pada saat ini, tepat nya 3 tahun lalu, aku harus kehilangan orang yang selama ini aku temani dan selalu bersama-sama selama hampir 10 tahun. tapi pada tahun ke yang 11 tahun,kami harus ldr.
karna dia ditugaskan di luar kota, selama 2 tahun lama nya. padahal pada saat itu, aku dan dia sudah bertunangan.
nanti ketika dia pulang kami akan melaksanakan pernikahan, tapi aku harus menunggu selama 2 tahun ke depan.
sampai dia benar-benar sudah selesai dan mendapatkan cuti untuk nikah.
hari-hari berlalu, sampai pada saat itu kami sedikit bertengkar, karna dia tidak menghubungi aku selama beberapa hari, jujur aku khawatir dengan nya. aku takut dia jatuh sakit.
tapi siapa sangka dari pertanyaan itu berubah menjadi sebuah pertengkaran diantara kami. sungguh ini adalah pertama kali nya di berbicara dengan nada yang sekasar itu.
dengan nada yang kasar dia mengatakan
" apa kau tidak percaya dengan ku, apa arti nya kita menjalin hubungan ini sampai kejenjang sekarang hah!!!." ucap nya dengan nada yang tinggi.
jawaban ku hanya 4 kata yaitu
" iya aku mintak maaf." ucap aku dengan menahan tangisan ku.
setelah itu dia langsung menutup telpon nya, dan aku menangis, entah hal apa yang membuat menangis, mungkin karna dia berbicara seperti tadi atau pun ada ketakutan tersendiri di hatiku.
aku sendiri masih belum percaya seratus persen pada nya, tapi aku mencoba untuk mempercayai nya, aku yakin suatu hubungan itu harus ada rasa saling percaya.
setelah hari itu, belum ada lagi kabar dari nya. aku juga belum berani untuk menelpon nya, karna aku takut dia akan marah, aku juga tidak mau egois dengan hanya memikirkan diri ku sendiri.
tapi setiap pagi aku selalu menyapa nya lewat chatting, tapi tidak pernah ada balasan dari nya.
sampai suatu hari setelah beberapa bulan kejadian itu. dia menelpon ku dengan mengatakan bahwa dia rindu, dan dia juga mengatakan bahwa dia kan segera pulang.
satu hal yang membuat ku menjadi tenang
" sayang aku sudah ambil cuti beberapa hari, untuk mempersiapkan pernikahan kita, bulan depan aku akan pulang menemui kamu dan orang tua mu. untuk mengkhitbah mu." ucap nya dengan manis.
saat dia berbicara seperti itu spontan aku mengatakan bahwa
" ya aku tunggu kamu di rumah, cepat datang ya sayang." ucap aku sambil tersenyum senang.
setelah itu kami sama-sama menyudahi telpon itu, dan aku menari-nari kesenangan dan akhir aku tertidur.
bulan depan
akhir nya bulan yang aku tunggu-tunggu datang, sebelum itu aku mengatakan pada ayah dan juga ibuku. bahwa dia akan datang untuk mengkhitbah ku.
kata-kata orang tua ku sangat membuat aku mantap dan yakin kepada dia, untuk ke jenjang pernikahan.
" ibu dan ayah akan setuju, semoga kamu dan dia selalu bahagia dan akan tetap begitu ya nak." ucap ayah dan ibu ku sambil memeluk ku.
malam hari nya
dia benar-benar datang dan membawa seserahan, dia datang mengkhitbah ku. saat itu bahagia dan sangat bahagia, ini adalah moment dimana sudah aku nanti-nanti kan selama 12 tahun lama nya.
akhirnya setelah dia pergi ditugaskan selama 12 bulan, dia kembali dan mengkhitbah ku di awal tahun.
kata-kata dia sangat menyentuh hati ku
" maaf pak, buk. kedatangan saya dan kedua orang tua saya ini tujuan nya adalah untuk mengkhitbah putri bapak, untuk menjadi istri saya. maka dari saya meminta restu dari bapak dan ibu, apakah boleh saya mengkhitbah putri bapak dan ibu?." ucap nya sambil memohon restu pada kedua orang tua ku.
kata-kata nya sopan dan membuat aku semakin yakin akan keseriusan nya.
setelah itu ayah dan ibuku menjawab
" jika dari kami berdua setuju dan memberi kan restu pada kamu nak, semoga kamu bisa menerima kekurangan dan kelebihan putri ibu." ucap ibu ku sambil menangis.
dan ayah ku mengatakan hal yang membuat ku menangis
" bapak setuju dan memberi kan mu restu, tapi jika nanti kamu sudah bosan dengan putri bapak, jangan kamu sia-siakan dia. kembali kan saja kepada kami nak." ucap ayah ku sambil menahan tangis nya.
setelah selesai acar tersebut, dan semua nya sudah pulang, rumah ku secara tiba-tiba sepi dan nanti akan ramai pada saat nya waktu itu tiba.
