Yuri gadis kecil cantik yang memakai baju serba ungu duduk meringkuk di bawah pohon dengan cuaca hujan yang sangat lebat , membuat seorang bocah lelaki seusianya yang sedang melintas bertanya-tanya dalam hatinya sedang apa yuri di sana . Bocah lelaki itu pun mendekati yuri dan menyodorkan payungnya ke arah yuri .
“Hei , kau bisa sakit kalau terus kehujanan begini” ucap bocah laki-laki itu .
Yuri pun mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang berbicara dengannya , yuri tampak kaget karena bocah laki-laki itu memayunginya dari hujan .
“Apa kamu tidak mendengarkanku , siapa namamu? kenapa kau menangis ?” Tanya bocah laki-laki itu kembali .
“Yu..Yuri” jawab Yuri yang sedikit terbata-bata karena menahan tangisnya .
“Aku Lion , salam kenal .Kenapa kau menangis ?, jangan menangis lagi . Kau tak akan bisa menyembunyikan tangismu dalam hujan . Matamu jadi merah kau terlihat jadi aneh” ucap bocah lelaki tersebut sembari melap wajah gadis itu dengan sapu tangannya dengan lembut.
Yuri yang belum pernah menerima keramahan dari orang lain merasa sangat bahagia namun tak bisa menunjukkan ekspresinya , yuri terus saja diam dan mencuri pandang ke arah bocah lelaki dihadapannya .
“Baiklah kalau kau tak ingin menjawabnya , yah semua orang punya masalahnya sendiri tapi jangan terlalu terbawa kesedihan. Ah aku harus cepat pulang kalau tidak ibu akan memarahiku lagi . Ini payung untukmu saja , cepat pulang dan hangatkan dirimu . Jangan sampai sakit . Sampai jumpa” ucap Lion kemudian pergi meninggalkan Yuri .
Sambutan hangat dari Lion membuat hati Yuri bahagia , karena tak seorang pun mau menerima keberadaan Yuri . Yuri adalah gadis cantik yang terlahir memiliki kemampuan sihir mengendalikan cuaca , namun cuaca yang bisa dikendalikan Yuri hanya hujan saja dan itu membuat orang lain merasa kesal akan keberadaan yuri . Hujan yang ditimbulkan Yuri sepenuhnya tak bisa ia kendalikan , cuaca yang tadinya cerah bisa saja berubah tiba-tiba . Yuri pun tidak mengerti ada apa dengan dirinya .
15 tahun berlalu Yuri kecil kini tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik namun kebanyak waktunya hanya dihabiskan untuk membaca buku dirumah , membaca buku merupakan cara Yuri untuk melupakan kesedihannya . Yuri tumbuh di kerajaan sihir namun memiliki sihir pengendali cuaca membuatnya banyak mendapatkan penolakan . Yuri pernah mencoba untuk pergi kesekolah namun teman-temannya merisaknya setiap hari dan mengatakan bahwa Yuri adalah kesialan bagi mereka , Yuri yang hatinya hancur tidak ingin pergi kesekolah lagi dan hanya belajar dirumah dengan guru yang sudah disiapkan oleh orang tuanya .
Orang tua Yuri juga sangat khawatir dengan keadaannya , Yuri sangat berbeda dengan kakaknya feya . Feya memiliki kemampuan sihir penyembuh dan sudah diakui sangat berbakat , berbeda dengan Feya yang sangat hebat yuri hanya dianggap bayangan gagal dari kakaknya .
Ayah dan ibu yuri yang hanya memiliki sihir biasa tak mampu berbuat banyak untuk membantu yuri , dan yuri pun menyadari pandangan orang lain yang tidak menyukai kemampuannya hingga membuat yuri nyaman hanya dengan berdiam diri dirumah saja .
Orang tua yuri yang khawatir dengan yuri berfikir untuk mencarikan pasangan untuk yuri , yuri yang mendengar percakapan ayah dan ibunya pun tidak menolak atau bahkan memberontak kepada mereka . Yuri berfikir apapun yang bisa membuat orang tuanya bahagia akan yuri lakukan walau begitu jauh di lubuk hati yuri , dia ingin sekali bertemu dengan bocah lelaki 15 tahun lalu yang pernah begitu lembut dengannya .
