Dia adalah bos ku, bos yang dingin, ngeselin, ga punya perasaan dan ga mau ngalah sama perempuan. Tapi aku paling suka kalo liat dia lagi meeting walaupun tampangnya dingin aku suka gaya bicaranya yang berwibawa sampai..... "ekhemm.... Maria, dari tadi saya jelasakan kamu yang paling serius dengerin saya coba ulangi rencana apa untuk perusahaan kita kedepannya". kata bos Steven. di situ aku malu karna terlalu serius melihat dia yang tampan dan dingin. " hmm itu eehh ah pemasaran ". ucap ku gugup dan orang-orang yang ada di situ saling menepuk keningnya sendiri seperti telepati yang mengatakan 'aduh Maria, kamu dalam masalah besar karna ga memperhatikan pak Steven bicara'. dan saat itu aku hanya tersenyum malu karna terciduk tapi akhirnya pak Steven mengakhiri acara meeting ini dan aku pun langsung lari paling awal karna malu .
(Di kantin) " eh Maria, kamu pasti pas lagi meeting merhatiin muka pak Steven lagi yh?, trus kamu terciduk kan sama dia? ".kata sahabatku Sintia
" eh kok kamu tau? ".kataku kaget
" ya iyalah tau semua orang kan tau kamu suka sama pak Steven ".
"(⁄⁄•⁄ω⁄•⁄⁄) ah masa sih semua orang tau kamu melebih lebihkan deh".
" siapa yg melebih lebihkan kamu itu terlalu menonjol tau ".
" Maria, kamu di cariin pak Steven di ruangan nya". kata seseorang
"mati aku pasti gara gara pas meeting tadi". kata ku
" aku ga bisa bantu yh, soalnya ini masalah pak Steven loh".kata Sintia
"sin, do'ain aku yh". kata ku takut
" oke deh". Dan aku pun pergi ke ruangan nya pak Steven.
(di ruangan pak Steven) "permisi apa pak Steven memanggil ku? ".kata ku bertanya pada sekretaris nya. " iyh dia ada di dalam kamu masuk aja".kata Sekretaris. Di depan pintu hatiku sudah dag dig dug ketakutan ku beranikan diri untuk mengetuk pintu 'tok tok tok' "masuk! ". ada suara dari dalam dan aku langsung memasuki ruangan nya, aku lihat di sana ada seorang laki laki sedang duduk di kursi kesayangan yang membelakangiku, aku takut dan otak ku sudah treveling aku takut kalo dia memecat ku karna aku tidak memerhatikan dia. " duduk! ". katanya masih posisi yang sama dan dingin, aku pun langsung duduk dan memberanikan diri untuk bertanya " ada apa yh pak? ".
" kita duduk di sofa saja biar lebih santai".katanya
'😲 masa sih pak Steven bilang kaya gitu' batinku
"ayo nunggu apa lagi? ".
"eh i-iya pak". aku dan pak Steven sudah duduk di sofa
" kamu ada masalah? ".katanya
" ga ada pak".kata ku enteng
"kamu lagi badmood? ".
" ga ada juga pak".
"terus kamu kenapa tadi pas di meeting? ".
'eh sangat to the point' batinku
" memang nya pas meeting mukaku ada apanya? "
"eng-enga ada apa apa pak". pak Steven mereka majukan wajahnya 4 cm dari wajah ku, ada apa ini kenapa pak Steven melakukan ini?
" kamu tau saat kamu pertama kali masuk kantor ini aku langsung suka sama kamu, kamu tau saat kamu sakit ada yang kirim seseorang buat berobatin kamu itu orang suruhan aku, dan kamu tau saat kamu di tembak sama laki laki lain besoknya aku langsung memecat dia karna aku ga mau kamu bermesraan dengan laki laki lain dan kamu adalah milikku". kata pak Steven
"hentikan Steven! " sambil mendorong dada Steven
"kalau kamu ga mau aku menerima cinta dari nya kamu ga usah memecat dia". kataku
bermuka merah. " karna percuma saja dia pasti akan mengejarmu sampai dapat ".
'dasar laki laki ga punya perasaan' batinku
" apa aku di panggil ke sini cuma mau mendengar ocehan mu itu? ".
