Bintang anak yg berumur 10 tahun dia menatap foto ayah dan bundanya yg ada diatas peti, disekelilingnya bunga aster putih yg berarti kematian.
Bintang menatap tamu yg datang dengan pakaian hitam,bibi dan pamannya duduk bersimpuh melihat bintang yg berdiri di depan peti.
"Xixixi...hiks...hiks...ayah....hiks...bunda....hiks...xixixi..."bintang berdiri dan menumpu kepalanya dipeti.
Paman menghampiri dan menepuk pundak bintang.
Paman langsung memeluk tubuh kecil bintang.
Ayah dan bunda bintang meninggal karna kecelakaan beruntun.
4 tahun kemudian.
Bintang sudah remaja,di merasa mudah lelah 4 tahun belakangan,berat badannya menurun drastis,belakangn ini wajahnya pucat,dia hidup sendiri diapartemen selama 2 tahun saat umur 10-12 tahun dia tinggal bersama paman dan bibinya,dia juga punya tabung oksigen portabel,kadang dia mengalami sesak nafas.
Bintang baru bangun dia merasa lemas sekali,semua benda dia raba untuk kekamar mandi.
"Uhuk....heks...uhuk...huk..."bintang muntah darah, warna darahnya pekat sekali.bintang cuek selama dua tahun jika setiap pagi dia merasa lelah tanpa alasan, dan muntah darah.Bintang kedapur meminum air dan menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri.Hanya kimchi dan nasi,dia tdk memilih milih makanan.tapi dia agk males makan.
"pusing sekali!"Rintih bintang tidur disofa,dia hanya menikmati harta yg ditinggalkan orang tuanya.
Tilulitlilit..."suara bel dipencet.
Bintang mengecek yg datang bibinya,bintang membuka pintu.
"Bintang..bibi bawa makanan kmu udah makan?"tanya bibi.
"Udah dikit!"ucap bintang
Bibi menyiapkan buah dimeja makan
"Ini buah makanlah!"ucap bibi.
"Iya,nanti aku makan!"ucap Bintang duduk disofa memijit dadanya yg terasa nyeri.
"Paman mana bik?"
"Nanti paman datang!tunggu aja!"ucap bibik.
Bintang mencicipi masakan yg dibawa bibinya.Tiba tiba dia berhenti mengunyah.
"Ada apa?apa tdk enak?"tanya bibi
Bintang melihat bibinya dan menjatuhkan air mata.
"Loh kok menangis?"
Bintang mengusap air matanya dan mengunyah lagi dan memalingkan wajah dari bibinya.
"Ada apa katakan jika tdk enak jangan dimakan!"ucap bibi.
"Rasanya sama seperti bundaku!"ucap bintang.
Bibi terdiam melihat gadis remaja itu menunduk menangis.
Bibi langsung memeluknya,"maaf bibi mengingatkan mu lagi!"
"Hm..tdk masalah!"ucap bintang.
"Hey...."triak paman dengn senyum
"Bintang kenapa menangis?"tanya paman.
"Hm!tidak tdk apa apa!"ucap Bintang.
Paman membawa bunga mawar.
"Paman dapat dari mana?"
"Ya belilah..."ucap paman menaruh di vas bunga depan bintang.
"Ayahku dulu sering membelikan untuk bundaku!"ucap bintang sedikit tersenyum.
Keesokannya bintang bersiap siap ke sekolah dia selalu merasa lelah padahal dia tdk melakukan apa apa.
Dibus sekolah pun dia hanya diam, kepalanya pusing sekali.
"Hey..bintang!"ucap seseorang langsung duduk disebelah bintang.
"Hm?"
"Kmu kenapa? sakit?"tanya joona
"Hm?tdk aku tdk sakit!"ucap bintang.
Sampai disekolah bintang sangat lemes,joona duduk disebelahnya.
"Kmu sakit ini!!!apa aku harus ambil obat?"tanya joona.
"Tdk,saat pulang aku akan kerumah sakit!"ucap bintang.
Wajah dan bibir bintang pucat,dadanya pun nyeri.
Saat pulang sekolah joona memberhentikan taksi.
"Pak antar teman sya kerumah sakit!"ucap joona membayar
Bintang tersenyum"makasi!"
Ditaksi bintang makin lemes bintang terus mengusap dadanya yg nyeri air matanya jatuh karna sakit.
Sampai dirumah sakit bintang berlari
Ke toilet,"uhuk...hek...uhk..."muntah darah lagi,bintang menaruh tasnya,dan mencuci mulutnya, hidungnya mimisan.
