sebelumnya aku cuma mau ngasih tau. aku bikin ini anggep aja hadiah ulang tahun buat rizky . kemaren tepat tanggal 7 maret Rizky ultah soalnya
sekalian berbagi pengalaman gimana rasanya jatuh cinta sendirian. mungkin ga penting tapi bodoamat lah ya
Namanya Rizky fahruroji. laki laki dingin dikelas ku waktu aku smp yang pernah bikin aku begitu jatuh hati. dia laki laki pertama yang pernah membuat aku benar benar sampai harus merayu tuhan hanya agar dipersatukan.
---
saat itu aku masih kelas 8 mts. karna hari itu hari selasa tidak banyak yang masuk sekolah. karna hari selasa adalah hari dimana kita harus setor hafalan
jam pelajaran ke dua guru yang ngajar tidak masuk kelas ku. entahlah mungkin karna beliau cape karna selalu dicuekin kalo masuk kelas ku
aku duduk di pojok dekat jendela dengan merebahkan kepalaku diatas meja wajahku menghadap ketembok lalu aku memejamkan mataku. sesekali aku meriksa ke meja guru, takut takut ada guru piket yang datang.
aku melihat sekeliling ruangan sampai akhirnya pandanganku terhenti kala melihat seseorang dimeja tengah dengan al qur'an ditangannya yang sedang dia baca. aku tersenyum "gimana gua ga cinta sama lu coba ki. lu beda banget dari yang lain. sempurna, sangking sempurna nya gua cuma bisa jadi pengagum lu" batinku. lalu aku kembali merebahkan kepalaku di meja tapi pandangan ku menghadap ke arahnya
itu adalah kali pertama aku menyadari kalo aku benar benar mencintainya
---
semester dua akhir dikelas 8. saat itu seharusnya pelajaran mtk, tapi karna guru mtk ku sibuk mengurus kelas 9 yang akan ujian
"ustad sibuk ngurusin kelas 9 dulu. kalian ngerjain tugas aja ya" perintah ustad samsul kemudian keluar kelas
sebagian anak yang IQ nya lumayan mengerjakan tugas yang disuruh. sebagian lagi hanya bisa pasrah dan berharap bisa mengerjakannya dalam mimpi, termasuk aku.
tiba tiba dibangku belakang ajol (fadilah) dan abang (hari) ribut. entah apa yang mereka ributkan. awalnya aku hanya menonton
"woy udah woy!" ucap beberapa anak laki² yang melerai
tapi mereka berdua masih ribut
"woy udah pada ngapain si!" aku menarik salah satu di antara mereka agar berhenti berkelahi.
sampai guru guru pada dateng akhirnya mereka berenti
"eh ada apa si?" bu tati berdiri di depan pintu
"ini bu dia ngerobekin baju saya" ucap abang menunjukan bajunya yang robek
"ko bisa robek? nanti kalian ujian gimana?" tanya bu tati
"ada apa si ada apa?!" tanya ustad samsul yang baru saja masuk kelas "disuruh ngerjain tugas malah berantem" marahnya
"itu bajunya si hari robek" jelas bu tati
"ko bisa? itu kan buat ujian" ucap ustad samsul
"au gantiin lu!" ucap hari ngegas
"lu duluan"
"udah udah panggil aja orang tuanya" ucap bu tati
kemudian saat guru guru kembali ke kantor
"gitu doang di ribut in lu" ucap zeky
keadaan udah sedikit damai, beberapa anak mengintip ke jendela melihat keadaan diluar termasuk iki.
tidak lama abang dan ajol kembali berkelahi karna mereka adu bacot. aku berdiri bersiap untuk melerai
"biarin aja jen biarin" ucap hasbi
lalu aku berdiri tidak jauh dari mereka. kemudian miska, heri dan zeky mencoba melerai karna tidak ada tanda tanda mereka akan berhenti tapi mereka kewalahan. sampai akhirnya aku kembali maju tapi aku malah ketonjok sama hari sampai terlempar agak jauh
iki yang tadinya terlihat santai menonton perkepahian itu. berjalan ke arah hari dengan tatapan mematikan
"udah bang udah!" ucap iki dengan mencengkram krah baju hari mendorongnya sampai hari terbentur tembok dan sedikit terangkat. lalu kemudian tersenyum saat menyadari semua mata menuju padanya
aku jelas kaget saat itu. karna itu pertama kalinya dalam hidupku aku melihatnya marah. ku fikir dia tidak bisa marah. "bagaimana bisa seseorang berubah dalam waktu detik. tadi dia tersenyum kemudian dia seperti pembunuh lalu kembali menunjukan senyumnya lagi. apa dia benar manusia?. kenapa dia semarah itu padahal tadi dia begitu tenang" batin ku
dengan pikiran yang kalut aku kembali duduk ke bangkuku. aku takut sekaligus bingung.
