin ini teman kakak"
"nandi"
"cindy"
Kedua wanita cantik itu saling berkenalan... nandi menangkap ada kecemburuan di mata cindy tapi tak ada amarah sama sekali.. membuat nandi sedikit heran, dia berpikir bisa saja cindy menyukai ifkar
Ini bukan kali pertama nandi di kenalkan dengan teman ifkar tapi dari kebanyakan teman yang di kenalkan pasti perempuan, kalo sudah begitu nandi pasti cemburu tapi tidak pernah bisa marah..karena ifkar selalu mengenali perempuan-perempuan itu padanya.
Setelah nandi dikenalkan dengan cindy..lalu cindy pamit pergi begitu saja, nandi dapat melihat raut wajah cindy sebelum pergi.
Terlihat raut wajah kesedih karena patah hati..nandi duduk di sebelah ifkar tak bersuara, ada rasa kecewa pada ifkar. Kadang dia ingin bertanya siapa semua perempuan yang selalu bertemu dengan ifkar, kenapa selalu ada kesedihan di mata semua perempuan itu tapi tak ada amarah yang ditunjukan apalagi dilontarkan.
"Kenapa diam"
Nandi hanya tersenyum ke arah ifkar, dilihatnya wajah tampan ifkar.
"karena wajah ini perempuan itu bersedih"
"Maksud adek?"
"apa kakak mempermainkan cindy dengan wajah tampan kakak itu"
Ifkar menundukan kepalanya disela-sela pahanya, dihati kecil dia merasa bersalah pada nandi, karena selalu menghadapkan nandi dengan banyak teman wanitanya... tapi ifkar sama sekali tak membohongi nandi..semua wanita yang dikenalkan itu memang teman, apabila perempuan itu salah menanggapi kebaikan dan perhatiannya itu bukan salah ifkar mereka saja yang lalu memakai perasaan.
"apa kakak harus membuat wajah kakak ini jadi hancur..biar tidak ada lagi perempuan yang membuat adek cemburu?"
Mendengar apa yang ifkar katakan membuat nandi kaget..dia sama sekali tidak menyangka kalo ifkar akan berkata begitu, nandi menyentuh wajah ifkar yang ditumbuhi bulu-bulu halus..menatap dalam kedalam mata elang ifkar, nandi pun merasa sangat bersalah dengan ucapannya tadi, dia takut ifkar melukai dirinya sendiri
"jangan kak..nanti adek jadi nangis terus"
"yakin nangis terus..paling juga adek ninggalin kakak"
"kakak...."
Krukkkrukkk perut ifkar mengeluarkan suara..tanda lapar tingkat tinggi..membuat kedua tertawa wkwkwkwkwk, sambil mengelus perutnya ifkar berkata
"dek..kok baso lama sich"
"iya..rame kak...adek liat dulu"
Di tahannya nandi yang ingin berdiri.. hingga nandi terjatuh ke dalam pelukan ifkar..tangan ifkar menahan tubuh ramping nandi agar tidak terjatuh...mata keduanya saling bertemu.. jantung berdegup tidak karuan..desiran darah melaju cepat...
"kakak makan adek aja boleh.."
"ihhh sembarangan"
nandi mencoba lepas dari pelukan ifkar, namun ifkar malah menahan dan tersenyum jail sambil mengedipkan mata kanannya...membuat nandi tersipu malu
" kak...lepasin"
"iya cinta kakak"
Degup yang baru saja mulai menurun lagi-lagi bedegup kencang mendengar ifkar memanggilnya cinta
Hampir 15 menit mereka nunggu baso, setelah menyantapnya sampai habis..mereka pun pulang
Hari ini hasil yang dikumpulkan lumayan banyak, nandi memberi sebagian rezekinya untuk ibunya dan membeli ayah buah jeruk bali, ayahnya sangat suka makan jeruk bali.