Bintang mengusap hidungnya dengn tissue.kepalanya makin pusing dan menjadi jadi.
Baru dia keluar toilet dia langsung hilang kesadaran,pingsan.
Bintang tersadar diruangan dokter.
"Ugh.."Bintang memegang kepala yg masih pusing.
Dokter memeriksanya lagi"apa sya bisa menelpon kedua orang tuamu?beri sya nomor telponnya!"ucap dokter.
"Bagaimana dokter akan menelponnya?mereka sangat jauh tdk bisa digapai!"ucap bintang yg rasanya tubuhnya sangat lemas.
"Akan sya coba beri saya nomor telponnya!"ucap dokter.
"Sudah bersama tuhan!"ucap bintang
Seketika dokter menarik tangannya yg tadi meminta nomor telepon.
"Hm!maaf sya menanyakan hal itu !apa ada keluarga yg lain?"
"Sya tinggal sendiri!"ucap bintang berlari ke toilet ruang dokter.
"Uhuk...uhk...hek...uhk.."
Dokter datang menekuk leher bintang.
"Keluarkan semuanya!"ucap dokter melihat remaja yg muntah darah.
Bintang menhan air matanya rasanya sakit sekali, tubuhnya lemas sekali, nafasnya terburu buru.dokter memberinya tabung oksigen, Bintang menghirupnya terburu buru.
"Duduklah!"ucap dokter memberi kursi duduknya.
Dokter jongkok didepan bintang dan tersenyum supaya bintang tdk menangis.
"Berapa lama kmu begini?jangan nangis...orang tuamu juga ikut nangis diatas sana!"ucap dokter.
"3 setengah tahun!"ucap bintang.
"Kau abaikan?"
Bintang mengangguk"aku tdk tau aku kenapa..."
"Apa aku bisa memberi tahu kerabatmu...aku minta nomer telponnya!"ucap dokter meminta mengacungkan tangan.
"Aku tdk mau ..aku harus tau sendiri...aku tdk mau merepotkan mereka lagi...!"ucap bintang dengan mata berkaca kaca.
"Aku tdk anak kecil...jadi katakan aku kenapa..."ucap bintang.
"Kau tau leukemia?"
"Apa itu... penyebabnya?"tanya bintang.
"Hm...iya!apa kau tau itu leukemia?"
"Hmm iya..sel darah putihku meningkatkan?"tanya bintang.
"Iya...stadium 3!"ucap dokter.
Bintang seketika diam seribu bahasa menatap kosong kearah yg tentu.
"Ini sulit sembuh...tapi ..kmu punya 50%untuk hidup!"ucap dokter.
Bintang berdiri dan mengambil tasnya,"berapa lama lagi aku hidup?"tanya bintang
"1 tahun perkiraanku!"ucap dokter.
"Baiklah Trimakasih!"ucap Bintang langsung pergi keluar.
Dirumah bintang tdk berdaya dia sangat lemas.
"Bunda....hiks..xixixi..aku sakit...hiks... xixixixihiks.."ucap bintang dikamarnya sambil berbaringkan tubuhnya.
"Sakit...Arg..leherku sakit..."Rintih bintang karna pembengkakan kelenjar getah bening.
Bintang mengelap tubuhnya yg berkeringat banyak akhir akhir ini.
Paginya tetap merasa lelah walaupun sudah istirahat, wajahnya pucat pasi dia seperti hidup sebatang kara.
Bintang duduk dimeja makan sambil menunduk tubuhnya sangat sakit.
Bintang tersadar diruangan dokter.
"Ugh.."Bintang memegang kepala yg masih pusing.
Dokter memeriksanya lagi"apa sya bisa menelpon kedua orang tuamu?beri sya nomor telponnya!"ucap dokter.
"Bagaimana dokter akan menelponnya?mereka sangat jauh tdk bisa digapai!"ucap bintang yg rasanya tubuhnya sangat lemas.
"Akan sya coba beri saya nomor telponnya!"ucap dokter.
"Sudah bersama tuhan!"ucap bintang
Seketika dokter menarik tangannya yg tadi meminta nomor telepon.
"Hm!maaf sya menanyakan hal itu !apa ada keluarga yg lain?"
"Sya tinggal sendiri!"ucap bintang berlari ke toilet ruang dokter.
"Uhuk...uhk...hek...uhk.."
Dokter datang menekuk leher bintang.
"Keluarkan semuanya!"ucap dokter melihat remaja yg muntah darah.
