Di pagi yang cerah di sebuah desa ada seorang anak laki-laki yang bernama Mike Sedang bermain imajinasi bersama adik perempuan nya yaitu Kate yang sedang bermain monster-monster di tengah hutan namun. “Monster, aku tidak takut melawan mu dan hadapilah diri ku!” Ucap Kate dengan lantang, “RAWWWWWW” Ucap Mike yang sambil menggunakan topeng monster dan mulai mengejar Kate—Ibu nya yang melihatnya memperingati “Main nya jangan terlalu jauh ya, nanti sore pulang!” Ucap ibu nya “Ya ampun… anak-anak itu, susah sekali kalau dibilangin. Kalau gitu saatnya berjemur terlebih dahulu.”
Kate yang sedang fokus berlari dan Mike yang mengejarnya dan menghiraukan ibu nya, karena mereka terlalu jauh sampai ke hutan… Kate kebingungan “Ini dimana?? Tanya kate sambil terengah-engah. Matanya yang menatap sekeliling pohon-pohon disekitarnya jauh lebih tinggi, lebat, dan rapat daripada tempat biasanya bermain. Suasana nya sekitar terasa menjadi tenang sebuah ada daunan yang tergelak dedaunan kering dan gesekan ranting yang tertiup angin secara lembut siang hari yang lalu ia menemukan sebuah dan mencoba tertidur di depan lubang Gua yang besar dan ia mulai tiduran karena kelelahan berlari namun karena terlalu lelah ia mulai tertidur hingga terbangun sore hari ia terbangun dan mendengar sebuah suara di balik pohon dan ternyata adalah Mike yang mengejutkan nya RAWWWWWW namun Kate sama sekali tidak ada reaksi.
Mike yang melihat wajah adiknya seperti itu melepas topeng nya dan tertawa kecil “Haha, maaf. Habisnya aku nyariin mu susah dan kebetulan saat sore hari tiba aku menemukanmu sedang tertidur di dekat lubang gua itu. Jadi aku menunggu mu dan mencoba buat suara agar bisa menoleh ke aku” Ucap Mike dengan tawa nya. Kemudian Mike pun bertanya “Ini Gua apa? Besar sekali,” Mike yang selalu membawa senter dalam tas nya ia menyalakan nya—Kate yang ketakutan karena tidak mau ditinggalkan oleh kakaknya menggenggamnya dengan erat saat mereka berdua masuk banyak crystal di langit-langit mulut gua “gua ini terlihat besar sekali, aku selama hidup pertama kali menemukan hal seperti ini” saat Mike sedang ngobrol sendiri terdengar suara dari ujung goa.
Kate mencoba mengajak Mike pulang “Kak, Ayo pulang sebaiknya… aku rasa disini jika terlalu lama tidak bagus” Ucap Kate sambil menggenggam dengan erat sambil ketakutan. namun rasa penasaran Mike yang sangat besar ia mencoba mendekati ke arah suara itu namun tidak ada sesuatu “Kak, kamu dengar suara napas itu kah??” Ucap kate dengan ketakutan “tidak ada apa-apa Kate, mungkin itu perasaanmu saja” Ucap Mike untuk menenangkan sambil menghadap ke atas, monster itu sudah tepat di belakang nya mereka berdua lari dan golem itu mulai mengejar nya sambil mengaum dengan keras hingga sampai rumah; setelah mereka berdua sampai rumah mereka berdua bercerita bahwa menemukan sebuah monster raksasa berada dalam gua yang besar.
“Ibu, Ibu, Ibu… Kami menemukan sebuah monster yang raksasa berbentuk seperti batu” Ucap Mike, di saat bersamaan Kate pun menjelaskan dengan lantang “Iya ibu, Monster itu juga di belakang badan tubuh nya memiliki kristal” tetapi ibunya menganggap halusinasi “Ibu tidak bercanda, Mike. Kate. Imajinasi kalian itu makin hari makin aneh-aneh nya” Ucap ibu nya sambil tertawa kecil sambil memasak makanan makan malam “Lagipula, tidak ada monster di hutan desa kita? Sudah, sebaiknya kalian mandi lalu makan malam.”
