Di malam pernikahan mantan pacar, aku hamil. Itu kenyataan paling pahit yang kualami.
Flashback on
"Sia, maukah kau jadi pacarku?" ucap Sean sambil berlutut dan membawa bunga dan boneka
"Sean, apa yang kau lakukan ini, kita baru berteman dan aku hanyalah gadis kutu buku dan cupu. Apa kau tak malu bila punya pacar sepertiku" ucap Felisia
"Aku tulus mencintaimu, bagiku kau gadis yang cantik, pintar dan baik. Aku akan membahagiakanmu dan berjanji akan menjagamu agar tidak ada siapapun lagi yang meremehkanmu." jawab Sean dengan bersungguh-sungguh.
"Baiklah Sean aku mau jadi pacarmu" ucap Felisia malu-malu
Setelah pernyataan cinta Sean di restoran, Sean mengantar Felisia pulang kerumahnya. Dan Sean kembali ke Apartemen nya.
Setelah sampai di Apartemen Sean segera menelfon sahabatnya. Dia bercerita bahwa dia sudah berhasil berpacaran dengan cewek cupu bahan taruhan mereka. Cerita Sean membuat teman nya kaget dan memuji Sean hebat bisa menaklukan cewek cupu tersebut.
Temanya pun meminta Sean untuk merayakan hari jadinya besok disebuah Club malam. Dan harus membawa Felisia sebagai bukti.
...drert..dert suara hp Felisia
Felisia : Halo Sean ada apa menelfon ku?
Sean : Halo sayang, apakah menelfon pacar harus ada alasan, aku merindukanmu Sia
Felisia : Jangan bohong Sean kita kan baru bertemu tadi
Sean : Walaupun baru bertemu aku tetap merindukanmu sayang, besok kau mau kan ikut bertemu teman-teman ku. Aku ingin memperkenalkan mu pada mereka, akan ku pamerkan jika aku memiliki pacar yang cantik
Felisia : Ya aku mau, tapi aku tidak cantik dan mungkin akan membuat mu malu nanti.
Sean : Bagiku kau cantik sayang, besok ku jemput jam 7 malam ya
Felisia : Baiklah.
Di Club malam Antariksa
Sean berjalan masuk kedalam Club bersama Felisia. Didalam hati Sean terus mengumpat jika bukan karena taruhan dia tidak akan pernah mau berjalan bergandengan dengan cewek cupu. Apalagi melihat dandanan Felisia yang kampungan dengan memakai kacamata, rambut dikepang 2 baju dan celana panjang membuat dia malu.
Sean segera menarik Sia menemui sahabatnya disebuah ruang VIP
"hai, Sean apa kabar?" tanya Dean sambil menahan tawa melihat gadis yang dibawa Sean
"baik" jawab Sean singkat
"siapa gadis cantik disampingmu itu, Sean? tanya Danu
" kenalkan ini Felisia pacarku yang cantik" jawab Sean.
Felisia yang mendengar jawaban Sean tersenyum malu
Danu tersenyum dan bertanya kepada Felisia "bukankah kau juga kuliah di universitas Gunadarma, salam kenal aku Danu Ajidarma dan itu Dean Luther dan yang ini Bian Sadewa"
Felisia tersenyum dan menjawab " iya aku kuliah di universitas Gunadarma juga, salam kenal"
"Hai Sia jangan sungkan kami semua teman Sean berarti temanmu juga,bukankah begitu Sean" ucap Bian
"Ya" lagi-lagi Sean menjawab singkat
"Hai, Sean ikut aku sebentar, boleh kan Sia" ucap Dean
"Tentu" jawab Felisia
Entah apa yang dibicarakan Sean dan Dean, tapi setelah kembali raut wajah Sean begitu semangat
"Sean, ayo pulang" ucap Felisia setelah melihat jam di tangan nya menunjukkan pukul 10 malam. Dan Felisia juga merasa sedikit pusing setelah meminum minuman yang ditawarkan Bian
" Ya, ayo sayang " jawab Sean sambil merangkul pinggang Felisia
"Bro, gue cabut duluan ya" pamit Sean kepada teman-teman nya
Diperjalanan Didalam Mobil
"Sean kita mau kemana, kok lewat sini rumahku bukan lewat jalan ini. Kau tidak mabuk kan Sean" tanya Felisia
"Kita mampir sebentar ke Apartemen ku dulu ya sayang, aku mau mengambil sesuatu" jawab Sean
"Baiklah, tapi sebentar kan" Felisia
"iya" jawab Sean
Setelah sampai Sean mengajak Felisia untuk masuk ke Apartemen nya. Dan Felisia pun menuruti nya.
