Sherina menarik kertas-kertas yang tersangkut diantara mesin fotocopy. Kemudian dia menunduk hendak membuka slot yang berisikan kertas HVS. Saat tangan nya memegang terdengarlah suara yang aneh. Akkhh... cepetan dong...suara laknat itu terdengar sangat jelas. Ruangan fotocopy dan ruang istirahat disampingnya hanya sekatan kaca buram, masing-masing tidak dapat melihat namun hanya siluet bayangan yang bisa dilihat.
"Kenapa mesti berkencan disini ?" Runtuknya geram pada dirinya sendiri. Dia terduduk di lantai karena tidak punya keberanian untuk berdiri.
Akhhh...akhh... Desahannya bukan hilang malah saling bersahutan. Sherina meremas kertas yang dipegangnya. Saat dia menoleh ke samping kiri arah pintu dia melihat Bisma Kepala Divisi tim B berdiri di depan pintu masuk setengahnya terbuka pintu itu. Sherina merangkak menujunya kearahnya sedang Bisma memundurkan langkahnya. Mereka menuju ke pantry tanpa konfirmasi. Mereka berpandangan sekilas. Sherina membuat kopi sedangkan Bisma membuka almari kitchen set atas. "Kopi?" Tawanya. Bisma mengangguk.
Mereka duduk berhadapan, Bisma menyodorkan sandwich isi tuna ke arahnya. Sherina tersenyum membalasnya. Hening. Sherina sering mendengar gosib anak-anak karyawan di perusahaan HTC bahwasannya Bisma alah satu cogan yang paling banyak dicari, selain itu dia juga masih singgel status dia, dan tidak ada karyawan wanita yang dekat dengan dia. OMG, jika rekannya tahu dia satu meja bahkan diberikan sandwich pasti mereka iri, batin Sherina.
"Ini sudah satu jam, kurasa mereka sudah selesai." Katanya sambil beranjak dari tempat duduknya dan membawa kopinya. Sherina mengikutinya dengan berlari kecil di belakangnya.
Mereka pun memulai pekerjaan masing-masing tanpa saling berbicara. Lagi-lagi mesin itu ngadat. Sherina bermaksud ingin membuka namu Bisma sudah membantu tanpa bicara.
Braakkk. Dia menggebrak mesin itu dari samping kemudian dia memencet tombol-tombol pada mesin Sherina memperhatikan tanpa suara dan selesailah pekerjaan mereka. Kemudian Bisma kembali ke ruangannya dan Sherina juga demikian. Pada saat Sherina berjalan ke parkiran dia melihat Bisma sedang merokok santainya duduk di motornya, OMG kebetulan apa ini, di parkiran gedung HTC hanya ada dua motor, miliknya dan milik Bisma. Mereka berdiri saling melempar senyum dan Sherina naik menyalakan motor matic miliknya. Dari spion ia melihat Bisma mengikutinya dari belakang. Ada rasa menghangatkan didadanya.
Keesokannya terjadi keributan di divisi HRD, dia melihat ada sepasang lelaki dan perempuan diikuti wanita bertubuh tambun berpotong cepak masih berdebat. Sherina terdiam. Menatap kearah mereka. "Mereka kepergok bercinta di ruang istirahat semalam oleh sekuriti. Apakah kamu melihat tingkah lakunya semalam. Menang banyak kamu jika melihatnya live ?" Bisik Daniel. Sherina meliriknya sekilas bersamaan munculnya Bisma dari pintu masuk. Mereka bertukar pandangan.
Kemudian muncul Argan memerintahkan untuk meeting pagi dimulai. Kemudian mereka larut pada pekerjaannya masing-masing.
Sampailah jam pulang kantor. Mereka beriringan keluar dari ruangan masing-masing divisi. Hingga di depan pintu Lift. Tiba-tiba Aldo berseru. " Boss gimana kalau ke Link source, sudah sepekan kita maraton, refreshing ?"
Argan mengangguk menyetujui. "Yeah..its party time". Semua anggota divisi Tim A dan Tim B bersemangat berjalan menuju ke night clubs yang dimaksudkan. Sherina dan Kayla saling memberi kode dan berpamitan pada kedua kepala divisi minta ijin tidak bergabung ada keperluan dan segala alasan.
Mereka berdua bersahabat dari High school hingga kuliah dan terpisah karena pekerjaan atas keputusan perusahaan. Tujuan mereka sama hanya mereka lebih memilih untuk hangout berduaan. "Ready?" tanya Kayla dan dibalas dengan gerakan kecupan bibir Sherina dibuat sexy. Mereka berganti kostum yang girly dan sexy. Kayla sedikit tambun dan body Sherina sangat proporsional dan selalu ditutupi model baju tertutup dan kuno. Sesampainya mereka larut dengan music yang diputar berdansa ria berduaan. Ada para lelaki yang mendekatinya dan ikut bergabung.
Di sana dari balkon pintu masuk Para pria Tim Pemasaran melihat-lihat ke lantai dasar.