--
beberapa minggu kemudian aku sedang ngadem di bawah kipas dekat meja iki sendirian. tiba tiba dia dan rombongannya datang. jadi aku pergi dari situ
aku berdiri bersandar dipintu melihat orang berlalu lalang didepan koridor sekolah. tiba tiba ada temannya mencarinya
"jen ada dosq ga?" tanyanya dari jauh
"tuh di dalem" ucapku menunjuk dengan kepalaku
"panggilin dah" suruhnya sembari jalan mendekat
"dosq dipanggil"
seketika semua temannya menatapku horor. aku bingung kenapa pada menatapku seperti itu. karna aku fikir mungkin ada yang salah jadi aku meralatnya
"itu tadi dia nanya ada dosq ga" jelasku panik
"siapa?" tanya iki menaikan alisnya sembari tersenyum manis
aku hanya menunjuk seseorang diluar itu dengan kepalaku. lalu mereka serombongan keluar
"dosq itu nama bapaknya iki" ucap zeky saat melewatiku
"itu orang gua cuma ngikutin dia" ucapku "emang gua ga boleh manggil dosq?" tanya ku kemudian
"gapapa si santai aja dia mah"
---
dibulan november 2018 akhirnya aku berhasil berpacaran dengannya. hanya berpacaran tapi aku tidak berhasil merebut hatinya
"jadian yu" ucapnya
tanpa fikir panjang aku langsung mengatakan "ayo"
"serius"
"iya"
setelah itu aku dan dia telpon. dia memintaku menyanyikan lagu 'pergi hilang dan lupakan' lagu itu yang sampai kini menjadi lagu favoritku
aku menjalin hubungan dengannya sampai bulan februari tanggal 4. aku memutuskan menyerah karna aku fikir tidak baik memaksa seseorang bersamaku
"lu kenapa?" tanyaku
"lu yang kenapa?"
"gua ga papa"
tidak ada jawaban apa apa lagi dari dia sampai akhirnya aku mengatakan banyak hal. aku lupa apa itu yag aku ingat hanya "yaudah kalo emang lu mau pergi pergi aja gpp. ga baik juga maksa seseorang buat terus sama gua"
setelah hari itu ku anggap semuanya berakhir. sampai suatu hari
"jenu ajari lah ikinya" perintah ustad samsul
aku hanya tersenyum paksa. bingung harus menjawab apa. aku melihat iki yang sedang tersenyum menanggapi candaan ustad samsul
"masih pacaran ama iki kan?" tanya ustad samsul
semua mata tertuju padaku seakan meminta penjelasan, termasuk iki. aku hanya menggelengkan kepalaku perlahan lalu tersenyum paksa
"wah parah lu" ucap seseorang
"emang iya ki?" tanya ustad samsul padanya
"gatau dah" ucap iki masih dengan senyum nya
"tidak bisakah kamu mengatakan kalo aku bohong?. kalo aku cuma omong kosong karna aku lagi marah padamu? tidak bisakan kamu mengatakan aku masuh milikmu?" batinku
"yaudah belajar aja dulu yang bener ya" ucap ustad samsul menenagkan
----
berhari hari aku harus membiasakan diri untuk kembali menjadi temannya. aku harus bersikap seolah tidak ada yang pernah terjadi diantara kita. itu menyakitiku tapi aku harus melakukan itu. aku tidak ingin bermusuhan dengannya. tidak sama sekali
kini dia masih disini. masih menjadi teman ceritaku. kini aku senang karna akhirnya dia mau bercerita padaku. sikap cueknya tidak terlalu terlihat lagi
---
dear ikii
sebenernya banyak banget yang mau gua bilang sama lu.tentang rasa cinta gua yang ternyata belum hilang. banyak pertanyaan pertanyaan yang pengen banget gua tanyain sama lu. seperti "apa lu pernah mencintai gua walaupun hanya sekali? apa lu pernah punya niat buat kita kembali bersama? apa lu bahagia sama gua? apa lu pernah merindukan gua?"
ikii i miss you
--
sorry yaa sebenernya gua cuma pen curhat aja si. pen cerita tentang dia. gua ga begitu bisa bikin novel. masih belajar soalnya