Seorang gadis cantik berambut hitam panjang, hidung mancung, pupil mata yang berwarna cokelat menatap setiap sudut bandara. Gadis itu baru saja sampai di bandara Soekarno-Hatta, perjalanan yang cukup panjang membuatnya lelah dan ingin segera menuju rumah yang sudah lama ia tidak kunjungi.
Gadis itu bernama Alana, lebih lengkapnya Alana Liora Gantari, memesan ojek online untuk mengantarkannya kerumah orang tuanya. Huff, ia tidak sabar bertemu dengan kedua orang tuanya sudah 9 tahun lebih Liora berada di Bali memutuskan untuk menenangkan diri sambil mencari pekerjaan dan sekarang ia ingin kembali lagi ke daerah tempat lahrinya.
Mobil yang Liora pesan berhenti di rumah yang tidak terlalu mewah dan masih layak untuk di tempati. gadis itu menghembuskan nafasnya dan masuk ke dalam rumahnya yang sudah lama ia tidak kunjungi. ART kaget melihat kedatangan Liora begitu tiba-tiba, pasalnya Liora memang tidak memberi tahu siapa-siapa kalau ia kembali, surprise katanya.
"Nona.. apa ini sungguh Nona Liora?" tanya salah satu ART tidak percaya dengan keberadaan Liora, gadis itu semakin cantik dan sedi kit berbeda.
Liora tersenyum lalu mengangguk, "Iya, ini sungguh Liora mbak. Mamah, Papah dimana mbak?"
"Nyonya dan Tuan berada di kamarnya Nona. Kalau begitu saya permisi untuk melanjutkan pekerjaan saya." pamitnya dan di angguki oleh Liona sebagai jawaban.
"MAMAHH, PAPAHH ANAK MUU YANG CANTIK INI KEMBALI!!" teriak Liona menggema di rumahnya.
"Lioraa, aduhh anak Mamah. Kapan pulangnya ini?" wanita paruh baya itu berlari menghampiri anak bungsunya dan langsung memeluknya erat. "Mamah kangen banget sama kamu, kamu selalu engga kasih kabar sama Mamah. Gimana liburan di Bali kamu? Menyenangkan?"
Liora mengangguk antusias, "Iya Mah, di sana aku banyak temen ramah-ramah pula orangnya. Jadi pingin balik lagi ke Bali."
Mamah Liora berkacak pinggang, "Ohh jadi kamu gak mau pulang kerumah? Ya sudah balik lagi saja, sekalian gak usah pulang kalau perlu Mamah coret kamu dari kartu KK!"
"Mamahh, aku hanya bercandaa. Btw Papah mana Mah? Aku tidak melihat batang hidungnya dari tadi." tanya Liora sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Ayahnya.
"Kamu seperti tidak tau tingkah laku Papah kamu, tuh orangnya tidur di kamar." tunjuknya dengan dagu. "Kamu belum makan kan? Kamu bersih-bersih dulu, setelah itu kita akan makan malam."
***
Pagi hari ini Liora ingin berjoging di sekitaran lingkungan rumah dan ingin menyapa tetangga yang sudah lama ia tidak lihat, siapa tau juga ia di suruh mampir dan mendapatkan makanan gratis lumayan juga kan?
Sudah 30 menit lebih Liora berlarian sendirian, ia duduk di taman yang lumayan sepi pengunjungnya. Gadis itu mengelap keringat yang bercucuran di keningnya dengan handuk kecil yang ia taruh di lehernya agar gampang untuk mengelap keringanan.
Liora membuka air minumnya lalu menenguk ya hingga air tersisa setengah. Tidak lama kemudian kedua pasangan menghampiri Liora yang sedang asik memainkan ponselnya. Awalnya Liora tidak mengetahui keberadaan kedua pasangan itu, namun merasa ada seseorang di depannya pun Liora mengalihkan perhatian dari ponselnya.
"Liora.. lo kapan baliknya?" suara berat itu berasal dari laki-laki di samping perempuan yang menggandeng lengannya erat.
Liora gelagapan tapi ia berusaha untuk tidak terlihat gugup. "Lo siapa? Salah orang gak lo, gua bukan Liora ya." jawab Liora ketus.
Perempuan di samping laki-laki itu menatap tidak suka pada Liora. "Heh! Biasain aja kalau ngomong, cowok gua nanyak baik-baik ya?!"
Liora memutarkan bola matanya malas. "Gua jawab biasa aja ya! Lo aja yang baperan, dasar tante-tante." setelah mengatakan itu Liora berdiri dari duduknya, menatap malas kedua pasangan itu lalu menyenggol bahu wanita itu hingga ia hampir saja terjauh, jika laki-laki di sebelahnya itu tidak memegangnya.
"Gila lo ya?" pekik perempuan itu.
"Udah ayoo balik." lerai laki-laki itu, membawa kekasihnya menjauh dari taman.
"Dia sangat berubah.., apa dia sungguh tidak mengenalku? Huff, kenapa di saat aku bertemu dia perasaan itu selalu muncul. Maaf aku telah meninggalkanmu waktu itu."
Laki-laki itu adalah Leonardo Anthara. Kekasih Liora waktu semester 5, ia putus dengan Leo karena mantannya itu di jodohkan dengan perempuan tadi yaitu Hana. Bodohnya dulu Leo tertarik dengan Hana, dan meninggalkan Liora begitu saja tanpa ada kata putus. Liora pun tidak mengetahui kalau Leo telah menikah dengan Hana, yang ia ketahui Leo menolak perjodohan itu dari Leo. Saat mengetahui itu Liora marah dan sedih bercampur aduk. Sudah 6 tahun Liora dan Leo menjalin hubungan, Yap dari SMA kelas 11.
Coba saja kalian di posisi Liora bagaimana perasaan kalian, yang di bohongi oleh kekasihnya yang sudah ia percayai. Sakit, sedih, marah semua menjadi satu.
"Kenapa harus di pertemukan lagi Tuhan?" Batin Liora.
~TAMAT~
Maaf bila ada salah kata dan typo. Mohon di like dan komen! Hargailah karya orang, maka karya mu akan di hargai oleh orang lain :')
Makasih udah like sama komen, lop sekebun untuk kalian ❤️🧡💛💚💙💜🤎🖤🤍♥️💘💝💖💗💓💞💕❣️🌹🍓🍭🍬🍫🎀🎁