Aku Clara sekertaris senior di kantor Romantic TMC. Bos ku bernama Darwin dia,
"Clara! Bawakan dasi baru untuk ku!" Teriaknya dengan nada dingin
"Ini Mr. Darwin" Menyerahkan dasi baru
"Jelek!" Komennya
Aku memberikan dasi yang lain,
"Norak!"
Dan dasi yang lain,
"Terlalu mencolok!"
Dan lagi dasi yang lain,
"Selera mu terlalu rendah!"
Aku memberikan dasi yang lainnya lagi dan lagi,
"Lumayan"
Begitulah sikap nya, selalu membuat ku tertekan. Untung saja aku sabar, sudah 7 tahun lamanya ku bekerja dengan dia. Sikapnya masih sama tidak ada yang berubah.
Dingin, tidak peduli dengan apapun, angkuh, alergi wanita kecuali aku, dan menyebalkan begitulah sikapnya dari dulu tidak ada yang berubah.
Saat hari nya tiba, Aku ingin mengundurkan diri tapi ada beberapa hal yang menggangguku aku takut dia tidak bisa menemukan sekertaris yang cocok, jadi aku akan bantu cari sekertaris yang cocok dan aku sendiri yang menseleksi nya.
Beberapa hari ini, dia bersikap aneh dia menjadi lebih dekat dengan ku walau memang biasanya dekat tapi kali ini berbeda.
Dia berubah menjadi seperti itu sejak aku memberi tahu dia bahwa aku ingin mengundurkan diri. Sejak itulah dia berubah.
"Clara!"
"Ya?"
"Em.."
"Ada apa Mr?"
"Em.. buatkan masakan rumahan untukku nanti setelah pulang kerja"
"I-iya.. Eh?!"
"Ada apa? Kau tidak mau?!" Dengan nada dingin dan menyebalkan
Aku bukan ingin menolak tapi masalahnya terletak di "masakan rumahan". Aku tidak bisa memasak.
Aku terpaksa harus memasak demi bos ku ini. Sungguh merepotkan.
Sore harinya, aku dan dia pulang bersama menuju rumahnya. Sesampainya dirumah, memang banyak bahan makanan yang berbaris rapi di rak, di kulkas, dan peralatan alat masak yang lengkap.
Aku terkejut melihat itu semua, 7 tahun lamanya aku menjadi sekertaris dia tapi aku sama sekali tidak pernah menyentuh dapur rumahnya ini.
"Wah!"
"Cukup kagumnya, aku sudah lapar!" Dengan angkuhnya dia mengatakan itu
Karena aku bingung ingin memasak apa jadi ku putuskan untuk memasak sop ayam. Walau aku tidak terlalu tahu resep nya jadi aku hanya mencoba mengingat resep yang diajarkan oleh ibuku saat aku berkunjung kerumahnya sekitar 2 tahun lalu.
Aku benar-benar menyesal karena memasak sop ayam segala. Sebab, ayam harus butuh waktu untuk direbus terlebih dahulu dan aku tau bos ku orangnya tidak sabaran.
"Cepat! Lama sekali!" Teriaknya
"Sabar lah, aku sedang memotong sayuran.."
"Lambat sekali!" Dengan keras mengatakan itu
"Akh!!" Teriak ku
Karena dia terburu-buru membuatku jadi tidak hati-hati memegang pisau, dan akhirnya tergores.
Tak kusangka dia berlari ke arahku dan langsung memasukkan jariku yang tergores ke dalam mulutnya. Aku terkejut dan kita saling bertatapan.
"Kau tidak papa?!" Tanyanya dengan nada cemas
"Y-ya" Jawab ku sambil terheran-heran
"Ceroboh sekali! Lebih baik kau tidak usah melanjutkan nya lagi, ayo kerumah sakit saja!"
"Eh! Tidak usah aku baik-baik saja kau tidak usah khawatir"
"Khawatir?!" Tanyanya
"Ya"
"Khawatir? kenapa aku harus khawatir kepada dia? apakah aku.. Ah tidak-tidak itu tidak mungkin!" Dalam hati dia berpikir.
"Aku tidak khawatir!" Ucapnya dengan nada angkuh
Jelas jelas dia khawatir tapi dia tidak mengaku, bos ku ini memang tidak suka berterus terang.
"Kalo begitu aku lanjutkan dulu."
Tak sengaja aku lupa kalo panci nya panas karena habis dipakai untuk merebus ayam. Panci itu pun ingin terjatuh di kaki ku.
"Eh!!"
Untungnya bos ku, langsung menarik ku dan memelukku. Kita berdua pun saling bertatapan lagi. Muka dia terlalu dekat membuat ku bisa melihat bibirnya. Tak ku sangka orang yang begitu dingin dan angkuh ini mempunya bibir yang sangat indah.
Matanya yang biasanya terlihat begitu kelam dan dingin ternyata begitu bersinar, di pelukannya aku merasa hangat dan damai. Entah apa yang aku rasakan sekarang tapi seperti tidak mau lepas dari pelukannya.
"Sudah melihatnya?"
Aku pun tersadar dan lepas dari pelukannya. Dia menjitak dahi ku,
"Akh! Kenapa di jitak?!"
"Dasar ceroboh! Kau masak begitu saja sudah membuat diri sendiri ingin celaka dua kali! Dapur pun berantakan!"