Bintang menhan air matanya rasanya sakit sekali, tubuhnya lemas sekali, nafasnya terburu buru.dokter memberinya tabung oksigen, Bintang menghirupnya terburu buru.
"Duduklah!"ucap dokter memberi kursi duduknya.
Dokter jongkok didepan bintang dan tersenyum supaya bintang tdk menangis.
"Berapa lama kmu begini?jangan nangis...orang tuamu juga ikut nangis diatas sana!"ucap dokter.
"3 setengah tahun!"ucap bintang.
"Kau abaikan?"
Bintang mengangguk"aku tdk tau aku kenapa..."
"Apa aku bisa memberi tahu kerabatmu...aku minta nomer telponnya!"ucap dokter meminta mengacungkan tangan.
"Aku tdk mau ..aku harus tau sendiri...aku tdk mau merepotkan mereka lagi...!"ucap bintang dengan mata berkaca kaca.
"Aku tdk anak kecil...jadi katakan aku kenapa..."ucap bintang.
"Kau tau leukemia?"
"Apa itu... penyebabnya?"tanya bintang.
"Hm...iya!apa kau tau itu leukemia?"
"Hmm iya..sel darah putihku meningkatkan?"tanya bintang.
"Iya...stadium 3!"ucap dokter.
Bintang seketika diam seribu bahasa menatap kosong kearah yg tentu.
"Ini sulit sembuh...tapi ..kmu punya 50%untuk hidup!"ucap dokter.
Bintang berdiri dan mengambil tasnya,"berapa lama lagi aku hidup?"tanya bintang
"1 tahun perkiraanku!"ucap dokter.
"Baiklah Trimakasih!"ucap Bintang langsung pergi keluar.
Dirumah bintang tdk berdaya dia sangat lemas.
"Bunda....hiks..xixixi..aku sakit...hiks... xixixixihiks.."ucap bintang dikamarnya sambil berbaringkan tubuhnya.
"Sakit...Arg..leherku sakit..."Rintih bintang karna pembengkakan kelenjar getah bening.
Bintang mengelap tubuhnya yg berkeringat banyak akhir akhir ini.
Paginya tetap merasa lelah walaupun sudah istirahat, wajahnya pucat pasi dia seperti hidup sebatang kara.
Bintang duduk dimeja makan sambil menunduk tubuhnya sangat sakit.
Bintang berjalan ke toilet.
"Uhuk...heks....uhk....uhk...uhukk..."darah semakin pekat.
Bintang menekan tekuk lehernya sendiri, hidungnya juga mimisan.
"Apa aku akan mati?"batin bintang.
"Aku pasti akan mati nanti!"
Bintang kedapur membuat air hangat tubuhnya menggigil.
"Di...ngin...!"
Bintang menuangkan air itu Tumbler supaya terus hangat.
Dia duduk disofa menggenggam Tumbler yg terasa hangat tubuhnya sungguh menggigil.
Dokter yg kemarin dirumah sakit untuk datang ke apartemennya.
Tilulitlilit"suara bel pintu.
Bintang meraba semua benda supaya sampai kepintu untuk membuka pintu.
Saat pintu sudah dibuka bintang langsung jatuh.
"Bintang!"ucap dokter mengangkat bintang yg pingsan.
Dikamarnya dokter berusaha menurunkan demam tinggi bintang.
"Bintang...sadarlah!"
Tangannya terpaksa dokter infus,dan bintang disuntik berusaha menaikkan kekebalan tubuhnya.
"Uhuk...uhkk...ugh.."bintang mulai sadar.
"Argh...sakit...tanganku...hiks..xixixi.."
Dokter menenangkan bintang.
"Tenanglah nanti akan hilang sakitnya!"
Bintang berusaha tenang keringatnya keluar membasahi badannya.
"Kau seperti adikku!"ucap dokter.
"Kau cantik seperti nya,umurmu pun sama,kau mau bertemu dengannya? dia akan pulang tahun depan!"ucap dokter.
"Umurku tdk sampai hari itu!"ucap Bintang sudah putus asa.
"Aku menduga kau salah diagnosa kemarin!"
",Hm..kau benar!darimana kau tahu!"
"Aku sudah mencari tau..rasanya ini sudah stadium akhir!katakan berapa lama aku akan hidup?"tanya bintang
"Kau akan sehat kau harus semangat...!"ucap dokter
"Tdk...aku sudah sangat kesakitan..aku tdk bisa lagi... menahannya.. katakan..berapa lama lagi??"ucap bintang suaranya mengecil.
