“Kring... Kring... Kring... “ Suara jam beker ku berbunyi yang mana aku menyetel nya pada pukul 04.30wib, karena pada hari ini adalah hari pertama aku bekerja di perusahaan yang besar dan sangat terkenal. Aku sengaja menyetel jam bekerku di jam segitu biar aku bisa leluasa untuk bersiap-siap. Aku mempersiapkan bekal ku, karena aku takut jika tidak membawa bekal maagku akan kambuh ya meskipun mungkin ada kantin juga disana, untuk aku bisa jajan, tapi aku kan baru pertama akan bekerja, ya takutnya belum punya kawan aja, karena aku juga orangnya sedikit pemalu. Setelah bekalku kusiapkan, aku mandi dan mempersiapkan diri, berulangkali aku mencoba baju-baju yang hendak aku pakai, namun terasa semua kurang cocok, apa karena aku yang kurang percaya diri atau grogi dihari pertamaku bekerja. Aku menarik nafas dalam-dalam dan duduk sebentar sambil aku memegang kepalaku. Tidak lama kemudian aku ingat minggu lalu aku baru saja belanja dan beli beberapa baju khusus untuk kantoran sengaja jika diterima kerja bajunya untuk persiapan aja, karena ada banyak lamaran yang aku masukkan dalam perusahaan. Aku merasa sangat senang dan aku memakai baju itu. Bajunya berwarna pink dan rok berwarna hitam diatas lutut, sebenarnya kurang percaya diri karena roknya terlalu pendek tapi ya sudahlah, aku memakainya. Jam menunjuk pukul 6.15 sementara aku masuk bekerja pukul 07.00 sudah harus datang dikantor. Dengan tergesa-gesa aku berangkat menggunakan sepeda motorku yang berwarna kuning, motor ini menemaniku pada saat aku kuliah, mencari pekerjaan dan bahkan sampai aku bekerja dihari pertama ku ini. Jarak perusahaan tempat aku bekerja sekitar 30 menitan, hampir tiba dikantor tempatku akan bekerja entah kenapa motor ku langsung mogok. Gak bisa hidup sama sekali aku ulang-ulang starter nya gak bisa juga, berjalan pelan-pelan sambil dorong sepeda motorku, lelah iya... Keringatan meskipun jarak sudah agak dekat, deg-degan iya juga takut terlambat mana pegawai baru juga, hati sama otakku semakin tak karuan, gak lama kemudian aku melihat kebelakang arahku dari kejauhan aku melihat ada mobil, aku berharap dapat bantuan darinya karena aku khawatir gak bisa pulang jika mogok begini, dan entah apa rusak motor ini, dan disekitar sini juga tidak ada bengkel, meskipun ada mungkin belum buka, melupakan sejenak mobil yang dibelakangku yang berharap dibantu, dan... Tiba-tiba lewat pas melewati aku dijalan yang ada genangan airnya,”brakkk...”habis aku ke percik air kotor. aku pun berteriak “Huuh...Dasar orang kaya mentang-mentang mobil bagus” Dalam hatiku “akan ku ingat warna dan bentuk mobilnya, Cuma plat nya tidak aku perhatikan sekolah ada dua nol di terakhir nya” rasanya begitu kesal pakaian basah keringatan dan bau, serasa aku ingin pulang mengingat ini hari pertama aku bekerja, “hah sunguh hari yang buruk” Ucap ku kemudian. Tanpa ku sadari air mataku mengalir deras saking kesalnya dan sakitya hatiku. Udah depan kantor aku pun dibantu teman yang baru datang juga, bantu dorong motorku dari belakang menuju parkiran. Ku pandangi dari bawah sampai atas, sepatu hutan yang lancip, “wahh... Ternyata ganteng juga, mungkin ini pemilik perusahaannya bergumam dalam hatiku,”.
“kenapa bisa mogok motornya? “
“aaa... Saya gak tau juga pak”
“mari saya bantu”
“Baik Pak, Terima kasih” sambil tersenyum seketika kesal ku pun hilang,. Setelah mengantarku ke parkiran dia pun masuk menuju kantor. Terdiam sambil memandangi nya sampai kejauhan dan sambil tersenyum-senyum, “indahnya hidup dipertemukan dengan orang secakep dia” ucap ku dalam hati. Aku pun lanjut membersihkan diri, mangelap sebagian tubuhku yang basah dan bajuku. Aku masuk kantor dan duduk di bangku dibagian ku akan bekerja. Beberapa orang pegawai juga sudah datang aku menyapa mereka, dan sepertinya semuanya tidak pada sombong, salah satu karyawan menanyai ku
“kenapa kamu tampak basah seperti itu? “ dengan wajah heran.
