Kringg...kringg…
Seorang gadis terbangun dari tidurnya karena terusik oleh suara alarm jam yang berbunyi.gadis itu mengerjabkan matanya dan beralih menatap jam yang sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi.
Gadis itu beranjak dan merapikan tempat tidurnya, kemudian pergi mandi untuk bersiap pergi ke sekolah.
****
Tap..tap..tap…
Suara sepatu terdengar menuruni tangga, gadis itu tiba di meja makan dan mendapati sang ibu tercinta yang sedang menata makanan.
"Pagi bu… "sapa si gadis yang sudah duduk dikursinya.
"Pagi juga anak ibu yang cantik.."jawab ibu si gadis.
Gadis itu tersenyum melihat makanan kesukaannya tertata di meja makan.
"Woah...ibu masak semua makanan favorit ku?" Ujar si gadis.
Ibu menjawab sambil tersenyum,"ya ...ibu sengaja masak makanan favorit mu, agar kamu makan yang banyak .."jawab ibu seraya tertawa pelan.
Si gadis itu tersenyum, kemudian dia makan dengan lahap dan sedikit cepat, ibu yang melihat itu menggeleng melihat tingkah laku si gadis.
"Lea jika makan jangan terburu buru," tegur ibu pada gadis itu yang dipanggil Lea.
*ALEA FITRIANA, seorang gadis yang kerap disapa Lea.Lea masih sekolah menengah atas dia saat ini sudah kelas Xll.
Lea tinggal bersama ibunya sedangkan sang ayah sudah meninggal 5 bulan yang lalu karena sakit kanker stadium akhir karena ayahnya itu dia menyembunyikan penyakitnya sendiri.lea terpuruk saat mendapati kepergian ayahnya, saat keadaan itu sang ibu menguatkannya walau sang ibu juga sama terpuruknya. Disaat itu lea mulai bangkit dari keterpurukannya dan belajar menerima keadaan.saat lea masuk sekolah menengah atas dia dipertemukan dengan sahabat masa kecilnya,RANI yang menjadi siswa baru dikelasnya.awalnya lea tidak percaya bahwa itu rani setelah perkenalan kelas dia sadar bahwa dia adalah sahabat terbaiknya yang pergi beberapa tahun itu.sekarang dia kembali dan membuat hari hari lea menjadi sedikit cerah dengan adanya rani.*
"Bu, lea berangkat ya.. assalamualaikum" pamit lea sedikit berteriak.
"Ya.. hati-hati dijalan"jawab ibu.
***
Lea sudah sampai di depan gerbang sekolahnya , dia menatap gerbang yang terbuka dan masih banyak yang belum datang.
Lea berjalan menuju kelasnya. Sesampainya di kelas dia melihat sahabatnya sedari kecil sedang bergelut dengan bukunya.
"Pagi rani.."sapa lea pada gadis yang dipanggil rani.
"Pagi juga lea"jawab rani.
*RANI AYUNDYA, adalah teman Lea sejak kecil, karena dulu Lea dan rani tetanggaan sampai saat rani masuk SMP, orang tua rani pergi ke rumah nenek rani yang di bandung. Rani sendiri tidak bisa berbuat apapun dia hanya bisa menerima keputusan orang tuanya.
Saat rani mulai masuk SMA orangtuanya kembali ke kota kelahirannya dan membeli rumah baru sedangkan rumah lamanya sudah di jual. Saat rani masuk sekolah dia bertemu dengan sahabat masa kecilnya.*
"Tumben ran berangkat pagi?" Tanya Lea.
"Gimana nggak berangkat pagi coba..nih tugas susah banget gue nggak bisa jawabnya, jadi gue mau nyontek siapa yang udah ngerjain nih tugas.."gerutu Rani panjang lebar.
"Ck, kebiasaan lho nggak pernah hilang ternyata.."ujar lea sambil tertawa pelan.
"Huh..kenapa lho ketawa sih.. nyebelin,"kesal rani sambil mengerucutkan bibirnya.
Lea yang melihat itu tertawa gemas pada sahabatnya yag sudah terlihat kesal itu,"jangan ngambek dong nih tugas fisikanya gue udah.."ujar lea menaruh buku fisikanya ke meja rani dan melenggang pergi ke tempat duduknya yang berada di belakang rani.
Rani yang mendengar ucapan lea, matanya langsung berbinar senang seketika. Dia pun langsung menyalin jawaban dengan semangat.lea yang melihatnya menggelengkan kepalanya.
Sedikit demi sedikit siswa maupun siswi sudah duduk ditempat masing-masing.tak lama terdengar bel tanda bahwa sudah masuk dan setelahnya guru fisika datang.
***
"Lea lho ada waktu nggak nanti pulang sekolah?" rani menoleh dan bertanya pada lea.
"Kayaknya ada," jawabnya lea.
