**
Sebuah kecelakaan maut terjadi di Kota XX, terdapat kecelakaan bus menabrak pembatas jalan lalu jatuh ke jurang. Banyak korban yang meninggal dan juga ada yang terluka parah. Polisi dan ambulan pun terus berdatangan.
Dalam kecelakaan maut tersebut hanya ada satu orang yang masih hidup. Dan yang lainnya meninggal dunia. Orang yang selamat yaitu seorang gadis berusia 20 tahun, ia bernama Amira Putri Devana.
Walaupun ia selamat tetapi mengalami luka yang sangat parah terutama di bagian kepalanya. Gadis itu pun segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Karena kecelakaan tersebut kedua orang tua nya meninggal dunia.
Setelah ia sampai di rumah sakit ternyata dia tidak bisa di operasi. Karena rumah sakit tersebut adalah rumah sakit kecil. Sedangkan rumah sakit itu tidak cukup mempunyai peralatan medis nya. Akhirnya dia pun dibawa ke rumah sakit kota setelah mendapat kan penanganan sementara di rumah sakit itu.
**
Hari menjelang malam, di lorong rumah sakit terdapat beberapa dokter yang sedang asik mengobrol. Mereka sedang membicarakan tentang pasangan nya masing-masing. Kecuali ada salah satu dokter yang hanya diam saja mendengar pembicaraan tersebut.
Dokter itu bernama Arka Dirgantara. Dia orangnya dingin dan cuek kecuali pada pasien nya. Ia hanya berbicara seperlunya saja. Tiba-tiba ada seorang suster yang menghampiri nya dan berkata "Dokter Arka ada pasien yang harus segera dioperasi!".
Dokter Arka pun bergegas menuju ruang operasi. "Bagaimana kondisinya sekarang suster Wati?" tanya sang dokter. "Kondisinya sekarang lemah, karena ia mengalami benturan keras di kepalanya. Dia hanya menerima penanganan sementara dan sepertinya gadis itu pernah mengalami hal yang sama makanya rumah sakit sebelumnya tidak dapat mengoperasikan nya" jawab suster Wati.
Saat Dokter Arka memasuki ruangan dia kaget karena ia mengenal orang yang akan di operasi nya. Orang itu adalah teman masa kecilnya sekaligus cinta pertamanya. Dia dan rekan-rekan nya langsung mengoperasikan Mira sesuai kemampuan mereka.
**
"Mira, Mira.." ia mendengar suara seseorang memanggil nya dan dia pun terbangun dari koma nya selama seminggu. "Kau siapa?" tanya Mira pada orang yang memanggilnya itu. "Aku Arka, apakah kau masih mengenalku?" jawab Arka. "Maaf aku tidak mengenalmu" ucap Mira.
'Degh!' entah kenapa tetapi hati Arka terasa sakit sekali. Padahal ia sudah menanti-nanti ingin bertemu dengan teman masa kecilnya sekaligus cinta pertamanya. Tapi dia malah tidak mengingatnya.
"Ini aku Arka, teman masa kecilmu. Apakah kau sudah ingat?" tanya Arka sekali lagi ia berharap Mira dapat mengingat nya. "Tidak" jawab Mira.
"Dokter, wali dari pasien ini sudah datang dan ingin menemui nya, apakah pemeriksaan nya sudah selesai?" ucap suster Wati.
Arka pun segera meninggalkan ruangan itu. Saat keluar ia tidak melihat kedua orang tua Mira. "Kalian siapa?" tanya Arka. "Kami adalah Paman dan Bibinya Mira sekaligus wali nya, karena kedua orang tua Mira meninggal saat kecelakaan itu" ujar paman Mira.
Ia tadi sudah menduga bahwa Mira pasti hilang ingatan, tapi dia tidak percaya kedua orang tuanya Mira meninggal. "Menurut saya kalian jangan dulu bertemu dengannya sekarang karena dia baru saja sadar, biarkan ia istirahat dulu" ucap Arka kepada Paman dan Bibi Mira.