"Aku mohon..temani aku..sampai sisa hidupku.. dokter...aku mohon..paman dan bibiku akan keluar negeri...aku tdk punya siapa siapa lagi...tinggallah bersama ku... sampai usiaku habis...aku tdk mau berobat lagi...!"ucap bintang memegang tangan dokter yg beda umur 10 tahun darinya.
"Kau akan sehat...jangan berkata begitu...!"ucap dokter Ryan
"Hmm..baiklah..aku tdk maksa kau bisa kembali kerumah sakit!"
Dr ryan pun membereskan barang-barangnya,dan bintang melepas infusnya.
Saat dr.ryan sampai dipintu tiba tiba bintang menerima telpon.dr Ryan berhenti berusaha mendengar percakapan mereka.
"Halo..kenapa?"tnya bintang
"Paman akan berangkat buru buru!"ucap paman
" Hm..aku akan jaga diriku..paman berangkatlah!"
"Kmu sakit?"tanya paman
"Tdk !aku baik baik saja!"ucap bintang tersenyum.
Membuat Dr ryan menjatuhkan air mata,dan berlalu pergi.
"Ya..aku akan istirahat..aku tutup telpon!"ucap bintang.
Bintang berusaha bangun tubuhnya sangat kurus,dia kedapur memegangi dinding yg dia lewati,untuk minum air.
Dia tetap menjalani tugasnya sebagai seorang siswa, hampir saja bintang jatuh di dimejanya karna lelah.
Tangannya mengambil pulpen dan menulis,tangannya menolak untuk memegang pulpen,tangannya gemetaran,tangannya mulai mencari handphone.
"Pagi pak sya ingin putus sekolah tolong diurus ya..saya ingin berhenti!"ucap bintang.
Bintang langsung membereskan buku bukunya kedalam kardus.
Bintang menatap matahari langsung dari jendela,sungguh dia belum siap selesai sekolah,namun apa buat dia tdk bisa menyeimbangkan tubuhnya lagi.
"Ayah...bunda..maaf...aku berhenti sekolah!"ucap Bintang melihat sebuah foto.
"ayo kita jalan jalan aku traktir!"
"Kmu mau?jika tdk enak badan jangn dipaksa!"
"Aku dirumah saja.. tubuhku lelah sekali..!"
Dr Ryan membantu bintang duduk disofa,"ayo kita makan!"
Dr Ryan membawa jjajangmyeon untuk bintang, seketika bintang tersenyum"bisa masak?"
"Iya dong!ayo makan!"ucap dr Ryan.
"Hm..enak !"ucap Bintang tersenyum ke dr Ryan.
Dr Ryan ikut tersenyum melihat pasiennya menarik sisi bibirnya keatas.
Sore nya bintang ke tempat rumah abu orang tuanya dengn dr Ryan.
Terlihat foto kedua orang tuanya didalam balik kaca.
"Bunda . .!"ucap Bintang tersenyum
"Ayah...aku sudah besar...sekarang!tapi...umurku...tdk besar hahaha!"canda bintang
Dr Ryan hanya menatap dari jauh,begitu putus harapan bintang didengarnya.
"Hidupmu terlalu hancur saat kau mengetahui penyakitmu..!"batin dr Ryan.
"Aku dijaga dr Ryan dia pintar masak bunda... masakannya lebih enak dari bunda!"ucap Bintang dengan senyum.
"Ayah...hihihi maaf!aku putus sekolah!cita citaku menjadi girlband aku hapus,apa ayah mau tau cita citaku?cita citaku...ingin umur lebih panjang dari 1thn!"ucap bintang.
"Jika...tdk sampai 1 thn lebih...aku ingin melihat kalian ada disisi ku..nanti...tapi...aku takut,aku juga ingin hidup dengan paman!"ucap Bintang menatap foto ayahnya yg tersenyum saat menggendong bintang 6thn lalu.
Dr Ryan menahan punggung bintang yg hampir jatuh.
"Ayo pulang,kmu harus istirahat!"
Bintang dipapah dr Ryan kemobil, bintang hanya menunggu dipanggil,
"Arghhh aku capek tunggu sebentar!"bintang duduk disebuah bangku jalan.
Bintang ditatap dr Ryan secara merinci tubuhnya makin menyusut.
"Dokter...apa kau bisa menyembuhkan ku?"tanya bintang
"Iya aku sembuhkan kau mau berobat?"tanya dr Ryan
5 bulan kemudian, pengobatan yg dilakukan tdk ada kemajuan,bintang sudah tdk berdaya untuk berdiri dia hanya terbaring di dikamarnya,dia menangis melihat dr Ryan yg tertidur disampingnya.
