Judul : aku tidak mengenalmu tapi aku tidak bisa meninggalkanmu
Hai semua namaku adalah luna seperti kata mereka..aku adalah nona besar dari keluarga shi..dan albert adalah tunanganku?
Aku bertanya tanya apa yang harus aku lakukan?
Mereka bilang aku kecelakaan dan aku bisa dibilang aku hilang ingatan untuk jangka yang sementara..
/rumah sakit..
"/buka mata pelan"
-Aku membuka mataku secara pelan..dan aku kaget
"luna akhirnya kamu sadar! /peluk"
-Seorang laki laki menerobos masuk kekamar yang aku tempati dan langsung memelukku.
"aku harap kamu memaafkanku tuan.. Saya kehilangan ingatan saya dan tidak mengingat apapun.."
-aku meminta maaf karna waktu itu aku memang tidak mengingat apapun
"/tercengang"
-Laki laki itu kaget dan menangis pelan
"apa tuan tahu siapa saya?"
-Aku bertanya dan aku bingung
"maafkan aku ini semua gara gara aku..kamu adalah tunanganku dan namaku adalah albert /sedih.."
-Dia menjawab dan aku merasa agak sedih melihat wajahnya itu
"emm"
-Kami menjadi canggung karna pembicaraan itu
"keluargamu sudah kuhubungi dan akan segera kesini..dan namamu adalah Luna"
-Aku masih belum percaya dengan apa yang kudengar..
"Luna sayang?! Kamu ga papa?!"
-Tiba tiba ada seorang wanita tua datang dan langsung memelukku
"albert! Katakan yang sebenarnya! Anak saya kenapa?"
-Dan kupikir wanita tua itu datang sendirian ternyata dia datang dengan pria tua ini dan aku sempat berpikir bahwa pria itu baru saja memanggilku anak
"m-maaf sebelumnya..apa kalian adalah keluarga saya?"
-Aku bertanya kepada mereka berdua dan mereka kelihatan sedih melihatku..
"kamu ga ingat ibu?!"
-Wanita tua itu bertanya seperti itu dan seketika aku bingung..
"/geleng geleng"
-Aku menggelengkan kepalaku karna memang aku bingung pada diriku yang tidak ingat apa apa saat itu
"bagaimana ini? Anakku tidak mengingatku /hiks hiks"
-Wanita tua itu menangis dan aku tidak tega melihatnya menangis seperti itu..
"a-aku minta maaf..aku berharap kalian bisa memaklumi keadaanku ini"
-Aku meminta maaf terus menerus dan pria tua itu bilang bahwa dia adalah ayahku dan wanita tua itu adalah ibuku..
"aku adalah ayahmu shi lian heng dan ini adalah ibumu shi freya dan namamu adalah shi lian luna"
-aku agak terkejut dengan kenyataan itu ya karna memang waktu itu aku belum mengingat apapun
"paman,bibi ini adalah kesalahanku..aku.."
-Albert berlutut dan meminta maaf kepada orang tuaku..
"kami masih belum bisa menerimanya albert..ini masih berat sekali untuk kami berdua.."
-ayahku berkata begitu dan aku masih belum mengerti apa yang dimaksud
"suamiku..kecelakaan ini disengaja dan itu sangat pas saat albert tidak ada.."
-kalimat ibuku membuatku berpikir sejenak
"apa aku memiliki musuh?"
-kataku didalam hati sambil kebingungan
"maaf sebelumnya..aku agak samar mengingat kejadian itu.."
-aku mulai berkata seperti itu dan mengatakannya karna memang aku mengingatnya walau samar dan suara juga..
"jadi bagaimana ciri cirinya?"
-ayahku langsung bertanya dengan muka yang agak menyeramkan dan anehnya aku tidak ketakutan..aku berpikir sepertinya dia memang ayahku..
"aku berjanji akan menemukan orang itu paman,bibi..aku mohon kesempatan lagi..aku tidak bisa kehilangan luna yang ketiga kalinya.."
-aku berpikir tentang ketiga kalinya?? dan aku mulai bicara tentang apa yang aku ingat..
"jadi pelaku ini mengatakan bahwa aku adalah pengganggu diantara hubungannya dengan albert..dan dia berharap aku mati saja dan suara si pelaku s-seperti seorang w-wanita.."
-aku mengatakannya dengan sedikit gemetaran..
"orang itu membuat anakku begini lagi...aku harap kamu bisa menyelesaikannya albert..aku menaruh harapan untukmu"
-ayah sangat marah dengan kenyataan itu..
"kami tidak bisa membiarkanmu bersama dengan luna jika nona itu tidak menghilang..kau mengerti albert?"
-ibuku mengatakan itu dan dokter datang..
"baik bibi..aku tidak akan mengecewakan kalian dan akan kubalaskan dendam luna"
-albert langsung pergi setelah mengatakan itu..
