Cahaya matahari pagi yang menyinari sebuah desa. Orang-orang yang disana terbangun dan melakukan aktivitas mereka. Mereka semua sangat bahagia menikmati kehidupan mereka bersama keluarganya. Bermain, tertawa, bahkan berjalan jalan mengitari taman bersama anak mereka. Tetapi tidak untuk seseorang yang tinggal di gubuk. Tempat gubuk yang seperti tempat gelandangan itu tidak disinari matahari disebabkan pohon besar yang menutupi sinar itu. *Dubrak* bunyi suara pintu tua yang didobrak secara kuat. Muncullah kakek tua dengan wajah sangar seperti wajah yang sudah membunuh banyak orang. Dari penampilannya, kakek itu menggunakan baju gelandangan dengan rambut berantakan, dan jenggot yang panjang seperti orang yang terdampar dipulau bertahun-tahun. Dia pun tidak sengaja melihat keluarga kecil yang lagi berpiknik di tempat tinggalnya.
"Hooaaammmm….. lagi-lagi pemandangan ini” ucap kesal si kakek itu. Kakek yang geram dengan kebahagiaan sebuah keluarga kecil itu, dia pun segera mengusir mereka yang sedang berpiknik itu. “Hei, apa-apaan ini. Kau tidak punya hak untuk mengusir saya dari tempat ini. DASAR TUA BANGK-“ *syuuttttt* lemparan batu yang hampir mengenai kepala lelaki yang merupakan salah satu keluarga itu. “Selanjutnya, tidak akan meleset. Cepat pergi sebelum si tua bangka ini menghajarmu” jawab kakek itu dengan mengancam. Setelah mereka pergi, kakek itu terkejut dengan apa yang dia perbuat.
“Sepertinya bakatku masih ada walaupun aku sudah setua ini” ucap kakek itu dengan wajah sombong. “Tetapi…. percuma saja, kalau masih tidak mempunyai keluarga sampai setua ini” ucap kesal si kakek. Kakek itu pun mengingat-ngingat masa lalunya. Rupanya kakek itu sudah yatim piatu dari kecil dan tidak pernah merasakan keluarga. Diadulunya mempunyai bakat memanah yang sangat hebat. Panahannya selalu tepat dan tidak pernah meleset pada saat itu. Tidak hanya itu, dia cukup terkenal di seluruh dunia disebabkan pernah menjelajah ke seluruh tempat yang terkenal maupun tidak terkenal. Bahkan dia tidak pernah menunjukkan senyuman apapun kepada semua orang. Dia pun melakukan hal-hal yang diluar nalar seperti menjelajah sampai tua. Tetapi ada beberapa hal yang dia belum lakukan, yaitu berkeluarga. Dia sering mendengar kalau berkeluarga bisa bahagia sehingga dia sangat mnginginkan itu yaitu kebahagiaan. Setelah itu, dia pun melamar semua wanita yang pernah dia kenal ketika dia menjelajah. Semua wanita yang dilamarnya pun menolaknya. Kakek itu menjawab “kenapa kamu menolakku” ucap sedih pemuda itu. Semua wanita pun menjawab yang sering dia dengar “karena kamu sudah terlalu tua”. Fakta itu membuat pemuda itu terkejut dan tidak dapat membalasnya, disebabkan dia sudah terlalu tua untuk mengatakan perasaannya. Setelah ditolak semua wanita, dia pun pensiun dari kerjanya sehingga dia menjadi seperti ini. Dia berpikir, kenapa aku tidak menikah dulu baru berpetualang pikirnya pada saat itu
*Tuuuuutttttt* suara terompet memecahkan lamunan si kakek. Suara itu menandakan Raja akan datang ke desa. Semua warga desa pun langsung kesana. Kakek itu tidak mau pergi kesana karena dia hanya mau tidur dgubuk yang merupan rumahnya. “Hoammmm….. palingan juga hanya pengawalnya saja” ucap kakek itu serba tahu. Tebakan si kakek salah, terlihat ada Raja sertaa pengawal yang sedang terburu-buru ke arah desa.Tanpa basa basi, Raja pun membuat pengumuman “Siapapun yang bisa menyelamatkan putri saya yang diculik oleh sang naga. Saya akan membuat mereka menikahi putri saya serta menjadi Raja selanjutnya” ucap si Raja dengan wajah yang sepertinya pasrah dengan keadaannya saat ini
