"jambu jambu jambuuuuu....jambu jambu jambuuuuu....jambu nya mbak??!!"....(menawarkan dengan senyuman) "gak dek" (di jawab singkat tanpa menoleh)..hari sudah menunjukkan pukul 17.58,,,
"sebentar lagi Maghrib,,kemana lagi aku harus jualan ya Allah..dari pagi aku keliling tidak satupun jambu ku yang laku..."gumamku dalam hati.
penatnya kaki ku tak lagi kuhiraukan apabila aku teringat akan suamiku yang terbaring sakit dirumah.hampir satu Minggu demam nya tidak reda,, semakin hari Suhu badan nya semakin panas,, jangankan untuk di bawa kerumah sakit,bahkan untuk makan hari ini aku tidak punya uang!! jualan jambu adalah satu2 nya pekerjaan yang aku lakoni,, untuk seorang ibu rumah tangga yang berusia muda seperti ku,aku tidak malu untuk berjualan keliling demi mengharapkan beberapa rupiah untuk bertahan hidup.
setelah menikah aku ikut suami ke perantauan,, karena sebelumnya suamiku bekerja disana sebagai seorang security,,2 bulan pertama suamiku masih dalam kontrak kerja,,namun tepat sebulan lalu suami ku di berhentikan,,entah kenapa aku tidak tau,,, katanya pengurangan tenaga kerja,, setelah di berhentikan kami mulai mencari pekerjaan yang baru,,, membuat surat lamaran pekerjaan,,menyusuri setiap jengkal kota ini dengan membawa harapan ada suatu perusahaan yang dapat menerima kami sebagai karyawan..hari berganti Minggu,,namun semua usaha kami belum membuahkan hasil,,,tidak hanya datang ke perusahaan perusahaan secara langsung,tapi kami juga mencari pekerjaan secara online,,lewat g mail,,namun masih noup respon..
gaji suamiku dari bulan sebelum di berhentikan hanya tersisa 200.000..uang sewa rumah...air.... listrik sudah hampir tiba..
aku tidak tau harus bagaimana...aku mencoba menghubungi saudara ku namun sama saja...jangankan untuk membantu ia terlebih dahulu mengeluh kepada ku...
"assalamualaikum"( membuka pintu dan masuk ke rumah)...
"waalaikumsalam"jawab suamiku pelan, hampir tidak terdengar..aku meletakkan dagangan ku dan menyalami suamiku,,,
"astagfirullah ya Allah,,,,panas Uda semakin tinggi,, ayolah kita ke bidan,,"(meletakkan tangan di atas dahi suamiku)
"uhuk uhuk uhuuk"(batuk kering yang nyaring),,, tidak apa sayang,,Uda udah sembuh kok"... suamiku memegang tanganku dan meletakkan di dadanya.
"apanya yang sembuh,,badan Uda semakin panas,, ayolah kita ke bidan,,Elsa gak mau Uda semakin parah,,, bagaimana dengan Elsa nanti,,, Uda harus sehat,,,Elsa gak sanggup lihat Uda seperti ini"...(air mata berlinangan)
"kita gak punya uang sayang,, sudah lah Uda tidak apa2,besok Uda sudah bisa jualan jambu,,Uda usahakan" suamiku menyeka air mataku yang mengalir perlahan..
"Elsa akan mencari pinjaman ke tetangga sekitar sini,, pokok nya kita harus pergi berobat,, jikalau Uda sayang Elsa,,Uda harus ikut Elsa pergi berobat"..aku berusaha
meyakinkan suamiku.
"sayang kan tau suhu badan Uda terlalu panas,,Uda takut nanti Uda di fonis covid 19,,Uda gak mau di karantina,,,Uda gak mau jauh dari sayang,,,jika Uda di karantina syg bagaimana,, sayang sama siapa,,, sayang jangan khawatir Uda akan baik2 saja kok"(berusaha senyum)
aku tidak kuasa menahan tangisnya,, kupeluk suamiku dan bersandar di dadanya,, kurasakan suhu tubuh nya yg begitu panas membuat aku semakin cemas dan kehilangan akal..."ya Allah berikanlah kesembuhan kepada suami ku"rintih ku dalam hati..
"uda,ayolah kita makan,,,biar Elsa ambilkan nasi"... pintaku pada suami ku
"iya" suamiku mengangguk pelan...
aku melangkah ke dapur,,ku ambil piring ,,namun yg ada hanya nasi putih itu pun hanya tersisa beberapa sendok,,,tanpa kusadari air mataku menetes membasahi nasi,,"berikanlah kami kesabaran dan kekuatan dalam menjalani hidup ini ya Allah,, jadikanlah kami manusia yang selalu bersyukur padamu" rintihan ku dalam hati.
"Uda,,ayo kita makan"meletakkan nasi tersebut dan menuangkan air kedalam gelas.
"bismillahirrahmanirrahim,,,allahuma bariklana fimma rozaktana wakina 'azabanar" "aamiin" aku menyuapi suamiku dengan penuh cinta dan kasih sayang.
