Tengah malam begini masih terdengar suara yang keluar dari motor Riza saat ia masi terus berusaha menjadi lebih cepat dalam lintasan Road Race. Riza adalah pembalap pemula yang sangat ingin menjadi lebih cepat dari yang lainnya.
Pada putaran terkahir Riza berhenti dipinggir lintasan dan melihat stopwatch yang ditempelkannya pada dinding lintasan itu menunjukkan 2:06.554 detik.
"Lambat! Masi terlalu lambat. Sial!" Ucapnya setelah tau waktu yang ia peroleh dari latihan malam ini.
Ia duduk setelah turun dari motor balapnya dan melepaskan helm. Dalam benaknya kenapa ia selalu tak bisa menjadi yang terbaik. Tapi ia yakin suatu hari nanti kelambatannya itu menjadi yang tercepat karena kerja keras dan tekad kuatnya.
Esoknya ia datang lagi kelintasan balap yang memang khusus dibuatkan dalam kota itu untuk latihan balap seperti pembalap dirinya. Tetapi pada waktu tengah malam diasaat sudah sunyi ia datang. Karena baginya waktu beginilah saat yang fokus untuk berlatih.
Sudah beberapa hari ia latihan hanya sendiri tapi kali ini ia melihat seseorang didalam lintasan itu memacu motornya seakan pada tikungan lintasan itu ia melihat waktu yang lebih cepat ditempuh daripada dirinya. Ia penasaran siapa orang itu dan langsung masuk dalam lintasan untuk mengimbangi kecepatannya juga sebagai teman latihan pada malam ini.
Sudah hampir 5 lap tapi ia tak bisa mengimbangi kecepatan orang itu. Akhirnya ia berhenti dan orang itu juga berhenti dipinggir lintasan tepat disamping Riza.
"Wah kau ini ternyata lebih hebat dari ku. Boleh aku tau siapa kau?"Tanya Riza penasaran.
Orang itu langsung membuka helm yang dipakainya haingga membuat Riza terkejut sampai jantungnya mau copot.
" Namaku Clara. "Jawab orang itu yang ternyata adalah cewek cantik berambut panjang lalu menyambut tangan Riza untuk berkenalan.
" Kau cewek? "
" Ya iya lah. Masa aku cowok. "Jawab Clara.
" Aku gak yakin! "
" Perlu aku buka nih biar kau tau jenisnya? "
" Eh... Eh... Jangan. Waduh bahaya banyak setan. Jawab Riza panik dan salah tingkah.
"Lah giliran mau dibuktikan takut. Gimana sih. Ahaha kamu lucu."
"Akh... I..iya sorry."
"Senang berkenalan denganmu dan menemaniku dihari pertama aku pindah ke kota ini."
"Iya aku juga"
"Kalau begitu aku pulang duluan yah. Bye Riza yang lambat." Ucap Clara dengan melempar senyum nakal padan Riza dan langsung pergi dari tempat itu.
"Iya bye... Eh... Sialan aku dibilang lambat. Untung cantik kalau jelek.Yah kalau jelek ya udah lah, mau bilang apa udah begitu." Ujar Riza kesal namun dalam hatinya senang melihat Clara yang ternyata adalah pembalap cewek yang cantik.
Sudah bermingu-minggu mereka latihan berdua dan saling mengenal satu sama lain. Disela-sela jam istirahat mereka berlatih. Riza selalu merasa bahagia saat melihat senyum manis Clara.
"Kenapa kau senyum sendiri melihatku." Tanya Clara.
"Kau cantik Ra" Jawab Riza spontan.
"Eh... Akh... Bukan, maksudnya malam ini bintangnya cantik. Hahaha." Sambung Riza mengalihkan pembicaraan.
"Emang aku cantik. Kalau kau suka denganku aku tak masalah kok."
"Ha? Maksudnya?" Tanya Riza yang mulai serius menatap Clara.
"Ia enggak masalah kalau kau suka. Asal kau bisa lebih cepat dariku."
Riza terdiam dan berpikir namum hatinya membara seakan tertantang dengan perkataan Clara.
"Ok kalau aku bisa lebih cepat bagaimana?"
"Yah apa lagi. Kau jadi pacarku lah. Emang enggak mau."
"Siapa yang nolak!" Ungkap Riza serius namun lucu dimata Clara.