Setelah mendengar itu, kakek itu langsung terbangun dari tempat tidurnya. Dia pun berpikir, ini adalah kesempatan dia untuk mendapatkan pasangan. Apalagi pasangannya adalah seorang putri raja yang sangat cantik. “Yang mau mengikuti sayembara ini, silahkan maju” jawab si Raja. Kakek itu pun berlari cepat untuk menghadiri dan maju ke tempat itu. Sedikit orang yang mau maju karena mereka sudah mendengar kabar, tidak ada yang bisa melawan naga itu walaupun Raja memberi tiga perlengkapan terkuat untuk melawan si naga. Mereka juga pernah mendengar, bahkan pengawal Raja yang sudah berpengalaman serta diberi tiga perlengkapan terkuatpun meninggal ketika melawan si naga. Setelah mendengar itu, orang-orang yang mau maju pun langsung mundur kembali. Hanya tiga orang yang maju pada saat itu. Tiga orang itu cukup terkenal dari kalangan penjelajah. Masing-masing dari mereka terkenal dengan cara yagng berbeda. Ada yang terkenal dari tubuh kuat, yang terkenal dari kepintaran, dan juga yang terkenal dari prestasinya. “Oke… mungkin hanya segini orang yan-“ “TUNGGU” tiba-tiba saja kakek itu datang dan langsung maju ke tempat itu. Dia tidak takut mati karena waktu tuanya juga sebentar lagi berakhir. Pikir dia, lebih baik mati daripada tidak mempunyai pasangan.
Semua orang pun tertawa ketika melihat si kakek maju ke tempat itu. “Kek.. ini bukan tempat layanan panti jompo. Kakek salah dengar kali” jawab salah satu warga disana. Kakek itu pun kesal dan menjawab “aku benar benar ingin mengikuti sayembara ini”. Mereka semua pun tertawa lagi bahkan tiga orang yang maju dan si Raja ikut tertawa. Raja pun langsung memerintahkan untuk berhenti, dan melanjutkan ucapannya. “Kalian akan kuberikan masing masing satu senjata terkuat untuk memudahkan kalian melawan si naga” ucap si Raja sambil memberi satu-satu perlengkapan. Raja memberi perisai kepada orang yang tampaknya kuat dengan otot yang besar, Si Pintar diberi sebuah senjata yaitu pedang, orang yang berprestasi atau berpengalaman itu diberi baju besi. Setelah memberikan perlengkapan itu, Raja pun tidak mempunyai perlengkapan terkuat itu dan memberi sebuah buku yang berjudul ‘Cara Melawan Naga’ kepada si kakek. Kakek itu benar-benar marah, tetapi juga tidak bisa melawan karena dia adalah Raja. Setelah mereka diberi perlengkapan, mereka diberi waktu 2 hari untuk bersiap siap untuk melawan si naga.
Mereka semua pun pergi dari tempat itu ketika Raja pergi. Kakek itu hanya pasrah dan Cuma membaca buku yang diberi si Raja. Setelah membaca, dia pun menyiapkan alat-alat petualangan dia dulu yang pernah dipakainya. Dia juga menyiapkan alat seperti tali, kapak, dan barang-barang yang dia lihat di buku ‘Cara Melawan Naga’. Semua barang itu dia persiapkan ke ransel besarnya sehingga muat dengan ranselnya. Dua hari kemudian, mereka pun pergi ke tempat sarang naga yang mengurung putri. Melewati hutan yang lebat, banyak hal yang terjadi ketika mereka kesana. Tetapi, itu semua sudah terurusi oleh mereka. Si Kuat sangat membantu pada monster yang besar ketika melawannya. Si Pintar membantu dalam hal membuat jebakan pada saat mereka tidur atau penjagaan mereka kurang. Si Pengalaman membantu dalam membuat taktik kejutan ketika ada hal yang tidak diinginkan. Sedangkan si kakek tidak membantu sama sekali. Dia hanya disuruh membawa perlengkapan mereka. Kakek yang membawa barang itu hanya mengiyakan saja, lagipula itu sangat menguntungkan bagi dia karena dia tidak perlu mengekuarkan tenaga tambahan pikirnya.
