Hai namaku Fika. Aku mempunyai teman, nama temanku adalah Ainun. Aku dan Ainun berteman baik dari umur 5 tahun. Aku dan Ainun adalah anak dari panti asuhan. Umur kita juga sebaya. Dulu, kami sering sekali bermain bersama. Bisa dibilang, kami ini dulu, seperti adik dan kakak. Namun,sekitar aku berumur 6 tahun, Ainun sudah mau diasuh dan dibawa oleh orang tua tiri barunya.Lalu, aku yang melihatnya pun cukup sedih,dengan Ainun dibawa pergi. Lalu aku pun mengucapkan selamat tinggal di panti asuhan pasti orang orang bebas membawa anak yang ada di panti asuhan-nya,bukankah begitu?
9 tahun berlalu, aku juga sudah diasuh oleh orang lain, sama seperti Ainun. Dan sekarang aku berumur 15 tahun. Aku berharap aku bisa bertemu lagi dengan Ainun. Lalu, aku pun berdoa kepada Allah SWT,meminta untuk bertemu kembali dengan Ainun.
Lalu, setelah aku selesai berdoa, aku diajak oleh ibu dan ayah untuk makan malam di restoran terkenal, [karena ibu dan ayahku kaya ya..], lalu, aku pun ikut ayah dan ibu.
Disaat kita sudah sampai di restoran terkenalnya, seperti biasa kita memesan menu makanan yang kita mau. Disaat aku sedang ingin duduk dan ikut memesan menu, aku melihat di belakang bangku sofa ibuku, ada Ainun!.
Aku pun terkejut, dan aku bilang kepada ibu bahwa gadis remaja yang ada di belakang ibu adalah temanku. Lalu, ibu pun berkata"baiklah, bila itu temanmu, sapalah dia, sayang. " lalu, aku pun mengangguk dan aku segera menuju ke meja Ainun.
Disaat aku ingin ke meja Ainun, Ainun pun langsung berkata" Hei, siapa kamu!,enak aja ke meja aku!, dasar kumel! Ngapain kamu deket deket sama aku, dasar kumel!.
Lalu, seketika aku pun kaget dan aku pun berkata kepada Ainun " Ainun..., apa kamu tidak mengingatku?, a..., a..., aku..., aku Fika.. , teman panti asuhan-mu."[dengan nada sedih dan kecewa].
Lalu,dia pun berkata"Hah!siapa juga yang mau punya temen kumel kayak kamu, Sorry aku itu ga level sama kamu,dasar bodoh!".
Aku yang mendengar itu pun langsung sedih se-sedih-sedihnya.
Lalu, kata ibu berkata kepada Ainun"maaf ya, anakku Fika itu ga kumel!,dan satu lagi!,Fika itu cuma sekedar tanya kabar!,dan jawabanmu itu benar benar kasar sekali kepada anakku! "[dengan nada marah].
Lalu,ibu pun berkata kepada ibu tiri Ainun" Hei!, jaga mulut anakmu itu bu!,sekaligus jaga anakmu itu tidak pantas berkata kasar di depan anakku!. "
Lalu, ibu Ainun pun segera menasihati Ainun, lalu kami pun kembali ke meja kami.
Lalu aku pun berkata kepada ibu" ibu, ibu yang sabar yah, mungkin saja temanku kecelakaan dan amnesia jadi dia lupa diriku.". Lalu,ibu pun berkata " Dia itu sebenarnya tidak pelupa!, karena dia dengan keluarga kaya aja,jadi kayak gitu!, untung ibu punya kamu Fika.., tidak seperti anak kasar itu tuh!" [jawab dengan kesal].
Lalu, disaat ibu mau berkata lagi, ayah pun datang setelah dari toilet, lalu, ayah pun berkata dengan bingung kepada ibu"ibu ada apa?, mengapa mukamu itu begitu marah?, apa ada sesuatu yang terjadi, yang membuat hatimu tidak enak,bu? ".
