Anya adalah seorang gadis yang sangat dimanja oleh keluarganya, Anya adalah anak satu satunya dan dari kecil setiap apapun keinginan Anya, pasti terkabul. Entah itu hal baik atau hal buruk.
Hal ini terus berlanjut sampai Anya remaja. Anya selalu mampu mendapatkan apapun yang dia inginkan, dan bukan hal yang mustahil untuk Anya membeli sebuah pertemanan.
Hari itu Anya pergi bersama teman temannya ke Bali untuk melihat pantai yang indah. Saat itu Anya bermain bersama teman temannya di pantai itu. Namun saat Anya bermain di pantai itu, Anya merasakan kakinya kaku, dan air semakin naik dan naik dan Anya tetap diam seperti patung karena tidak bisa bergerak. Anya mencoba memanggil teman temannya, namun mereka tidak mendengar suara Anya.
Air sudah menelan Anya, dan saat itu Anya terbawa oleh waktu dan kembali sekolahnya.
Bel pulang telah berbunyi dan Anya hanya diam saja.
"Ini dimana? bukannya aku sedang bermain di pantai? lalu mengapa aku memakai seragam sekarang? Apakah aku bermimpi? Apa aku pingsan saat tenggelam tadi?"
Anya mencoba menyadarkan dirinya, dia berpikir bahwa saat ini dia sedang bermimpi. Saat sedang berusaha mencerna apa yang sedang terjadi, Anya bertemu dengan kedua temannya yang seharusnya bermain bersamabya di pantai.
"Iti kan Ica dan Nita?. Ica Nita.. tunggu aku"
Anya menuju keteman temannya itu, namun teman temannya hanya menoleh dan tidak mengenali Anya. Mereka saling menatap.
"Kamu siapa? kita saling kenal"
Anya terdiam dan tidak mengerti tentang apa yang terjadi. Anya hanya berguming dalam hatinnya
"Bagaimana mungkin mereka tidak mengenalku. Mereka kan teman temanku. Apa aku sudah dilupakan? Beraninya mereka melakukan ini padaku."
Namun Ica dan Nita tetap tidak mengenali Anya, bukan berpura pura tidak mengenalnya. Lalu mereka meninggalkan Anya sendiri.
"Apa apaan ini? Mereka tidak mengenaliku"
Anya langsung pulang ke rumah untuk memikirkan apa yang sebenarnya terjadi dengannya. Namun saat pulang, Anya tidak menemukan rumahnya di situ.
"Dimana rumahku, mengapa tempat ini seperti perumahan baru? Sebenarnya apa yang terjadi denganku?"
Anya kebingungan dan ketakutan, dia melihat kekiri dan kekanan, siapa tahu ada yang mengenalnya, namun tidak ada satu orangpun yang tahu. Satu ketika, salah seorang ibu ibu datang kepada Anay.
"Anya. Kamu pasti bingung dengan situasi ini. Kamu memasuki dunia waktu. Dimana orang orang yang kamu kenal tidak ada yang mengenalmu"
Anya bingung dengan semua perkataan ibu itu. Dia tidak percaya dengan apa yang dikatakannya.
"Ibu itu siapa? Saya tidak kenal ibu tapi kok ibu tahu nama saya? dan maksud perkataan ibu itu apa? Saya masuk di dunia waktu?"
Ibu itu sudah menduganya bahwa Anya tidak akan percaya padanya.
"Lihatlah wajahmu di cermin"
Ibu itu memberikan cermin, Anya sangat terkejut dengan wajahnya. Dia tidak mengenali wajah orang di cermin itu, karena itu bukan wajahnya.
"A..a..apa apaain ini semua? Saya dimana?"
Ibu itu hanya melihat kearah Anya dan memegang bahunya.
"Kamu percaya sekarang? Saya bisa bantu kamu kembali ke duniamu. Tapi dengan satu syarat"
Anya sudah tidak ingin berpikir panjang. Anya mengiyakan apapun itu syaratnya asal Anya kembali ke dunianya.