" tidak itu bukan ocehan, itu kejujuran". katanya enteng. 'eh' aku makin salah tingkah di hadapannya jangan sampai pak Steven melihatku begini
"bagaimana? kamu suka kejujuran ku? ".katanya sambil tersenyum semringai, sebenernya aku ga habis pikir kenapa pak Steven bersikap begitu jujur sebenarnya aku senang tapi aku merasa ada yang aneh. " jam istirahat sudah habis kamu menyita waktu istirahat ku dan aku belum makan apapun jadi aku mau kembali berkerja dengan perut lapar".kataku sambil meninggalkan ruangannya
(di ruangan kerja)
"fyuhh.... sekarang aku ga makan deh, kan aku laper 😖". kata ku kesal. saat lagi mengerjakan tugas tiba tiba sekretaris pak Steven datang menghampiri ku
" adik, kamu makan ini yh kalo lagi kerja harus bertenaga ga boleh mengkosongkan perut, pemilik perusahaan ini ga mau ada isu karyawan nya mati kelaparan gara gara ga makan pas jam istirahat, jadi kamu harus makan semuanya ".
"tapi ini banyak sampe ada 3 kotak". kataku bingung
" sisanya kamu boleh bawa pulang, sekarang makanlah walaupun ada aturan tidak boleh makan pas jam kerja tapi kamu sudah mendapatkan perizinan".kata sekretaris nita.
"aku permisi".sambungnya
" wahhh asyikkk aku bisa makan deh sepuasnya, eh tapi kira kira siapa yh yang beli ini, ah bodo amat yang penting aku kenyang".kata ku senang
"ehh thor, mau ga? banyak loh ini makanannya".
" mau dong". author said
"mau? beli! ".
" 😡".
(skip pulang kerja) "aku pulang.....".
" nak nanti malem kita ada acara makan malam di restoran".kata mamahku
"acara makan? di restoran? sama siapa mah? ".
" udah pokoknya kamu ikut aja, jangan lupa dandan yang cantik".
"emangnya harus se formal itu yh? ".
" ya harus dong kan nanti malem acara spesial kamu". kata papah tersenyum misterius ke arah mamah
"oke deh 😑". bingung
(skip malam hari) " mamah aku udah siap, kapan mau berangkat? ".
" sekarang dong ayo semua berangkat".
aku berangkat bareng papah, mamah, dan 3 adik aku.
(skip di restoran) "permisi apa bapak yang bernama bapak vano? ".kata seorang pelayan
" iyh ".
" silahkan saya antar ke tempat VIP".
'😦 VIP? ga salah? ' batinku
di meja VIP sudah ada pasutri
"maaf aku baru dateng".kata mamah ku
" ga apa apa aku juga baru dateng".kata ibu itu
"silahkan duduk dulu". kata bapak itu
(aku, mamah, papah, dan ke3 adik sudah duduk)
" ini anak saya namanya maria, maria ayo beri salam sama tante elis".
"halo tante aku maria".kataku canggung
" wah ternyata dia lebih cantik dari yang di foto".puji tante elis
"bu, anaknya mana? katanya mau kesini?". kata mamah ku
" iyh nih kok belum dateng biasalah bu namanya juga orang sibuk jadi dia mungkin ada urusan dadakan". kata tante elis
"aku disini bun". semua orang menoleh ke sumber suara, 'ehh bukannya itu...😦'
" kamu? ". kata ku tak percaya
" iyh ini aku, ada apa? ".katanya enteng
" wahhh kalian sudah saling kenal? " kata tante elis
"sudah se jauh mana kalian berhubungan?".kata mamahku. 'aku ga ngerti kenapa kedua ibu ibu ini berkata begini??'.
" ayo ikut aku? " kata nya sambil menarik tangan ku dan aku pun cuma pasrah
"aduh jadi inget masa muda dulu deh".kata tante elis
" iyah jadi nostalgia ".kata mamah ku.
" kamu mau bawa aku kemana? ".
"di sini sepi apa yang mau kamu lakukan? ".
" kamu pikir aku bakal melakukan apa? ".katanya sambil tersenyum
" maria, aku tau kamu selama ini selalu memperhatikanku, aku tau kamu semenjak masuk kantor ini kamu selalu mengidamkan aku, benarkan apa yang aku bilang? ".katanya mulai berbicara sambil memegang pundakku, tiba tiba dia berlutut dan mengeluarkan cincin yang ada di kotak berbentuk hati
" will you marry me?".
"aku sudah berkata jujur padamu aku yakin kamu ga marah sama aku".
" aku ga marah kok, aku senang dengan pengakuan mu ini, aku yang dingin cuek dan ga berperasaan bisa manis seperti ini". kataku bangga
"jadi?".
" yes I will". kataku senang
dan akhirnya aku menjadi nyonya Steven dan menikah dengan bahagia, ternyata selama ini pak Steven sudah menargetkan ku untuk menjadi calonnya terimakasih Tuhan karna aku sudah memenuhi prinsip ku menikahi dengan orang yang aku cintai
*maap ga jelas ceritanya semoga kalian suka sama cerita ini dan jangan lupa setelah baca jangan lupa tinggalin jejak oke 👌*