Kemudian keesokan harinya ayah yuri mengajak yuri untuk berbicara , ayah yuri hendak memperkenalkan yuri dengan pasangan yuri .
“Yuri , ayah ingin memperkenalkanmu dengan pasanganmu” ucap ayah Yuri .
“Baiklah ayah , siapapun itu aku yakin dia yang terbaik karena itu adalah pilihan dari ayah “ ujar yuri .
Yuri hanya tidak ingin hati sang ayah hancur , Yuri hanya mampu menyetujui permintaan ayahnya , karena Yuri juga tau bagaimana ayahnya sangat sulit mencari pasangan untuknya . Kebanyakan bukan Yuri yang menolak mereka tetapi sebaliknya , Yuri lah yang paling banyak menerima penolakan .
“Ada seorang bangsawan yang akan melamarmu , namanya adalah tuan Ryu . Dan kau akan bertemu dengannya besok “ ujar ayah Yuri .
“Baiklah ayah “ balas Yuri .
Melihat ayah dan ibunya merasa sedikit lega karena ada pengajuan lamaran untuknya Yuri pun merasa senang , karena bagi Yuri itulah bentuk rasa terima kasih pada keluarganya yang begitu sabar mencintainya yang penuh dengan kekurangan .
Hari berikutnya Yuri pun bertemu dengan Ryu dikediaman Ryu. Dengan sopan Yuri memberikan salam pada Ryu kemudian Yuri dipersilahkan masuk ke dalam rumah . Setelah itu Ryu dan Yuri menikmati acara minum teh mereka sembari membahas masa depan mereka nanti .
Yuri berfikir bahwa Ryu bukanlah pilihan buruk untuknya melihat perlakuannya sangatlah sopan , namun pandangan yuri tentang Ryu seketika hancur ketika Ryu bangkit dari tempat duduknya dan mulai berjalan kearah Yuri dan mulai membelai rambut dan wajah Yuri yang membuatnya seketika tak nyaman .
PLAK!!
“TUAN APA YANG KAU LAKUKAN?” Teriak Yuri pada Ryu setelah menampar wajahnya .
“BERANINYA KAU MENAMPAR WAJAHKU” ujar Ryu pada yuri .
Ryu pun menarik lengan yuri kemudian mendorongnya hingga jatuh kelantai , Ryu pun mulai ingin menyentuh Yuri saat itu dengan mulai merobek pakaian Yuri .
“ jangan melawanku , tidak akan ada yang mau menikahimu kalau bukan karena kau punya wajah cantik . Dasar sialan !” Ujar Ryu .
Yuri pun dengan sekuat tenaga melawan ryu , yuri berhasil meraih fas bunga dekatnya dan memukulnya ke kepala Ryu . Seketika ryu mengerang kesakitan .
“Agrrhhh” teriak Ryu yang menahan sakit .
Yuri pun akhirnya bisa lepas dari genggaman ryu dan mulai berlari keluar kediaman Ryu dengan tak tentu arah tanpa alas kaki yuri terus berlari dengan cuaca hujan yang sangat lebat . Tentu saja itu berkat kekuatan dari Yuri hingga dia mampu membuat cuaca seketika hujan deras .
Namun Ryu yang sangat kesal terhadap Yuri terus mengejarnya tanpa memperdulikan hujan , Yuri yang ketakutan terus berlari hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang lelaki ditengah jalan .
“Aa , tolong aku “ ujar Yuri yang terengah-engah karena kelelahan berlari .
“ ada apa ? , kenapa kau berlari dengan pakaian seperti ini nona?” Ujar lelaki itu yang khawatir dengan keadaan Yuri .
Tak lama Ryu pun sampai dan melihat Yuri sedang berdua dengan lelaki yang tak dikenalnya .
“Lepaskan dia , dia adalah tunanganku “ ujar Ryu .
“Tidak, jangan dia sangat jahat” balas Yuri yang mulai kelelahan .
“Sepertinya kau bukan tunangannya” ujar pria tadi .