Lali, aku pun membantu ibu bicara, agar ibu tidak terlalu kesal dengan kejadian yang terjadi tadi, aku pun berkata kepada ayah" itu ayah, jadi,tadi ada kejadian yang tidak membuat hati ibu tidak enak, seperti apa yang tadi ayah katakan, tapi itu hanya masalah angin saja kok.. ".
Lalu, ayah pun berkata" Oh begitu, ya sudah, ayo kita makan makanan-nya sebelum dingin nantinya.. ".
Lalu, aku pun membantu ibu untuk bertenang hati, dan tidak,membahas lagi tentang kejadian tadi itu.
Lalu, setelah kita selesai makan malam di restoran terkenal itu, kita pun segera pulang seperti biasa.
Malam berlalu, pagi pun tiba, seperti biasa aku berangkat ke sekolah. Tapi, kali ini berbeda, di kelasku datang siswa baru, dan dia adalah Ainun! Ainun pun langsung memperkenalkan diri, dan disaat memperkenalkan diri, dan dugaan ku itu benar bahwa dia adalah Ainun teman panti asuhan ku dulu!.
Namun, disaat aku mendekatinya, lagi lagi aku dikata'in, kali ini dengan kata yang berbeda, yaitu dengan berkata seperti ini"Hei, bukankah kamu gadis kumel yang bertemu denganku semalam di restoran terkenal! "[nada sombong dan mengejek].
Lalu, aku pun berkata" Fika, apakah kamu tidak mengenalku?, aku, aku Fika, teman panti asuhan-mu dulu."[dengan nada berharap]. Lalu, Ainun pun menjawab "Heh, Fika!, siapa dia palingan juga.......... [kepala tiba tiba pusing].
[pingsan]
Lalu, aku dan teman teman yang melihat pun segera membantunya, membawa Ainun ke UKS. Lalu, pihak sekolah pun menelepon orang tua tiri Ainun.
Lalu, setelah sadar,Ainun pun dibawa pulang ke rumah untuk istirahat.lalu, di dalam perjalanan pulang ke rumah Ainun merasa ingat sesuatu yang bernama "Fika" nama itu selaku terbayang di kepala Ainun. Beberapa saat kemudian, Ainun baru mengingat siapa Fika.
Lalu, setelah Ainun mengingat Fika, dia pun langsung meminta ibu dan ayahnya untuk kembali sekolah, dengan alasan ada sesuatu yang tertinggal dan kebetulan besok adalah hari libur sekolah.
Lalu, ayah dan ibunya Ainun pun langsung mengantar kembali ke sekolah dan menunggunya.
Setelah Ainun keluar dari mobil, dia pun langsung ke Fika untuk bertemu dan meminta maaf atas kejadian semuanya yang telah ia perbuat.
Lalu, disaat Ainun mencari-cari keberadaannya Fika, akhirnya, dia pun bertemu dengan Fika, yaang sedang minum jus buah, sambil merasa kecewa dan sedih.
Lalu,Ainun pun menghampiri Fika yang sedang sedih. Lalu,setelah Ainun menghampiri-nya, Fika pun langsung bingung, dan Fika pun langsung bertanya kepada Ainun mengenai dirinya yang tiba tiba datang ke arah-nya.
Fika pun berkata"Hmm, Ainun mengapa kamu menghampiriku?"[senyum tipis untuk menutupi tangisan]. Lalu, Ainun pun berkata "aku minta maaf Fika.. , aku minta maaf sekali.. , karena aku dulu mengalami kecelakaan dan aku mengalami amnesia kata ibuku dulu, namun, dulu aku yang amnesia sungguh tidak percaya mengenai itu, tapi ternyata itu semua benar.Tapi, tadi di mobil aku baru mengingat namamu, yaitu Fika."[nada bersalah dan menangis].
Fika yang mendengar itu pun sangat senang dan bahagia, karena Ainun sudah mengingatnya. Lalu, Fika pun berkata "iya tidak apa Ainun..., baiklah, untuk menghilangkan rasa sedih kita, gimana kalau kita pesen jus buah sama bakso!" [nada senang dan bahagia]. Lalu, Ainun pun berkata" baiklah Fika, ayo kita pesan! " [senang].
- END