"Hei, bukannya dia Sherina? Wow..sexy. Aku ke sana boss!' Seru Daniel. Argan dan Bisma melotot melihatnya. Gadis itu berdansa di ampit badannya dengan dua cowok asing. Mereka berdua berpandangan dan langsung ikut bergabung dengan Daniel. Sherina melihatnya bermaksud putar badan pulang, karena Kayla sudah melarikan diri namun tangannya di cekal Daniel. "Sexi girls come on come to me honey" , Bisiknya sambil berdansa menempel ke badannya Sherina. "Permisi Daniel aku mau pulang. Kau mabuk !" Katanya. Namun Daniel tidak memberikan celah dan berhasil menangkap Sherina. "Kita berkencan,ya?" Rayunya. "No, big no!" Seru Sherina namun tangannya di tarik kemudian. Cup. Sebuah ciuman sekilas di berikan pada Sherina bersamaan Argan dan Bisma mendekati mereka. Reflek Sherina menamparya. " Wow si kucing liar." Bisik Daniel diikuti pandangan mata yang tajam dari Bisma dan Argan. Ditinggalkannya Daniel Sherina pun pulang ke rumah.
Keesokannya di kantor mereka bertemu di pintu lift. Bisma, Argan, Daniel dan Sherina. Daniel mencoba merayu namun Sherina diam saja mengacuhkan. Sherina berkonsentrasi pada pekerjaannya dan Argan membantu menyingkirkan Daniel yang terkenal playboy dari Sherina, Argan memang mulai menyukai Sherina setelah melihat tingkah laku gadis itu selalu dapat menempatkan diri, pintar dan berbakat dalam pekerjaannya. Gadis itu banyak membantu Argan dan selalu bersedia lembur.
Dan itu dimanfaatkan Bisma juga mendekati Sherina, jika gadis itu lembur dia selalu menyediakan sandwich dan minuman berenergi tinggi atau minuman bervitamin C. Dan Sherina lebih menyukai cara Bisma yang diam-diam suka menolong dirinya. Terkadang mereka bertemu di pantry bertukar menu makan siang, atau Snack.
Sherina mengerutkan keningnya dia kesal pasalnya wanita itu harus datang makan malam keluarga yang diadakan di restoran mewah langganan keluarga. Perjodohan lagi, bibirnya mencebik kesal. Dia menemui Argan mengatakan tidak dapat over time. Disinilah dia berdiri di pintu masuk ke ruangan VVIP restoran disaat dia hendak memegang handle pintu ada tangan lainnya juga bermaksud sama memegang nya.
"Pak Bisma ?" Gumamnya.
Lelaki itu hanya tersenyum melihat Sherina yang berganti kostum lagi. Lebih Fresh dengan dress selutut berwarna putih. "Silahkan." Dia membukakan pintu untuk mereka.
"Sayang kok bisa bareng sama Bisma " Seru Mama nya Sherina heboh. Yang lainnya tergelak dan tersenyum puas.
"Kita satu perusahaan dan satu divisi hanya berbeda tim saja." Jelas Bima begitu keduanya duduk di tempat yang di tentukan keluarga mereka.
"Jadi tak perlu dong perkenalannya." Seloroh Mamanya Bisma.
"Tentu perlu. Bisma adalah putra rekanan bisnis Papa Sherina. Dan Sherina putriku yang bungsu. Kakak-kakaknya kerja di luar negeri dan Sherina memilih kerja sama orang lain. Aku harus bagaimana lagi? " Kata papa Sherina. Gadis itu hanya tersenyum melihat tingkah laku Papa nya yang tak kalah lebay dari mamanya.
Sedangkan Bisma hanyalah memandangi wajah Sherina tanpa bisa dimengerti oleh dirinya.
Singkat cerita mereka bermaksud menjodohkannya agar saling mendukung.
Bisma sendiri anak tunggal dan dia masih belum yakin kemampuannya untuk memegang peranan penting dalam perusahaan, makanya dia memilih berperan di belakang layar.
Singkatnya mereka tidak menolaknya dan juga tidak mengiyakan. Sherina di antar dengan cara mereka beriringan naik motor masing-masing.
Sesampainya Bisma menahan lengan Sherina.
"Bisakah aku berkunjung kapan saja? " Tanyanya Sherina mengangguk.
Sherina memberikan nomor telepon dan nomor apartemennya untuk memperlancar hubungan mereka. Bisma pun berpamitan namun sebelumnya dia memberikan ciuman di keningnya Sherina. Sherina disuruhnya untuk masuk ke gedung apartemen nya.
Semenjak saat itu hubungan mereka lebih intens bahkan mereka berpacaran ditempat-tempat yang tidak tertangkap CCTV. Mereka saling berkunjung ke apartemen, bertukar pikiran dan makanan namun juga terkadang Bisma mencuri-curi ciuman saat mereka di kantor, yang jelas ditempat yang aman tidak ada CCTV. Sherina merasakan kehangatan karena perhatian Bisma yang bertambah, mereka sengaja merahasiakan hubungan mereka demi kenyamanan bekerja di perusahaan tersebut. Biarkan waktu yang menjawab.