Ryu yang mulai kesal dengan pria tersebut pun mulai menyerangnya dengan pedang yang selalu dibawanya , pertarungan pun terjadi diantara mereka . lelaki itu menghindarinya dengan mudah dan mematahkan serangan Ryu kepadanya , seperti sudah tau serangan apa yang akan diberikan Ryu , lelaki itu pun mengalahkan Ryu . Merasa tidak akan menang melawan lelaki itu Ryu pun pergi dan meninggalkan yuri beserta lelaki tersebut .
Lelaki itu kemudian mendatangi yuri dan memberikan jaket mantelnya kepada yuri , dengan raut wajah khawatir dia melihat ada beberapa memar di tubuh yuri .
“Terima ka..sih..” ujar Yuri kepada lelaki itu namun tiba-tiba kalimatnya terputus karena yuri sangat kelelahan .
Yuri pingsan dan dengan cepat tubuh lelaki itu refleks menangkap tubuh Yuri . Dan lelaki itu merasa bahwa tubuh yuri sedang demam . Dia pun membawa yuri ke kediamannya kemudian merawatnya . Rumah lelaki itu tak seberapa jauh dari lokasi yuri pingsan . Tak berap lama yuri pun membuka matanya dan melihat ada sesosok lelaki yang sedang membaca buku disampingnya .
“ siapa kau dan aku ada dimana ?” Tanya Yuri kepada lelaki tersebut .
“Ah , kau sudah bangun ya . Aku Lion salam kenal dan kau sekarang ada dirumahku , oh iya bajumu terlalu kotor jadi aku menyuruh pelayan dirumah ini untuk menggantinya dan barang-barangmu semua ada disebelahmu “ balas Lion dengan senyum hangatnya .
Tiba-tiba saja Yuri teringat lelaki yang 15 tahun lalu tersenyum padanya persis seperti lelaki dihadapannya ini . Kemudian yuri mengambil sapu tangan yang sudah lama dia simpan disaku bajunya , lalu dia memberikannya kepada Lion .
“Hm , bukankah ini sapu tanganku . Ah , aku ingat sekarang kau adalah gadis mata merah itu ya “ ujar Lion dengan spontan .
“Eeh, adakah kata ungkapan lain selain mata merah “ balas Yuri dengan menghela nafas karena merasa gagal menjadi cantik .
“Hahaha , tapi sekarang kau sudah tumbuh menjadi wanita cantik ya “ ujar Lion sembari menepuk kepala Yuri dengan lembut .
Seketika Yuri berdebar karena ucapan Lion wajahnya pun memerah . Sekarang yuri pun tau siapa Lion yang sebenarnya adalah seorang bangsawan dan seorang ksatria juga , mereka pun berbagi cerita tentang hidup mereka . Yuri menceritakan apa yang terjadi pada dirinya selama ini, waktupun berlalu dengan cepat . Mereka berdua sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama dan berlahan merekapun memiliki perasaan yang sama .
Hari itu Yuri ingin bertemu dengan lion disuatu tempat namun kejadian yang tak terduga terjadi , banyak sekali pengawal kerajaan yang datang kerumah Yuri dengan tujuan untuk menangkap Yuri karena telah menjadi tersangka kasus percobaan pembunuhan kepada Duke Ryu , Yuri yang membantah pernyataan tersebut dibuat untuk memilih ikut dengan pengawal kerajaan ke penjara atau melihat kedua orang tuanya akan dipenggal .
Yuri pun terpaksa mengikuti perintah para pengawal, Yuri pun memasuki kereta kuda dan bersiap menuju kerajaan untuk diadili yang dia tau jika tersandung kasus percobaan pembunuhan kepada keluarga bangsawan hukumannya adalah kematian , Yuri yang ketakutan terus saja menangis dan membuat cuaca hujan deras seketika .
Lion yang baru saja tiba dirumah yuri dibuat heran dengan raut wajah kedua orang tua yuri yang terlihat sangat khawatir , kemudian mereka menceritakan apa yang sebenarnya terjadi . Tanpa berfikir panjang Lion pun segera pergi menuju kerajaan .