"Tapi--" kata paman Mira yang terpotong. "Baiklah kami akan menemui nya nanti. Sudahlah suamiku kita biarkan Mira istirahat terlebih dahulu" bujuk Bibi Mira kepada suaminya.
**
Setelah beberapa hari kemudian akhirnya Mira dapat dikunjungi, karena kondisinya sudah stabil. "Mira apa kau baik-baik saja sekarang?" tanya Bibi nya khawatir. Mira pun bertanya balik "Sebenarnya kalian ini siapa? dan suster disini mengatakan bahwa orang tuaku sudah tiada, jadi kalian ini siapa?".
"Sebenernya kami adalah Paman dan Bibi mu. Orang tuamu memang benar sudah tiada karena mengalami kecelakaan bersamamu. Dan sekarang kamu hilang ingatan Mira" jawab Bibinya.
"Jadi sekarang ikutlah kami, mulai sekarang kami akan merawat mu" ucap Pamannya. "Baiklah aku akan ikut kalian" kata Mira menyetujui ikut pergi dan ia pun bertanya "Dan satu lagi siapa si Arka? Dokter yang selama ini merawat ku mengatakan bahwa dirinya adalah Arka".
Paman & Bibi Mira hanya terdiam saja. "Kami tidak tahu siapa dia, kami akan keluar dulu ya Mira beristirahat lah" jawab paman Mira dan meninggalkan kamar rawatnya. "Sayang kita harus cepat-cepat pergi membawa Mira dari sini" kata Bibi Mira dan pamannya pun hanya mengangguk.
**
"Mira seperti nya keadaan mu sudah membaik apakah kamu mau keluar jalan-jalan sebentar?" ajak Arka agar Mira tidak bosan di dalam kamar terus. Mereka pun berjalan-jalan sambil menikmati indahnya senja.
Di saat sedang melihat senja Arka bertanya "Mira apakah kau ingat? dulu kita pernah melihat senja berduaan seperti ini". "Maaf aku tidak ingat apa-apa" jawab Mira. Selama ini Mira selalu berusaha mengingat apa yang terjadi di masa lalu.
Selama ini Arka selalu melakukan sesuatu hal yang biasa dia lakukan dengan Mira, tapi Mira tidak ingat kenangan yang dia lakukan bersamanya. Tetapi Arka tidak menyerah dia terus mencoba agar bisa mengembalikan ingatan Mira.
"Mira apa kau tahu alasan mengapa Aku menjadi dokter?" tanya Arka.
"Kenapa?" jawab Mira.
"Karena kau, kau bilang juga ingin menjadi dokter, dan sekarang aku menjadi dokter dirumah sakit ini" ucap Arka.
"Benarkah? kenapa?" tanya Mira penasaran.
"Karena di rumah sakit ini adalah pertemuan pertama kita dulu, oh iya agar kamu mengingat kembali aku akan membawamu ke suatu tempat" ajak Arka semangat mendorong kursi roda Mira.
**
Arka membawa Mira ke danau belakang rumah sakit. Mira pun terpukau dengan keindahan danau dan pantulan senja di air danau itu."Bukankah pemandangan nya sangat indah? dulu kita sering kesini kalau mau disuntik" ucap Arka.
"Disuntik?" gumam Mira. "Iya dulu kita pertama kali bertemu disini karena sakit, lalu saat kita akan disuntik kita akan pergi ke sini karena merasa takut" kata Arka menceritakan kisah mereka dirumah sakit ini.
"Oh iya Mira ada sesuatu yang mungkin bisa mengingatmu kembali, lihatlah kau lihat pohon itu" kata Arka menunjukkan sebuah pohon. "Lihat, memangnya ada apa dengan pohon itu?" tanya Mira.
"Dulu kita yang menanam pohon itu, dan di sana bukankah tertulis nama kita, pohon itu adalah lambang kalau keluarga kita berteman. Rumah sakit ini dulunya juga milik kakekmu" ucap Arka.
"Memang benar tertulis namaku dan namanya mungkin dia tidak berbohong, tetapi kenapa aku tidak bisa mengingat sesuatu?" batin Mira.
