dunia tak seindah mimpi, yg mna semua berjalan sesuai keinginan kita.kadang kita terlalu mencintai dunia , hingga lupa bahwa tak ada yg abadi. semua akan hilang dan berganti ,datang dan pergi tanpa kita sadari.
aku selalu mengira bahwa harta bisa membuat orang bahagia , dan lupa ada yg lebih berhaga . dia adalah keluarga.terutama IBU
mempunyai pekerjaan yg bagus, istri yg cantik dan anak yg lucu adalah hal yg paling membuatku bahagia.tapi aku lupa bahwa anak laki2 selamanya tetap milik ibunya.aku tak paham soal itu. karna aku mengira , ibu sudah bahagia dengan semua yg aku berikan padanya.
" nak, pulang lah,.ibu mu sakit . dia pingin ketemu kau" kata bapak saat menelfon.
" ayah ! Ridwan gk bisa, kerjaan lgi banyak . aku transfer uang aja ya bawa ibu berobat ke rumah sakit " jawab nya
" ibu cuma kangen sama kamu, cuma mau ketemu .gk bisa apa kamu plang sebentar saja, temui ibumu " mohon ayahnya
," nanti klu aku ada waktu luang aku ajak anak dan istriku berkunjung."janjinya
" beneran gk bisa apa nak, kan cuma 2 jam perjalanan. kamu bisa pulang pergi." bujuk ayah lagi
" aduh yah, susah banget sih d bilangin , klu aku bilang gk bisa ya gk bisa . tar aku transfer uang aja , kasih ibu pengobatan terbaik . gitu aja kok repot "
" udah aku tutup dulu , kerjaan ku gk beres² nanti" lalu memutuskan sambungan
ayah menghela nafas berat, terduduk lemas .ini bukan pertama kalinya , ayah membujuk putranya itu untuk pulang . setahun ini ibu sering sakit²tan dan meminta ridwan pulang . tapi ayah selalu gagal membujuknya. ia tidak tau alasan apa lgi yg harus dia buat agar istrinya tidak sedih.
melihat istrinya terbaring lemah , membuat hatinya sangat sedih. ya ridwan memang memnerikan segalanya. rumah yg dulu bobrok sudah dia perbaiki ,bapak juga tak harus bekerja lgi.karna ridwan sudah membuat kan bapak toko kelontong d rumah. dia juga membelikan orang tuanya motor , agar bisa bebas pergi atau berbelanja.uang belanja pun masih dia kirim setiap bulan .tapi bukan cuma itu yg orang tuanya butuhkan. mereka juga ingin d kunjungi , d ajak bicara dan d dengar keluh kesahnya.dengan alasan vedeo call , klu kangen . ridwan tak lgi pernah berkunjung 2 tahun terahir ini. semenjak naik jabatan , dan alasan sibuk dia mengabaikan permintaan ibunya untuk sekefar bertemu.
"ting" suara pesan masuk membuyar kan lamunsn sang ayah.
"2.500.000 " jumlah transfer dari ridwan
" ayah , uang udah aku transfer . ,bawa ibu berobat . " isi pesan dari anaknya
ayah menggenggam hp nya erat dan menunduk sedih
" bukan ini yg ibumu minta nak, dia cuma pingin ketemu.semoga kamu belum terlambat saat menyadari tak semua bisa d ganti dengan uang" gumamnya sambil berkaca2
" ayah, ! " suara ibu lemah. dengan cepat dia menghampiri istrinya.
" ridwan akan pulang kan ? tanyanya
ayah mencoba bersikap tenang .sambil tersenyum dia berkata.
" ridwan nanti pulang, makanya ibu cepat sembuh. nanti dia tambah sedih liat ibu kayak gini " hibur ayah
," sekarang ibu makan dulu biar cepat sehat, trus kita kedokter biar d periksa " lanjut ayah
" ibu gk papa yah, cuma kangen aja " jawabnya
ayah mencoba menutupi kesedihannya , dengan mengalihkan pembicaraan.
"oh ya bu, ayah berencana buat ke panti asuhan. kasih sumbangan sekaligus melihat ke adaan mereka. ibu mau ikut " tanya ayah
" iya ibu juga mau ikut " jawab ibu
" semoga apa yg kita berikan akan jadi bekal setelah kita tak ada lagi d dunia ini " sambung ibu
" amin, makanya ibu cepat sehat. nanti kita pergi sama² sekarang ibu makan ya ."
setelah makan sedikit d paksa , ibu berbaring kembali .
d rumah ridwan
" mas, kapan kita ke rumah ibu.? Talita udah kangen katanya." ucap Nisa istrinya
" mas sibuk gk ada waktu , pergi berdua aja biar supir yg antar" jawabnya
" tapi mas kan anaknya, masa aku datang sendiri tar kita d sangka lagi berantem lagi" candanya
" nanti klu udah gk sibuk lgi , "
" kapan mas,? ajuin cuti aja dulu .ibu lgi sakit , mungkin kangen sama mas "
" sakit kan bisa berobat, aku juga udah transfer uang. lagian kyak anak kecil aja pake kangen segala " ucapnya ketus
" bagi seorang ibu , sebesar dan setua apa pun anaknya dia tetap anak kecil d matanya." nasehat Nisa
" kan kita rutin video call, sama aja kan? "
" beda dong mas, kan kita gk bisa peluk dan cium tangannya"
" surga itu ada d telapak kaki ibu , jangan sampai mas kehilangan surga itu . tar mas bisa menyesal seumur hidup"
" aku udah kurang berbakti apa lagi coba, semua udah aku penuhi . seharusnya mereka maklum klu aku sibuk. aku jga kerja keras demi mereka."
