kisah remaja bernama KALIA AYA INARA yang dari SD hingga memasuki remaja masih terjadi bullying kepada dirinya, sampai dia hampir menyerah dan lelah karna sering di bully di sekolah karna dia dulu hitam, jelek, pendek, namun seiring berjalan nya waktu KALIA berubah menjadi cantik, berkulit agak putih tidak hitam.
hidupku dari kecil selalu mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari teman-teman ku sekolah dari SD sampai mau lulus SMA, aku di caci maki, di pukul di hidung sama anak laki-laki waktu SD, rambut ku di tarik sama temen cewek waktu SMP, sekarang? SMA juga mendapat perlakuan tidak mengenakan, aku cuman di panggil ketika butuh nya saja:(
aku lelah dengan kehidupan ini, aku cerita sama mama jika aku di pukul di hidung itu saja, dan mama ku menghampiri anak cowok itu, tapi setelah itu anaknya lebih kejam lagi, sampai aku lelah dan capek aku lalu pergi dari sekolah menuju ke kelas lebih dulu dan mengambil tas setelah itu aku mau pergi dari sekolah dengan keadaan menangis kenyang, tapi ada kakak kelas cewek yg baik sama aku hingga aku di hentikan dan aku di tenangin, guru olah raga pun memperingati anak itu setelah di beritahu entah sama siapa...
waktu SMP menurut ku lebih kejam lagiiii.... karna rambut ku selalu di tarik, selalu di ancam dan di manfaatin:v, nama nya juga polos banget mau aja di suruh:v, bangku kelas pernah di tendang, uang saku pernah di ambil:v
dan ketika SMA aku mau deket sama temen-temen semua mereka kayak gak mau respon:v, mereka cuman panggil aku ketika butuh nya saja:(, ketika ada tugas kelompok dari guru aku pun bingung 😕❓mau kerja kelompok sama siapa? anak² lain udah dapet kelompok, dari situ aku sadar, aku hanya di manfaatkan dan di panggil ketika butuh nya saja:(
aku selalu menangis akan hal itu, aku lelah, capek, sedih, marah, karna salah aku apa???? mereka semua sampai melakukan itu semua padaku??? aku selalu baik kepada mereka?? tapi mereka apa balasannya??
barat pepatah "air susu di balas air peceren" atau apapun itu...
aku pun pernah jatuh cinta juga.... yg pertama aku suka sama seseorang diam² bahkan aku yg sepertinya mengajak kenalan pertama kali waktu anak nya pindahan dari sekolah entah apa waktu kelas 5 SD, ketika itu lama² aku suka, anaknya beda dari cowok yg suka bully aku, anak itu gak pernah bully aku, tp setelah kelas 6 SD aku berusaha melupakan nya, mungkin karna cinta monyet?? waktu olah raga seperti basket tapi bola kecil kami lawan main, aneh nya dia kenapa selalu melemparkan bola itu kepadaku?? aku jadi bingung tentang itu, tp aku tetep fokus tentang game itu, waktu ujian juga mau lulus SD di suruh baca teks bahasa Indonesia waktu membaca ternyata guru ada tamu jadi keluar, aku tunggu hingga masuk lagi lalu aku mulai membaca lagi tapi aku bingung tadi sampai manah?? aku pun mengulangi mulai awal kembali tapi kata anak itu yg bikin aku terkejut "lanjut ae gak usah mulai awal ben gak kesel" aku pun terkejut dengan itu, sampai teman² pun bersorak "cieeee" aku sedikit malu dan aku tutup wajah ku dengan kertas teks tersebut aku pun lanjut membaca mulai awal... setelah lulus dan beranjak smp ternyata anak itu mantan dari temen sekelas ku sendiri, aku sedikit terkejut, ternyata pernah pacaran, aku pun mencoba mengikhlaskan itu dan melupakan nya setelah kenyataan itu, walaupun sebelum tau itu aku tiba² bermimpi tentang cowok itu, dan cowok itu tiba² dateng dan nembak aku, tapi reaksi ku berbeda di mimpi itu, aku seperti sudah kecewa atau sudah tidak suka lagi dengan nya
waktu SMP kelas 3 mau kelulusan aku juga pernah suma sama seseorang, entah kenapa tiba², atau karna cowok itu selalu melihat ku? aku sering mergoki cowok itu sedang menatap ku, tapi aku diam² memergoki nya... setelah sahabat ku memberitahu kalau cowok itu melihat ku, aku coba abaika, tp dia sering melihat ku diam², lama² aku berpikir apa cowok itu suka sama aku? aku pun seperti nya suka juga, aku juga diam² melihat nya tanpa ketahuan, karna jam pelajaran selalu kosong, ketika jam kosong aku coba untuk tidur karna lelah di bangku kursi panjang, entah kapan pun dah nya cowok itu gak jauh dari aku, ketika aku sama cowok itu kayak berhadapan walau jarak 2bangku aku coba membuka mata nah cowok itu juga sedang menatap ku setelah tahu itu aku kembali Mempungungi cowok itu, tapi anak nya kalau bicara sama aku ketus banget, kayak ngajak berantem terus, aku juga pernah ngajak berantem malah dia yang takut🙃.
bersambung