"Kalok ada nanti aku mau ajak lho ketemu sama orang tuaku, kan lho belum pernah tuh ke rumah gue.."ujar rani tanpa menoleh kearah lea.
"Oke deh nanti aku kabarin ibu dulu kalok aku mau main ke rumah lho."jawab lea.
rani hanya mengangguk, mereka pun tiba di kantin yang sudah ramai oleh siswa-siswi.mereka pun berjalan menuju meja kosong yang ada dipojok kanan
"Kita duduk di bangku pojok kanan itu...udah sono lho kesana biar gue yang pesen.."ujar rani yang mendorong agar lea duduk duluan di bangku pojok.
"Tapi…"
"Udahlah..gue udah tau makanan yang mau lho pesen.."rani memotong ucapan lea dan melenggang pergi ke ibuk kantin.
"Ck, dasar rani nyebelin.."decak lea kesal dan berjalan ke arah meja dengan menghentakkan kakinya.
Beberapa saat kemudian rani datang dengan membawa makanan kesukaannya.wajah yang tadi kesal kini terlihat berbinar senang.rani yang melihat perubahan itu hanya acuh itu sudah biasa baginya.
Selesai makan di kantin mereka masuk ke kelas karena sebentar lagi bel masuk.
***
Lea dan rina kini mereka ada di depan rumah rina,"ayo lea..kita masuk,"ujar rani sambil menarik tangan lea.
"Ck, Sabar napa ran..sakit tau tangan gue,"decak lea kesal.
"Assalamualaikum ma.."salam rani saat memasuki rumah.
"Waalaikumusalam"jawab mama rani sambil berjalan ke arah rani.
Rani dan lea pun menyalami mama rina.mama rani melihat bahwa putrinya tumben sekali membawa temannya ke rumah,pikirnya mama rani.
"Tumben kamu bawa teman kamu ke rumah?"tanya mama rani.
Rani berdecak saat ditanya sang mama,"ma...dia alea teman masa kecil ku dulu.."jawab rani.
"Alea?.. sahabat masa kecil?"ulang mama rani. Kemudian dia ingat teman masa kecil putrinya cuma satu, ya alea Puteri tetangganya dulu.
"Aaaa...alea yang dulu jadi tetangga di sebelah rumah kita yang dulu ya.."heboh mama rani.
"Iya Tante...ini alea anak tetangga tante,"jawab lea.
"Wahh...kamu sekarang cantik ya..kayak ibumu"goda mama rani.
"Emm.. Tante berlebihan deh, masih cantikan ibu aku.."lea membalas godaan mama rani.
"Ehh..jangan panggil tante pangil mama aja.."perintah mama rani.
"Oke mama.."lea menjawab dengan tersenyum canggung.
"Ck, mama aku anak mama bukan sih..kok dari tadi lea mulu yang ditanya..anaknya padahal aku lho.."gerutu rani kesal dengan wajah cemberutnya.
Dan itu membuat mama rani dan lea tertawa,"ututu...anak mama marah nih ya.."goda mama rani.
Rani mendengus kesal,"au ah… aku mau ke kamar aja,"ujar rani kesal melenggang pergi ke kamarnya.
"Lea kamu tunggu diruang tamu dulu ya.. mama mau masak buat makan siang nanti."ujar mama rani.
"Oke mama…"
Beberapa saat kemudian lea melihat rani berjalan ke arahnya, "mana mama..?"tanya rani.
"Mama ada di dapur masak.."jawab lea.
Rani ber'oh'riya kemudian berjalan menghidupkan TV.tak lama terdengar suara deru mesin mobil, sepertinya itu papa rani, pikir lea.
"Assalamualaikum papa pulang.."salam seorang pria paruh baya berjalan mendekati lea dan rani.
"Waalaikumusalam pa/om.."jawab rani dan lea bersamaan.
"Lho ada temen kamu ya ran?"tanya papa rani.
"Iya pa..rani bosen kalok nggak ada lea"jawab rani.
"Halo om saya alea"lea berinisiatif memperkenalkan dirinya.
"Alea?"ulang papa rani.
"Iya mas alea anaknya tetangga kita dulu sebelum kita pergi ke bandung"ucap mama rani tiba-tiba.
"Ohh..kamu alea..makin cantik aja kamu ya"ujar papa bergurau.
"Ck, nggak papa nggak mama selalu muji alea..padahal aku juga cantik lho.."rajuk rani dengan menggembungkan pipinya.
"Iya anak papa ini juga cantik kok..jadi jangan marah lagi oke.."ujar papa rani dengan menggoda sedikit sang anak yang sedang kesal.
"Huh…. terserah papa,"rani menjawab dan berlalu keruang makan dengan bibir mengerucut.
Kedua orang tua rani menggelengkan kepala melihatnya.kemudian mereka juga berjalan menuju ke ruang makan.