“Saya dijalan pas motor saya mogok saya dorong dan ketika melewati genangan air dijalan ada mobil lewat jadi kena ke saya”
Teman -teman tertawa mendengar ceritaku
“hari pertama kerja lalu kena bencana” ucap kawan yang satunya lagi.
“heheee iya... “ sambil tersenyum saya menjawabnya.
Datang Bapak-bapak yang terkenal genit dikantor dan mengajak kenalan dengan aku, sambil diolok-olok kawan yang lainnya.
“Boleh kenalan donk?” sambil menjulurkan tangannya dan tersenyum.
“Boleh, saya Clarie”senyum dan menjulurkan tangan.
“Nama Bapak? “ tanya saya balik
“Bapak Faisal” sambil mainkan mata dengan saya,lalu pergi menuju ruangannya.
Dan kemudian aku kenalan dengan teman yang lainnya juga, ada salah satu Ibu nama nya Ibu Ida, dia orang yang langsung akrab denganku. Banyak hal dan ruangan yang belum aku tahu, Ibu Ida ini lah yang memberitahu aku, termasuk ruang kamar kecil, karena tidak bisa dipungkiri aku orang yang selalu bolak balik kekamar kecil. Dan Ibu Ida juga yang membimbing aku, dan memberitahu aku apa yang harus dikerjakan. Dengan penampilan yang sedikit burik dihari pertama kerjaku, aku berusaha memfokuskan dan berusaha untuk percaya diri. Tiba jam istirahat aku diajak untuk makan dikantin depan kantor, tapi aku menolaknya beralasan membawa bekal dari rumah, karena aku memang membawa bekal dari rumah, tidak ku sangka ternyata Ibu Ida juga suka membawa bekal dan jarang untuk makan dikantin. Ibu Ida seseorang yang sudah tidak gadis lagi dia sudah menikah dan punya tiga anak. Aku bersyukur karena punya teman untuk ngomong-ngomong. Banyak hal yang diceritakan Ibu Ida selama istirahat, sempat diceritakan Ibu Ida tentang boss perusahaan, yang memiliki wajah tampan badan yang tinggi namun sangat galak dan sombong, terlintas dibenak ku “apakah orang yang tadi membantu aku menuju parkiran” aku pun tersenyum-senyum, “kenapa kami senyum-senyum?” Tanya Bu Ida “gak kog Bu” jawab ku, kami melanjutkan bekerja kembali, aku fokus dalam bekerja karena bagiku untuk bisa mendapatkan pekerjaan ini sangat susah. Tiba waktu untuk pulang, aku pulang dengan rasa bersyukur, yaa meskipun di pagi nya hariku terasa buruk.
Sudah hampir dua minggu bekerja aku belum ketemu dengan orang yang ku temui dihari pertamaku bekerja, niat hati ingin menanyakannya dengan Ibu Ida tapi rasa-rasa gak enak sekali, Ehh... Panjang umur baru saja terpikirkan tiba-tiba dia lewat dan kesempatan ku untuk menanyakannya dengan Ibu Ida,
“Bu yang lewat barusan siapa ya? “ dengan dahi berkerut berharap Ibu Ida tidak curiga kalau aku terpesona dengan cakepnya.
“Yang mana? Dengan wajah penasaran.
“ada tadi Bu laki-laki kelihatan cakep banget” dengan nada manja.
Bu Ida langsung tersenyum dan menjawab pertanyaanku
“Itu boss kita” jawab Bu Ida,
“namanya Pak Andrean” susul bu Ida, yang dimaksud Ibu Ida adalah pemilik perusahaannya.