1 Minggu setelah dia mengkhitbah ku, kami memutuskan tanggal dan bulan untuk pernikahan kami, pernikahan itu sudah kami pastikan akan dilaksanakan pada tahun ini, tinggal kami menentukan tanggal dan bulan yang tepat.
setelah berdiskusi dan akhirnya kami memilih tanggal 15 dan bulan Maret, itu arti nya tinggal 2 bulan lagi waktu kami untuk mempersiapkan pernikahan kami.
besok nya kami datang ke wo dan fiting baju pengantin. setelah itu besok nya kami juga sudah mencetak undangan dan akan jadi 3 Minggu lagi.
dan hari ini adalah hari terakhir dia bersama aku, karna besok pagi dia sudah kembali ke kota Sulawesi, kota tempat dia bertugas.
sebenarnya persiapan kami untuk acara pernikahan kami belum selesai. ada beberapa persiapan yang belum selesai seperti sewa gedung.
saya beruntung waktu itu karna saya memiliki sahabat yang menemani saya saat dia sudah kembali bertugas.
3 minggu kemudian
dia menelpon aku dan meminta maaf
" sayang aku minta maaf tidak bisa membantu kamu untuk menyebarkan undangan pernikahan kita." ucap dia dengan nada yang lesu.
iya gak papa sayang, lagian aku kan ditemani sama sahabat ku, tenang aja." ucap aku meyakinkan dia.
keesokan harinya
aku dan sahabatku pergi mengantar undangan pernikahan, dan setelah itu kami pulang.
hari-hari berlalu
Minggu hingga Minggu
hari yang aku tunggu-tunggu akan tiba besok aku akan melaksanakan pernikahan ku dengan dia, dan dia pun sudah pulang dari Sulawesi.
tapi tiba-tiba dia menelpon ku dan mengajak untuk bertemu dengan nya di taman tempat biasa.
ternyata dia sudah menunggu cukup lama disana. lalu aku menghampiri nya.
dia langsung mengatakan kepada ku bahwa
" maaf aku tidak tidak bisa menikah dengan kamu, karna aku akan menikah dengan nya. sekali lagi aku minta maaf." ucap nya
lantas aku langsung menahan rasa sakit di hati ku. dan aku hanya mengatakan
" oke." ucap aku sambil tersenyum
setelah itu aku meminta untuk dia bicara langsung pada kedua orang tua ku tentang pembatalan pernikahan ini, dan ku juga meminta dia untuk mengurus semua undangan yang sudah tersebar.
dia menyetujui nya. setelah itu aku langsung pulang dan masuk ke kamar ku, aku akan menunggu dia datang ke rumah ku saat ini.
dan ya dia datang bersama keluarga dan aku turun menemui nya, saat itu aku lihat wajah kedua orang tua ku sangat sedih dan juga pasti malu, kenapa??, karna dia membatalkan pernikahan ku disaat-saat hampir terakhir.
besok adalah hari pernikahan ku, dan hari ini di batalkan secara sepihak oleh nya, sakit ya sangat sakit. tidak pernah aku membayangkan hal itu terjadi padaku.
setelah dia datang dan menyelesaikan semua pembatalan pernikahan itu, besok nya dia menikah dengan sahabat ku sendiri.
jujur aku sakit dan di hati terdapat luka, luka yang sulit untuk disembuhkan.
hancur sangat hancur. tapi jika aku berlarut-larut dalam kesedihan ku, lalu siapa yang akan menyematkan orang tua ku.
dari kejadian ini orang yang paling terluka adalah orang tua ku, dan aku harus terlihat bahagia di depan orang tua ku, karna aku yakin suatu saat akan ada orang yang tepat untuk ku.
dari sini aku memetik sebuah hikmah, karna suatu hubungan yang dilandasi dengan rasa percaya saja belum tentu akan bersama.
karna suatu hubungan juga harus dilandasi dengan saling setia.
ayah dan ibu menanyakan kepada ku apakah aku menerima
hubungan kami benar-benar membuat ku nyaman.
dia pergi