Mike dan Kate saling pandang. Mike hendak membantah namun remasan kuat jari Kate di bawah mejanya menahan nya, bahwa mereka tahu orang dewasa tidak akan pernah percaya sebelum melihat dengan mata kepala sendiri. Malam harinya, Kate yang tidak bisa tertidur selalu memikirkan keadaan monster itu namun karena khawatir ia bergegas untuk temuin monster itu dengan sendiri sambil jas hujan, baterai cadangan, tas, dan senter. Ditempat depan lubang Gua, tanah bergetar pelan. Sosok manusia golem itu muncul kembali melihat senter Kate yang menyorot ke arah dadanya yang retak. Namun golem kali ini tidak mengaum melainkan mendekatinya, ia justru berlutut dan bermain bayangan cahaya sambil memiringkan kepalanya dengan menatap Kate dengan tatapan wajah polos seperti bayi yang baru lahir dan kebingungan.
Kate mencoba mengelus kepala wajah golem itu, ia perlahan mendekati ke telapak tangan nya hingga Kate bisa mengusap kepalanya. Kate pun tertawa “Haha, kamu ternyata tidak sejahat yang ku pikir” kemudian Kate mencoba mencari nama yang cocok untuk nya “Bagaimana kalau nama mu adalah Amethyst” Sang golem mulai senang dan mencoba mengajak menaiki telapak tangan nya dengan menaruh telapak tangan nya; Kate yang melihat itu langsung menaiki nya dan sang golem mengangkat tangan nya hingga sampai ke pundaknya kemudian ia berlari dengan kencang dari keluar Gua kemudian ia sambil melompat dari pohon ke satu pohon dengan sangat cepat angin malam berdesing kencang yang menerpa wajah Kate yang berseri-seri di atas pundak Amethyst sensai melompati dahan-dahan pohon besar dengan kecepatan tinggi membuat yang membuat jantungnya berdegup kencang bukan karena takut melainkan karena rasa takjub yang luar biasa.
Amethyst bergerak begitu lincah di baliknya lebatnya kanopi hutan hingga sampai tebing puncak yang membuat melihat desa secara luas dari mata kumandang. Kate yang pertama kali melihat desanya melalui puncak dari tebing yang menghadap desa secara luas “Woaaaaahhh, aku belum pernah lihat pemandangan ku seperti ini” Ucap Kate dengan rasa takjubnya, fajar telah tiba dan Kate ngajak untuk balik ke tebing “Amethyst, kita harus balik lagi sebelum matahari terbit” kata Kate dengan bisiknya, Amethyst mengangguk pelan seolah mengerti perkataan Kate dengan gerakan yang lembut namun gesit, sang golem kembali melompat dari satu dahan ke dahan lain yang menembus kabut pagi yang mulai menipis setelah sampai ke dalam gua.
Golem itu menurunkan Kate dengan hati-hat, “Terima kasih, Amethyst! Sampai jumpa malam nanti ya!” Bisik Kate riang sambil melambaikan tangan nya—Amethyst memberikan raungan kecil yang hangat mulai tertidur. Setelah sampai rumah, Kate menyelinap lewat jendela kamarnya yang tidak terkunci tanpa suara lalu ia melepaskan jas hujan nya, merapikan tas dan senternya lalu buru-buru merebahkan diri di atas tempat tidur sebelum cahaya matahari pagi terbit tak lama kemudian pintu kamarnya terbuka perlahan. Ibunya melangkah masuk ke dalam nya kamarnya tersenyum hangat sambil merapikan selimut Kate “Ayo bangun putri kecil. Hari sudah pagi, sudah waktu nya sarapan” Bisik ibu nya dengan lembut.