Aku pun terdiam Pikirku “tapi kog gak kelihatan galak sih, kelihatan manis aja.” Udah lah aku pun tidak ingin menanyakan banyak hal karena sadar diri masih karyawan baru. Penasaran dia pergi kemana aku pun pura-pura keluar sebentar tapi sudah tidak terlihat lagi. Kata Bu Ida juga Boss datang paling awal dan pulang paling akhir jika tidak ada pertemuan diluar. Ingin sekali aku bisa melihatnya kembali. Sudah sebulan bekerja aku mengurungkan perasaan ku yang ingin melihat seseorang yang menolongku sampai parkiran dihari pertamaku kerja. Tiba waktu istirahat dan tumben-tumbennya Ibu Ida mengajakku untuk lunch ke kantin, dan aku mau aja diajaknya padahal aku ada bawa bekal. Tiba diluar ruangan kami, seseorang yang kelihatan cakep bangat akan lewat didepan kami dan ternyata seseorang yang menolong ku itu, wah... Sangat bahagia rasanya, dia pun menyapa Ibu Ida dan tersenyum padaku, badan ku terasa panas dingin dan mukaku mulai memerah, serasa tidak percaya diri dan tidak siap bertemu dengannya, setelah itu aku punya kesempatan untuk menanyakan dengan Ibu Ida. Tiba-tiba datang rombongan pak Faisal untuk beli kopi didepan dan nyamperin aku dengan Bu Ida batal deh, mau nanya-nanya tentangnya. Pikirku “dah lah,... Gak mungkin juga secakep itu dan se tajir itu gak punya pacar” menyerah lah tidak mau lagi untuk sibuk memikirkannya.
Sore pun tiba dan aku mendapat chat dari teman kuliahku untuk ngajak ngopi sama-sama dan sambil cerita-cerita. Aku pun menyetujui, kami janjian untuk bertemu di sebuah cafe sekitar jam tujuhan tempatnya yang lumayan jauh juga, aku pulang untuk mandi dulu. Setelah selesai beberes diri aku pun pergi ke cafe tersebut dimana kawan ku sudah menunggu disana. Aku pergi dan tiba diparkiran cafe aku membuka helmku dan melihat dari kejauhan diparkiran khusus mobil ada mobil yang baru parkir juga yang mirip dengan orang yang melewati aku di genangan air saat pertama aku bekerja, merasa tidak puas aku menuju mobil tersebut dan matikan plat nya ada dua nol dibelakang dan itu benar, pikirku ini orang harus tahu kalau kemarin baju aku kotor dan aku tidak percaya diri, dihari pertama kerjaku. Aku menunggu dia keluar, dan ketika dia keluar aku langsung samperin.
“ Hei... Ingat gak dulu dihari pertama aku akan bekerja kamu lewat dan melewati aku sangat laju dan pada saat itu ada genangan air, kamu bukannya rem malah tancap gas”
Dia kelihatan kebingungan karena kejadiannya sudah lama dan sudah satu bulan berlalu.
“maksudnya apa ya? “ dengan wajah kebingungan
Aku menatapnya “Pikirku orang kayak gini gak mungkin ingat dia telah menyakiti hati orang lain”.
“kamu bawa mobil terlalu laju, harusnya pelan lihat ada genangan air dan ada orang yang mogok motornya, harusnya kamu tolong”
“kamu ini sudah gila ya? “
“kamu yang gila, aku akan selalu ingat muka kamu” sambil menunjuk mukanya.
Dia meninggalkanku begitu saja, kesal dan marah yang kurasakan, aku pun masuk menyusul temanku, aku masuk dengan wajah kesal.
“kamu kenapa, datang-datang dengan wajah cemberut? “ ucap ttemanku.
“aku kesal aku diparkiran bertemu dengan orang yang membuat hariku buruk dihari pertama aku bekerja “
“Siapa dia, Jangan-jangan jodoh kamu” sambil mengolok-ngolok aku.
“gak lah, lagian aku gak suka cowok yang gak sopan seperti itu, udahlah jangan dibahas lagi, nanti hariku berubah jadi buruk” dengan nada kesal ku.
“Ha ha ha... Nanti jadi jodoh kamu”
Aku pun mengalihkan pembicaraan kami, kerena aku malas ketika ingat itu, yang bersejarah dalam hidupku, dihari pertama kerja bukannya terlihat cantik malah burik dan kotor. Gak lama kemudian temanku menanyakan dan memperlihatkan foto di HP bbunya yang mana dia adalah seseorang yang menolong menuju parkiran dihari pertama aku bekerja, aku terkejut melihatnya dan temanku bilang dia sangat menyukainya, dan bahkan mereka pernah chatingan, apalah dayaku yang hanya mengaguminya dari jarak jauh... Aku bilang aku pernah melihatnya beberapa kali saja. Banyak cerita tak terasa hari sudah larut malam kami pulang ke rumah masing-masing. Tiba diparkiran aku melihat mobil itu lagi dan ku juluki mobil orang gila.
Pagi hari tiba aku kembali bekerja, beberapa hari bekerja terasa sangat lemah, sampai bu Ida heran melihat ku yang tidak ada semangat untuk bekerja, aku lemah karena sedikit sakit hati orang yang aku kagumi ternyata punya kawanku.