Selesai makan mereka semua duduk berkumpul di ruang tamu, papi rani pun mengobrol ringan tentang sekolahnya lea dan rani serta masih banyak lagi yang mereka obrolkan.
"Nak Lea, kamu masih tetap tinggal dirumah yang dulu kan?"tiba-tiba mama rani membuka suara."ya ma, lea masih tinggal disana kok"jawab lea tersenyum.
"Bagus kalau gitu mama udah nggak sabar ketemu sama ayah dan ibumu,"ujar semangat mama rani.
Mendengarkan ucapan mama rani, lea tersenyum sendu dan binar matanya tiba-tiba meredup dan berkaca-kaca. semua yang melihat itu terkejut sekaligus bingung dengan lea, mama rani pun bertanya pada lea kenapa dia tiba-tiba ingin menangis,"nak lea kamu kenapa hmm?"
Lea yang ditanya hanya diam dan tak lama air matanya luruh karna tak kuat lagi ketika harus mengingat mendiang ayahnya."hiks hiks hiks", tangis lea mulai terdengar mama rani pun mendekat dan memeluk lea, tangis lea pun pecah.setelah lama menangis lea akhirnya bisa mengontrol dirinya, diapun melepas pelukan mama rani dan mengusap air matanya kasar.
"Nak kamu kenapa hmm?"tanya mama rani lembut."lea… lea kagen ayah ma.."lirih lea.semua terdiam kemudian papa rani angkat bicara,"memangnya ayah kamu kemana nak?".lea menunduk dan berkata lirih,"ayah...dia sudah..tiada".
Semuanya terkejut dan terdiam mendengar perkataan lea walau lirih Namun masih terdengar jelas ditelinga mereka semua.bahkan rani, sang sahabat tak tau akan meninggalnya ayah dari sahabat masa kecilnya.
"Ayah kamu sakit apa nak?"setelah sekian lama papa rani angkat bicara."ayah sakit kanker stadium akhir pa"lirih lea."astaga sudah separah itukah penyakit yang dia derita?"mama rani terkejut dan menutup mulutnya dengan satu tangannya.lea mengangguk dan air matanya mengalir dengan sendirinya karena mengingatnya. Mama dan papa rani pun merasa menyesal karena telah bertanya tentang ayah lea.
*****
Lea merebahkan tubuhnya ke kasur tidurnya bersiap untuk tidur.setelah bercerita tentang ayahnya pada keluarga rani diapun bergegas untuk pulang karena takut jika sang ibu akan mengkhawatirkan dirinya walau dia sudah memberi tau ibunya.sesampainya dirumah dia melihat ibunya yang sudah berada diruang tengah menonton TV, diapun segera pergi membersihkan dirinya dan berniat tidur lebih awal.
"LEA…"
terdengar suara orang yang memanggil namanya,"siapa kamu ? tunjukkan dirimu"ujar lea.
"NAK .."
Lea menoleh ke belakang saat merasa ada seseorang yang memegang pundaknya,tubuh lea menegang melihat sosok didepannya lantas diapun menangis dan memeluk seseorang yang ada didepannya dengan erat serta menyalurkan rasa rindunya pada orang dia peluk dengan erat.
" Hiks hiks Aa..ayah,"ujar lea dengan tubuh bergetar karena begitu merindukan sosok tersebut.
"ya nak ini ayah..maaf ayah belum bisa menjadi sosok ayah yang baik untukmu dan maaf ayah tidak bisa berada di sisimu lagi, ayah minta maaf…"ujar ayah lea.
Lea yang mendengar penuturan ayahnya itu menggeleng kemudian berujar,"tidak bagiku ayah adalah sosok ayah yang paling baik ayah tidak perlu minta maaf pada lea.. seharusnya lea yang minta maaf karena belum sempat membahagiakan ayah hiks hiks.."
"Suttt, kamu adalah anak yang paling berbakti kamu segalanya bagi ayah dan ayah ingin kamu menjadi anak yang baik serta bahagiakan ibumu nak.."
"Hiks hiks hiks ayah apa aku bisa ikut ayah"lirih lea.
"nak belum waktunya kamu ikut ayah nak..kau harus membahagiakan ibumu nak, dan pikirkan sehancur apa ibumu jika kamu pergi nak?" Ujarnya
"Ayah benar aku masih punya ibu"lirihnya."tapi aku masih merindukan ayah."lanjutnya.
"Nak jaga ibumu dengan baik waktu ayah hanya sedikit, semoga kamu bisa menggapai cita-cita mu nak.."
Bersamaan dengan suara itu sosok ayahnya perlahan menghilang seperti terbawa angin.
"Akhirnya aku bisa BERTEMU AYAH walau hanya sebentar."ujarnya lalu menutup matanya.
#TAMAT