Di malam pernikahan mantan pacar, aku hamil...
Namaku Ratih, umurku 21 tahun, aku mempunyai pacar yang bernama Ridwan, aku telah berpacaran dengannya selama 4 tahun.
Sungguh sakit ketika aku di janjikan olehnya akan di nikahi tetapi kedua orang tua ridwan tidak setuju anaknya menikah dengan Ratih, malahan orang tuanya Ridwan sudah menjodohkannya dengan wanita lain.
Malam ini adalah pernikahan Ridwan dengan Sinta, yaitu wanita yang di jodohkan kedua orang tua ridwan, Sinta juga adalah sahabatku saat SMP, tapi.. pada malam itu juga aku tengah mengandung anaknya Ridwan.
=°•°=•°•=
Di kamar~~
"Apa yang harus aku lakukan?! aku sedang hamil anaknya, tapi malam ini adalah pernikahannya?! apakah aku harus minta tanggung jawabnya sebelum semuanya terlambat?" bingung Ratih yang sambil memegang tespack di tangan kanannya
Ratih pun memutuskan untuk pergi ke tempat pernikahan mantan pacarnya yaitu Ridwan, sambil membawa tespacknya sebagai bukti kalau Ratih tidak berbohong.
Sesampainya di tempat ijab qobul~~
Saat ijab qobul di laksanakan, Ratih pun langsung menghentikan penghulu untuk meneruskan kata-katanya, dan langsung menarik Ridwan menuju ke luar.
"Apa yang kamu lakukan di sini?! aku kan udah bilang, kalau kamu lebih baik jangan datang di acara ijab qobul ku dengan Sinta!" sentak Ridwan kepada Ratih
"Iyaa aku ngerti, kalau seandainya benih di rahimku tidak muncul begitu saja, mungkin aku tidak akan datang ke acara mu" ucap Ratih dengan nada sedih dan sambil memegang perutnya
"Maksud kamu?" tanya Ridwan
"Aku hamil! kini aku sedang mengandung anakmu di dalam rahimku" jawab Ratih.
"Terus apa urusannya denganku? gampang aja... gugurkan saja anak itu" ucap Ridwan tanpa merasakan bersalah sedikit pun.
"Apa?! ini anakmu!! aku bawa ko buktinya kalau kamu ga percaya!" tegas Ratih dan menunjukkan tespack yang di bawanya.
"Iyaa.. aku tau kalau kamu hamil, tapi kamu tau kan kondisinya seperti apa? sekarang aku mau menikah dengan Sinta! bukan denganmu!" tegas Ridwan
"Tapi.. kamu juga harus bertanggung jawab atas perbuatan yang udah kamu lakukan sama aku! dan anak yang aku kandung!" Ratih yang terus memohon.
Sedangkan keadaan di dalam~~
"Apa apaan sih itu anak main tarik-tarik tangan anakku saja saat acara ijab qobul sedang berlangsung?! sangat tidak sopan!!" kesal ayahnya Ridwan dan langsung menghampiri Ridwan dan Ratih yang sedang berbicara
"Heh kamu?! ngapain kamu datang ke sini?! mau mengacaukan pernikahan anak saya?!" bentak ayah Ridwan kepada Ratih
"Ayah.. aku hanya ingin Ridwan bertanggung jawab, karena kini aku sedang mengandung anaknya" ucap Ratih
"Apa? kamu panggil aku ayah?! hina sekali kamu!! dan apa susahnya sih.. kamu tinggal gugurkan saja anak itu! kalau kamu ga mau mengurusnya" kesal ayah nya Ridwan dan menyepelekan masalah anaknya
"Apa?! ayah tidak bisa langsung memutuskan begitu saja! ini juga cucumu! lagian.. makhluk kecil yang ada di rahimku itu tidak bersalah! dia juga butuh hidup ayah!" tegas Ratih
"Salah siapa sih.. hanya dengan begitu saja kamu bisa hamil!" celetuk ayah Ridwan dan mendorong Ratih hingga terjatuh
"Akh... perutku... anakku.. akh.." Ratih yang merasakan kesakitan di perutnya
"Ayah! apa yang ayah lakukan?!" tanya Ridwan
"Biarkan saja! palingan juga keguguran, lebih baik kita masuk lagi saja dan lanjutkan ijab qobul mu" ucap ayah Ridwan sambil membawa masuk Ridwan dan meninggalkan Ratih di luar kesakitan
Tapi... saat Ratih sedang kesakitan di luar, ada seseorang yang membantunya dan membawanya ke rumah sakit, dengan kehendak tuhan, anak yang di kandung Ratih pun selamat.
