Diam tanpa berkata terlalu banyak dan melangkah tanpa tau arah memang sangat sakit apalagi jika kita selalu dipermainkan sungguh keadaan itu tidak akan terlupakan.
Nita intanasta mempunyai banyak sekali impian , tujuannya hanya satu ingin membahagiakan kedua orang tua nya , Nita berusia 16 tahun kini dia duduk di bangku SMA .
Nita memang tidak cantik tetapi Nita pintar dan dewasa , setiap masalah yang dihadapi tidak pernah dia ceritakan pada siapapun baik itu ayah ataupun ibunya karena Nita tidak ingin membuat orang tua nya sedih . Nita hanya akan menceritakan kebahagiaan saja pada orang tua nya.
Nita sedikit pendiam jika pada semua orang , karena sikap dewasanya dia sadar mana yang baik dan tidak , mana yang harus dia jalani dan tidak .
Nita duduk di bangku kelasnya sedang menulis sebuah cerita . Setiap jam istirahat dirinya memang akan selalu menulis karena menulis adalah hobinya.
" Akhirnya selesai juga menulis."
Kata Nita sambil meletakkan bolpoin dan menutup buku yang baru dia gunakan untuk menulis.
" Aku harap jam lebih cepat hari ini agar aku bisa segera pulang." Kata Nita lagi dalam hati.
Nita memang selalu berharap jam bergerak lebih cepat ketika di sekolah karena Nita merasa bosan , dirinya yang pendiam hanya duduk di bangku kelasnya , mengikuti pelajaran , dan pulang . Tidak ada teman semua temannya menjauh ntah apa yang mereka pikirkan yang jelas Nita tau kalau mereka semua memang tidak menyukai Nita .
Bukan hanya di kelas di rumah dia juga tidak ada teman hanya sebuah boneka dan ponsel miliknya yang menjadi teman untuk Nita .
Pada saat tugas kelompok guru membagi 4 kelompok dan Nita tergabung dalam kelompok bunga dari nama Meysa , Adi, Evan , dan Nita . Mereka mendapatkan tugas untuk meriview tentang novel yang telah ditentukan guru mata pelajaran.
Yaa Nita sangat malas saat harus mendapatkan tugas kelompok dimana dia harus bersama dengan teman kelas nya itu karena jelas saja mereka tidak akan memperdulikan Nita .
Dan benar saat mengerjakan itu bersama sama Nita hanya diam dan akan melihat hasil. Meysa yang sombong dikelas nya merasa dia paling pintar diantara teman kelompoknya bahkan dirinya tidak ingin menjadi kelompok bunga bersama dengan Nita .
Nita terus diam dan melihat Meysa. Meysa tidak mengatakan sepatah katapun pada Nita , dia menyuruh Adi , Evan saja yang membantu nya .
Padahal tugas ini sangat mudah bagi Nita tapi Meysa seolah olah membuat tugas ini menjadi sulit saja. Meysa membuat keributan dengan menunda dan memperbanyak masalah saat mengerjakan tugas kelompok .
" Aku yakin mereka tidak akan selesai mengerjakan tugas kelompok nya hari ini." Kata Nita dalam hati.
Nita mengambil buku tugas dan mulai mengerjakan tugas meriview novel nya tanpa bantuan dari kelompoknya.
Satu jam kemudian guru mata pelajaran meminta agar para siswa mengumpulkan tugasnya , semua mulai mengumpulkan tugas tapi Meysa masih sibuk dengan ponsel mencari bantuan internet . Sedangkan Nita telah menyelesaikan tugas itu lebih dulu.
Tanpa berkata apapun Nita langsung berdiri mengembalikan tempat duduk ke tempat aslinya dan mengumpulkan tugas kelompok itu ke guru mapel. Nita kemudian duduk ke bangku semula melihat arah jarum jam .
" Akhirnya bentar lagi pulang." Kata Nita.
Meysa , Adi dan Evan nampak bingung ketika melihat Nita mengumpulkan tugasnya .
" Mey apa Nita sudah menyelesaikan tugas kelompok kita..?" Tanya Evan.
" Gak tau kamu tanya aja sana." Jawab Meysa.
" Pasti Nita sudah selesai, kalian hanya bisa menganggap Nita tidak bisa mengerjakan justru itu kebalikannya untung aja ada Nita. " Ketus Adi.
Adi berdiri dari tempat duduk dan berjalan ke Nita .
" Nita kamu yang mengerjakan tugas kelompok nya sendiri yaa...? " Tanya Adi.
" Iya sudah selesai." Jawab Nita.
" Makasih ya." Ucap Adi.
" Sama sama." Balas Nita.
Adi kembali ke tempat duduknya
Dari situ Nita sadar bahwa dirinya lebih kuat dari orang lain jika memang dirinya gadis tidak berguna yang hanya bisa diam tanpa bicara maka dia tidak akan menyelesaikan tugas dan masalah nya.
" Menjadi Nita itu cukup diam , biarkan saja mereka bilang apa yang aku tau hanya membahagiakan ayah dan ibu ku hmm apa itu salah." Kata Nita dalam hati.
Nita mengganggap semua yang terjadi hari ini adalah hari ini dia akan melupakan hari ini karena hari ini tidak cukup bahagia baginya.