"Dia lelah!"batin bintang
Bintang melihat keatas matanya sayu sekali wajahnya sangat pucat dan bibirnya sudah putih.
"Uhuk...uhk...huk...uhk..."bintang batuk mengagetkan dr Ryan.
"Bintang!ada apa?"
"Aku...tdk kuat...lagi...uhk...uhk.."lirih bintang
Dr Ryan memberi minum namun tdk bisa ditelan bintang malah keluar bersama dengan darah.
Dr Ryan langsung menggendong bintang"ayo ke rumah sakit!"
"Ugh..sa....kit...!"lirih bintang
Dimobil bintang sudah terbaring di kursi penumpang dia trus batuk darah.
Tangannya bersimbah darah Karna menutup mulutnya.
"Bintang kita akan sampai !"
Sampai dirumah sakit dr Ryan menggendong bintang yg sudah tdk sadar kan diri.
DiUGD
"Dokter...bantu aku!"triak Dr Ryan dokter yg ada DiUGD.
Semua alat dipasang ke tubuh bintang berharap bintang akan kuat.
Sorenya
Bintang membuka matanya sangat sayu dan sangat berusaha.
"Sa..kit..!"lirih bintang
Dr Ryan memegang tangan bintang yg mulai mendingin.seketika dr Ryan menjatuhkan air mata.
Rasanya bintang sudah menjadi keluarga dari dr ryan.
"Bintang...pamanmu akan pulang besok!"ucap dr Ryan
"Aku ingin melihatnya... sebelum aku pergi...!"ucap lirih bintang.
"Kau akan sehat okay..!"ucap dr Ryan yg masih menenangkan bintang.
Bintang tersenyum walaupun dia tau itu sudah sangat mustahil.
Malamnya bintang masih berusaha bertahan untuk melihat paman dan bibi besok pagi.
Bintang sendiri diruang rawat inap hidungnya mimisan tubuhnya sudah tdk kuat lagi,bintang menghadap dinding menyembunyikan wajahnya yg sudah lesu,mungkin sudah seperti mayat.
"Ugh..."Rintih bintang berusaha sadar
"Bintang..."panggil dr Ryan.
"Ayo makan!"
Bintang menggeleng "aku tdk ingin...!"
Suster datang membawa kompresnya
"Biar sya saja!"ucap dr Ryan.
Dr Ryan mengelap wajah, tangan kaki rambut semua dia mengelapnya.
"Bagaimana perasaan mu?"tanya dr Ryan.
"Hm!aku melihat bundaku dan ayahku lagi...!"
Paginya Paman dan bibi syok melihat keponakannya itu terbaring dirumah sakit.
"Bintang...!"
Bintang membuka matanya dan tersenyum melihat kedua walinya.
"Dokter dia kenapa?"
"Leukimia stadium akhir!"ucap Ryan.
"Hiks...xixixi...kenapa kmu merahasiakan nya.... bintang...!"bibi histeris.
"Bintang baru tau baru baru ini..jadi dia tdk memberi tahunya pada kalian!"ucap Ryan
"Paman...aku menyayangimu...dan bibi...dr Ryan juga.... Trimakasih...hari harimu....aku ingin istirahat..tinggalkan aku se..bentar...!"lirih bintang.
Semua meninggalkan bintang untuk istirahat.
"Aku sudah melihat..kalian aku sudah tdk kuat lagi..maaf..aku akan bersama kedua orang tuaku..."batin bintang bersamaan menutup matanya rapat rapat.
"Bintang..kau harus....!"ucap dr Ryan yg membawa obat
Ryan melihat bintang cepat sekali tidur.
Dr ryan menaruh obatnya dan memeriksa tangan bintang tertulis "dokter sudah melakukan yg terbaik untukku, Trimakasih..!"
"Bintang!"ucap dr Ryan menggoyangkan tubuh kurus bintang,namun tdk ada respon.
"Bintang....."triak Dr Ryan sambil menangis.
Paman dan bibi datang
"Bintang...bintang...bin.bin..bintang..bbangun sayang . !"ucap bibi
"Dokter!"ucap paman
Dr Ryan menggenggam tangan bintang dan menciumnya"maafkan...aku...aku gagal menyembuhkanmu...maaf...bintang...."
Kini bintang sudah pergi meninggalkan dunia,semua sudah berakhir untuk bintang,dia benar benar jadi bintang dengn kedua orang tuanya
THE END