"M-maaf Mr aku akan membuat yang lain!"
"Sudah lah tidak usah, kita pergi ke restoran saja."
"Tidak-tidak, aku akan masak makanan yang cepat dan hanya butuh waktu beberapa menit."
"Huf, ya sudah cepat lah"
Karena, aku tidak pandai memasak jadi aku masak mie instan saja itu lebih muda.
Setelah sudah jadi mie instan nya, ku pikir bos ku tidak suka. Tapi ternyata,
"Enak sekali! Kau ternyata pandai memasak!"
"Hehe, terima kasih Mr."
"Buatkan lagi!"
Tak kusangka dia ternyata suka dengan mie instan buatan ku.
Beberapa hari berikutnya, aku sudah mendapatkan beberapa calon sekertaris baru untuknya tapi dia selalu menolak dan menolak hingga akhirnya dia menjadi lebih aneh.
Dia selalu mencari perhatian ku, dia terkadang meminta ku untuk memasak mie instan di rumahnya dan terkadang dia sedikit lebih manja.
Aku dan dia jadi sering bersama-sama, tepatnya dia yang selalu menempel. Aku tidak tahu dia kenapa tapi, aku juga merasa aneh.
Aku sudah mencarikan sekertaris yang cocok untuknya, dan tiba waktunya aku menyerahkan surat pengunduran diri tapi, dia menjadi lebih dari aneh.
"Carla, dokumen sudah disiapkan?"
"Iya sudah Mr, ini dokumen nya"
"Oke"
"Dan ini surat pengunduran diri ku." Menyerahkan surat
"Iy-.. Eh? Kau mau mengundurkan diri lagi?!!" Tanyanya
"Aku kan sudah bilang Mr, aku akan mencari sekertaris yang cocok untuk Mr, jika sudah ketemu aku akan mengundurkan diri. Nah, sekarang sudah ada jadi aku akan.."
"Aku tidak setuju kau mengundurkan diri, aku tidak akan memproses surat ini!"
"Sudah 7 tahun lamanya aku menjadi sekertaris mu. Melayani mu, membantu mu, memberikan apa yang kau mau, tanpa lelah aku sudah menurutimu sampai sekarang. Kini, aku hanya ingin berlibur."
"Tapi!"
"Mr. Darwin aku senang bekerja dengan mu, terima kasih untuk kerja samanya sudah waktunya aku berhenti." Ucapku sambil tersenyum.
Dan aku pergi dari ruangan bos ku, tapi sebelom aku pergi. . .
Greb
Dia memelukku dengan erat dari belakang dan berkata,
"Jangan pergi, aku butuh kamu Carla."
Aku pun terkejut, setelah ku mendengar perkataan nya aku ternyata sadar bahwa aku menyukai bos ku. Tapi, aku terlambat untuk sadar bahwa aku menyukai nya.
"Apa yang kau lakukan?! Lepaskan!" Mencoba melepaskan
Semakin ku coba lepas semakin dia memelukku dengan erat, tapi anehnya aku tidak merasa terganggu dan yang aku rasakan sebaliknya aku seperti tidak mau melepaskan pelukannya.
"Lepaskan!"
"Tidak!"
"Kenapa kau memelukku?"
"Aku butuh kamu Carla!" Mengatakan dengan tegas
"Jika kau membutuhkan sekretaris yang seperti ku, kau bisa mendapatkan nya. Aku yakin sekertaris baru yang aku pilih dia bisa lebih baik dari ku, kau akan baik-baik saja lepaskan aku yah."
"Bukan seperti itu.. Aku butuh kamu untuk selalu disamping ku." Ucapnya dengan nada yang lembut
"Apa yang kau bicarakan? Jangan bercanda aku tidak.."
"Aku menyukai mu!" Dengan nada tegas tapi diucapkan dengan lembut
Aku bingung harus bagaimana tapi perasaan ku dan dia sama aku harus jujur atau tidak aku bingung dan lagi, aku dan dia berbeda casta.
"Tidak, kau tidak boleh menyukai ku aku bukan siapa-siapa." Melepaskan
"Kau tahu aku alergi wanita tapi terhadap mu aku tidak, kau selalu ada untukku dan kau selalu menuruti ku, kau yang membuat ku menyukai mu kau yang harus bertanggung jawab!"
"Maaf Mr. Darwin aku tidak bisa membalas perasaan mu!" Teriakku kepada dia
Dia pun langsung menarik ku ,memelukku dan mencium ku.
Tak kusangka, orang yang begitu tidak peduli dengan apapun bisa seperti ini.
"Aku tidak ingin kau pergi Carla, jika kau tidak suka dengan posisi sebagai sekertaris maka kau bisa ganti posisi sebagai pacarku."
"Tapi.."
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, kau dan aku sama-sama manusia tidak peduli kau hanya sekertaris ku saja atau yang lainnya, yang pasti aku mencintaimu Carla."
Dengan lembut dia berkata seperti itu dan membuatku jadi nyaman, jadi aku terima dia jadi pacarku.
"Baiklah, ayo kita mulai hubungan ini mulai dari sekarang."
"Carla.. terima kasih."
Kiss kiss kiss
Aku pun tidak jadi untuk mengundurkan diri dan kita berdua memulai hubungan baru.
~Tamat~
Thanks yang udah baca! I love you guys!!!