Di malam yang dingin ini pemuda bernama Roy ditinggal pergi ke luar kota oleh orang tuanya. Rumah mewah itu ia tempati sendiri dengan kesunyian namun hati yang bahagia.
Rumah itu tidak bertingkat namun luas. Roy yang masih kuliah sering kali membayangkan mempunyai pacar yang cantik seperti artis korea. Namun malam itu entah kenapa ia ingin menonton film horor bukannya film drama walaupun film horor itu orang korea.
"Film horor tapi ceweknya kok bening-bening sih, jadi pingin punya pacar." Ucapnya menonton film itu sambil menguyah keripik kentangnya.
Dalam adegan horor itu diperlihatkan wanita cantik tokoh utama sebagai orang yang diteror hantu. Roy yang greget melihat tokoh utamanya seakan-akan merasa ia ada di dalam film itu untuk membantu tohoh utama tadi.
film bersambung ke episode berikutnya Roy pun mematikan televisi lalu tidur. Sebelum tidur pada waktu tengah malam, ia berharap dalam hatinya semoga besok bisa memiliki pacar secantik cewek dalam film yang ditontonnya.
"Ting... Tung..."
Bunyi bel rumah tanda orang akan bertamu dan membangunkan Roy dalam mimpi indahnya.
"Siapa sih pagi-pagi begini mencet bel." Ucap Roy dengan suara serak dan wajah yang acak-acakan karena baru bangun tidur.
Roy pun keluar dari kamarnya dengan baju koas dan celana pendek lalu membukakan pintu rumahnya.Saat pintu rumah dibuka ia terkejut dengan cewek cantik putih dengan rambut panjangnya juga memakai pakaian putih.
"Roy?" Ucap cewek itu.
"Iya, maaf kamu siapa" Tanya Roy bingung.
"Aku Maya tetangga sebelahmu. Boleh kan aku main-main kerumahmu sekalian bertamu."
"Boleh. Silahkan masuk." Ajak Roy dengan mata yang langsung melek saat melihat Maya.
Roy memang pernah dengar dari ayahnya nahwa ada tetangga mereka yang memiliki gadis cantik dan seumuran dengan dirinya, namun ia tak pernah melihat wajahnya.
Roy mempersilahkan duduk Maya lalu membuatkan es jeruk untuknya. Setelah itu ia mohon izin untuk mandi. Setelah Roy mandi ia kembali keruang tamu dimana Maya duduk. Tapi anehnya Maya sudah tidak ada disitu dengan hanya meninggalkan gelas yang berisi es jeruk sudah diminum setengah.
Roy mengira cewek itu malu dan langsung kembali kerumahnya. Ia pun tersenyum kecil melihat tingkah Maya.
Malam harinya ia melanjutkan menonton film horor yang sama.Saat itu ia duduk diruang tamu dengan keadaan pintu rumah terbuka karena kepanasan.
Saat Roy mengambil minuman dari dapur dan ingin kembali duduk, ia terkejut melihat Maya sudah duduk didepan televisi sambil tersenyum kecil.
"Lah May, bikit kaget aja kamu." Ujar Roy yang kaget melihat dirinya.
"Sini." Ajak Maya untuk duduk disebelahnya.
Roy pun duduk dan membawakan minuman satu gelas lagi untuk Maya. Ia tak menaruh curiga pada Maya sama sekali. Malah ia senang ada cewek malam-malam dateng kerumahnya.
"Wah ada Maya nih. Lengkaplah kehidupan ku ada cewek malam ini." Batinnya sambil tersenyum melihat Maya.
Duduklah Roy disebelah Maya. Saat menonton film horor itu,Roy merasakan aroma khas yang keluar dari Maya. Harum dan sangat nyaman dirasakannya. Namun sepertinya aroma wangi ini tak asing bagi Roy.
" Kamu kok cantik banget sih malam ini Maya?"
Maya hanya diam dan tersenyum manis membuat Roy semakin kesemsem jatuh hati. Sambil menonton film horor itu Roy menikmati dan mulai serius. Disaat adegan mulai memunculkan hantu dalam film itu Roy kaget seakan ia ingin memeluk tubuh Maya.Tapi saat ia menoleh cewek itu sudah tidak ada.
"Akh kebiasaan si Maya pulang enggak bilang-bilang." Ujarnya kesal.
Keesokan sore harinya Roy menunggu Maya datang. Ia membayangkan wajah cantik beserta aroma tubuhnya yang harum itu. Tapi dalam benaknya ia seperti mengenal bau khas yang kuat itu.
Datanglah Maya saat mulai menunjukkan waktu tengah malam. Roy sama skali tak curiga dengan cewek itu malah dia senang ada yang menemani. Duduklah Maya disebelah Roy.
TRING.... TRING...
Handphone Roy berbunyi dan ia langsung mengangkatnya karena yang menelpon adalah mamanya.
"Halo ma..." Jawab Roy
"Roy kami dalam perjalanan pulang nih sebentar lagi kami sampai dirumah. Kamu dirumah sendiri kan?"
"Oh iya ma. Kebetulan ini ada anak tetangga sebelah menemani. Orangnya cantik loh ma"? Ucap Roy pada mamanya.
"Ha masa sih? Emang siapa namanya."
"Maya ma." Jawab Roy dengan pelan menghadapkan wajahnya membelakangi Maya.
"Kamu enggak salah tu namanya Maya?"Tanya mamanya penasaran.
" Enggak kok ma. Bener namanya Maya anak tetangga sebelah persis disamping kita rumahnya. "
" Kamu ngawur ya Roy. Maya kan sudah meninggal seminggu yang lalu sebelum mama dan papa berangkat masa kamu lupa. "
DEG
Jantung Roy seakan terpacu dan berdetak sangat cepat. Ia ingin memalingkan wajahnya ke arah Maya namun takut karena yang ia lihat bukan wajah cewek itu lagi.
Akhirnya ia memberanikan diri melihat wajah Maya. Dan benar saja apa yang ada dipikirannya, Maya sudah tidak ada lagi duduk disebelahnya.
Ia akhirnya paham dengan semua yang dialami. Dan aroma tubuh Maya adalah aroma bunga kantil. Ia langsung berbaring disofa itu menutupi wajahnya dengan bantal sofa dan menutup panggilan telfon mamanya.
Tak lama kemudian pulanglah mamanya memasuki rumah itu yang pintu rumah tak dikunci oleh Roy.
"Roy kenapa kamu tutup panggilan mama. Dan ini lagi kenapa pintu rumah tak dikunci." Ujar mamanya sambil marah-marah.
"Loh kamu kenapa kok kayak orang ketakutan gitu?"
"Tiba-tiba aku merasa masuk angin ma."
TAMAT