=°•°=•°•=
Keesokan harinya~~
Ratih pun, tanpa menyerah datang lagi ke rumah Ridwan untuk meminta pertanggung jawaban.
Saat Ratih mau mengetuk pintu, Ridwan pun langsung keluar dari rumahnya.
"Ratih? mau apa lagi ke sini?" tanya Ridwan
"Aku masih minta tanggung jawab atas benih yang tertanam di rahimku" jawab tegas Ratih
"Ternyata kemarin kamu ga keguguran?!" tanya lantang Ridwan
"Engga, tapi hampir saja anak ini keguguran, dan ternyata dia kuat se..." saat Ratih mengucapkan kata-katanya, Ridwan pun memotong pembicaraan nya dan langsung menarik Ratih ke dalam mobilnya dan menjalankan mobilnya
Saat di dalam mobil~~
"Kamu mau membawaku kemana?" tanya Ratih kebingungan
"Sudah diam saja! nanti kamu juga bakal tau" jawab Ridwan sambil menyetir mobil
=°•°=•°•=
Beberapa menit kemudian~~
"Rumah sakit? kamu mau apa membawaku ke sini?" tanya Ratih penasaran
"Kamu akan di periksa dokter hari ini, jadi kamu ikuti saja saranku" jawab Ridwan sambil menarik Ratih
Ratih tersenyum bahagia "Akhirnya.. kamu mau mengakui bahwa ini anak kamu, dan kamu akan bertanggung jawabkan?"
"Sudah sampai, ayo kita masuk!" ucap Ridwan, lalu masuk ke ruangan sambil membawa Ratih dengan paksa.
Ratih pun berbaring di ranjang rumah sakit sambil memegang perutnya yang masih beberapa bulan.
"Apakah ini istrinya? pasti mau cek kandungan ya?" tanya dokter kepada Ridwan
"Bukan dok, aku mantan pacarnya, aku sudah menghamilinya secara tidak sengaja, dan aku minta tolong kepada dokter untuk menggugurkan anak yang dia kandung!" celetuk Ridwan sengaja
"Apa?! kamu membawaku ke sini untuk membunuh makhluk kecil ini yang tidak bersalah?!" terkejut Ratih sambil menunjuk ke perutnya
"Kamu kejam sekali! dan tidak berperasaan!! dasar iblis!!" kesal Ratih
"Aku hanya menjalankan perintah ayahku, kalau anak itu tidak keguguran pada saat itu" celetuk Ridwan
"Baiklah.. aku akan mengurus anak ini sendirian! aku tidak perlu tanggung jawabmu! karena bagaimana pun makhluk kecil ini tidak bersalah dan masih ingin hidup, lalu melihat dunia saat ia lahir!" tegas Ratih
"Syukurlah.. jadi, aku tidak perlu membunuhnya, seharusnya kamu lakukan itu dari awal!" Ridwan yang terus menerus merasa tidak bersalah
Ratih pun pergi dari rumah sakit, dan mempertahankan janin itu sendirian, karena ia ingin melihat makhluk kecil yang tidak bersalah itu hidup dan tumbuh besar, tetapi rasa sakit yang ia derita atas perlakuan Ridwan terhadapnya tidak bisa di maafkan, dan akan hanya membuat benci dan dendam di dalam hati dan pikirannya.
~TAMAT~
JAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN KOMEN YAA 😘
TERIMA GAJI 💕