"maaf semuanya nona shi butuh istirahat jadi kalian semua bisa keluar"
-aku lumayan lega karna dokter datang..
"dokter apa anak saya tidak bisa dirawat dirumah?"
-ayahku menanyakannya dengan wajah yang agak sedih
"maaf pak..tapi anak bapak masih harus memerlukan perawatan dirumah sakit supaya lebih cepat pulih.."
-dokter berkata begitu dan ayahku tiba tiba menaruh 2 pengawal dan 1 asisten perempuan untukku..
"mereka bertiga adalah orang yang bisa melindungimu.."
-ayah sangat mengkhawatirkan diriku..
"t-terimakasih ayah..ibu.."
-mereka juga ikut pergi dan secara tiba tiba aku mengingat sedikit dari ingatanku..
"ayo cepat! Albert!! /hahahaha"
-dan aku berpikir itu ingatanku dimasa lalu?
"tunggu luna! Jangan berlarian nanti kamu jatuh!"
-suara itu adalah suara albert..
"akh! Sakit!"
-aku kesakitan karna baru mengingat sedikit ingatanku
"astaga?! Apa nona baik baik saja?"
-itu asisten perempuan yang dibilang ayah..
"ini wajar nona..anda mengingat secara pelan pelan itu wajar dan biasanya tidak sesakit yang saya tau.."
-dokter mengatakan itu..
"maaf dokter saya ingin bertanya kira kira berapa lama nona saya akan sembuh?"
-tanya asisten itu
"untuk itu saya kurang yakin karna ini masalah yang serius tapi kurang lebih seminggu lagi..jika fisiknya sudah membaik selama seminggu itu kami bisa memberi izin untuk keluar rumah sakit"
-jawab dokter dan aku agak lega mendengarnya
"baik dokter terimakasih.."
-asisten itu seperti bahagia mendengarnya
"ano kamu itu kenal saya dekat?"
-aku bertanya karna aku belum bisa mempercayainya..
"saya adalah asisten pribadi nona saat nona masih mengingat semuanya dan masih menjadi ceo"
-Eh? Mendengarnya aku agak bingung
"c-ceo?"
-aku kembali bertanya lagi padanya
"benar nona..nona adalah ceo dari perusahaan luxxana"
-dia menjawab dengan cepat
"oh begitu ya..apa aku yang dulu sering merepotkanmu?"
-jawabku sambil khawatir
"tidak, nona tidak pernah merepotkan kami..nona sangat penting bagi kami..jadi nona harus mengutamakan kesehatan nona terlebih dahulu.."
-dia menjawabku dengan nada perhatian..
"baiklah kalau begitu..aku harap kamu memaklumi keadaanku ya"
-ujarku sambil tersenyum pahit
"n-nona saya minta maaf karna saya tidak bisa melindungi nona dengan baik/hiks hiks"
-dia menangis dan berlutut didepanku
"bangunlah emm..maaf aku juga belum ingat namamu"
-ujarku agak kebingungan
-karna memang kehilang ingatan itu sungguh membuat para pasiennya itu kebingungan karna orang orang yang ada disekitarnya kenal dengannya tapi si pasien tidak kenal dengan mereka
"nona sering memanggilku xiaoxiao"
-katanya..
"bangunlah xiaoxiao jangan berlutut lagi"
-ujarku sambil agak kasian dengannya karna masih berlutut
"luna aku kembali.."
-kukira itu ayahku ternyata yang datang adalah albert
"a-a s-selamat datang albert"
-entah kenapa waktu itu aku canggung
"apa badanmu sudah agak enakan?"
-dia bertanya dengan lembut..
"e? Sudah lumayan.."
-aku menjawab pertanyaannya tapi aku ragu
"aku tau ini mendadak..tapi acara pernikahan kita sudah dekat.."
-dia memberitahuku hal seperti itu dan membuatku kaget
"aku-"
-aku ingin bicara tapi ayah dan ibuku tiba tiba datang
"kami masih memikirkan tentang itu albert."
-ujar ayahku karna dia khawatir..
"luna sayang apa kamu sudah makan?"
-ibuku sangat mengkhawatirkanku..
"sudah.."
-aku menjawabnya..
"maaf semuanya..nona shi butuh istirahat dan semuanya dipersilahkan untuk keluar.."
-ujar dokter..
"ah baiklah baiklah..ayo suamiku jangan ganggu luna dalam masa pemulihannya"
-ibuku menarik ayahku dan keluar..
"maafkan aku ya albert.."
-ujarku agak sedih..
"jangan paksakan dirimu untuk mengingatnya..jika masalah ini sudah selesai aku akan menikahimu"
-dia percaya diri mengatakan itu
"/tidur"
-aku tertidur setelah itu dan aku mendengar sedikit suara
"nona cepat sembuh"
-itu suara wanita...dan itu seperti suara xiaoxiao
"bagaimana keadaan luna,xiaoxiao?"