"sayang,,apa sayang menyesal menikah dengan Uda??" dia bertanya dengan suara yang terdengar berat.
(tersenyum)"Elsa tidak pernah menyesal dengan Uda,,Elsa ikhlas dengan segala keadaan kita,,Elsa juga sangat bahagia bisa menjadi istri Uda,,,Uda harus yakin,,semua yang kita lalui hari ini pasti ada hikmahnya...Uda jangan berputus asa seperti ini,,, tidakkah Uda tau setelah tanjakan itu selalu ada dataran,,, anggap saja kita sekarang lagi mendaki sebuah gunug,,dan gunung itu akan ada puncaknya,dimana kita akan berhenti dan berbahagia setelah mencapai puncak gunung tersebut,"
"iya sayang,,, terimakasih sayang,,Uda juga sangat bersyukur mendapatkan istri yang begitu baik seperti sayang"(mengecup tanganku dengan lembut).
keesokan harinya seperti biasa,, setelah mandi, mencuci dan membersihkan rumah,aku pamit ingin berjualan jambu klutuk keliling.
"Uda Elsa jualan keliling dulu ya"(menyalami suami)
"jangan,,,hari ini biar Uda saja yg jualan,,sayang di rumah saja,,Uda sudah sembuh,,Uda kuat kok buat jualan" suamiku menahan tanganku dan berusaha duduk dari tidur nya.
"badan Uda masih panas,,,jangan di paksakan dulu,,,biar Elsa saja yg jualan,,"tegasku
namun suamiku bersikeras ingin jualan,,, akhirnya aku tidak bisa menghentikan keinginan nya,,,
"Uda,,, jikalau Uda tidak sanggup,Uda pulang saja,,,biar Elsa yg jualan"
"tidak apa-apa,,,Uda sanggup kok,,sayang di rumah saja berdoa agar jualan kita cepat habis"
"aamiin ya Allah,,, tentu saja,,Elsa pasti doakan agar jualan Uda laris"
suamiku berpamitan dan mencium kening ku..
"Uda berangkat dulu ya sayang,,, assalamualaikum"
"waalaikumsalam,,,hati2 syg" jawab ku dengan mata yg berbinar binar.
seharian aku menunggu suami ku pulang dengan harapan semoga jualannya habis dan bisa membawa beberapa rupiah untuk pembeli beras..hari sudah menunjukkan pukul 17.30 namun suamiku belum juga kembali,,aku mencoba menghubungi ponsel nya,namun tidak bisa...aku sungguh khawatir,, apalagi dengan kondisi nya yg masih sakit...aku takut terjadi apa-apa padanya...
"bagaimana ini ya Allah,,sudah jam segini tapi suamiku belum juga kembali...kemana aku harus bertanya ya Allah" gumamku
"bude,,,ada mie" (melihat ke dalam warung)
"mie apa,?!!"
"mie goreng isi dua aja bude satu"
"ohh,,ad nih,,silahkan masuk"...bude warung berjalan kedalam rumah nya dan membawa sebuah mangkok berisikan nasi dan lauk
"nih ada sedikit,,, bawalah,,gak bagus kamu setiap hari makan mie,,,"bude warung memberikan mangkuk itu padaku..
"jangan bude,, terimakasih,,Elsa ada kok nasi dan lauk di rumah"
"sudahlah jangan sungkan,, terima saja,, tidak baik menolak rejeki" senyum bude tulus padaku.
'"terimakasih bude,,, terimakasih banyak,,Elsa balik dulu,,nanti Elsa antarkan mangkuk bude"aku menerima pemberian bude dengan penuh rasa syukur..
"Allahuakbar Allaaaaaaaahuakbar,,, Allaaaaaaaaaaahukbar allaaaaaaaaahuakbar,,,,assyhaduanlailahhaillaaaaaaah,,, assyhaduanlailahhaillaaaaaaaaaah,,, assyhaduannamuhammadorasullaaaaaaaaah.....(suara azan)
aku bergegas mengambil wudhu dan menuju mesjid.. setelah selesai shalat magrib aku pun segera pulang,,, namun aku tidak melihat suamiku dirumah,,,rasa cemas dan khawatir semakin berkecamuk di pikiran ku,,,
"ya Allah apa yang terjadi padanya,,,dimana dia sekarang,,, sudah larut begini dia belum pulang" aku duduk di depan pintu rumah dan terus melihat ke jalan, berharap suamiku akan segera pulang,,,
di kota ini kami tidak mempunyai sispa2...tidak ada satupun saudara atau famili sekandung...
"assalamualaikum sayang" terdengar suara suamiku membangun kan ku,,,
ternyata aku sampai tertidur di depan pintu kerana menunggu suami ku pulang...
aku langsung memeluknya dengan erat
"Uda kemana aja,,penat Elsa tunggu Uda,,Uda kenapa lama sekali pulang"??? aku memeluk suami ku sembari terisak Isak
"maafkan Uda sayang,, sudah membuat sayang khawatir,,,"suamiku mengusap kepala ku dengan lembut.
*BERSAMBUNG*