"Apa kau tidak enak badan, Sia" tanya Sean setelah melihat wajah Felisia pucat dan berkeringat
"Aku sedikit pusing,Sean" jawab Felisia
" Ini minumlah Sia, agar pusingmu hilang" Sean menawarkan Felisia minuman yang diam-diam telah dia campurkan dengan obat perangsang.
Felisia pun tanpa curiga meminumnya. Kemudian obat itu bereaksi dan terjadilah sesuatu yang merenggut kehormatan nya.
Di pagi hari Felisia bangun dia merasakan tubuhnya begitu lelah dan kepalanya sedikit pusing. Kemudian dia menoleh kesamping dan mendapati Sean tidur disampingnya tanpa memakai baju. Sia langsung berteriak dan melihat bahwa dia juga dalam keadaan telanj*Ng, menyadari apa yang telah terjadi Felisia hanya bisa menangis.
Sean yang terkejut suara tangisan Sia segera bangun"Sia, sayang ada apa?"
"kau masih bertanya ada apa Sean, apa yang kau lakukan kepada ku semalam" tanya Sean sambil terus menangis
"Sudahlah, Sia semalam kita melakukan nya atas dasar saling cinta kan. Aku berjanji akan bertanggungjawab. Tenanglah sayang" ucap Sean
"Tapi Sean..." Felisia
sebelum Sia menyelesaikan perkataannya Sean langsung mencium Sia dan mengumbar Janji-janji manis untuk menenangkan nya. Felisia yang tak pernah berpacaran sebelumnya membuat dia begitu mudah dibohongi dan termakan janji-janji manis yang ditawarkan Sean. Mungkin pepatah yang mengatakan cinta itu buta, memang benar nyatanya Felisia begitu buta akan cinta semu yang diberikan Sean
Setelah kejadian itu Sean mengantarkan Felisia pulang. Hubungan Felisia dengan Sean pun masih berlanjut bahkan beberapa kali Sean pun berhasil membujuk Felisia untuk melakukan hubungan intim lagi.
Setelah satu bulan Sean mulai berubah sedikit demi sedikit mulai menjauhi Felisia dengan alasan sibuk bekerja atas permintaan Ayahnya.
Flashback off
Tepat dua bulan setelah malam pertama mahkotanya direnggut. Felisia mendapatkan kabar dari teman kampusnya bahwa besok malam Sean akan menikah dengan anak salah satu pengusaha kaya dikotanya. Mendengar kabar itu Felisia segera menelfon Sean namun tidak tersambung sepertinya nomor Felisia telah diblokir Sean. Felisia pun langsung menuju apartemen Sean dan mencoba masuk dengan memasukkan password yang biasa digunakan Sean namun gagal. Felisia pun bertanya kepada teman-teman nya tentang dimana rumah orang tua Sean tinggal. Setelah mendapatkan informasi Sia segera menuju ke sana namun dia langsung diusir satpam saat mencoba bertemu Sean. Felisia pun putus asa dan menyesali segala sesuatu yang telah terjadi, diapun berjalan tak tentu arah dan tiba-tiba dia merasa pusing dan pingsan dijalan. Warga sekitar yang melihat ada gadis pingsan segera membawanya ke rumah sakit.
Setelah Felisia sadar dari pingsannya dia diberi tahu bahwa dia saat ini sedang mengandung.
Felisia pun bingung harus bagaimana, sedangkan nanti malam adalah acara pernikahan Sean
**To be continued**
ini karya pertama ku semoga ada yang Sudi membacanya dan memberi kritik dan saran.
Terima kasih