Setelah banyak hal yang terjadi, mereka akhirnya sampai ke sarang naga. Sarang naga yang tepat di tengah hutan, dimana pohon itu mengelilingi sarang naga yang seperti lahan yang tidak pernah disentuh oleh satu pohon pun.
Mereka yang awalnya bekerja sama pun langsung memutuskan hubungan kerja sama mereka karena hanya salah satu orang saja yang bisa menikahi putri. Mereka pun pergi ke tempat mereka masing-masing, Kuat di barat hutan sarang naga, Pintar di timur sarang naga, Pengalaman di utara hutan sarang naga, dan Kakek di selatan hutan sarang naga. Karena mereka semua melakukan tugasnya masing-masing, kakek itu tidak mau melakukan apapun dan hanya mau melihat bagaimana mereka menaklukkan si naga. Kakek itu juga tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membaca buku yang diberi Raja walaupun itu tidak berguna. Tiba tiba ada suara teriakan besar dari barat sarang naga. “PUTRIII…. AKU YANG KUAT INI AKAN MENYELAMATKANMUUUU”. Rupanya itu suara teriakan si kuat. Gara-gara teriakan itu, naga pun terbangun dan bersiap untuk terbang. *Wuusshhh* lemparan perisai dari si Kuat mengenai kepala naga itu dan membuat naga itu marah. Tanpa pikir panjang, si Kuat langsung mengambil perisainya untuk menahan sesuatu yang dikeluarkan naga. Naga itu menyemburkan api yang sangat panas, tetapi perisai itu bisa menahannya. Setelah naga berhenti menyembur, si kuat lagi-lagi melempar perisai itu. TETAPI, perisai itu didapatkan si naga dengan giginya. Si Kuat terkaget-kaget melihat itu. “Tidak mungkin, kau hanya monster. Kau seharusnya tidak sepinta-“ *Srokkk* Naga itu melempar balik perisainya dengan gigi dan mengenai kepala si kuat hingga terputus kepalanya. Naga pun membawa perisai itu ke sarangnya.
Tiga orang yang melihatnya di hutan terkejut betapa pintarnya si naga itu. Mereka yang melihat itu seketika merinding bukan main karena yang dilawannya bukan naga biasa. Si kuat yang sudah terpenggal itu di lahap habis oleh si naga dan hanya tertinggal perisainya saja. Ketika melihat aksi si naga, si Pintar mempunyai ide untuk melawan naga itu. Dia pun membuat jebakan yang sempurna untuk melawan si naga. Kakek dan si pengalaman tidak berbuat apa-apa dan hanya melihat dari kejauhan untuk melihat aksi si pintar saat ini. Si pintar tidak peduli, karena dia sudah menyiapkan jebakan dua orang tersebut jika mereka ingin merebut diam-diam si putri. Pikir si Pintar, dia mempunya senjata yang sangat menguntungkan yaitu pedang. Jika jebakan itu gagal kepada dua orang tersebut, dia bisa menebas mereka dengan pedang ini. Si kakek juga mempunyai rencana ketika melihat buku pemberian si Raja. Dia pun bersiap-siap dengan tenang dengan mengikatkan semua pohon ke salah satu pohon besar setiapnya. Dan dia membuat panah dan busur, berjaga-jaga jika ada yang menyerang dia yaitu monster maupun manusia.
Setelah seminggu, si pintar melakukan aksinya. “Hei, naga bodoh. Kalau kamu sepintar itu, sini kejar kalau pintar wahai naga bodoh” ejekan si Pintar. Naga itu langsung terbang dan bersiap membakar si Pintar. Si Pintar tersenyum licik, dan langsung kabur ke hutan. Naga yang tampak bingung, langsung mendarat dan mencoba berjalan kehutan. Disini naga hanya memakai nalurinya bahwa si Pintar mungkin membuat rencana ketika dia terbang. Tetapi, naluri si naga salah.