Beberapa bulan lagi nandi akan lulus..dia sangat senang bisa menyelesaikannya kuliah dengan biaya sendiri... walaupun kadang ifkar membantu..nandi berusaha untuk menggantinya, demi menjaga harga diri nandi ifkar menerima jika nandi mengganti tiap bantuannya, tapi uang itu ifkar berikan lagi untuk ibu nandi untuk ditabung agar bisa digunakan untuk perayaan kelulusan nandi, pastinya semua itu tanpa sepengetahuan nandi.
***
Antrian pengambilan baju toga sangat panjang.. nandi yang berbaris diantaran calon wisudawan dan wisudawati, nandi menyeruput es teh kesukaannya. Walaupun hari terik tidak menyurutkan semangatnya..hembusan angin yang kadang menyapa seolah bersorak berbisik semangat nandi.. biarkan rasa panas ini menjadi saksi pencapaianmu. Nandi lulus dengan indek prestasi ipk 3,53, Dengan Pujian Cum Laude.
Hari yang di tunggu nandi tiba...ada kesedihan yang menyeliputi hari bahagia nandi kedua orang tuanya tidak bisa menghadiri hari bahagianya karena kondisi ayahnya tak bisa di tinggalkan, ifkar yang berjanji untuk datang pun belum kelihatan..
Sekali lagi nanti mengarahkan pandangan ke kursi orang tua wisudawan matanya tidak menangkap beradaan ifkar.. tiba-tiba pintu tempat orang tua wisudawan masuk terbuka..membuat pandangan nandi sedikit silau terkena cahaya matahari..samar terlihat seseorang memasuki ruangan itu..semakin lama semakin jelas..
"kakak..."
Nandi mengangkat tangannya ke atas, ifkar yang melihat ke arah depan seketika dapat tau kalo itu adalah nandi, dia pun balas melambai, ifkar selalu ada disaat nandi memerlukannya, sangat jarang ada lelaki yang seperti ifkar, kebaikan yang ifkar milik selama ini yang membuat wanita nyaman, ifkar juga nyaman dengan nandi.
Sebenarnya banyak lelaki yang selama ini berkata cinta pada nandi tapi tak ada yang bisa memberinya kenyaman apalagi perhatian.
Ifkar buka lelaki yang memilik sifat romantis..tapi dia lelaki yang selalu bertindak..tanpa berkata-kata puitis...
Seperti cita-citanya menjadi pelukis dia melukiskan sesuai dengan apa yang dia rasa.
"kak...kita poto yuks di papan bunga fakultas adek"
"iya sayang... ayuk"
Nandi bertingkat manja pada ifkar tiap melihat pasang mata wanita menatap kagum pada ifkar..bahkan sampai ada yang memanggil ifkar ganteng, melihat nandi manja padanya ifkar malah senang..itu manandakan kalo nandi tidak ingin dirinya dimiliki oleh perempuan lagi
Ifkar suka dengan wanita yang menganggap diri ada, bukan hanya mengagumi wajah tampannya saja. Setelah melakukan sesi poto ifkar mengajak nandi kesuatu tempat.
"motor kakak kemana kok pake mobil"
"motor kakak di rumah"
Di mobil ifkar memuji kecantikan nandi.. selama 3 tahun mereka saling mengenal baru kali ini ifkar melihat nandi berdandan, pujian dari ifkar mehadirkan warna pink yang merona di pipi nandi.
" kak..kita mau kemana?"
Ifkar tidak menjawab..hanya tersenyum dengan padangan lurus kedepan, siang itu nampak agak mendung.. terlihat beberapa awan hitam bergelantungan di langit, segerombolan burung terbang dibawah awan yang menghitam.
Pengamen yang masih saja lalu lalang mengumpulkan rezeki, tidak mengenal takut gemuruh kilat cahaya yang sebentar lagi menyapa, apalagi siraman air hujan..itu tidak menjadi penghalang..bahkan akan menjadi mata pencaharian baru menjadi ojek payung.
Nandi melihat ifkar memutar stir mobil ke halaman sebuat cafe.
"kenapa kita ke sini?"