Bekerja dan bekerja terus, Hi jam istirahat aku mendapat call dari teman ku yang memberi kabar bahwa mereka sudah jadian, dan dia sekretaris dan asisten boss di perusahaan aku bekerja. Aku kebingungan yang selama ini aku mengira dia adalah boss perusahaan ternyata bukan, aku penasaran siapa ya pemiliknya.
Kantor terlalu luas dan aku gak bisa menjangkau apa yang aku ingin ketahui. Seketika lewat boss didepan ruangan kami dan Bu Ida bergegas menarik tanganku untuk membawa aku keluar melihat boss lewat, jantung ku berhenti berdetak yang ternyata dia adalah orang yang aku maki-maki diparkiran cafe, aku merasa takut, takut dipecat ketika dia tahu aku ternyata bekerja di perusahaan milik dia, pikirku “gawattttt aku dalam masalah besar” “kenapa tangan kamu dingin? “ tanya Bu Ida
“dia masih jomblo” usul nya kemudian sambil tertawa, spontan aku bilang dengan ibu ida
“aku gak suka dia”
Tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan ku seperti itu. Selama aku tahu siapa boss tempat aku bekerja rasanya tidak aman. Esok harinya aku datang lebih awal dikantor karena hari terlihat mendung, eh tiba dikantor pas aku lagi mencari kartu nama dalam tas tidak sengaja menabrak seseorang yang ternyata adalah boss besar, kartu nama dan tas aku jatuh ke lantai, dan tidak ku sadari dia membantu aku mengambilnya dan ketika muka kami saling bertatapan dia diam sejenak melihatku dan kemudian menunjuk jidat ku dengan dua jarinya, dan berkata
“kamu yang diparkiran cafe kan?” bola matanya yang melotot.
Aku langsung berdiri dan mengambil tas ku dengan cepat. Aku kebingungan mau jawab apa.
“Jangan pecat saya ya Pak” hanya kata ini yang terlintas di otak ku.
“Tidak ada salah lalu di maki-maki” dengan wajah kesal
Dalam hati saya bapak itu ada salah, sudah membuat hari saya buruk. Akupun izin untuk masuk ke ruangan ku. Beberapa jam kerja ada seseorang memanggilku dia orang yang menolong aku menuju parkiran pas ketika motorku mogok, sayang sudah punya temanku, menghela nafas sebentar, dia bilang boss meminta untuk ke ruangannya, “haduh gimana ini, Jangan-jangan aku mau dipecat” ucapku dalam hati sambil melihatnya dan senyum terpaksa. Aku diantar menuju ruangan boss. Dan kemudian dia menanyai ku kenapa aku sampai marah-marah dengan dia. Aku menjelaskan semua dengan dia, dan akhirnya dia minta maaf, dan sebagai permintaan maafnya dia mengajak aku untuk makan siang, aku menolaknya dan bilang gak apa-apa dan gak perlu berlebihan, namun dia bersikeras mengajak aku, aku tetap menolaknya...
Beberapa hari aku bisa menolaknya namun ketika dia datang kerumahku dan diam-diam mencari alamat ku dan nomor telepon ku, di lamaran pekerjaanku, aku tidak bisa menolaknya. Dia menelfon aku dan memberitahu sudah didepan rumah, dan jika aku tidak keluar dia akan masuk kerumah, namun aku tidak mau dia mengenal keluargaku yang secara dia bukan siapa-siapa.
Aku keluar dan menemui dia, dan mengajak makan malam bersama sebagai permintaan maafnya. Aku memenuhi keinginannya itu, dan meminta tidak usah mengajak aku makan siang dikantor. Hampir larut malam kami pun pulang.
Tiba hari bekerja dia tidak menuruti keinginanku yang jangan mengajak aku makan siang. Dia sendiri yang meminta dan datang ke ruangan untuk mengajak aku makan siang, gak enak juga dengan yang lain, namun yang lain sepertinya mendukung aku.
Sudah terlalu sering mengajakku makan siang, aku memberanikan diri ngomong.
“kamu suka ya sama aku?” sambil tertawa dan memandangi dia.
“Suka, kenapa? “ muka yang serius
Dalam hatiku waduhh... Biasanya kalau cewek bahas atau nanya suka duluan biasanya ilfil, ini meluruskan saja. Aku tidak ingin makan siang dengannya lagi.
“hehehe... Aku hanya bercanda”
Setelah makan siang, dan hari demi hari terlewati sering makan siang dan kencan rasanya diantara kami sudah saling tertarik. Merasa nyaman dan merasa saling asyik aja ngomongnya.Akhirnya kami menjalani hubungan berpacaran.
***