Dikerjaan Yuri sedang diadili oleh raja dan semua keterangan menyudutkannya sebagai tersangka .
“Yuri apakah kau mengakui perbuatanmu ?” Tanya Raja pada Yuri .
“Saya tidak melakukan itu semua yang mulia , mohon lepaskan saya “ balas Yuri membela diri .
“Heh kau lihat apa yang sudah kau lakukan padaku, aku berniat baik padamu untuk menikahimu namun kau berniat membunuhku . dasar penyihir jahat“ , ujar Ryu sembari menunjukan bekas lupa pada kepala dan sekujur tubuhnya yang tersayat pedang .
“Tidak yang mulia , hamba tidak melakukannya “ ujar Yuri sembari memohon kepada Raja untuk mempercayainya .
Namun keterangan Ryu yang sangat licik mampu meyakinkan Raja bahwa Yuri adalah pelakunya , sehingga Raja pun memutuskan untuk menghukum Yuri .
“Aku memutuskan hukuman gantung untuk nona Yuri” ujar sang Raja .
Yuri yang terkejut hanya diam dan duduk lemas . Pengawan kerajaan pun membawanya ketempat eksekusi , Yuri terus saja berfikir kenapa hal buruk selalu saja terjadi kepadanya dan tidak ada orang yang mau mendengarkan dirinya ataupun memahami perasaannya .
Saat Yuri akan digantung tiba-tiba saja gerbang kerjaan terbuka dan seekor kuda yang ditunggangi seseorang berlari dengan kencang menghampiri yuri .
“Aku menolak hukuman mati untuk Lady Yuri “ ujar Lion dengan penuh emosi .
“Menyingkirlah kau” ujar Ryu dengan kesal .
“Sebenarnya hari itu Duke Ryu ingin memperkosa Yuri dan jika Yuri memukul kepala Duke Ryu itu adalah bentuk pembelaan diri , sementara luka tersebut anda dapatkan karena menyuruh pelayan untuk membuatnya seolah-opah Yuri adalah pelakunya “ ujar Lion .
Yuri yang mendengar pertama kalinya ada yang membelanya selain keluarganya dan membantu dirinya dalam kesulitan meneteskan air mata bahagia .
“Itu semua bohong yang mulia “ ujar Ryu .
“Kau masih mengelak , aku sudah membawa saksi . Dia adalah pelayanmu yang kau suruh untuk membuat luka tersebut dan mengarang cerita bahwa Yuri pelakunya “ ujar Lion sembari menunjuk seorang pelayan yang sudah diikat oleh pengikut Lion .
“I..itu benar , Duke Ryu sengaja melukai dirinya sendiri “
Seketika keadaan pun berbalik Lion mampu membuktikan bahwa Yuri tidaklah bersalah , kemudian Raja pun memutuskan untuk membatalkan hukuman untuk Yuri .
“ KURANG AJAR KAU BOCAH SIALAN” teriak Ryu yang mendekat ke Lion sembari menarik pedangnya .
Dengan sigap Lion pun mencabut pedangnya dan beradu pedang dengan Ryu , keahlian pedang keduanya tidak dapat diragukan lagi . Keduanya adalah ksatria yang cukup tangguh .
Namun kelihaian Lion dalam ilmu pedang lebih unggul ketimbang Ryu , tak berapa lama Ryu pun kalah dalam duel bersama Lion . Melihat lawannya telah kalah membuatnya berhenti bertarung . Yuri berlari ke arah Lion dan memeluknya dengan erat , Yuri menangis bahagia saat itu .
“Terima kasih Lion “ ujar Yuri pada Lion .
“Umm..sama-sama Lady Yuri” balas Lion dengan wajahnya yang memerah karena pelukan Yuri .
Yuri pun mengadahkan pandanganya ke arah Lion , seketika Lion melihat wajah Yuri yang begitu cantik baginya berlahan mendekatkan wajahnya dan mencium Yuri dengan penuh cinta di hadapan semua orang . Lion pun menyadari perasaannya pada Yuri adalah perasaan istimewa . Perasaan Yuri yang begitu bahagia membuatnya mampu mengendalikan hujan yang selama ini tak mampu ia kenalikan , dan Yuri bisa melihat indahnya pelangi dikala hujan reda .