"Haha... kan kamu lucu. Tapi yah semoga beruntung karena sampai sekarang belum ada yang bisa menandingi kecepatanku."
"Lihat aja nanti.Kasi aku waktu seminggu berlatih sendiri lalu kita balapan yang akan ditonton orang banyak."
"Ok deal. Aku setuju." Jawab Clara.
"Kalau gitu aku pulang duluan dan kutunggu minggu depan yah. Dada calon pacarku." Ucap Clara sambil melemparkan senyum dan kedipan matanya pada Riza lalu meninggalkan tempat itu.
"Aku menyukaimu karena kau secara tak langsung melatihku. Dan memang karena kau cantik sih." Gumam Riza lalu meninggalkan tempat itu juga.
Sudah berjalan lima hari Riza latihan dan terus membuat kecepatan waktunya bertambah lebih bagus. Tanpa sadar ternyaya Clara diam-diam dari sudut lintasan melihat Riza berlatih. Senyum manis keluar dari wajahnya mengartikan bahwa Riza serius dengan apa yang ia katakan. Dan membuat Clara jatuh hati dengan keteguhan hati cowok itu. Karena selama ini belum ada yang bersungguh-sungguh memenangkan hatinya. Yang ada hanya kesombongan didepan dirinya seakan bisa mengalahkan kecepatannya.
"LEBIH CEPAT!!!" Teriak Calara dari sudut lintasan.
Riza mendengar teriakan itu dan semakin membuatnya percaya diri akibat suara yang ia kenal menyemangatinya. Tapi saat ia selesai memutar lap itu Clara langsung balik tanpa menyapanya.
"Aku yakin bisa mendapatkanmu." Batinnya sambil melihat Clara pergi.
Tibalah pada waktu yang ditentukan mereka dan Riza sengaja mengundang banyak orang datang melihat dirinya tampil untuk mendapatkan Clara.
Cepat... Cepat... Cepat
Tertulis dari spanduk yang diangkat oleh teman-temannya bentuk dari dukungan untuk dirinya. Mereka tidak tahu bahwa lawan Riza adalah seorang cewek cantik.
Start balap dimulai dengan ditandai bunyi khusus yang keluar dari pengeras suara. Riza memacu motornya begitu juga Clara. Dua putaran awal Riza belum bisa mengimbangi kecepatan Clara yang ada didepannya. Dalam lintasan lurus Clara memberi kode dengan tangannya mendandakan Riza harus lebih cepat dari Clara.
Dalam tikungan berbentuk huruf U pada lap ke lima Riza mulai mencoba menyalip Clara namun gagal karena motornya sedikit bergeser keluar posisi terdekat dari motornya Clara yang membuatnya harus tertinggal. Namun ia tak menyerah,suara penonton terus bersorak menyemangati Riza.
Dalam lintasan pada lap kedelapan akhir, ditrek lurus sebelum garis finish penonton yang berdiri dipinggir lintasan yang diberi pembatas ban mobil itu semakin greget dengan aksi mereka.
"Cepat.... Cepat... Cepat...." Suara teriakan penonton yang terdengar mereka berdua didalam lintasan.
Motor mereka saling berdekatan. Riza berhasil berada disamping Clara dan mulai meyakinkan penonton. Sudah hampir sejajar badan dengan badan,ban dengan ban hingga penonton diam keringatan dan akhirnya,
"Yaahaaa.. Riza menang!" Teriak salah satu penonton berdiri memegang pengeras suara.
Mereka berdua berhenti dipinggir lintasan dan disambut ramai oleh penonton. Riza membuka helmnya begitu juga Clara. Saat Clara membuka helmnya, terlihat lah dengan jelas oleh penonton yang mebuat mereka terkejut.
"Wadidaw. Ternyata dia cewek. Cantik lagi." Ujar salah satu penonton.
"Dia cantik kan." Ucap Riza dengan senyum bahagia. "
" Bukan cantik lagi bro. Dia bidadari turun dari atas motor. "
" Yah memang dan dia adalah... "
CUUP
Satu ciuman manis mendarat dipipi Riza mebuat orang-orang semakin terkejut. Begitu juga Riza.
" Dia pacarku. "Ucap Clara menyambung perkataan Riza yang ia potong setelah mendaratkan ciuman manis.
TAMAT