'Agghh' kepala Mira tiba-tiba sangat sakit. "Agghh kepalaku" ucap Mira sambil memegangi kepalanya yang sakit. Arka pun panik dan ia segera membawa Mira ke kamar rawatnya.
**
"Kami dengar Mira kenapa-napa, apa yang kau lakukan Dokter Arka?" tanya Paman Mira yang langsung masuk ke dalam kamar rawatnya Mira. "Saya tidak melakukan apa-apa, lagi pula buat apa saya melukai pasien saya sendiri?" jelas Arka membela dirinya.
"Pastikan besok Mira tidak apa-apa, besok pagi kami akan membawa Mira ke Amerika" ucap Paman Mira. Karena Mira mendengar suara bising ia pun terbangun. "Paman ada apa ini?" tanya Mira.
"Tidak ada apa-apa, oh ya Mira besok pagi kita akan pergi ke Amerika" jawab Pamannya. "Kenapa kita pergi secepat ini?" tanya Mira lagi. "Karena kau hanya bisa sembuh di sana, dan operasi mu harus dilakukan sekali lagi" ujar paman Mira.
"Baiklah paman akan pergi dulu, bersiap-siaplah untuk besok" ucap Pamannya dan langsung meninggalkan Mira bersama Arka. "Mira besok sebelum fajar temui aku di danau" kata Arka meninggalkan Mira.
Belum sempat menjawab tetapi Arka sudah meninggalkan Mira sendirian. "Sebenernya ada apa ini? sepertinya aku tadi melihat sesuatu di kepala ku, apakah itu ingatanku" pikir Mira sambil mengingat apa yang ia lihat tadi.
**
Ditepi danau Arka sudah menunggu Mira di sana. Mira yang melihatnya langsung menghampiri nya. "Arka" panggil Mira. Arka pun langsung menoleh dengan tatapan air mata yang hampir jatuh membasahi pipinya.
"Mira, aku mohon jangan pergi! walaupun kau tidak ingat apa-apa tetapi aku mohon tetaplah tinggal di sisiku" pinta Arka yang langsung memeluk nya, air matanya pun jatuh dan membasahi pipinya.
"Arka aku sudah ingat semuanya sekarang, maaf aku baru mengingat nya sekarang" ucap Mira sembari membalas pelukan Arka. "Tapi maaf Arka aku tidak bisa terus berada di sisi mu, aku harus pergi" lanjut perkataan Mira.
"Kenapa? aku bisa menyembuhkan mu Mira!" kata Arka meyakinkan Mira. "Aku tahu tapi mungkin kita tidak bisa terus bersama. Bukankah dulu kau juga meninggalkan aku seperti ini?" ucap Mira tersenyum tipis sambil menahan air matanya jatuh.
Arka hanya diam saja mendengar perkataan Mira. Arka tahu dulu ia meninggal Mira sama hal nya sekarang Mira meninggal kan Arka. "Aku mohon tetaplah di sisi ku walau hanya sebentar" pinta Arka sambil memeluk kembali Mira. Akhirnya air mata Mira jatuh membasahi pipinya, dan Mira membalas pelukan Arka.
Arka tau, ia harus melepaskan Mira demi kebaikan nya. Tapi disisi lain dia harus berkorban berpisah lagi dengan Mira. "Arka tolong lepaskan aku" pinta Mira, lalu melepaskan pelukan mereka. "Aku akan mencoba melepaskan mu, walaupun itu berat rasanya" ucap Arka tersenyum kepada Mira.
Mira pun mengatakan kepada Arka "Tempat ini adalah tempat pertama kita bertemu sekaligus menjadi tempat terakhir kita bertemu".
"Apa maksudmu Mira? Apakah kau tidak akan kembali lagi kesini?" tanya Arka. "Kalau kita memang berjodoh kita pasti akan bertemu kembali, aku pergi dulu ya Arka. Selamat tinggal..." kata terakhir Mira untuk Arka.
**
TAMAT...
**
Semoga kalian suka ya sama cerpen pertama saya, walaupun alur nya agak ngawur dan gak nyambung serta ceritanya gantung😅.
Bye-bye.