-ada seorang wanita lagi yang masuk
"maaf nona lia tapi nona luna sudah lumayan membaik untuk saat ini nona sedang istirahat"
-jawab xiaoxiao
"cepatlah sadar temanku.."
-dia adalah temanku lia..dia adalah desainer terkenal no 2 di seluruh dunia..
/gudang..
"akh"
"aku sudah melacak ponselmu itu shishi dan kamu pelakunya?"
"albert aku melakukan ini karna dia mengganggu hubunganku denganmu!!"
"sepertinya memang dia yang melakukannya..kalian saja yang bereskan..oh ya..bereskan dengan ber-sih"
"baik tuan besar"
"albert!!! Aku adalah tunanganmu!!! Bukan dia!!!"
"tunanganku yang akan menjadi istriku adalah shi lian luna! Dan kau? Kau adalah sampah! Apa kau tidak mengingat bahwa kamu itu dulu pernah tidur dengan orang itu?!"
"itu kan dulu dan itu adalah kesalahpahaman!!"
"aih susah bicara bereskan dia dan bawa ke kantor polisi dan tuntut dia atas kasus pembunuhan berencana..feng xiao aku minta kamu urus semua aku ingin proses dipercepat"
"baik bos akan kulakukan"
"albert!!!!!! Aku ga akan biarin kamu hidup bahagia!!!!"
"bungkam mulutnya itu feng xiao"
"baik bos baik..maaf atas kinerjaku"
"tsk"
/keesokan paginya
/rumah sakit
"luna kamu sudah sadar?"
-itu ibuku yang sudah ada disampingku..
"ibu kenapa ibu disini?"
-ibuku kaget dan aku juga tidak terkejut..
"kamu ingat ibu?"
-ujar ibuku
"maaf aku belum mengingatmu dan aku memanggilmu ibu.."
-ujarku
"benar juga..maaf sayang ibu terlalu terburu-buru"
-katanya sambil memasang wajah sedih
"bibi?"
-itu adalah albert
"kau kemari lagi? Urusan keluarga shi kami dengan keluarga anak itu belum terselesaikan aku dan keluarga shi menaruh harapan besar untukmu"
-ujar ibuku..
"baik bibi..masalanya sudah ku atasi..aku harap bibi mengizinkanku menikah dengan luna"
-ujar albert agak gugup
"dokter bilang kalau anakku akan amnesia jangka lumayan panjang dan aku tidak bisa berbuat apapun..jika kita memaksanya untuk mengingat dia akan kesakitan"
-ujar ibuku agak gemetar
"ibu..aku tidak masalah jika menikah dengan albert..kita bisa memulainya dari awal"
-aku mengatakan itu atas kemauanku sendiri
"luna? Aku dan ayahmu selalu menginginkan yang terbaik untukmu"
-ibuku mengatakan itu dan sedikit menangis..
"baiklah jika itu yang diinginkan oleh permata kecilku"
-ujar ayahku..
"h-halo paman"
-albert mengatakan itu gugup
"putriku meminta menikah denganmu..dan dia memang amnesia tapi aku yakin dia akan ingat tentang semua ini"
-aku menangis sendiri
Hari pernikahan dijalankan 2 bulan dan ini adalah hari pernikahan kami
"aku bersedia"
"/hiks hiks anakku menikah"
"hei dia bukan anak kecil lagi tau"
"acara lempar bunga akan dimulai jadi siapa yang akan beruntung mendapatkan bunganya??"
"/lempar"
"/tangkap lah feng xiao?"
"kita berdua menangkapnya? Lia?"
"kalian pasti akan menjadi pasangan yang serasi nantinya"
"lia terimakasih /peluk"
"aku tidak memerlukan terimakasihmu..aku hanya perlu kamu tau bahwa aku selalu ada disisimu,luna"
"apa tuan putri sudah selesai dengan temannya apa sudah ada waktu untuk pangerannya ini?"
"albert sudahlah jangan seperti anak kecil"
"aku memang anak kecil didepanmu dan ini adalah acara yang harus kita meriahkan tau"
"baiklah baik"
"keluarga besar di persilahkan untuk mengambil foto bersama pengantin kita ini"
"siap satu dua tiga"
📸📸📸
/7 tahun kemudian..
"mama papa sudah pulang"
"vivy jangan berlarian!"
"papa /peluk"
"bagaimana luna apa ada yang sakit?"
"tidak aku baik baik saja"
Aku hidup bahagia selama 7 tahun dan beberapa ingatanku masih agak samar dan aku memutuskan untuk tetap bekerja walau keadaanku begini dan albert mau menerimaku apa adanya dan aku juga berterimakasih kepada Tuhan karna telah memberiku jalan yang terbaik untuk hidupku..
Tamat