" mas, gk semua bisa d nilai dengan materi . apa lagi cinta dan ketulusan seorang ibu."
" klu kmu segitu sayabgnya sama ibu , kamu bisa jenguk ibu. tapi gk bisa sama aku , wakil aja samy kamu."
" mas , mna ada wakil anak . anak ya tetap anak , gk bisa d ganti "
" kok kita malah bertengkar gara2 ibu, klu mau jenguk ya jenguk aja . gitu aja kok ribet!"
" huh... susah ngomong ma orang bebal, keras kepala" sungutnya sambil beranjak pergi
ridwan geleng2 kepala .
" dasar perempuan, ngeyel ngambekan lagi " gerutunya
ahirnya Nisa danTalita tetap pergi d antar supir. karna Talita trus merengek ingin bertemu neneknya
" nenek Talita datang, " teriaknya ketika turun dari mobil
" sayang jangan lari2 , nanti jatuh.".perintah ibunya
tapi Talita seolah tak mendengar ibunya .
diusia 5 tahun ,dia memang sedang aktif2 nya.
bapak , keluar menyambut mereka .
Nisa mencium tangan bapak takzim
" ibu mana pak, gmn keadaannya .?" tanya nisa sambil melangkah masuk mengikuti bapak
" masih sama, kamu temui ya , hibur dia biar gk sedih lgi"
mereka pun sampai d kamar ibu
"nenek, Talita kangen." naik ke tempet tidur dan memeluknya
," sayang pelan2 , nenek masih sakit " peringat ibunya
" cepat sembuh ya nek, talita kangen pengen ketupat buatan nenek, mama bilang harus tunggu lebaran . kan masih lama nek, orang aku pengen sekarang.,"
" gitu ya , besok nenek bikinin . kakek tangkep ayam ma ambil janur nya dulu " Timpal kakek
" ya besok aja , mungkin ibu gk bisa buat ketupat lgi saat lebaran " sambung ibu
" kenapa nek, apa karna sudah tua jadi tangan nenek sudah gemetar seperti ini " sambil memperagakan gerakan mengisi ketupat sambil tangannya gemetar
terang saja semua orang tertawa
bapak senang ahirnya ibu bisa tertawa lgi
" cucu nenek memeng pintar " puji neneknya
" udah sini turun , biar nenek istirahat . " panggil Nisa
"kalian juga istirahat , pasti capek . klu masakannya marni udah mateng kita makan siang sama2 "
bapak sengaja membuat Nisa tak lama² d ruangan itu karna takut ibu akan bertanya soal ridwan dan bikin istrinya sedih.
ridwan menggaji ART untuk membantu bapak dan ibu agar tak kerepotan saat ramai pembeli sekaligus mengurus semua kebutuhan mereka.
hari ini ibu terlihat sangat baik dan bersemangat, membuatkan is ketupat lengkap dengan opor ayamnya. bahkan ibu sama sekali tak ingin d bantu sampai selesai. meski berkali2 Nisa ingin membantu tapi ibu melarangnya. dengan alasan mungkin ini terahir kalinya dia memasak untuk mereka semua.meski terdengar aneh Nisa masih menurutinya.
Talita makan dengan lahap, setelah makan mereka berpamitan. ibu memasukan ketupat dan opor ke dlm rantang untuk d bawa pulang .ibu pun melambaikan tangan, sambil tersenyum.
setelah mereka pergi ibu kembali ke kamar.
dua hari setelahnya kondisi ibu parah, dan d larikan kerumah sakit.ayah menghubungi ridwan , tapi ridwan tak bisa datang karna ada meeting. hanya Talita dan ibunya yg datang.
sayang , nyawa ibu tak tertolong.kini ridwan ada d ruagan ibu . dokter sudah menutup tubuhnya dengan selimut putih ,membuat ridwan menangis meraung2.
ingat perkataan ayahnya beberapa jam yg lalu
" datanglah nak, mungkin ini yg terahir kalinya ibumu meminta untuk melihat mu. jangan sampai saat kamu melihat ibumu dia tak lagi bisa menatapmu.,"
dia bersimpuh d depan jasad ibunya sambil menangis
" bukankah aku sudah memberikan dokter terbaik d rumah sakit ini, kenapa kalian tak bisa menyelamat kannya, " raungnya
" akanku berikan berapa pun dokter, tapi ke napa kalian tak menyelamatkannya.!!!?" hardiknya sambil berdiri menatap tajamsang dokter
" yg ikhlas pak, kami sudah berusaha . kami bukan tuhan nyawa itu milik tuhan dan tak bisa d tukar dengan uang " ucap dokter sambil mengelus punggungnya
tangis ridwan semakin menjadi, kini semua uang yg dia pnya tak mampu membawa kembali nyawa ibunya.seandainya dia mengambil cuti seperti permintaan istrinya . pasti dia bisa membuat ibunya bahagia d saat² terahirnya, seandainya dia tidak ada meeting mungkin ibunya bisa melihatnya sebelum pergi.seandainya ... ada banyak seandainya tapi semua tak ada arti lgi .ibunya sudah pergi dan tak akan kembali. dia bisa melihat ibunya tapi ibunya tak bisa melihatnya lagi...kini dia harus MENYESAL SEUMUR HIDUP karna tak bisa memenuhi permintaan terahir sang ibu yg d anggap sepele. dia selalu berfikir bahwa ibunya sudah cukup segalannya tanpa dia tau bagi seorang ibu anaknya adalah segalanya....