Kate mengusap matanya perlahan, menyembunyikan rasa gugup di balik senyuman kecilnya. Hari-hari berikutnya saat Kate pergi keluar, Mike mulai mengikuti kemana kate pergi secara diam-diam dan ternyata ia selalu setiap hari dan ia mulai curiga perlahan. Malam harinya, saat Kate sedang tertidur ia selalu menemukan serpihan kristal dan akhirnya ia memutuskan bergegas ke tempat berasal Kate pergi pada malam hari; Mike membawa 2 pemburu untuk yang menjaga dan mereka bertiga bergegas ke dalam Gua di dalam nya banyak kristal yang berkilap hingga menciptakan cahaya dalam Gua itu namun para pemburu itu lupa visi misi awalnya ia langsung bergegas mengambil kristal dan tiba-tiba monster belakang itu sudah di belakang mereka sambil mengehela napas dengan berat. 2 pemburu itu langsung menembak kan senjata shot gun ke arah monster itu hingga mengaum dengan keras, Amethyst itu mulai menyerang ke arah mereka bertiga.
Serangan itu hampir mengenai Mike namun, Mike di dorong oleh para pemburu itu dan disuruh cari bantuan kepada seluruh desa untuk menghentikan para monster itu “oi bocah, sebaiknya lu cari bantua sebel—” Amethyst mengangkat 2 pemburu itu kemudian ia mengaum dengan keras hingga membuat 2 pemburu itu pingsan lalu ia menatap ke arah mike sambil menjatuhkan 2 pemburu itu dari ketinggian. Keesokan paginya, suasana desa berubah menjadi ramai dan mendengar kabar bahwa 2 pemburu yang di sewa oleh Mike telah di tangkep seorang monster, Kate yang mendengar kabar itu bergegas ke tempat Gua Amethyst dan menyuruhnya untuk segera meninggalkan tempat itu “Sebaiknya, aku harus bergegas ke tempat Amethyst sebelum semua orang dewasa ke tempat Gua itu” ucap Kate dengan tergesa-gesa.
Kate berlari sekencang-kencang nya dengan napasnya tergesa-tergesa dan air mata yang menetes dengan cemas. Ia tahu betul amarah warga desa tidak akan bisa diredam jika mereka sampai di gua tersebut. Sesampai di dalam gua, tanah bergetar pelan Amethyst muncul dari kegelapan dengan tubuh penuh goresan yang masih bernapas berat kemarahan dari insiden semalam. “Amethyst! Kamu harus segera pergi dari tempat ini, sekarang juga!” seru Kate dengan tangisan air matanya, namun Amethyst menolak nya dan ingin selalu menetap dan Kate tetap berusaha menjelaskan nya “Mereka sedang mengincar mu, dan membawa senjata dan beberapa obor untuk membakar tempat ini namun di waktu bersamaan semua orang dewasa sudah berada di lubang Gua.
“Itu dia monsternya! Jangan biarkan dia lolos” jeritnya salah seorang warga di barisan depan sambil mengangkat tombaknya, Kate menghalangi dan berteriak histeris “Tunggu!! Kalian jangan sakiti dia, kalian ini semua salah paham!” namun ucapan Kate tidak terdengar dan mengabaikan Kate hingga panah berapi dan lemparan batu mulai deras ke arah Amethyst namun melihat Kate yang ingin di serang juga ia dengan naluri Amethyst lalu merengkuh dan memeluk Katte dengan lengan batunya yang besar sebagai besar, serangan bertubi-tubi menghantam punggung Amethyst tanpa ampun hingga kristal-kristal di tubuhnya pecah berkeping-keping memercikan cahaya terakhir sebelum perlahan meredup padam.
Melihat pengorbanan suci dari monster batu yang rela melindungi Kate meski diserang, para warga desa seketika terpaku suasana mulai meredap sunyi seketika, Ibu mike dan Mike yang melihat itu dari barisan belakang langsung memeluk dan menangis yang selamat tanpa luka sedikit pun di dalam dekapan erat sementara Amethyst perlahan berubah menjadi tumpukan batu yang tenang bawah cahaya fajar
-Tamat-