Semua jam pelajaran selesai waktunya semua siswa pulang Nita juga pulang tidak lupa Nita menulis sedikit cerita untuk hari ini dan setelah itu Nita akan pulang , hanya ada Nita saja bahkan Meysa seorang perempuan dari kelompok nya tadi tidak datang bertanya ataupun berterima kasih karena telah mengerjakan tugas kelompok nya .
Kalau Evan wajar saja dia laki laki tapi sama saja dia juga tidak akan perduli hanya Adi saja yang masih mempunyai sikap kemanusiaan.
Malam hari di rumah Nita
Nita sedang menulis di kamarnya , ayah ibu Nita mengetuk pintu dan Nita menyuruh masuk.
" Nita kamu sedang belajar apa ayah ibu mengganggu." Tanya ibu.
Jawab Nita" tidak ibu."
Ayah , ibu Nita duduk di ranjang kasur Nita dan Nita mendekat ke mereka.
Ayah mengelus lembut rambut Nita
" Nak nanti setelah lulus SMA kamu mau kuliah dimana." Tanya ayah.
" Ayah ibu Nita akan kerja , Nita tidak akan kuliah."
" Tapi sayang kamu gadis yang pintar kenapa tidak kuliah." Puji ibu sambil bertanya.
" Ibu Nita cukup dewasa untuk mengambil keputusan , Nita punya impian besar untuk ayah dan ibuku tersayang jadi Nita akan bekerja dan memberikan uang yang banyak untuk ayah dan ibu. " Jawab Nita penuh harap.
" Nita." Ucap ayah merasa terharu mendengarkan jawaban Nita.
" Ayah, ibu apa semua anak harus kuliah disaat dia telah lulus SMA, semua orang juga tidak boleh memaksa itu semua tergantung niat kita bukan , bagaimana cara kita merancang masa depan itu yang harus kita ketahui jadi Nita sudah mengetahui apa yang akan Nita lakukan." Kata Nita memeluk ayah dan ibunya."
" Baiklah sayang jika itu keinginan Nita ayah, ibu akan mendukung nya dan akan selalu berdoa untuk kebahagiaan Nita. Kata ibu bahagia.
" Nita juga akan selalu berdoa untuk ayah dan ibu saja. " Ucap Nita.
" Kamu lanjutan belajar nya ya sayang ayah, ibu akan keluar."
" Iya ibu."
Setelah ayah ibu keluar dari kamar Nita . Nita menutup buku yang baru dia gunakan untuk menulis . Nita merapikan apa yang ada di ranjang kasur nya dan menaruh nya di meja kamar nya . Nita berbaring di ranjang kasur memeluk boneka kesayangan miliknya dan menangis.
" Ayah, ibu hanya tidak tau saja apa yang sebenarnya terjadi padaku , aku tidak terlalu berani pada diriku sendiri , aku merasa jika aku kuliah pasti keadaan akan sama seperti yang sekarang , jadi bukankah Nita harus mengubah semua itu agar masa depan Nita bahagia dan membahagiakan ayah,ibu juga." Lirih Nita.
Nita bangkit dari tempat tidur , berdiri di depan cermin kamar menatap wajah nya sendiri, menghapus air matanya dan berkata
" Kamu Nita intanasta akan membahagiakan ayah, ibu mu apapun yang terjadi , jangan menjadi orang yang lemah , yang menerima penghianatan dan diam begitu saja, jangan perduli kan teman mu Nita , kamu tidak punya teman kamu hanya punya ayah, ibu , dirimu dan diri-NYA yang menciptakan mu." Ketus Nita pada dirinya sendiri.
Tiga tahun kemudian..........
Nita berhasil lulus SMA , dia telah menyelesaikan pendidikan dengan nilai yang tinggi karena Nita memang pintar.
Setelah kelulusan nya Nita mulai bekerja menjual berbagai macam produk di media online dan hasil nya sesuai harapan Nita . Kini dari perjuangan kerja Nita. Nita berhasil mendirikan sebuah toko besar dengan berbagai macam produk maupun barang tersedia lengkap di toko Nita , Nita juga mulai merias wajahnya menjadi cantik.
Dari usaha yang di dapatkan Nita Ayah, ibunya sangat bangga memiliki Nita karena Nita mampu membuktikan bahwa dirinya bisa membahagiakan ayah, ibu nya dan Nita juga cukup puas dengan hasil nya sekarang. Bahkan saat kini Nita memiliki bisnis sebuah produk yang ditawarkan dari perusahaan terkenal di Indonesia karena mereka percaya akan kerja keras Nita.
Bukan hanya itu karena hobi menulis Nita , kini Nita telah menerbitkan buku novel hasil karyanya sendiri , ada yang dibentuk dalam buku , dan ada yang diterbitkan di sebuah aplikasi online khusus novel , tentu saja hasil karya nya itu tidak sia sia banyak yang suka dan banyak yang memberikan dukungan novel yang ditulis Nita .
TAMAT.
Pesan : Diam tanpa keberanian adalah hal yang menakutkan , jikapun kita hanya selalu bisa menagis itu semua tidak ada gunanya .kuatkan keinginan mu untuk tujuan yang baik , menjadi diam selamanya akan membuat mu hilang arah tujuan yakin kan dirimu tanpa mendengar kata orang lain karena kamu tau apa yang terbaik untuk dirimu sendiri.
@novicahyanti._