Malam ini aku akan pergi ke pernikahan mantan pacarku.
Aku mulai merias diriku dengan senatural mungkin,aku tidak suka wajahku yang terlalu banyak make up.
Aku memakai gaun warna hitam yang menjuntai sampai ke lantai dengan belahan sampai ke paha,menperlihatkan pahaku yang putih mulus,dan pungung yang terlihat.
Aku mengikat rambut asal asalan dan itu malah memper anggun tampilanku.Aku mengambil tas yang senada dengan dengan warna gaunku,dan tak lupa memakai hak tingi dengan warna hitam pula.
aku melihat diriku di pantulan cermin yang ada di depanku,
satu kata yang keluar dari bibirku"SEMPURNA".
Bunyi hak yang mengema ketika aku menuruni tangga.
Aku berjalan menuju depan rumah yang sudah
ada mobil lamborhini di teras rumahku.
Aku berjalan ke arah mobil itu dan pengawalku
membukakan pintu penumpang untukku.
Aku sudah duduk manis di dalam mobil itu,dan tak lama kemudian supir pun menjalankannya keluar dari rumah.
Di sepanjang perjalanan aku sibuk dengan pikiranku sendiri.
Aku memeriksa kembali tas yang ada di pangkuanku,
mengecek apakah aku membawa suratnya.
"Nona apakah sebelum kita ke acara pernikahan teman nona,
nona ingin singah dulu untuk membeli hadiah".supir bertanya kepadaku.
"Langsung saja pak,saya sudah menyiapkan
kado spesial untuk teman saya".Jawabku
"Atau mantan saya".Lanjutku dalam hati.
Tak terasa akupun sampai di hotel yang
mana tempat pernikahan itu berlangsung.
Aku melangkahkan kakiku menuju lif
dan menekan nomor yang ku tuju.
Sesampainya aku di depan aula hotel tempat beelangsunnya proses pernikahan itu,yang tadinya riuh tiba tiba senyap ketika aku
melangkahkan kakiku masuk ke sana.
Aku berjalan menuju pelaminan tempat di
mana yang menjadi raja dan ratunya berada dalam semalam.
Aku tersenyum ke arah mereka berdua,
dan mereka tidak membalas senyumanku
kecuali si pengantin pria yang membalasnya,
sedangkan si wanita hanya melihatku dengan tatapan berncinya.
"Selamat atas pernikahan kalian berdua".Seruku sambil menyalimi tangan pengantin pria.
"Ya terima kasih Viona kau telah datang di acaraku".ucap si pengantin pria.
"Ya tentu saja aku datang untuk menyaksikan peenikahan kalian,apalagi kita itu berteman.Tapi malah menikung teman dari belakang".Ucap Viona menyindir sang pengantin wanita.
Sang pengantin wanita yang merasa dirinya di sindir pun marah.
"Apa yang kau katakan Viona,aku sama sekali tidak merebut Alex darimu.Dan juga kita sudah tidak ada ikatan pertemanan lagi,ingat itu".Seru Anggel.
"Ya aku tau itu,tapi aku sangat senang dengan pernikahan kalian,yang si pria sangat brensek dan si wanita menikung dari belakang...ckckck.Pasangan yang serasi sekali".sindir Viona kepada kedua pasangan tersebut.
Alex yang mendengarnya pun mencoba menahan amarahnya.
Ya Alex adalah mantan pacar Viona,
dulu hubungan Viona dan alex sangat harmonis,
tetapi ketika Viona memperkenalkan
Alex dengan Anggel hubungan keduanya
sudah tidak harmonis lagi,
banyak masalah yang muncul di antara keduanya.
Sampai pada suatu hari ketika
malam di night clup,
Viona dan Alex melakukan suatu
hubungan yang terlarang.
Waktu itu keduanya sama sama mabuk
dan terjadilah apa yang seharusnya tidak terjadi.
Ketika Viona bangun dia sudah tidak
melihat Alex di sampingnya.
Berulang kali Viona mengubungi Alex,
tetapi Alex tidak mengangkat telepon darinya.
Sampai pada ketika Alex menghubunginya
mengatakan bahwa hubungan keduanya
sudah tidak dapat di teruskan lagi.
Alex harus menikahi wanita yang
dia tiduri beberapa hari yang lalu
setelah kejadian dia dan Viona.
Viona yang mendengar itupun marah,
sebab Alex juga sudah mengambil
harta yang berhaga darinya,
tetapi tidak bertanggung
jawab sama sekali,
sedangkan wanita yang beru beberapa
hari dia tiduri langsung dia nikahi.
Ini tidak adil bagi Viona.Sejak saat itupun Viona membenci Alex.
Ketika Viona bangun pagi dia merasakan
perutnya seperti di aduk aduk saja,
lantas Viona menuju kamar mandi yang ada di kamarnya.
Viona memuntahkan apa yang ingin di keluarkan,
tetapi tidak ada yang keluar,hanya cairan saja yang dia muntahkan.
Hampir setiap hari Viona mengalami gejala seperti itu,
dan dia pun pergi ke rumah sakit untuk mengecek apakah dia sakit atau tidak.
Ketika mengecek dia mengungkapkan apa
saja yang di alaminya akhir akhir ini,
sang dokter pun menyarankan agar Viona ke obgi,
Viona pun menurut,dia berjalan
menuju ruangan obgi,
dia menyeritkan alisnya ketika
melihat banyak para wanita hamil.
Akhirnya nama Viona di sebut setelah lama menunggu,
Viona masuk dan duduk di depan doktor,sang doktor pun menanyakan apa saja keluhan Viona dan Viona pun menjawabnya.
Doktor menyuruh Viona berbaring
di kasur pasian yang ada di ruangan itu.
Doktor pun menyikap baju Viona sampai di atas perut.
Lalu menuangkan jell keperut Viona,
setelah itu mengambil benda dan mengerser benda tersebut.
Doktor berkata bahwa Viona hamil dua minggu dan gejala yang di alami Viona adalah hal yang biasa oada ibu hamil.
Viona keluar dari ruangan itu dengan pandangan kosong.
Dia tidak menyangka dengan apa yang di lakukanya dengan Alex sangat berdampak pada dirinya.
Viona ingin meminta pertanggung jawab Alex tetapi tidak bisa,Alex akan menikah nanti malam.
Dia pun memutuskan akan memberikan surat tes itu kepada Alex nanti malam.
Dan di sinilah Viona sekarang berada,
Viona langsung membuka tas yang ada di tanganya dan memberikannya amplop coklat yang bertuliskan nama rumah sakit *MEDIKA*kepada Alex.
Alex yang menerima pun membuka
amplop tersebut dan membaca isi dari surat tersebut.
Mata Aelx langsung membola ketika
sudah membaca isi dari surat tersebut.
Sedangkan Anggel yang melihat Alex terkejutpun mengambil surat itu dari tangan Alex dan membacanya.
Expresi Anggel pun sama seperti Alex yang terkejut.
Viona yang melihat itu pun tersenyum.Dia pun turun dari sana dan keluar menuju mobil yang menunggunya.
Viona masuk dan duduk,dia terdiam sambil memikirkan nasib bayi yang di kandungnya.Bayi ini tidak bersalah,dia dan Alex lah yang bersalah.
Viona bertekat tidak akan mengugurkan bayinya,dia akan merawatnya dengan sepenuh hati,memberikan kasih sayang yang
berlimpah untuk bayinya walau tidak ada ayah di samping bayinya,dia akan menjadi mommy sekaligus ayah untuk bayinya.