*Srutttttt*dan *BOGH* suara perangkap cukup besar dari sana. Kakek dan si Pengalaman mau kesana tetapi mereka ragu-ragu disebabkan si Pintar membuat sepasang jebakan untuk mereka. Akhirnya mereka tidak kesana, melainkan lihat-lihat situasi kalau naga itu benar-benar sudah dittangkap oeh si Pintar. Si Pintar melihat si naga yang tidak bisa bergerak dari tubuh yang sudah terjerat talinya sehingga dia terbaring ke tanah serta mulut si naga yang tersangkut oleh pohon yang cukup besar. Rupanya suara besar itu adalah tabrakan mulut si naga dengan pohon. Naga tidak bisa membuka mulutnya, dan badannyapun tidak bisa bergerak.
Si Pintar pun mendekat dengan wajah tersenyum sambil membawa pedang. “Cukup mudah untuk melawan si naga. Walaupun kau terbang pun aku bisa membuatmu terjebak” Ucap sombong si Pintar. Si Pintar semakin dekat dengan si naga, dan tiba-tiba *Sringg* sisik atas naga menjadi tajam dan membuat tali perangkapnya terpotong sehingga naga dapat melepas dari perangkap itu. Lagi-lagi si naga memberi kejutan. Si Pintar langsungmenyiapkan pedang serta bersiap untuk lari dari naga. *Ting* ayunan tangan naga ke arah pedang si Pintar . si Pintar menahan tangan besar si naga yang masil terperangkap mulutnya. Tetapi si Pintar bukanlah si kuat, sehingga dia tidak bisa menahannya lagi dan *Brok* Hempasan itu menghancurkan tubuh si Pintar. Mereka yang mendengar itu pun langsung melihat jelas kalau si Pintar mati dibunuh naga karena dia melihat si naga yang sedang membawa pedang di mulutnya. Mereka tidak menyangka, lagi-lagi si naga menyembunyikan kemampuannya.
Si Pengalaman pun berpikir, sekarang sudah tidak ada yang menganggunya. Walaupun masih ada satu orang yang berpatisipasi, lagipula itu hanya kakek tua pikirnya. Si Pengalaman yang sudah melihat betapa pintarnya si naga, dia berpikir kalau si naga masih menyembunyikan kekuatannya. Dia pun mendapatkan dua ide cermelang. Pertama dia mengambil diam-diam perisai terkuat serta pedang terkuat dekat si naga. Dan kedua, dia bergerak pada malam hari dimana si naga akan tidur dan membunuhnya. Dia berpikir, kalau dia tidak mau melawan naga yang masih menyembunyikan kekuatannya dia hanya perlu bergerak diam-diam pada malam hari untuk menyelamatkan si putri. Malam pun tiba, dan itu menandakan si pengalaman sudah bersiap untuk mengambil barang terkuat itu.
Tidak disangka, perkiraan si Pengalaman benar kalau si naga sedang tertidur. Dia sudah sering melihat si naga itu tidur, dia tidak akan menganggu jika tidak ada suara berisik. Tiba-tiba si kakek berteriak “Naga. Ada oraang yang masuk ke sarang mu”. Setelah mendengar itu, si Pengalaman kaget dan juga marah kepada si kakek. Naga itu pun bangun dan mengigit si Pengalaman. Si Pengalaman tidak merasakan apapun karena dia memakai baju besi. “Hahahaha, setelah aku membunuh naga ini. Aku akan membunuh mu TUA BANGKA” ucap si Pengalaman tertawa dengan sombong. Kakek itu tau kalau dia bakalan mengucapkan itu. Dia pun menembakkan panah ke arah si naga dan membuat si naga terbang dengan melepaskan gigitannya dari si Pengalaman. Si Pengalaman pun mencoba untuk berdiri dan tiba-tiba *BRUUUUU* Semburan api itu mengarah ke si Pengalaman. “Tidak… Aku tidak boleh mengenai api it- AAAAARGGGHHH” kesakitan si pengalaman mengenai api sang naga. Dikarenakan dia memakai baju besi, panasnya berkali-kali lipat daripada api naga biasanya. Baju besi yang menghantarkan panas itu membuat badan si pengalaman terbakar sehingga tubuhnya meleleh seperti besi dan dia benar-benar menyesal karena tidak menyingkirkan si kakek itu terlebih dahulu, Tubuhnya pun hanya tinggal tulang-belulang dan baju besinya masih utuh.