Yuri kembali memeluk Lion dengan erat seolah Yuri benar-benar telah menemukan cahaya hidupnya , namun dari kejauhan Yuri melihat Ryu yang bangkit dan menarik pedangnya kemudian berlari ke arah dirinya dan Lion berada .
“DASAR BOCAH SIALAN!!” Teriak Ryu sembari mengarahkan pedang ke arah Lion .
Melihat itu Yuri dengan cepat mendorong Lion kebelakangnya dan menahan serangan dari Duke Ryu . Yuri pun tertusuk dibagian perutnya , darah segar mengalir di gaun ungunya yang indah . Tanpa perasaan Ryu menarik pedangnya dengan kasar dan mendorong tubuh Yuri , Yuri pun kehilangan keseimbangan tubuhnya dan akan terjatuh namun Lion menangkap tubuhnya dengan cepat .
Melihat itu semua Raja tidak tinggal diam , dia pun memerintahkan para pemanah untuk menghukum Ryu saat itu juga , dengan banyaknya panah yang melesat pada Ryu salah satunya menembus jantungnya dan itu membuatnya tewas ditempat .
Lion yang khawatir tengang keadaan Yuri terus memanggil namanya , Raja juga memanggil para penyihir yang memiliki sihir penyembuh untuk membantu Yuri , salah satunya adalah kakaknya yaitu Feya . Dengan cekatan Feya menyembuhkan adiknya , keadaan Yuri yang tak cukup baik membuatnya ketakutan akan kehilangan Yuri .
“Bagaimana keadaan Yuri ? “ tanya Lion .
“Dia kehilangan banyak darah , Dia akan baik-baik saja . Harus “ ujar Freya yang mencoba meyakinkan Lion dan dirinya sendiri .
Setelah mengerahkan cukup banyak sihir Freya mampu menyembuhkan luka pada Yuri dan membuatnya dirawat di rumah sakit kerajaan . Yuri pun mendapatkan mengobatan terbaik karena telah mampu membuktikan dirinya tak bersalah , setiap hari pun Lion selalu datang dan membawa bunga yang indah untuk Yuri .
Yuri membuka matanya setelah dua hari tertidur dengan nyenyaknya , hal pertama yang dia lihat andalah cahaya yang masuk dari jendela dengan wajah Lion yang tengah menata bunga untuknya .
“Lion “ ucap Yuri .
Mendengar Yuri menyebut namanya Lion dengan cepat menghampiri yuri kemudian memeluk tubuhnya , pelukan Lion begitu lembut dan serasa enggan untuk melepaskan Yuri saat itu .
“Apa kau baik-baik saja ?” Tanya Lion sembari memeriksa tubuh Yuri .
“Aku baik-baik saja, Lion terima kasih telah merawatku “ ujar Yuri .
“Akulah yang harusnya berterima kasih padamu karena telah menyelamatkan aku , Yuri ada yang ingin aku sampaikan padamu “ ujar Lion dengan perasaan sedikit gugup .
“Apa itu Lion ?” Tanya Yuri .
“Selama ini aku tak pernah terlalu dekat dengan wanita , karena itu aku tak begitu mengerti apa itu perasaan suka . Namun setelah bertemu denganmu hari itu perasaanku mulai berubah , sekarang aku menganggap bahwa kau adalah duniaku “ ujar Lion sembari mengambil sebuah kotak kecil berwana merah disaku celananya .
“Mau kah kau menikah denganku Yuri?” ujar Lion sembari membuka kotak tersebut yang berisikan cincin dengan permata berwarna ungu , warna kesukaan Yuri .
“Baik , aku mau menikah denganmu Lion” jawab Yuri yang menangis bahagia .
Setelah itu Lion dan Yuri pun menikah mereka pun memulai kehidupan baru mereka . Yuri merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan Lion dan membuatnya bisa merasakan apa itu cinta yang sebenarnya , jika Yuri adalah hujan maka Lion adalah pelangi untuk Yuri .
•END•