"Kamu harus menjadi seorang anak di keluarga yang biasa saja, dan harus mengurus kedia adikmu"
"Adik apa? Aku anak tunggal dan tidak punya adik. Jangan sembarangan yaa ibu kalau bicara"
Anya seperti tidak terima dengan syarat itu.
"Baiklah, kamu cari jalanmu sendiri."
Ibu itu meninggalkan Anya, namun Anya berubah pikiran dan menahan ibu itu karena Anya jngin kembali.
"Eehh.. Tunggu.. b.b..baik. Saya lakukan, berapa lama?"
Ibu itu hanya tersenyum tipis dan membelakangi Anya
"Satu bulan, dan kamu akan tinggal di Jalan Patimura nomor 26. Dan Namamu adalah Adel."
Ibu itu pergi meninggalkan Anya. Dan Anya yang kebingungan dengan semua ini langsung menuju alamat yang diberikan.
Saat Anya sampai, ternyata itu adalah sebuah rumah susun.
"Aku harus tinggal di tempat kumuh ini?"
Dari luar sudah terdengar tangisan bayi juga suara ayam yang saling menyaut
Anya masuk kedalam dan mencari nomor 26.
"Eh, Del sudah oulang. Bantuin mama suap adek dulu yaa del. Terus cuci piring, mama mau siap berangkat kerja dulu. Jangan lupa masak nasi"
braakk.. suara pintu ditutup
Wanita itu keluar dan meninggalkan Anya sendiri dengan dua anak kecil.
"Kakak, aku dapat pr, bantu aku kerjakan pr yaa kak"
Anya hanya melihat anak itu dengan tatapan terkejut. Dia tidak mengerti dengan semua ini."
Anya banyak melakukan kesalahan hari itu, Pria dan wanita yang menganggapnya Adel sangat marah dengan segala yang dilakukannya.
"Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan, aku tidak pernah melakukannya sebelumnya"
Anya menangis dan marah dengan keadaan ini, mengapa tidak ada satupun yang mengenalnya dan membantunya. Hanya satu hari dia lalui ditempat inii tapi dia sudah tidak kuat.
Malam harinya ketika Anya sedang merenung dikamarnya, ibu ibu itu muncul lagi entah dari mana.
"Anya, kamu harus bertahan. Jangan menyerah. Kalau kamu mau kembali ke kehidupanmu sebelumnya, gunakan kesempatan kedua ini sebaik mungkin, kalau kamu tidak bisa, selamanya kamu akan berada di tempat ini"
Dan ibu itu tiba tiba menghilang. Anya terkejut dengan kata katanya. Anya takut kalau Anya tidak bisa kembali ke hidupnya sendiri, Anya memutuskan untuk melakukan yang terbaik kali ini.
Waktu terus berjalan dan Anya mampu menyelesaikan segalanya. Dalam tempo kurang dari satu bulan, Anya sudah berubah menjadi anak yang mandiri dan mampi bertanggung jawab atas dirinya dan orang lain.
Tepat sudah satu bulan. Dan hari ini waktunya Anya untuk pergi dan kembali ke hidupnya, namun Anya sangat berat meninggalkan keluarga itu. Anya menangis.
"Anya, sudah waktunya kamu kembali"
Ibu itu menggandeng tangan Anya, namun Anya masih merat meninggalkan mereka.
"Apa aku masih bisa mengunjungi mereka? kalau aku pergi bagaimana dengan mereka? Siapa yang akan membantu mereka?"
Anya benar benar telah berubah, atas kejadian ini.
"Mereka tidak akan mengenalimu lagi Anya meskipun kamu bertemu dengan mereka. Karena ini bukan duniamu. Ini adalah dunia waktu."
Anya meninggalkan keluarga ini dan dunia waktu. dan Anya kembali kepantai ketika sedang bermain bersama teman temannya. Anya sangat senang dan berlari kearah mereka.
"Ica.. Nita.."
Anya memeluk mereka dan meminta maaf atas segalanya.
Dari kejadian yang dilaluinya, Anya menjadi Anya yang berbeda. Keluaraga itu memang tidak mengenal Anya ketika mereka berpapasan, namun Anya bersyukur karena Anya mendapatkan kesempatan kedua yang mengubah hidupnya.
~TAMAT~