Kakek itu pun tersenyum licik, akhirnya dia bisa fokus untuk melawan si naga itu sendiri. Dia melihat aksi dari si Kuat, Pintar, Serta Pengalaman sehinnga dia mendapatkan ide untuk melawannya. Kakek itu menebang pohon yang dulunya dia ikat setiap pohon kepada pohon besar. Dia menebang seluruh pohon itu secara mengelilingi sarang naga tetapi pohon itu tidak terjatuh sama sekali karena ikatannya. Dia tidak mau terburu-buru melawan si naga karena dia sudah melihat banyak kecerobohon mereka yang sudah mati. Setelah menebang pohon, dia menyiapkan jebakan seperti batu besar, membuat alat pelontar, dan juga membuat Busur yaang sangat besar ke arah atas.
Kakek itu menyiapkan jebakan itu butuh waktu berbulan-bulan. Setelah semua yang dia persiapkan selesai, dia pun melakukan aksinya. Dia melakukan aksinya di malam hari, karena naga susah untuk melihat di malam hari. “Oke, saatnya beraksi” Ucap si kakek. *Sret* Suara putusnya tali dari pisau si kakek. Tiba-tiba pohon terjatuh seperti domino dan membuat naga terbangun. Naga itu pun terbang dan terlihat banyak senjata perangkap yang tiba-tiba muncul di balik pohon yang jatuh itu. Karena merasa terancam, naga itu bersiap menyemburkan api. *BROK* Tiba tiba batu besar yang dilempar alat pelontar masuk dan tepat di mulut naga. Naga itu tidak bisa mengeluarkan apinya karena batu besar itu. “Aku sudah menduga, kamu akan melakukan itu. Maaf naga, aku adalah pemanah HE-“ *Sring Sring Sring* “BAT” Panah itu terbang dengan iringan suara si kakek itu. Panah itu pun mengenai sayap si naga sehingga naga terjatuh dan juga batu yang ada dimulut naga hancur. Dengan cepat, naga itu pun menyemburkan api ke arah kakek. Semuanya terbakan seperti lautan api, naga itu pun selesai menyemburkan api dan mengira kalau si kakek sudah mati. Tetapi, kakek itu muncul diatas kepala si naga sambil memegang pedang terkuat dan *SROT* pedang itu tepat mengenai kepala si naga.
Rupanya setelah kakek itu memanah si naga, dia langsung berlari ke sarang naga dan mengambil pedang terkuat itu. Kakek itu pun menyelesaikan misinya dan kembali ke tempat sarang naga untuk menyelamatkan putri. Dia melihat ada wanita cantik dan anggun disana. Dia pun mendekatinya, dan ternyata itu sang putri. Benar-benar kecantikan tiada tara pikir si kakek. “Apakah kau yang menyelamatkan ku” Jawab putri dengan lembut sambil melihat kakek. Kakek itu terkejut dengan wajah putri itu. Tanpa disadari dia menjadi gagap
“I-Iya putri. Akulah penyelamat mu”.
Putri itu terkejut bukan main, kalau yang menyelamatkannya adalah si kakek yang berwajah penjahat. Putri itu memeluk si kakek itu dan mengatakan “Bagaimana bisa aku diselamatkan olehmu. Inilah yang aku inginkan” Ucap si putri memeluk erat kakek yang agak berotot itu. Si kakek terkejut, bukan terkejut karena dikatakan tua melainkan terkejut dengan si putri yang mengenal dirinya. “Sebenarnya, aku kabur dari ayahku karena tidak boleh menjodohkanku kepada lelaki terkenal yaitu kamu. Terima kasih karena kamulah penyelamatku.” Ucap si putri dengan wajah bahagia sekaligus haru. Kakek itu pun menangis senang karena dia yang sudah setua ini, masih ada yang menyukainya. Kakek yang sering menunjukkan wajah sangar dan tidak pernah tersenyum akhirnya menangis serta senyuman bahagia. Putri tersenyum dan tertawa melihat tingkah si kakek yang tidak pernah dia lihat. Mereka berdua pun pergi ke istana dan membuat semua orang terkejut kalau kakek itulah yang membawa si putri. Raja tidak bisa mengingkari janjinya, dan akhirnya kakek dengan putri menikah. Kakek itu sekarang sering tertawa dan tersenyum setelah menikah dengan putri . Dia pun berpikir, Jadi Ini yang namanya KELUARGA.