"kalo mau tau...ikut kakak"
nandi mengikuti langkah ifkar..selangkah demi selangkah, sekali memandang kearah ifkar, tapi diam saja, tidak sepi biasanya ifkar banyak diam begini.
"sayang liat itu"
Betapa terkejutnya nandi melihat kedua orang tua dan saudaranya di tempat itu, bahkan ada orang tua dan saudara ifkar juga.
"ini kak.."
Ifkar tersenyum hangat, diraihnya tangan nandi mereka mendekati kedua keluarga bersama, tangis bahagia dan ucapan selamat nandi dapatkan, dia sama sekali tidak kepikiran akan ada perayaan kelulusan.
setelah acara makannya selesai..ifkar mendekati nandi, ifkar berdiri di pinggir kursi nandi..meletak kotak hati kecil berwarna merah, sonta nandi mengangkat tagunya..pandangan mereka bertemu.
Maukah kamu menjadikanku suamimu...ifkar selalu saja berhasil membuat nandi terharu dengan kejut-kejut yang ifkar berikan.
Nandi mengangguk bahagia, dia tidak menyangkat ifkar akan melamarnya dihari kelulusan, hari ini menjadi hari spesial buat nandi. Tepuk tangan kedua keluarga menambah kebahagian.
"Dek...kakak ke mini market sebrang dulu, tolong simpan handphone kakak"
Nandi mendengar ada para pelayan yang baru saja lewat..mereka membicarakan bawa ada kecelakaan, perasaan nandi jadi tidak tenang, ifkar pergi sudah cukup lama..tapi belum juga kembali.
"aku keluar sebentar"
Nandi berlari...saat diluar dia melihat banyak orang yang berkeruman.. nandi berpas-pas dengan salah satu pelayan yang baru saja keluar dari kerumunan
"siapa yang nabrakan mas"
"satu satu pengunjung cafe ini, dari gajebo no 8, maaf mba saya harus memberi tahu keluarga korban dulu"
"saya tunangannya mas..."
Nandi menarik jubah wisudanya, berlari menuju kerumanan mencoba masuk dengan paksa ke dalam kerumanan, ifkar masih bernafas tapi banyak darah yang mengalir dari kepalanya..
Mata mereka bertemu..ifkar mencoba mengangkat tangannya pelan..nandi menjatuhkan dirinya buru-buru meraih tangan ifkar, butiran air mata mulai mengalir, ifkar mengusap air mata dengan tangan yang berlumur darah..
"aku mencintaimu...nandi" ucap ifkar lirih di detik-detik nafas terakhirnya
"kakak..............." Nandi berteriak penuh kesedihan, kehancuran, kesakitan karena kehilang kekasih hati di hari bahagianya.
"Nak...kita pulang ya?"
"ma... nandi kangen kak ifkar"
"kuat nak...mama juga kehilangan, tapi kita harus ikhlas, biar ifkar tenang nak, kirim dia doamu sebagai bukti cinta"
Nanti berdiri dibantu mama ifkar, kini telah kembali kepada pemiliknya... ternyata Allah memanggil ifkar kembali pulang kepada-Nya.
"kak... hari ini 30 hari kepergianmu, handphone yang kamu titipkan masih saja bersuara..banyak pesan yang masuk..tapi kenapa pesan cewek yang paling banyak"
Ifkar sudah tiada pun nandi masih cemburu, tapi nandi bahagia dari semua teman wanita ifkar berkata kalo ifkar sosok lelaki yang paling baik, perhatian dan selalu menghargai perempuan.
"kak...kamu.. mungkin dianggap playboy yang baik sama teman wanitamu yang lain, tapi bagiku kamu adalah kekasih terbaik, separuh hatiku ada kamu, tersenyumlah kamu disana bersama doa-doa yang kukirim"
Nandi berbicara pada galeri poto di handphone ifkar.. itu menjadi kenangan yang menemani tidur malam..berharap bertemu di alam mimpi..
I LOVE YOU PLAYBOY BAIKKU 💞💔💝
.